Untuk Apa Membuktikan Diri pada Orang Lain?

EtIndonesia. Pernahkah kamu mengalami hal ini: Seseorang mengejek gaya hidup hematmu, dan kamu pun mulai tampil royal—bahkan sampai berutang—demi menunjukkan bahwa kamu tidak kekurangan uang.

Seseorang salah paham terhadap niatmu, lalu kamu berkali-kali mencoba menjelaskan isi hatimu, tak berhenti sebelum mendapat pengakuan.

Seseorang mengomentari bentuk tubuhmu, lalu kamu berjuang keras berdiet—bukan untuk kesehatanmu, melainkan agar bisa mengubah pandangan orang lain tentang dirimu.

Di kehidupan nyata, kita semua pernah punya dorongan untuk membuktikan diri di mata orang lain—seolah hanya dengan mendapatkan pengakuan orang lain, barulah hidup ini terasa utuh.

Namun kita sering tak sadar:

Ketika seseorang terus-menerus menjelaskan, selalu mempertimbangkan perasaan orang lain, dan ingin membuktikan dirinya di setiap hal, saat itulah dia terjebak dalam perangkap “pembuktian diri”.

Banyak orang menguras tenaga dan emosi hanya untuk membuktikan siapa dirinya—di tempat kerja, dalam hubungan sosial, atau di media sosial demi citra yang sempurna. Sekilas semua ini tampak seperti cara mempertahankan harga diri, padahal sering kali justru menjadi beban psikologis yang menguras diri sendiri.

Orang-orang yang benar-benar bijak sudah memahami satu prinsip sederhana: “Yang jernih tak perlu dijelaskan, yang keruh tetap tak akan jadi bening meski dijelaskan.”

Nilaimu tak perlu diukur dengan pengakuan orang lain, apalagi harus mengorbankan harga diri untuk membuktikannya.

Pemahaman Itu Muncul dari Kesamaan Nilai dan Pengalaman

Dalam sejarah Tiongkok era Musim Semi dan Gugur, Guan Zhong pernah tiga kali lari dari medan perang dan dicap pengecut oleh orang-orang. Hanya Bao Shuya yang memahami bahwa Guan Zhong melakukan itu karena di rumahnya ada ibu tua yang tak punya siapa-siapa, dan dia tak bisa memenuhi kewajiban sebagai anak kalau sampai mati di medan perang.

Dia mengatakan: “Guan Zhong bukan pengecut, tapi punya hati yang penuh rasa tanggung jawab.”

Kepercayaan inilah yang membuat Guan Zhong kemudian menjadi menteri besar negara Qi dan membantu Qi Huan Gong menjadi penguasa terhebat di masanya.

Sebaliknya, dalam kehidupan modern kita, ada orang yang rela berulang kali menjelaskan, membuka hati, menjelaskan niat, hanya demi mempertahankan hubungan. Padahal, sahabat sejati tak butuh banyak kata.

Seperti yang ditulis Yang Jiang dalam bukunya “Kami Bertiga”, tentang pernikahannya dengan Qian Zhongshu: Mereka tak pernah merasa perlu “memamerkan cinta” di depan orang, tapi selama lebih dari 50 tahun, mereka saling memahami dan saling menjaga—itulah arti sebenarnya dari “mengerti”.

Orang yang benar-benar mengerti kamu, bisa melihat ketulusan di balik diam, dan bisa menerima kelebihan maupun kekuranganmu.

Terhadap Orang yang Tak Sepemahaman, Penjelasanmu Tak Akan Ada Gunanya

Dunia ini luas, dan selalu ada orang yang tak sepemikiran denganmu, tak satu pandangan, bahkan mungkin membalikkan fakta seenaknya.

Zhuangzi pernah berkata: “Tak bisa bicara soal laut dengan katak yang tinggal di sumur. Tak bisa bicara soal es dengan serangga musim panas.”

Dengan orang-orang seperti itu, berusaha membuktikan diri hanyalah kerja sia-sia.

Penyair Dinasti Tang, Liu Yuxi, pernah dibuang ke Langzhou karena menulis puisi yang menyindir pejabat istana. Dia tidak pernah menjelaskan maksud tulisannya kepada musuh politiknya.

Sebaliknya, dia menulis puisi penuh rasa percaya diri dari rumah sederhana: “Ini rumah sederhana, tapi penuh keharuman budi pekerti.”
 

Dua belas tahun kemudian, ketika dia kembali ke ibu kota, dia hanya menulis satu kalimat: “Penanam pohon persik dulu ke mana? Liu sang penyair kini kembali lagi.”

Kalimat itu menghentikan segala tudingan yang dulu pernah dialamatkan padanya.

Kisah ini mengingatkan kita pada pengalaman penulis Liu Tong. Saat kuliah, dia gemar menulis dan sering diejek teman-temannya karena dianggap tak realistis. Tapi sepuluh tahun kemudian, dia berdiri di podium almamaternya sebagai penulis buku terlaris.

Waktu akan menyaring semua debu, dan kebenaran akan muncul dengan sendirinya. Daripada lelah menjelaskan, lebih baik tumbuh dalam diam—kehadiranmu saja sudah cukup jadi jawaban bagi semua keraguan.

Waspadai Bias dan Prasangka yang Tertanam dalam Diri Manusia

Dalam film Ne Zha: Birth of the Demon Child, masyarakat menganggap Ne Zha sebagai “anak pembawa bencana”, dan meski ia berkorban nyawa demi menyelamatkan orang banyak, dia tetap dianggap sebagai kutukan. Prasangka semacam itu seperti “pedang Damokles”—selalu menggantung di atas kepala orang yang mendambakan pengertian.

Di dunia nyata,

·        Ada orang yang rela kerja lembur hanya demi terlihat “serius” di mata atasan,

·        Ada yang mengatur citra diri di media sosial supaya tampak bahagia,

·        Semua demi membuktikan bahwa hidup mereka “berhasil” di mata orang lain.

Tapi seperti kata filsuf Jean-Paul Sartre:“Orang lain adalah neraka.”

Saat kamu menggantungkan harga dirimu pada penilaian orang lain, kamu sedang memasung dirimu sendiri.

Karena mereka yang tak berniat memahami kamu, sejak awal memang tak pernah berniat adil.

·        Kebaikanmu akan dianggap kelemahan.

·        Kesuksesanmu dianggap kebetulan.

·        Diammu akan dijadikan bahan gosip.

Biarkan Dirimu Bernilai, Tanpa Harus Menjelaskan

Hidup ini seperti air yang diminum: hanya peminumnya yang tahu panas atau dinginnya. Gunung tak perlu menjelaskan ketinggiannya, tapi tetap menjulang ke langit.  Laut tak perlu menjelaskan kedalamannya, tapi tetap bisa menampung seribu sungai.

Tokoh sejarah Ji Kang menolak tunduk pada Sima Zhao dan memilih menyampaikan sikapnya lewat surat perpisahan dan lantunan lagu “Guangling San” di hadapan eksekusi.

Peneliti budaya Dunhuang, Fan Jinshi, diam-diam mengabdikan hidupnya di tengah padang pasir. Tak pernah sibuk menjelaskan arti pengabdiannya, tapi lukisan-lukisan gua Mogao telah bersuara menggantikannya.

Penutup: Tak Perlu Pakai Ukuran Orang Lain untuk Menilai Hidupmu

·       Mereka yang percaya padamu, akan menemanmu melewati badai.

·      Mereka yang ragu padamu, tak akan percaya sekalipun kamu menjelaskan seribu kali.

·       Mereka yang meremehkanmu, tak layak kamu buang-buang energi untuk mereka.

Semoga kita semua bisa menjadi seperti pohon di tengah padang:
Tak perlu membuktikan usia lewat lingkar batang, tapi tetap berdiri tegar menantang badai.
Tak sibuk mengejar sinar, tapi tetap tumbuh ke atas.

Karena sinarmu—tak pernah butuh pembuktian. (jhn/yn)

Serangan Drone Rusia di Ukraina Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa pada Bulan Juli

EtIndonesia. Serangan drone Rusia di Ukraina mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, menurut analisis AFP pada hari Jumat (1/8), sementara Kyiv merayakan hari berkabung setelah salah satu serangan paling mematikan di ibu kota yang menewaskan 31 orang.

Serangan udara skala besar pada dini hari tanggal 31 Juli tersebut menandai berakhirnya bulan di mana Rusia meluncurkan lebih banyak drone ke Ukraina dibandingkan bulan mana pun sejak invasi tahun 2022.

Moskow telah mengintensifkan pemboman mematikannya di Ukraina seiring terhentinya perundingan damai, dan meningkatkan serangan drone jarak jauhnya pada bulan Juli hampir 16 persen, menurut analisis AFP.

Para jurnalis AFP di lokasi serangan Kyiv pada hari Jumat melihat petugas penyelamat mengevakuasi jenazah warga sipil yang tewas dari puing-puing bangunan tempat tinggal sembilan lantai yang hancur dalam serangan tersebut.

“Serangan keji oleh Rusia ini menunjukkan bahwa tekanan dan sanksi tambahan terhadap Moskow diperlukan,” kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy pada hari Jumat, mengumumkan bahwa operasi penyelamatan telah berakhir.

“Ini hanya bisa dihentikan bersama: Amerika, Eropa, dan aktor global lainnya,” tambahnya, seraya menambahkan bahwa lima anak termasuk di antara korban tewas.

Serangan ‘Kejam’

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyebut serangan Rusia sebagai “kejam” pada hari Jumat dan mengunggah foto bendera blok tersebut setengah tiang.

“Lebih banyak senjata untuk Ukraina dan sanksi yang lebih keras terhadap Rusia adalah cara tercepat untuk mengakhiri perang. Mengirim lebih banyak sistem pertahanan udara ke Ukraina dengan cepat adalah prioritas kami,” tambahnya dalam sebuah unggahan.

Zelenskyy telah meminta sekutu untuk menambah sistem pertahanan udara, dan pada hari Jumat, Jerman mengatakan akan segera mulai mengirimkan dua sistem pertahanan udara Patriot buatan AS lagi ke Ukraina.

Jerman telah mengirimkan tiga sistem Patriot ke Ukraina sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia pada Februari 2022.

Rusia melancarkan serangan udara ke Ukraina setiap malam bulan lalu, memicu sirene serangan udara dan membuat warga sipil berlarian mencari perlindungan.

Kremlin secara konsisten menolak gencatan senjata di Ukraina, dengan mengatakan pada bulan Juli bahwa mereka tidak melihat jalan keluar diplomatik langsung dari invasi yang telah berlangsung hampir tiga setengah tahun.

Tiga putaran negosiasi langsung antara Moskow dan Kyiv sejak Mei telah gagal menghasilkan kesepakatan damai.

Presiden AS, Donald Trump pada hari Kamis mengecam tindakan Rusia di Ukraina, mengisyaratkan bahwa sanksi baru terhadap Moskow akan segera dijatuhkan.

“Rusia — menurut saya tindakan mereka menjijikkan. Saya pikir itu menjijikkan,” kata Trump kepada para wartawan.

Pada hari Senin, pemimpin AS mengeluarkan ultimatum “10 atau 12” hari bagi Moskow untuk menghentikan invasinya, yang kini memasuki tahun keempat, atau menghadapi sanksi.

Eskalasi serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia terhadap Ukraina menyebabkan jumlah warga sipil yang tewas atau terluka mencapai angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada bulan Juni, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa bulan lalu. (yn)

Topan Menerjang Tiongkok Membawa Segerombolan Ikan, Pria Ningbo Mengangkut Lebih dari 20 kg Ikan di Jalanan 

EtIndonesia. Pada 30 Juli, Topan Co-may menghantam Ningbo, Zhejiang, Tiongkok, tiba-tiba membawa segerombolan ikan, bahkan meninggalkan banyak ikan di jalan. Seorang pria dalam perjalanan pulang kerja mendapatkan seember ikan, dengan berat lebih dari 20 kg.

Seorang pria di Ningbo mengunggah video yang mengatakan, “Baru sampai rumah. Dalam 10 menit, saya mendapatkan seember penuh ikan.”

Video tersebut menunjukkan jalanan dipenuhi ikan. Pria itu mengaku telah mengumpulkan lebih dari 20 kilogram ikan dalam waktu kurang dari dua jam.

Video seorang pria yang sedang mengumpulkan ikan memicu diskusi hangat. Seorang netizen bercanda, “Nelayan: Saya memancing seharian, lalu pulang untuk menonton video tersebut dan rasanya seperti langit runtuh. Saya memancing seharian dan masih belum mendapatkan satu ikan pun.”

Yang lain bercanda, “Saya sangat iri di dibalik layar,” dan “Ini anugerah alam.”

Topan tersebut membawa angin kencang dan hujan deras, membanjiri banyak jalan di Ningbo. Namun, hal ini juga menyebabkan banyak ikan berenang ke jalan, mendorong banyak warga untuk menangkapnya.

Satu video menunjukkan seorang petugas keamanan sedang menangkap ikan besar di pintu masuk sebuah kompleks perumahan.

Video lain menunjukkan gang-gang di beberapa permukiman di Ningbo terendam banjir, dengan air mencapai di atas mata kaki mereka. Beberapa warga, mengenakan jas hujan, menjaring ikan dengan jaring. (Hui/asr)

 Luo Tingting/ Wen Hui – NTDTV.com

Banjir Topan Melanda Zhejiang, Tiongkok, Membanjiri Rumah-rumah dan Mengubah Bus Menjadi Perahu Angkutan Umum

Sebagai akibat dampak topan Co-may, Ningbo, Zhejiang, mengalami hujan deras dan banjir di banyak daerah. Sebuah jembatan berusia lebih dari 30 tahun hancur oleh banjir. Banjir tersebut mendobrak pintu rumah seorang penduduk desa, dan lemari es serta sofa hanyut.

EtIndonesia. Pada 30 Juli 2025, Topan “Co-may” mendarat di Zhoushan, Zhejiang, dan kemudian di Shanghai, membawa angin kencang dan hujan lebat ke mana pun ia lewat. Banyak wilayah di Ningbo, Zhejiang, dilanda hujan deras dan banjir.

Video menunjukkan genangan air yang luas di pusat kota Ningbo, dengan kendaraan melaju di jalanan seperti perahu dan pejalan kaki mengarungi air.

Pada 31 Juli, seorang netizen Ningbo dengan nama “Halaman Yueyue” mengunggah video yang meratapi, “Sejarah berulang dengan keteraturan yang mengejutkan. Ini Ningbo Semporna. Ya ampun, banjirnya naik lagi.”

Video tersebut menunjukkan seluruh halaman terendam banjir, dengan perabotan terendam. Seorang perempuan muda yang mengenakan sepatu karet berdiri di aula utama. Karung pasir telah ditumpuk di pintu masuk untuk mencegah banjir, tetapi tampaknya tidak banyak gunanya.

Beberapa netizen berkomentar di kolom komentar bahwa halaman tersebut terendam banjir tahun lalu dan tahun ini juga.

Video lain menunjukkan bahwa di Ningbo hari ini, Anda dapat melihat “laut” tanpa perlu keluar rumah. Warga yang naik bus merasakan arus deras. Netizen yang merekam video tersebut menggambarkannya seperti sedang naik “perahu angkutan umum”.

Beberapa warga yang merekam video tersebut berseru, “Topan  luar biasa dahsyatnya. Seluruh jalan di Ningbo terendam banjir.” Mereka tercengang saat tiba di lokasi kejadian.

Kota Yuyao di Ningbo terletak di daerah dataran rendah, dan topan tersebut menyebabkan banjir parah. Rekaman video menunjukkan bahwa pada  30 Juli, banjir melanda Desa Yuanma di Kota Lubu, Kota Yuyao, menghancurkan Jembatan Hongshan yang berusia 30 tahun.

Air yang deras juga menyapu rumah-rumah di desa tersebut. Seorang warga berkata, “Pintu depan terhempas, dan kulkas serta sofa tersapu.”

Air banjir kini telah surut, dan penduduk desa telah kembali ke rumah mereka yang hancur dan membersihkan lumpur serta puing-puing. (Hui/asr)

Luo Tingting/ Wen Hui – NTDTV

Jangan Remehkan Siapa Pun Orang-orang di Sekelilingmu

EtIndonesia. Sering kali, orang-orang yang terlihat paling biasa justru melakukan hal-hal luar biasa yang tak terduga. Mereka yang kamu kira tak berdaya, justru bisa membuat perubahan paling mengejutkan.

Saat seseorang peduli, pikirannya jadi mudah dipenuhi kecemasan. Tapi jika tak peduli, bahkan untuk berpikir pun tidak ada niat. 

Aku berharap bisa berbaring di ladang bunga matahari. Meskipun sedang sedih, aku tetap menghadap cahaya, karena aku tahu—dalam hidup, dari sepuluh hal jarang sesuai harapan. Aku pun pernah kecewa, berhenti melangkah, bahkan nyaris putus asa. Namun, dalam hatiku selalu ada seberkas sinar matahari. Sebab aku sedang berbaring di atas bunga matahari itu.

Seorang wanita yang hebat tak butuh pembuktian siapa-siapa. Keunggulanmu tidak perlu validasi orang lain, karena pesona terbesar dari seorang wanita adalah kemandiriannya.

Jangan biarkan pendapat orang lain menentukan arah hidupmu. Jangan pernah lupa siapa dirimu. Jangan lepaskan mimpimu, sebab tak ada satu pun yang lebih memahami impian itu selain dirimu sendiri. Tanpa izinku, tak ada seorang pun yang berhak meremehkanku. Aku adalah penguasa tunggal atas mimpiku dan kebahagiaanku.

Dan ingat: yang terlihat dingin bukan karena tak punya kehangatan—mungkin kehangatannya hanya bukan untukmu.

Bersyukur, Berjuang, dan Jangan Menyerah

Lepaskan luka, barulah kamu bisa menikmati sinar mentari. Di jalan hidup ini, kamu akan menemui banyak kegagalan dan kecemasan: usaha yang sia-sia, mimpi yang runtuh, semangat yang padam. Tapi kita tidak boleh tunduk pada takdir. Kita punya misi untuk dijalani, dan ketika semua itu akhirnya terlewati, di seberang sana akan mekar bunga persik yang luar biasa indahnya.

Melangkahlah dengan hati penuh syukur. Belajarlah mencintai—orangtua, dirimu sendiri, sahabat, dan sesama.

Apa itu cinta? Tagore pernah berkata: “Mata meneteskan air hujan untuknya, namun hati tetap memayungi dengan payung.” Itulah cinta.

Kehidupan yang keras terkadang justru menjadi pelatihan terbaik kita. Di situlah pengalaman dan kebijaksanaan dikumpulkan. Ingat, betapa pun hidupmu terasa berat, pasti ada yang lebih berat dari itu. Putus asa yang sejati tidak selalu penuh air mata—kadang justru terasa tenang. Karena di saat itu kamu sadar, tak bisa menggantungkan kebahagiaan pada siapa pun selain dirimu sendiri.

Di tengah musim dingin yang paling kelam, aku akhirnya sadar bahwa di dalam diriku, ada musim panas yang tak bisa dikalahkan.

Jadilah Kuat, Bermimpilah, dan Bertindaklah

Kapan harus bertarung dan kapan tidak, itu penting. Tak bertindak di saat krusial—ibarat duduk di pesta terakhir tanpa menghunus pedang—sama saja menggali kubur sendiri. Tapi bertarung dengan anak sendiri hanya untuk rebutan roti? Tidak perlu. Kuncinya adalah memahami situasi dan menyesuaikan strategi.

Keteguhan hati itu berarti tidak takut pada penderitaan. Penderitaan adalah batu asah untuk keberhasilan. Ia menguji keberanian, kebijaksanaan, dan ketekunan kita.

Berani dan kuatlah. Hidup ini penuh rintangan. Tapi anggaplah itu hanya jalan terjal sementara. Lewati, dan kamu akan bisa kembali menikmati hari-harimu. Kalau seseorang tidak menyukaimu, lalu kenapa? Waktu yang pernah kalian lewati bersama tidak bisa dihapus hanya dengan satu kalimat. 

Memiliki hati yang lapang berarti, saat hatimu terluka, kamu masih bisa tersenyum dan berkata: “Tak apa, aku akan berjuang lebih keras lagi.”

Kejar mimpimu. Ada yang pernah bilang: “Mimpi itu punya sinonim—jatuh, luka, harapan, dan keberhasilan.” 

Justru itulah bahan bakar utama untuk terus berlari. Jangan bimbang, jangan bersedih. Keyakinanmu akan menembus batas dan menyinari dunia. Mimpi yang harum akan selalu terasa nyata.

Cinta itu seperti bunga mawar: indah dan menggoda. Tapi jangan biarkan keindahannya membuatmu lupa bahwa ia punya duri. Mawar itu boleh digenggam, tapi jangan terlalu erat.

Hidup itu sederhana: jalani dan hargai. Setiap kegagalan adalah jalan menuju keberhasilan. Setiap ujian membawa pelajaran. Setiap air mata mengantar pada kesadaran. Dan setiap kesulitan menyimpan harta kehidupan.

Ketika kesempatan datang, beranilah. Menang atau kalah, keduanya pengalaman yang tak ternilai. Seberapa luas hatimu, sebesar itulah panggungmu. Tak ada yang mustahil jika kamu terus mencoba.

Kamu mungkin lahir bukan dari keluarga kaya, tak punya bakat istimewa, atau otak paling cerdas. Maka satu-satunya jalan adalah berjuang keras. Kadang rasanya ingin menyerah—tapi jangan tinggalkan masa mudamu yang emas, jangan lepaskan impian kuliahmu. Belum selesai, jadi jangan menyerah! Dengan tekad penuh, mari tulis kisah suksesmu di medan ujian!

Aku percaya, tempat yang bisa kamu jangkau dalam mimpi, suatu saat akan kamu capai dalam kenyataan.

Tiga hal penting dalam keberhasilan: dorongan untuk bertindak, metode yang tepat, dan pengetahuan praktis.

Jangan meniru gaya hidup orang lain hanya karena iri. Kamu tak lahir dengan segala kemewahan, jadi jangan habiskan waktu mengejar kesan, tapi kejarlah masa depanmu.

Jangan tunggu kesempatan—ciptakanlah.

Belajarlah dengan fokus. Meski kamu punya IQ tinggi dan guru terbaik, kalau belajar setengah hati, hasilnya tetap nol.

Cita-cita itu seperti bintang pagi: mungkin tak bisa digapai, tapi bisa jadi petunjuk arah bagi pelaut. Ikutilah bintang itu, dan kamu tak akan tersesat.

Jika kamu mampu memahami pola dan arah hidup dengan benar, kamu akan mencapai hasil luar biasa dengan usaha yang lebih efisien.

Berpikir Berbeda, Bergerak Maju

Sebuah cangkir yang retak, jika dilihat dari sudut lain—masih tetap terlihat bulat.
Maknanya? Jangan terpaku pada kekurangan, karena semua tergantung dari sudut pandang.

Jangan hanya menunggu kesempatan—ciptakanlah kesempatan itu!

Jalani hidupmu sendiri, nikmati pemandangan di sepanjang jalanmu. Itulah kehidupan. Jika hidupmu sedang berada di titik terendah, maka teruslah melangkah dengan berani—karena setiap langkahmu pasti menuju ke atas.

Seseorang yang bilang “tidak sempat”, sebenarnya hanya tidak ingin menyediakan waktu. Seseorang yang berkata “tidak bisa datang”, sebenarnya karena tidak ingin hadir. Dan seseorang yang memberi terlalu banyak alasan, sebenarnya hanya tidak peduli.  Jadi, maafkan dirimu—lepaskan mereka yang tidak sungguh-sungguh.

Tentang Harapan, Keteguhan, dan Impian

Cita-cita itu seperti bintang pagi—mungkin tak akan pernah bisa kita sentuh, tapi seperti pelaut, kita bisa mengarahkan hidup berdasarkan cahayanya.

Ketika manusia kehilangan harapan, maka hidup pun ikut padam. Harapan itu diwujudkan dalam bentuk keinginan—membentuk tujuan, memberi semangat untuk bertindak, dan membangun kebahagiaan saat kita berhasil mencapainya.

Gunung puncaknya terlihat jauh, tapi bagi kita yang masih di lereng, itu bukan hal yang mustahil.

Orang yang benar-benar kuat bukanlah yang menangis, tapi yang tetap berlari meski dengan air mata.

Tekad, Kegigihan, dan Daya Juang

Jelas-jelas bodoh, tapi mengaku “berpikir out of the box”?  Itu bukan kreativitas—itu cuma tameng untuk malas belajar.

Dalam hidup, kita tidak boleh menyerah di tengah jalan.Meskipun jalan itu sulit dan menyakitkan, tetaplah bertahan. Jika kamu ingin menang, jangan pernah takut kalah. Takut kalah pasti berakhir kalah. Tapi kalau berani kalah, kamu masih punya peluang menang.  Saat orang lain menyerah, kamu bertahan satu detik lebih lama—itulah kunci kemenangan.

Faktanya, keberhasilan hanya mencerminkan sekitar 1% dari total kerja kerasmu—sisanya adalah 99% dari hasil kegagalan yang tak membuatmu menyerah.

Seorang manusia tidak akan pernah tahu betapa hebat dirinya, sampai ia memaksa diri melangkah lebih jauh.

Kita perlu belajar memikul pahit getir kehidupan, menjadikannya jalan untuk memahami makna hidup yang dalam. Setiap orang perlu menguatkan tekadnya, memperluas wawasannya lewat tempaan. Tak ada seorang pun yang menemukan arah hidup tanpa melewati masa sulit. Seperti masa remaja yang penuh gejolak, kita perlu menghadapinya dengan berani.

Belajarlah bersyukur dan hidup sederhana. Jadilah orang yang mudah memaafkan, berpikiran luas, dan tidak memperumit hidup. Ketika beban hati terlalu berat, kita akan mudah mengeluh.

Tak ada yang akan menemanimu seumur hidup, maka kamu harus belajar menikmati kesendirian.Tak ada yang bisa menolongmu selamanya, maka kamu harus berjuang seumur hidup. Daripada menangis dalam penyesalan, lebih baik meneteskan keringat dalam perjuangan.

Berjuang dari Nol, Jangan Cari Alasan

Kalau kita orang biasa dan ingin bangkit, jangan bicara soal “sulit”—karena semua orang juga merasakannya. Kalau kita berasal dari keluarga sederhana dan ingin sukses, jangan cuma mengejar “minat”—karena minat tak akan membawamu jauh kalau kamu tak bekerja keras.(jhn/yn)

Setelah Ancaman ‘Dead Hand’, Trump Pindahkan Dua Kapal Selam Nuklir ke Dekat Rusia

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump pada hari Jumat (1/8) telah memerintahkan dua kapal selam nuklir untuk ditempatkan di “wilayah yang tepat” setelah komentar yang dilontarkan oleh mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev.

“Saya telah memerintahkan dua Kapal Selam Nuklir untuk ditempatkan di wilayah yang tepat, untuk berjaga-jaga jika pernyataan bodoh dan provokatif ini lebih dari sekadar itu,” kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

Dia menambahkan bahwa dia memesan kapal selam tersebut karena: “Kata-kata sangat penting, dan seringkali dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, saya harap ini tidak akan menjadi salah satunya.”

Medvedev, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, telah menulis dalam sebuah unggahan di Telegram: “Mengenai pembicaraan tentang ‘ekonomi mati’ India dan Rusia, dan ‘memasuki wilayah berbahaya’ – mungkin dia harus mengingat film favoritnya tentang ‘the walking dead’, dan juga mengingat betapa berbahayanya apa yang disebut ‘Dead Hand’, yang bahkan tidak ada.”

‘Dead Hand’, juga dikenal sebagai Perimeter, adalah sistem kendali senjata nuklir otomatis atau semi-otomatis era Perang Dingin yang dapat melancarkan serangan balasan nuklir bahkan jika kepemimpinan negara itu telah dilenyapkan.

Medvedev menanggapi unggahan Trump yang mengecam India dan Rusia dan mengatakan bahwa dia tidak peduli bagaimana kedua negara berinteraksi, dan bahwa mereka “dapat menghancurkan ekonomi mereka yang mati bersama-sama”.

Menambah pukulan tersebut, Trump juga secara pribadi menyerang Medvedev: “Rusia dan AS hampir tidak berbisnis bersama. Mari kita pertahankan seperti itu, dan beri tahu Medvedev, mantan Presiden Rusia yang gagal, yang merasa dirinya masih Presiden, untuk berhati-hati dalam berbicara. Dia memasuki wilayah yang sangat berbahaya.”

Lebih lanjut, Trump pada hari Selasa telah memperingatkan Rusia bahwa mereka memiliki “10 hari dari hari ini” untuk menyetujui gencatan senjata di Ukraina atau menghadapi tarif, bersama dengan negara-negara yang membeli minyaknya, mengurangi batas waktu gencatan senjata secara drastis dari 50 hari yang ditetapkan sebelumnya.

Moskow, yang telah menetapkan persyaratannya sendiri untuk perdamaian di Ukraina, belum menunjukkan tanda-tanda akan mematuhi tenggat waktu Trump.

Medvedev telah muncul sebagai salah satu tokoh anti-Barat Kremlin yang paling vokal sejak Rusia mengirim puluhan ribu pasukan ke Ukraina pada tahun 2022. Para kritikus Kremlin mencemoohnya sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan mudah tersinggung, meskipun beberapa diplomat Barat mengatakan pernyataannya menggambarkan pemikiran di kalangan pembuat kebijakan senior Kremlin. (yn)

Ditinggal India, Rusia Panik? Minyak Murah Tak Laku, Tiongkok Dikepung Sanksi!

EtIndonesia. Keputusan dramatis diambil pemerintah India: seluruh kilang minyak milik negara secara resmi menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Langkah ini langsung mengguncang pasar energi global dan menandai perubahan besar dalam peta aliran minyak dunia. Hanya dalam waktu singkat, Tiongkok kini menjadi satu-satunya pembeli besar minyak Rusia yang tersisa.

Alasan Utama: Diskon Mengecil & Tekanan AS

Menurut analisis berbagai media internasional, setidaknya ada dua faktor kunci di balik langkah tegas India ini. Pertama, diskon harga minyak Rusia yang selama ini dinikmati importir India kini sudah sangat minim, bahkan mendekati harga pasar global. Kedua, tekanan keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang secara terbuka mengancam akan menjatuhkan sanksi berat bagi negara mana pun yang masih membeli minyak dari Rusia di tengah perang Rusia-Ukraina.

Dalam laporan eksklusif Reuters pada 30 Juli, India disebut sebagai importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia, sekaligus pembeli terbesar minyak Rusia lewat jalur laut sejak konflik Ukraina meletus. Namun dalam seminggu terakhir, empat perusahaan raksasa—Indian Oil Corporation, Hindustan Petroleum, Bharat Petroleum, dan Mangalore Refinery—tidak lagi mengajukan pesanan minyak Rusia. Keempat BUMN tersebut menguasai lebih dari 60% kapasitas kilang nasional, yaitu 5,2 juta barel per hari.

Impor Minyak India Beralih ke Timur Tengah dan Afrika

Sumber industri mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan ini sebelumnya menjadi pelanggan setia minyak murah Rusia. Kini, mereka secara bertahap beralih ke minyak mentah dari Timur Tengah dan Afrika, seperti Murban dari Abu Dhabi. Sementara itu, kilang swasta seperti Reliance Industries dan Nayara Energy masih membeli minyak Rusia, tetapi dalam volume yang jauh lebih kecil.

Situasi ini menjadi titik balik pertama dalam hubungan perdagangan minyak antara India dan Rusia sejak pecahnya perang Ukraina. Dalam beberapa tahun terakhir, India memang menjadi penopang finansial terbesar bagi ekspor minyak Rusia, memanfaatkan harga diskon untuk menopang kebutuhan energinya. Namun, dinamika itu kini berubah drastis.

Trump Ancam Sanksi, Eropa Perketat Embargo

Media terkemuka India, India Today, melaporkan bahwa Presiden Trump telah mengancam akan mengenakan tarif hingga 100% bagi negara yang tetap membeli minyak Rusia, dan menerapkan tarif 25% untuk seluruh produk ekspor India ke AS mulai 1 Agustus. Tekanan tersebut, dipadukan dengan semakin tipisnya margin keuntungan akibat diskon yang menipis, membuat impor minyak Rusia tak lagi menarik bagi India.

Selain tekanan Amerika, India juga menghadapi risiko dari sanksi Uni Eropa. Paket sanksi ke-18 yang akan segera diberlakukan oleh Uni Eropa secara tegas melarang masuknya produk hasil olahan atau “pencucian” minyak Rusia ke pasar Eropa, sehingga ruang gerak bagi ekspor ulang minyak Rusia dari India semakin sempit.

Tak hanya itu, beberapa perusahaan India yang memiliki kerja sama erat dengan Rusia pun kini mulai masuk ke dalam daftar sanksi AS. Gabungan tekanan ekonomi dan risiko reputasi inilah yang akhirnya membuat pemerintah dan BUMN minyak India “menginjak rem” dan menghentikan seluruh pembelian minyak dari Rusia.

Tiongkok: Penopang Terakhir Minyak Rusia

Dengan hengkangnya India, kini perhatian dunia beralih ke Tiongkok. Akankah Beijing tetap menjadi penopang utama ekspor minyak Moskow? Ketika ditanya soal kemungkinan Tiongkok akan dikenai tarif 100% jika terus membeli minyak Rusia, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sempat bergurau.

“Tiongkok tidak suka dicampuri urusan dalam negerinya. Tapi jika mereka ngotot, tarif 100% juga menanti,” katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, saat melakukan kunjungan ke Eropa secara terbuka menyatakan dukungan bagi Rusia. Menurut Wang, jika Rusia sampai tumbang, maka seluruh perhatian dan tekanan negara Barat akan langsung beralih ke Tiongkok. Hal ini menegaskan posisi Beijing yang masih tetap ingin menjaga kestabilan “mitra strategis”-nya tersebut, meskipun harus menghadapi konsekuensi ekonomi yang tidak ringan.

Namun, para analis mengingatkan, di balik pergeseran peta energi dunia ini, beban terberat justru harus dipikul oleh rakyat kedua negara. Pasalnya, ketegangan geopolitik dan sanksi ekonomi bisa memicu lonjakan harga minyak dunia, inflasi, hingga gejolak ekonomi yang berlarut-larut.

Kutukan di Lingkaran Pertemanan Partai Komunis Tiongkok, Siapakah Calon Korban Berikutnya?

Kebenaran Satu Abad

Beberapa tahun terakhir, banyak nasionalis muda Tiongkok di internet (little pink) telah menemukan semacam kodrat yang sulit dihindari, yaitu hampir semua teman lama Partai Komunis Tiongkok menghadapi kesialan yang tak terduga. Dari Saddam Hussein di Irak, Muammar Khadafi di Libya lebih dari satu dekade lalu, hingga Bashar al-Assad di Suriah dan Sheikh Hasina di Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir, dan sekarang Ali Khamenei di Iran.

Mengapa PKT menyebut para diktator yang anti-AS atau pemimpin dengan kecenderungan diktator ini sebagai sahabat lama? Lalu mengapa sahabat lama-nya bagaikan kena kutukan sehingga mengalami berbagai kesialan?

Bashar al-Assad Melarikan Diri

Pada 8 Desember 2024, langit malam ibu kota Suriah Damaskus menjadi terang karena tembakan artileri. Di jalan-jalan dan gang-gang, para pemberontak meneriakkan slogan-slogan kemenangan atas keberhasilan menggulingkan Presiden Bashar al-Assad yang telah memerintah Suriah selama 24 tahun. Diktator yang dijuluki “tukang jagal” oleh Barat ini, terpaksa buru-buru naik pesawat untuk melarikan diri ke Rusia di tengah gemuruh rakyatnya.

Bashar al-Assad, penguasa bertangan besi yang telah menghancurkan banyak keluarga, kini hanyalah sosok yang melarikan diri dalam keputusasaan. Istananya dijarah dan prestisenya lenyap dalam sekejap.

Siapa sangka, lebih dari setahun yang lalu, tepatnya bulan September 2023, PKT masih memperlakukan Bashar sebagai tamu kehormatan, menggelar karpet merah, dan menjamunya dengan hangat. Selama Asian Games Hangzhou, karena terlalu sedikit kepala negara dan perdana menteri asing yang datang untuk mendukung acara tersebut, PKT tak segan-segan menyewa pesawat khusus untuk membawa keluarga Bashar al-Assad yang beranggotakan 5 orang dari Suriah ke Tiongkok, lalu menghantarkan mereka pulang dengan cara yang meriah.

PKT bahkan membuka pintu utama untuk keluarga Bashar al-Assad saat mengunjungi Kuil Lingyin yang sudah berusia lebih dari 1000 tahun, menggelar karpet merah dari gerbang kuil hingga aula utama. Xi Jinping menemui langsung di Wisma Negara Danau Barat, Hangzhou dan mengumumkan pembentukan Kemitraan Strategis PKT-Suriah, menyebutnya sebagai tonggak penting dalam hubungan bilateral. Kedua belah pihak juga menandatangani perjanjian kerja sama “One Belt One Road” dan menjanjikan pertukaran ekonomi dan teknologi.

Mengapa PKT memperlakukan “tukang jagal” yang terisolasi secara internasional ini dengan begitu sopan? Karena di mata PKT, Bashar al-Assad adalah sahabat baik yang sepemikiran, saudara dan mitra yang baik. Namun, pesta ini hanyalah awal dari hitungan mundur menuju kejatuhan Bashar al-Assad.

Para Pemimpin Hamas Mengalami “pemusnahan”

Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan teroris terhadap warga sipil Israel di Gaza yang menggemparkan dunia. Serangan itu menewaskan 1.195 orang, termasuk 815 warga sipil tak berdosa, dan menyandera 251 orang. Para korban tidak hanya warga Israel, tetapi juga orang-orang dari berbagai negara, termasuk Tiongkok.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan banyak negara dengan cepat mengutuk kekejaman Hamas, tetapi PKT tetap diam, hanya dengan enteng menyerukan agar semua pihak bersikap tenang dan menahan diri. Ini adalah sikap yang cenderung memihak ke Hamas.

Hamas telah didefinisikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan banyak negara Barat. Mengapa PKT berpihak pada Hamas? Rakyat Tiongkok biasa pun tidak memahaminya. Lagipula, Hamas tidak dapat mewakili seluruh Palestina, padahal antara PKT dan Israel memiliki hubungan erat di masa lalu. Jawabannya sederhana: PKT ingin menimbulkan masalah di Timur Tengah untuk mengalihkan perhatian Amerika Serikat.

Namun, PKT tidak menyangka bahwa Israel akan memberikan serangan balik yang kuat kepada Hamas, sehingga Hamas hampir tidak memiliki kemampuan untuk melawan.

Israel melakukan operasi pemenggalan kepala terhadap para pemimpin Hamas. Setelah serangan mendadak pada 1 November 2024 tersebut, Israel memperlihatkan gambar 54 orang pemimpin Hamas yang semuanya tewas sebagai target serangan. 

Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, penerusnya, Yahya Sinwar, Wakil Ketua Biro Politik, Saleh al-Arouri, Panglima Tertinggi Brigade Qassam, Mohammed Deif… tak satu pun dari mereka yang tersisa.

Menghadapi kekalahan Hamas yang tragis, sikap PKT berubah 180 derajat. Pada 20 Mei 2025, Xiao Jun, duta besar PKT untuk Israel, secara terbuka menyatakan: “KTindakan Hamas tidak manusiawi, tak termaafkan, dan keterlaluan.” Ini adalah pertama kalinya PKT secara terbuka mengutuk Hamas satu setengah tahun setelah Hamas menyerang Gaza.

Mengapa PKT berubah sikap begitu cepat? Karena situasi di Timur Tengah telah berubah. Angkatan bersenjata Houthi yang didukung Iran berhenti mengancam jalur pelayaran Laut Merah, dan Amerika Serikat juga berhenti mengebom Houthi. Presiden AS Trump mengunjungi Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk kembali mempromosikan perdamaian dan kerja sama di Timur Tengah. Iran benar-benar terisolasi, dan angan-angan PKT gagal. PKT terpaksa mengubah ucapan supaya tidak kelihatan sendirian.  

Rezim Sheikh Hasina Jatuh

Pada 5 Agustus 2024, massa yang marah mengepung Kantor Perdana Menteri di Dhaka, ibu kota Bangladesh. Sheikh Hasina, Perdana Menteri wanita “bertangan besi” berusia 76 tahun, yang menjabat sebagai Perdana Menteri Bangladesh lima kali, naik helikopter militer untuk melarikan diri ke India di tengah protes publik.

Hasina, sahabat lama PKT yang memerintah Bangladesh selama 20 tahun, kehilangan kekuasaan dengan cara yang begitu menyedihkan.

Pada awal 2016, Xi Jinping mengunjungi Bangladesh untuk menggolkan Koridor Ekonomi Bangladesh-Tiongkok-India-Myanmar yang merupakan penghubung penting dari inisiatif Sabuk dan Jalan di Asia Selatan. PKT memberikan pinjaman lebih dari USD. 24 miliar kepada Bangladesh, yang merupakan kredit luar negeri terbesar dalam sejarah Bangladesh. Pada tahun 2022, PKT menjadi sumber investasi asing terbesar bagi Bangladesh, menyumbang 65% dari total investasinya.

 Pada 10 Juli 2024, Hasina mengunjungi Beijing, dan PKT mengumumkan rencana meningkatkan hubungan PKT-Bangladesh menjadi kemitraan strategis komprehensif. Kedua belah pihak menandatangani 28 perjanjian perdagangan dan investasi, dan PKT juga berjanji untuk membebaskan tarif sebesar 98% atas komoditas yang diimpor dari Bangladesh.

Namun semua ini hanya seperti asap yang hilang tertiup angin. Pada hari ke-26 setelah kunjungan Hasina ke Beijing dan menandatangani 28 perjanjian itu, protes nasional meletus di Bangladesh, dan rezim Hasina runtuh. Sahabat lama PKT ini juga menjalani kodrat yang sama.

Ali Khamenei Berada dalam Bayangan Takut

Pada 13 Juni 2025, Israel melancarkan serangan udara yang bersifat mendahului terhadap Iran. Karena sistem pertahanan udara Iran sama sekali tidak berfungsi, sehingga wilayah udaranya bebas untuk keluar masuknya pembom Israel. Fasilitas nuklir, badan intelijen militer, pangkalan rudal, depot minyak besar, dan bahkan stasiun televisi nasional satu demi satu mengalami pemboman. 

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, diktator yang telah memerintah Iran selama 36 tahun, bersembunyi di bunker bawah tanah di Teheran, tetapi tetap tak luput dari serangan presisi Israel. Hampir seluruh tim intinya menjalani “pemenggalan”: Mayor Jenderal Hossein Salami, Panglima Tertinggi Garda Revolusi, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, Menteri Pertahanan… Setidaknya 10 ilmuwan nuklir juga tewas dalam serangan udara tersebut.

Khamenei adalah sahabat lama terpenting Partai Komunis Tiongkok di Timur Tengah. Pada tahun 2021, PKT dan Iran menandatangani perjanjian kerja sama komprehensif selama 25 tahun, dan Partai Komunis Tiongkok berjanji untuk berinvestasi sebesar USD. 400 miliar. 90% minyak Iran diekspor ke Tiongkok. Partai Komunis Tiongkok juga diam-diam mendukung program nuklir Iran melalui teknologi, bakat, dan peralatan.

Di balik kemajuan nuklir Iran, terdapat dukungan teknologi dan bakat yang telah diberikan Partai Komunis Tiongkok selama bertahun-tahun. Misalnya, inti sistem komando pertahanan udara Negah Iran adalah sistem komando dan kendali pertahanan udara JY-10 dari Partai Komunis Tiongkok. Partai Komunis Tiongkok membantu Iran mengembangkan program nuklirnya dari awal tahun 1980-an hingga 1997, dan juga membantu Iran mendirikan Pusat Penelitian Nuklir Isfahan. Kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama nuklir pada tahun 1990, dan pada tahun 1991, Partai Komunis Tiongkok mengirimkan satu ton uranium heksafluorida (UF6) ke Iran.

Menurut laporan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada Agustus 2024, cadangan uranium yang diperkaya Iran hampir setara dengan empat bom nuklir. Para ahli memperingatkan bahwa Iran tinggal selangkah lagi mencapai produksi tingkat uranium yang diperkaya untuk senjata.

Iran dianggap oleh Amerika Serikat dan banyak sekutunya sebagai sumber terorisme terpenting di Timur Tengah. Iran merupakan pendukung terbesar organisasi-organisasi teroris penting di Timur Tengah, seperti Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran, Hamas, Hizbullah di Lebanon, angkatan bersenjata Houthi di Yaman, Partai Pekerja Kurdistan, Organisasi Jihad Islam, dan milisi Syiah di Suriah dan Irak.

Iran telah melakukan banyak serangan teroris di Timur Tengah, baik secara langsung maupun melalui proksinya di Lebanon, Suriah, Irak, Yaman, dan Gaza.

Iran mendukung organisasi-organisasi teroris di Timur Tengah yang anti-Israel. Iran bahkan berjanji untuk menghapus Israel dari muka bumi, dan kemungkinan Iran akan segera memproduksi senjata nuklir, semua faktor ini membuat Israel sangat merasakan ancaman nyata yang ditimbulkan Iran terhadap keamanan nasional Israel.

Israel tidak punya pilihan selain menyerang lebih dulu. Kediktatoran Khamenei yang telah berlangsung selama 36 tahun kini runtuh. Sahabat lama PKT ini mungkin akan menjadi diktator berikutnya yang jatuh.

Kesimpulan

Mengapa para sahabat lama PKT berjatuhan satu demi satu? Ada sebuah pepatah lama yang artinya: “Burung-burung yang sejenis dapat berkumpul bersama. Orang-orang yang memiliki minat, ide, atau karakteristik yang sama cenderung mencari atau bergaul satu sama lain”.

Untuk bersaing dengan Amerika Serikat dalam memperebutkan hegemoni global, PKT tidak ragu untuk bersekutu dengan para diktator dan organisasi teroris, berharap mereka akan mengekang Amerika Serikat di Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika, dan tempat-tempat lain serta mendukung ambisi global PKT.

Para diktator dan organisasi teroris ini juga ingin memiliki dukungan kuat seperti PKT, karena PKT berjanji akan memberi mereka banyak bantuan secara terbuka maupun diam-diam. Selain itu juga akan menggalang dukungan bagi mereka di organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Namun sejarah telah membuktikan bahwa otokrasi dan kediktatoran adalah jalan yang ditakdirkan untuk gagal.

Saddam dan Gaddafi meninggal secara tragis, Bashar al-Assad dan Hasina melarikan diri, dan kehancuran Ali Khamenei sudah dekat. Tragedi yang dialami teman lama PKT ini bukan hanya takdir pribadi mereka, tetapi juga sebuah peringatan bagi PKT. 

Ketika teman-teman diktator itu tumbang satu per satu, strategi global PKT pun akan menghadapi jalan buntu. Keadilan mungkin terlambat, tetapi tak akan pernah absen. Menurut Anda, siapakah yang akan menjadi korban berikut di antara segelintir teman lama PKT yang tersisa? (***)

Taiwan Membeli 48.750 Drone Hingga Partai Republik AS Mencegah Infiltrasi Partai Komunis Tiongkok

Tang Qing

Tema yang dibahas pertama, militer Taiwan sedang melakukan transaksi pembelian jampir 50,000 unit drone yang merupakan jumlah terbanyak dalam sejarah. Mampukah transaksi Taiwan ini menghalangi ambisi Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk mencaplok Taiwan?

Sementara itu, di Amerika Serikat, Partai Republik melancarkan serangan balik yang keras terhadap infiltrasi PKT dengan meluncurkan RUU yang melarang warga asal Tiongkok yang memiliki hubungan dengan PKT membeli rumah dan tanah di Amerika Serikat. Pada saat itu, Microsoft terungkap telah lama menggunakan insinyur asal Tiongkok untuk menyimpan data sensitif pemerintah AS. Hal ini sampai mengejutkan Washington. Seberapa seriuskah kecerobohan ini?

Ada berita besar terbaru di Taiwan, dimana hasil dari pungutan suara pencabutan mandat yang melibatkan 4 juta orang warga putaran pertama telah dirilis. Semua legislator dari kubu biru (Partai Kuomintang Taiwan) untuk sementara lolos. Tsao Hsing-cheng (Robert Tsao) yang pernah disebut sebagai “pengusaha pro-unifikasi”, mengapa tiba-tiba berubah sikap dan menjadi pengusaha yang “gigih anti-komunis”?

Taiwan Membeli 48.750 Unit Drone untuk Membangun Pertahanan Baru di Selat Taiwan!

Pada 22 Juli, Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan mengumumkan rencana pembelian 48.750 unit drone dalam dua tahun mulai 2026 hingga 2027, dengan total anggaran sebesar TWD.50 miliar. 

Mengapa militer Taiwan membeli begitu banyak drone sekaligus? Sederhananya, militer Taiwan telah menyadari pentingnya drone dalam perang di masa depan, terutama telah belajar banyak dari perang Rusia-Ukraina.

Stasiun Penyiaran Pusat Taiwan (Radio Taiwan Internasional) melaporkan bahwa Jie Zhong, seorang pakar dari Institut Penelitian Keamanan Pertahanan Nasional Taiwan, menunjukkan bahwa kasus pengadaan drone ini menunjukkan bahwa militer nasional tidak lagi menganggap drone sebagai perlengkapan tradisional, melainkan mendefinisikannya sebagai amunisi yang cepat habis terpakai dalam perang.

Dari perspektif medan perang Rusia-Ukraina, lebih dari 100.000 unit drone kecil dikonsumsi setiap bulan. Jie Zhong menekankan bahwa sebelumnya, pembelian drone Taiwan sebagian besar bersifat eksperimental dan berskala kecil, tetapi dilihat dari pembelian berskala besar ini, jelas bahwa Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan telah memiliki rencana yang relatif lengkap dan kebutuhan yang jelas.

Menurut informasi yang diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Nasional, ada lima jenis drone utama yang akan dibeli kali ini, mulai dari drone untuk pengintaian jarak pendek hingga serangan jarak menengah, bahkan drone canggih yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal, serta memiliki jangkauan sangat jauh yang mampu mencakup hampir semua kemungkinan skenario pertempuran.

Pertama-tama, jumlah terbesar pembelian kali ini adalah drone multi-rotor Tipe A, yang berjumlah 32.000 unit. Drone jenis ini tidak hanya dapat melakukan pengintaian jarak pendek, tetapi juga membawa bahan peledak kecil dan menyerang target musuh secara akurat, layaknya drone serang perspektif orang pertama FPV yang umum terlihat di medan perang Rusia-Ukraina.

Berikutnya adalah drone Tipe B, dengan jumlah pembelian sebanyak 7.800 unit. Drone model ini dapat dianggap sebagai versi penyempurnaan dari Tipe A, dengan jarak terbang yang lebih jauh dan muatan yang lebih berat. Drone ini dapat melakukan tugas pengawasan yang lebih kompleks dan juga dapat menyerang target yang lebih bernilai, seperti kendaraan lapis baja dan pos komando.

Drone sayap tetap Tipe C dan Tipe D bertanggung jawab untuk tugas jarak menengah dan jauh. Khususnya drone Tipe C, dengan radius tempur lebih dari 90 kilometer dan waktu terbang lebih dari dua jam, sangat cocok untuk pengawasan jangka panjang dan serangan presisi di wilayah yang dalam.

Yang paling menonjol mungkin adalah UAV Tipe-E, yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal serta terbang jarak jauh, dan dapat lepas landas dan mendarat di lingkungan tanpa landasan pacu. Mirip dengan UAV V-BAT milik militer AS, UAV ini dapat digunakan di berbagai platform, termasuk kapal angkatan laut, dengan radius tempur lebih dari 100 kilometer.

Sungguh menakjubkan bahwa begitu banyak drone harus dikirimkan hanya dalam dua tahun. Dunia luar bahkan meragukan apakah kapasitas produksi domestik Taiwan dapat mengimbanginya. Namun, para ahli percaya bahwa selama militer mempertahankan permintaan ini dalam jangka panjang, produsen dalam negeri pasti akan memperluas lini produksi mereka, dan memproduksi lebih dari 50.000 drone per tahun di masa mendatang bukanlah masalah.

Dari perspektif strategis, pengerahan sejumlah drone ini akan membentuk jaringan pengintaian dan serangan yang rapat, sehingga akan meningkatkan secara signifikan kemampuan tempur asimetris Taiwan. “Basis Data Pasukan Khusus dan Senjata Militer Dunia” melalui platform X menyebutkan bahwa 48.750 unit drone ini mungkin hanya merupakan pembelian tahap percobaan, dan di masa mendatang militer akan menyesuaikan model dan jumlahnya lebih lanjut sesuai dengan penggunaan aktualnya.

Bagaimanapun, pembelian ini bukan hanya kasus pengadaan pertahanan nasional, tetapi juga tonggak penting dalam transformasi militer Taiwan. Militer Taiwan telah sepenuhnya beradaptasi dengan model perang era drone untuk memastikan bahwa pertahanan Selat Taiwan akan lebih fleksibel dan efisien di masa mendatang.

Partai Republik AS Mengambil Tindakan untuk Mencegah Infiltrasi PKT

Di Amerika Serikat, Partai Republik kembali membunyikan alarm keamanan nasional.

Centersquare yang mengutip sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu April 2024 hingga Maret 2025, warga negara Tiongkok yang membeli properti di Amerika Serikat telah mencapai USD 13,7 miliar. Angka tersebut adalah 15% dari total pembelian properti oleh warga negara asing di AS. Sedangkan banyak dari pembeli properti ini tidak tinggal di Amerika Serikat. Namun, membeli rumah tinggal mungkin hanyalah bagian kecil dari perhatian, tetapi yang lebih mengkhawatirkan adalah masalah infiltrasi PKT di lahan pertanian.

Menurut data yang dirilis oleh pemerintah federal, investor Tiongkok memiliki lebih dari 270.000 hektar lahan pertanian di setidaknya 30 negara bagian di seluruh Amerika Serikat. Yang menjadi kekhawatiran pemerintah adalah bahwa beberapa pembeli ini memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan Partai Komunis Tiongkok.

Menghadapi ancaman-ancaman ini, pemerintahan Trump tanpa ragu meluncurkan kebijakan yang disebut Rencana Aksi Keamanan Pertanian Nasional. Menteri Pertanian AS, Brooke Rollins mengatakan bahwa tujuan dari rencana aksi tersebut adalah untuk mencegah kekuatan asing, terutama Partai Komunis Tiongkok mengendalikan pertanian Amerika Serikat yang berpotensi mengancam ketahanan pangan AS.

Pada saat yang sama, 2 orang anggota parlemen Partai Republik yang berpengaruh juga bertindak cepat. Senator Josh Hawley dan Anggota DPR Mary Miller mengajukan RUU. Perlindungan Terhadap Lahan Pertanian dan Perumahan dari Kendali PKT (Protecting Our Farms and Homes from China Act) kepada Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat minggu ini.

Setelah disahkan, RUU ini akan sepenuhnya melarang perusahaan atau individu asal Tiongkok yang terkait dengan PKT untuk membeli lahan pertanian dan perumahan di Amerika Serikat, dan mereka yang pernah membeli sebelumnya harus melakukan divestasi dalam waktu satu tahun.

Mary Miller melalui akunnya di platform X menegaskan pada 25 Juli bahwa strategi PKT adalah melemahkan Amerika Serikat dari dalam dengan mengendalikan sumber daya lahan. Namun, ia mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan hal ini terus berlanjut.

Sementara Partai Republik secara ketat menjaga agar infiltrasi PKT tidak terjadi, raksasa teknologi AS Microsoft terungkap telah menggunakan teknisi asing, termasuk teknisi dari Tiongkok untuk memelihara layanan cloud pemerintah AS selama dekade terakhir. Lembaga-lembaga pemerintah ini bahkan mencakup unit-unit sensitif seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Kehakiman, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perdagangan AS.

Investigasi ProPublica, sebuah organisasi jurnalisme investigasi nirlaba yang berbasis di New York City menemukan bahwa Microsoft telah lama menggunakan tim teknisi yang berlokasi di Tiongkok untuk pemeliharaan sistem yang disebut Government Community Cloud (GCC). Meskipun GCC tidak menyimpan data rahasia tingkat tinggi, kecuali data sensitif, termasuk informasi tentang investigasi dan litigasi internal pemerintah.

Para pakar keamanan siber memperingatkan bahwa model ini sangat berbahaya. Meskipun bukan data rahasia tingkat tinggi, data tersebut dapat dianalisis dan digunakan oleh badan intelijen, sehingga mengancam sistem yang lebih sensitif. Mantan pejabat CIA, Harry Coker, juga menekankan bahwa kesempatan ini merupakan godaan yang tidak dapat ditolak oleh badan intelijen asing.

Begitu dibeberkan, arena politik Washington langsung bergejolak. Menteri Pertahanan Pete Hegseth langsung memerintahkan penyelidikan dan menegaskan bahwa para insinyur asing, terutama insinyur asal Tiongkok, tidak boleh memiliki akses ke sistem Kementerian Pertahanan.

Di bawah tekanan, Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan berhenti menggunakan insinyur asal Tiongkok untuk melayani pemerintah AS, tetapi tidak mengungkapkan bagaimana cara mengganti mereka selanjutnya.

Pada saat yang sama, perusahaan teknologi lain seperti Amazon, Google, dan Oracle telah menyatakan bahwa mereka tidak pernah menggunakan personel asal Tiongkok untuk melayani pemerintah AS, hal mana menunjukkan bahwa mereka ingin menarik garis yang jelas dengan Microsoft.

Melalui serangkaian peristiwa ini, terlihat jelas bahwa AS sedang berupaya keras untuk mencegah infiltrasi PKT di dalam negeri. 

Hasil Putaran I Pemungutan Suara Pencabutan Mandat Dirilis, dan Semua Anggota Kubu Biru Lolos

Pada 26 Juli, hasil putaran pertama pemungutan suara untuk pencabutan mandat 24 orang legislator dari Partai KMT (Kuomintang) ditambah Wali Kota Hsinchu, Kao Hung-An secara resmi diumumkan. Pemungutan suara tersebut menarik hampir 4 juta partisipan, dan suara dihitung dengan cepat di hari yang sama. Hasilnya, sementara semua anggota dinyatakan lolos dan tidak ada yang ditarik kembali.

Menurut hukum Taiwan, untuk berhasil mencabut kembali mandat yang diberikan kepada seorang politisi, jumlah suara yang mendukung tidak hanya harus melebihi jumlah suara yang menentang, tetapi juga melebihi seperempat dari total jumlah pemilih di daerah pemilihan tersebut, yang bukan merupakan ambang batas yang rendah.

Apa tujuan dari tindakan pencabutan mandat besar-besaran seperti itu? Para pendukung pencabutan ini menunjukkan bahwa para legislator KMT ini telah memblokir pengesahan RUU-RUU penting dalam Yuan Legislatif di masa lalu, terutama anggaran pertahanan yang berkaitan dengan keamanan Taiwan. Mereka juga mempromosikan beberapa RUU kontroversial dan dikritik karena dicurigai menjilat atau bahkan memihak PKT.

Ketua Umum Partai KMT, Eric Chu sangat gembira dengan hasil ini, dan mengatakan bahwa kegagalan dari pencabutan mandat ini menunjukkan kedewasaan dan kebesaran demokrasi Taiwan. Ia juga berterima kasih kepada rakyat Taiwan dan menekankan bahwa Yuan Legislatif KMT akan mengingat pengalaman ini dan terus bekerja keras untuk memenuhi harapan para pemilih dan memperjuangkan perekonomian di masa mendatang.

Salah satu penggagas pencabutan mandat ini, yaitu Tsao Hsing-cheng (Robert Tsao), pendiri perusahaan semikonduktor United Microelectronics Corporation (UMC) Taiwan mengatakan bahwa pemungutan suara untuk pencabutan mandat ini tidak memenuhi harapan, tetapi bukan sebuah kegagalan, karena tindakan tersebut sendiri telah mencerminkan adanya infiltrasi PKT, perpecahan, dan kerja front persatuan PKT di Taiwan, yang tingkat keparahannya sudah melebihi imajinasi siapa pun.

Tsao Hsing-cheng menuturkan bahwa kasus pencabutan kembali mandat telah didorong ke skala ini (total pencabutan mandat terhadap 31 orang target), yang telah menciptakan keajaiban tersendiri, dan tujuan sebenarnya adalah untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan upaya dalam mencegah infiltrasi PKT. Ia menyerukan Taiwan untuk mematuhi aturan hukum dan tidak menoleransi penggunaan kekerasan prosedural oleh partai oposisi untuk merusak sistem demokrasi. Tsao juga menegaskan kembali bahwa kedaulatan Taiwan tidak dapat menoleransi campur tangan PKT, dan berharap Taiwan di waktu mendatang akan menjadi “tanah kebebasan dan rumah bagi para pemberani sejati.”

Presiden Lai Ching-te dan mantan Presiden Tsai Ing-wen juga angkat bicara, mereka menekankan bahwa terlepas dari hasil pemungutan suara, gerakan ini menyoroti ketahanan dan vitalitas demokrasi Taiwan. Mereka menyerukan kepada masyarakat Taiwan untuk bersatu padu menghadapi ancaman internal dan eksternal serta terus menjaga kebebasan dan demokrasi Taiwan.

Berbicara tentang hal ini, perlu disinggung soal terjadinya perubahan sikap Tsao Hsing-cheng (Robert Tsao). Ia dulunya dianggap sebagai “pengusaha pro-unifikasi”, tetapi sejak menyaksikan sendiri gerakan anti-ekstradisi di Hongkong, ia benar-benar memahami watak asli PKT sehingga berubah menjadi pengusaha yang “gigih anti-komunis”.

Ketika itu, Tsao Hsing-cheng yang tinggal di Hongkong telah menyaksikan PKT mengingkari janjinya untuk memberikan hak kepada rakyat Hongkong memerintah Hongkong. Bahkan menggunakan kekerasan untuk menekan mahasiswa yang berunjuk rasa, dan menyewa preman untuk memukuli orang tanpa pandang bulu, yang benar-benar memadamkan fantasinya terhadap PKT.

Lin Chien-cheng, pensiunan profesor dari Universitas Yangming Chiao Tung juga menerbitkan sebuah artikel di Up Media untuk memperingatkan bahwa tragedi di Hongkong adalah pelajaran paling langsung bagi Taiwan. Ia menunjukkan bahwa PKT telah menghancurkan kebebasan dan supremasi hukum Hongkong hanya dalam beberapa tahun, dan Taiwan tidak boleh jatuh ke dalam perangkap front persatuan yang sama. Profesor Lin mengingatkan rakyat Taiwan untuk mengingat pelajaran dari Hongkong, membela sistem demokrasi, dan tidak terjerumus oleh kepentingan jangka pendek.

Meskipun putaran pertama pemungutan suara untuk pencabutan mandat legislator tidak berhasil, jangan lupa bahwa putaran kedua pemungutan suara akan diadakan pada 23 Agustus, dan drama ini masih jauh dari selesai.

Perang di Perbatasan Thailand-Kamboja, Apakah Intervensi Tegas Trump Efektif?

Selanjutnya, kita mengalihkan perhatian ke Asia Tenggara, di mana konflik militer mendadak telah menjerumuskan Thailand dan Kamboja ke dalam krisis.

Di saat kritis ini, pada 26 Juli Presiden AS Trump langsung turun tangan. Ia menelepon Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai untuk menegaskan bahwa selama kedua negara masih berperang, Amerika Serikat tidak akan membuat kesepakatan perdagangan dengan kedua belah pihak.

Trump juga mengatakan bahwa hal ini mengingatkan dirinya terhadap pengalaman memediasi konflik India-Pakistan pada bulan Mei tahun ini. Saat itu, Amerika Serikat turun tangan tepat waktu dan secara efektif mencegah situasi semakin memburuk. Oleh karena itu, Trump sangat yakin dapat segera menyelesaikan masalah Thailand-Kamboja, bahkan berharap dapat memulai kembali negosiasi perdagangan dengan kedua negara sesegera mungkin setelah konflik mereda.

Namun, hubungan kompleks di balik konflik ini mungkin tidak mudah untuk diselesaikan lewat satu panggilan telepon. Menurut analisis BBC, di balik konflik perbatasan ini terdapat perselisihan yang rumit selama puluhan tahun antara para pemimpin kedua negara. Bulan lalu, pemimpin Kamboja Hun Sen secara terbuka membocorkan percakapannya dengan Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra. Isi percakapan pribadi antara Hun Sen dan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra, yang di dalamnya Paetongtarn mengkritik para pemimpin militernya sendiri, hal itu telah memicu kemarahan publik, menyebabkan ia diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai perdana menteri. Atas kejadian tersebut ia mungkin harus menghadapi peninjauan pemecatannya oleh Mahkamah Konstitusi, sehingga hubungan kedua negara langsung membeku.

Tidak jelas mengapa Hun Sen memilih untuk melakukan hal tersebut dan merusak hubungan pribadi yang erat antara kedua keluarga selama puluhan tahun. Banyak orang mengkritik Paetongtarn atas dialognya yang tidak pantas dengan Hun Sen. Ia tampaknya terlalu menggantungkan harapan pada persahabatan dan hubungan pribadi selama puluhan tahun antara ayahnya, mantan Perdana Menteri Thaksin dengan Hun Sen untuk menyelesaikan masalah sengketa perbatasan, tetapi mengabaikan sensitivitas dan persepsi negatif terhadap keluhan yang telah berlangsung lama di Thailand.

Di masa lalu, lawan politik Thaksin telah memanfaatkan hubungan pribadinya dengan Hun Sen untuk menyerang Thaksin, mengkritik Thaksin karena lebih mengutamakan kepentingan Kamboja daripada Thailand. Bahkan melindungi puluhan pendukung Thaksin yang melarikan diri setelah kudeta militer pada tahun 2014.

Yang lebih sulit diatasi adalah Thailand dan Kamboja saat ini berada di bawah tekanan yang sangat besar. Thailand sedang menghadapi gejolak politik dan ekonominya stagnan. Pertumbuhan ekonomi Kamboja belum pulih sejak epidemi COVID-19, industri pariwisatanya sedang lesu. Selain itu, Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan akan mengenakan tarif hukuman sebesar 36% kepada kedua negara. Suatu tekanan yang membuat mereka semakin cemas.

Faktanya, sebelum pecahnya konflik ini, tuduh menuduh antar kedua negara telah meningkat tajam. Kepolisian Thailand mulai menyelidiki para boss bisnis yang terlibat dalam perjudian ilegal dan kelompok penipuan di Kamboja, sehingga perdagangan lintas batas senilai miliaran dolar pun terhenti. Kamboja pun tak mau kalah. Hun Sen bahkan mengklaim bahwa dirinya menggenggam dokumen rahasia yang isinya menuduh Thaksin menghina keluarga kerajaan Thailand. Di Thailand ini adalah tindak pidana berat. Hal ini membuat Thailand melakukan pengusiran terhadap duta besar Kamboja untuk Thailand, dan hubungan diplomatik kedua belah pihak pun nyaris terputus total.

Sesungguhnya, baik Thailand maupun Kamboja tidak akan mampu menanggung kerugian materi jika konflik ini berlangsung lama. Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Ketua Bergilir ASEAN sekaligus Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ikut turun tangan membantu menurunkan ketegangan, dan menyarankan kedua negara melakukan perundingan untuk mencegah lebih banyak lagi warga sipil tak berdosa menderita. (***)

Terungkap Strategi Xi Jinping Menghadapi Kiamatnya Kekuasaan

Epochtimes.com

Profesor Yuan Hongbing, seorang cendekiawan hukum yang tinggal di Australia, dalam wawancara eksklusifnya dengan media Taiwan baru-baru ini, ia secara panjang lebar membeberkan analisisnya tentang strategi politik, militer dan diplomatik Partai Komunis Tiongkok (PKT) saat ini.

 Ia tidak hanya mengungkap perebutan kekuasaan di internal rezim Xi Jinping, dan tujuan sebenarnya dari strategi Taiwan yang dirancang, tetapi juga secara mengejutkan mengungkap strategi kiamatnya kekuasaan PKT untuk menghadapi perubahan internasional.

Profesor Yuan juga mengungkap soal pembelotan pejabat Kementerian Luar Negeri PKT dan pembersihan pejabat tinggi militer, yang mendapat perhatian besar dari dunia luar. 

Diplomat Tiongkok Membelot: Rencana Perang Rusia-Ukraina Terbongkar

Saat mengunjungi Eropa Juli lalu, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengungkapkan kepada Kaja Kallas, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, bahwa Beijing tidak mampu menanggung kegagalan Rusia dalam perang Ukraina dan khawatir Amerika Serikat akan mengalihkan fokus strategisnya ke PKT. Setelah South China Morning Post mengungkap pernyataan langka Wang Yi, hal tersebut menarik perhatian luas dari komunitas internasional.

Dalam wawancara eksklusifnya di program “Garis Depan Politik dan Ekonomi” Taiwan baru-baru ini, Profesor Yuan Hongbing mengatakan bahwa di balik pernyataan publik Wang Yi di Eropa adalah untuk mengekspresikan “kesetiaan” PKT terhadap Rusia. Ia menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena pada  Mei tahun ini, seorang pejabat tingkat satu di Kementerian Luar Negeri Tiongkok membelot ke Rusia karena konflik dengan atasannya, dan membawa serta sejumlah besar dokumen rahasia, termasuk rencana PKT untuk menangani kegagalan perang Rusia-Ukraina yang akan merugikan Rusia.

Yuan Hongbing mengungkapkan insiden ini kepada media “Vision Times” bulan ini, yang menarik perhatian publik di luar negeri. 

Ia lebih lanjut menunjukkan bahwa Rusia sangat tidak puas dengan hal ini dan mengajukan protes kepada PKT melalui nota diplomatik, bahkan menggertak PKT bahwa kekuatan nuklir Rusia dan posisi strategisnya yang kuat jangan diremehkan.

Insiden ini, jelas Yuan, menyebabkan kepanikan strategis yang luar biasa di antara para pemimpin tinggi PKT, karena Rusia merupakan pangkalan logistik energi dan kedalaman strategis yang penting untuk Perang Selat Taiwan. Langkah Wang Yi bertujuan untuk menenangkan pihak Rusia secara terbuka dan menegaskan kembali dukungannya. Segera setelah itu, pihak Rusia memulangkan para diplomat PKT yang membelot.

Standar “Kesetiaan Mutlak” yang Dituntut Xi Jinping

Yuan Hongbing berpendapat bahwa meskipun secara de jure kendali atas militer masih di tangan Xi Jinping, sehingga ia melakukan kontrol pribadi yang ketat terhadap para petinggi militer, menggunakan wewenang atas sistem pengarsipan Kantor Ketua Komisi Militer Pusat, dan menggunakan aturan polisi rahasia mencoba untuk terus mengendalikan militer, tetapi secara de facto kendali atas militer PKT sudah lepas dari genggamannya. Hal ini tercermin dari standar “kesetiaan mutlak” yang dituntut Xi Jinping terhadap para perwira militer.

Yuan Hongbing menekankan bahwa Xi Jinping memiliki dua standar inti untuk menilai apakah seorang perwira benar-benar loyal terhadap dirinya: Pertama, apakah perwira bersangkutan setuju dengan strategi “Perang Penentuan Selat Taiwan” yang diusung Xi Jinping? Kedua, apakah ia setuju dan mendukung strategi besar dasarnya Xi Jinping untuk menyerang Taiwan dan bersedia ikut dalam perang hidup-mati melawan Amerika Serikat?

Dengan mengambil contoh Liu Yazhou, Profesor Yuan mengatakan bahwa Liu Yazhou disingkirkan dari militer justru karena ia tidak setuju dengan strategi di atas. Bahkan Miao Hua, yang dipromosikan sendiri oleh Xi Jinping pun, pernah meragukan kemenangan perang Selat Taiwan dapat diraih oleh PKT. Dalam kasus Miao Hua, Miao Hua dan asistennya mengakui lebih dari 3.000 orang pejabat yang tidak loyal kepada Xi Jinping, termasuk kolusi dengan fraksi Jiang Mianheng.

Yuan Hongbing mengungkapkan bahwa dalam 13 tahun sejak Xi Jinping berkuasa, ia telah menyingkirkan sekitar 700.000 orang pejabat senior partai, pemerintah, dan militer PKT, termasuk lebih dari 100 orang berpangkat jenderal. 

Strategi Besar “Kegilaan Kiamat”: Mempersiapkan Perang Selat Taiwan dan Tujuan Memerintah Seumur Hidup

Yuan Hongbing yakin bahwa semua yang dilakukan Xi Jinping saat ini adalah untuk mempersiapkan diri melancarkan perang di Selat Taiwan. Xi Jinping sangat yakin bahwa pertempuran yang menentukan dengan Amerika Serikat di Selat Taiwan tidak hanya akan menyelesaikan semua kesulitan politik, ekonomi, dan budaya yang dihadapi Xi Jinping. Tetapi, juga memberikan kontribusi abadi bagi tirani PKT dan sekaligus menjadikan Amerika Serikat sebagai negara regional kelas dua. Ambisi strategis “Timur Bangkit Barat Merosot” ini adalah hasrat batinnya, bukan serangan terhadap Siberia yang dispekulasikan oleh para profesor Universitas Harvard.

Profesor Yuan menekankan bahwa tujuan akhir dari Xi Jinping adalah memerintah PKT seumur hidup dan mati di puncak kekuasaan tertinggi seperti Mao Zedong, alih-alih hanya terpilih kembali untuk beberapa periode. Mao adalah seorang diktator yang tidak akan mempertimbangkan mundur, karena mundur berarti kehilangan segalanya.

Demi mencapai tujuan ini, kata Yuan, Mao mendorong ekonomi ke arah militerisme, meningkatkan belanja militer dan persenjataan secara signifikan, menambah jumlah senjata nuklir, dan membentuk badan-badan pengambil keputusan serta koordinasi untuk meningkatkan efisiensi kediktatoran pribadi.

Tantangan yang Dihadapi Umat Manusia: Bagaimana Menghadapi Tirani PKT

Yuan Hongbing akhirnya menyimpulkan bahwa umat manusia saat ini sedang menghadapi badan politik kediktatoran terpusat yang sangat kuat, yaitu tirani PKT. PKT mengendalikan 1,4 miliar penduduk, sumber daya alam yang melimpah, senjata nuklir, teknologi kapal induk, dan tidak merahasiakan ambisinya untuk ekspansi global. Komunitas internasional harus mempertimbangkan secara serius bagaimana menghadapi bencana besar bagi umat manusia di abad ke-21 ini. 

Ia menekankan bahwa perang sebenarnya telah dimulai dan merupakan perang kognitif yang komprehensif. Ia menyerukan kepada semua lembaga pemikir, cendekiawan, dan politisi untuk memfokuskan pemikiran mereka terhadap masalah bagaimana mengalahkan tirani PKT yang jahat ini, daripada mengharapkan PKT runtuh dengan sendirinya. (***)

Tato Liar “Mumi Es” Siberia Berusia 2.500 Tahun Terungkap untuk Pertama Kalinya

EtIndonesia. Tato-tato berhias “mumi es” Siberia berusia 2.500 tahun akhirnya terungkap menggunakan teknologi pencitraan canggih, menurut sebuah laporan.

Gambar beresolusi tinggi yang diperoleh menggunakan teknologi inframerah menunjukkan wanita berusia 50 tahun yang telah lama meninggal itu ditato di sekujur tubuhnya dengan desain hewan, BBC melaporkan.

Tato yang rumit itu menampilkan macan tutul, rusa jantan, ayam jantan, dan makhluk mirip griffin.

Lengannya ditato dengan macan tutul dan rusa jantan, makhluk setengah singa setengah elang di kakinya, dan ayam jantan ditato di ibu jari mumi, menurut para peneliti.

“Wawasan ini benar-benar menyadarkan saya betapa canggihnya orang-orang ini,” kata penulis utama studi tersebut, Dr. Gino Caspari, dari Institut Geoantropologi Max Planck, kepada BBC.

“Ini membuat saya merasa jauh lebih dekat untuk melihat orang-orang di balik seni ini, bagaimana mereka bekerja dan belajar. Gambar-gambarnya terasa hidup,” kata Dr. Caspari.

Mumi wanita ini adalah salah satu dari tiga mumi yang diambil dari lapisan es abadi di Dataran Tinggi Okok di Pegunungan Altai, Rusia, pada tahun 1993.

Dia adalah bagian dari suku Pazyryk — suku nomaden berkuda yang mendominasi dataran Eurasia dari abad ke-6 hingga ke-3 SM.

Tato “Gadis Es” ini terbukti memberikan wawasan tentang suku Pazyryk yang misterius, yang tampaknya merupakan seniman tato yang berdedikasi dan ahli.

“Kalau saya menebak, mungkin butuh empat setengah jam untuk bagian bawah lengan kanan, dan lima jam lagi untuk bagian atas,” kata Dr. Caspari, seraya menambahkan, “Itu komitmen yang kuat dari orang tersebut.”

“Prosedur ini harus dilakukan oleh orang yang memahami kesehatan dan keselamatan, yang memahami risiko yang mungkin terjadi ketika kulit tertusuk.”

Layaknya tato kontemporer, prosesnya melibatkan stensil desain pada kulit terlebih dahulu, lalu tintanya dimasukkan ke bawah kulit dengan alat seperti jarum, klaim para peneliti.

“Dan dulu, ini sudah menjadi praktik yang sangat profesional di mana orang-orang mencurahkan banyak waktu, tenaga, dan latihan untuk menciptakan gambar-gambar ini, dan hasilnya sangat canggih,” kata Dr. Caspari.

“Hal ini menunjukkan bahwa tato sebenarnya merupakan sesuatu yang bermakna bagi mereka yang masih hidup, tetapi tidak terlalu berperan di akhirat.” (yn)

Wanita Lansia di Tiongkok Terbakar Bokongnya Setelah Duduk di Batu di Kebunnya Selama 10 Detik, Butuh Cangkok Kulit

EtIndonesia. Seorang nenek di Tiongkok berusia 72 tahun menderita luka bakar parah yang membutuhkan cangkok kulit setelah duduk selama 10 detik di atas batu yang dipanaskan matahari di kebunnya.

Kejadian ini telah memicu kekhawatiran dan peringatan luas tentang bahaya paparan panas ekstrem.

Insiden ini terjadi pada 7 Juli, ketika Nenek Wang sedang bekerja di kebun sayurnya di Xiangyang, Provinsi Hubei, Tiongkok tengah, ketika suhu melonjak hingga 38 derajat Celcius.

Hubei terkenal dengan panasnya musim panas, dengan ibu kotanya, Wuhan, dijuluki sebagai salah satu dari “Tiga Tungku” Tiongkok.

Lelah bekerja di kebun sayur, Wang memutuskan untuk beristirahat di atas batu.

Dia merasakan sensasi terbakar tetapi tidak dapat berdiri dengan cepat karena masalah kakinya.

Seorang tetangga mendengar teriakan minta tolongnya dan mengangkatnya dari batu. Cobaan menyakitkan itu hanya berlangsung tak lebih dari 10 detik.

Malam harinya, Wang mengalami rasa sakit yang luar biasa dan pembengkakan parah di bokongnya, dan keluarganya membawanya ke rumah sakit keesokan paginya.

Qian Ben, kepala departemen luka bakar rumah sakit, mendiagnosisnya dengan luka bakar tingkat tiga di bokongnya.

“Luka bakar tingkat tiga berarti seluruh lapisan jaringan kulit telah mati dan tidak dapat sembuh sendiri dengan obat-obatan. Pembedahan diperlukan untuk mengangkat jaringan nekrotik, diikuti dengan pencangkokan kulit untuk rekonstruksi,” kata Qian.

Qian dan tim medisnya melakukan operasi dan dijadwalkan untuk melakukan pencangkokan kulit.

Wang kini dalam kondisi stabil. Kerusakan jangka panjang pada kesehatannya belum diungkapkan.

Dokter mengatakan bahwa ketika permukaan seperti logam atau beton melebihi 50 derajat Celcius, kontak selama satu menit saja dapat menyebabkan lepuh.

Pada suhu di atas 60 derajat, satu menit dapat mengakibatkan luka bakar tingkat dua. Jika suhu permukaan naik di atas 70 derajat, kerusakan kulit dapat terjadi dalam hitungan detik.

Mereka mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan permukaan yang terpapar sinar matahari untuk mencegah cedera serupa.

Insiden tersebut, yang dilaporkan oleh Hubei Daily, telah memicu diskusi hangat di media sosial Tiongkok daratan.

Seseorang berkata: “Saya pernah mengendarai sepeda bersama yang telah lama terpanggang di bawah sinar matahari. Saya menyentuhnya dan rasanya baik-baik saja, tetapi setelah mengendarainya, celana jeans saya hangus, terbakar habis.”

Sementara yang lain menambahkan: “Tahun lalu, orang-orang mengatakan duduk di atas balok batu di bawah sinar matahari dapat meredakan nyeri haid. Tahun ini seseorang terbakar. Apa selanjutnya, kiamat akibat panas tahun depan?” (yn)

Panas Pasif Memberikan Beberapa Efek yang Sama Seperti Olahraga

Jika dilakukan dengan benar, terapi panas bermanfaat bagi sebagian besar orang dan menjadi kabar baik bagi mereka yang tidak bisa atau enggan berolahraga secara teratur

Mary West

Terapi panas telah digunakan selama berabad-abad untuk meningkatkan aspek kesehatan, seperti menenangkan kejang pada abad ke-5 dan mengobati gangguan kejiwaan pada abad ke-19. Namun, kemajuan teknologi di era modern memungkinkan para ilmuwan meneliti manfaat spesifik dari terapi ini serta faktor-faktor yang mendasarinya secara lebih mendalam.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berbagai bentuk panas pasif dapat menghasilkan efek yang mirip dengan olahraga. Meskipun manfaat olahraga melebihi panas pasif, terapi ini dapat menjadi tambahan yang berguna dalam rutinitas kebugaran bagi sebagian orang.

Selain itu, panas pasif dapat memperbaiki berbagai kondisi kesehatan.

Efek Mirip Olahraga Ringan hingga Sedang

Sebuah uji klinis dari Universitas Oregon yang diterbitkan di American Journal of Physiology meneliti efek mandi air panas dan sauna. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok: perendaman dalam air panas, sauna tradisional, atau sauna inframerah jauh.

Para penulis menilai kehilangan cairan akibat keringat yang disebabkan oleh panas dengan mengukur berat badan sebelum dan sesudah setiap sesi panas pasif. Mereka menilai efek terhadap sistem kardiovaskular dan kekebalan tubuh dengan menguji sampel darah dan mengukur detak jantung, tekanan darah, serta output jantung.

“Penelitian kami, dan juga penelitian lain, menunjukkan bahwa baik bak air panas maupun sauna—jika dilakukan dengan benar dan konsisten—berkaitan dengan peningkatan kesehatan,” kata penulis koresponden Christopher Minson dari Bowerman Sports Science Center, Universitas Oregon, melalui email kepada The Epoch Times.

“Salah satu bagian dari respons ini terjadi karena ketika suhu tubuh kita meningkat selama beberapa waktu, hal itu menghasilkan efek pada detak jantung, keringat, dan distribusi darah ke seluruh tubuh yang mirip dengan efek dari olahraga ringan hingga sedang.”

Bagaimana Panas Pasif Meniru Olahraga

Panas pasif menyebabkan peningkatan suhu kulit dan inti tubuh, yang memicu keluarnya keringat dan pelebaran pembuluh darah di kulit untuk mendinginkan tubuh, jelas para penulis uji klinis. Untuk mengimbangi pelebaran pembuluh darah yang meluas di kulit, output jantung bisa meningkat hingga dua kali lipat dari keadaan istirahat. Mekanisme pengaturan panas dan respons kardiovaskular ini mirip dengan yang terjadi selama olahraga aerobik sedang.

Selain itu, stres panas pasif juga memengaruhi sistem kekebalan tubuh dengan cara yang mirip seperti olahraga. Setiap sesi olahraga menyebabkan peningkatan peradangan sementara yang memicu respons anti-inflamasi tubuh. Hal ini mengurangi peradangan tingkat rendah kronis dan memberikan efek positif terhadap kesehatan jantung dan metabolisme.

“Kami selalu mengatakan bahwa olahraga adalah pengobatan non-farmakologis utama yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesehatan, tetapi beberapa orang tidak bisa atau tidak mau berolahraga,” kata penulis utama studi, Jessica Atencio, mahasiswa doktoral di laboratorium Christopher Minson, dalam siaran pers. “Terapi panas adalah pelengkap yang baik.”

Jenis Panas Pasif

Bak air panas dan berbagai jenis sauna menawarkan beragam pilihan untuk terapi panas.


Manfaat Panas Pasif

1. Memperpanjang Masa Sehat

Masa sehat merujuk pada bagian hidup ketika seseorang mengalami kesehatan optimal dengan sedikit keterbatasan fisik atau mental. Ini memungkinkan seseorang menikmati kualitas hidup yang tinggi tanpa beban penyakit kronis atau disabilitas.

Sebuah tinjauan komprehensif yang diterbitkan di Temperature: Multidisciplinary Biomedical Journal menelaah penelitian hingga saat ini tentang panas pasif. Studi tersebut menemukan bahwa sauna kering dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk menurunkan tekanan darah dan meredakan gejala penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), depresi ringan, fibromyalgia, dan kelelahan kronis. Hidroterapi, seperti mandi uap, dapat membantu mengelola gejala gagal jantung, serangan jantung, asma, obesitas, radang sendi, dan kecemasan. Sauna Finlandia dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular—termasuk stroke, tekanan darah tinggi, dan kematian jantung mendadak—serta gangguan psikotik, penyakit paru, dan kematian akibat segala sebab.

Menurut para penulis, manfaat panas pasif mungkin berasal dari sifat antioksidan, pelindung sel, dan anti-inflamasi. Efek sinergis terapi ini terhadap fungsi kekebalan, kardiovaskular, neuroendokrin, dan sirkulasi juga mungkin berperan.

2. Membantu Melindungi Otak

Sebuah tinjauan dalam Frontiers in Physiology menunjukkan bahwa panas pasif mungkin memberikan manfaat signifikan bagi penderita kondisi neurodegeneratif, yang berkaitan dengan salah lipat dan penggumpalan protein yang rusak di otak. Para penulis menemukan bahwa panas pasif dapat meningkatkan ekspresi protein kejut panas (heat shock proteins), zat yang mengurangi atau mencegah efek toksik dari penggumpalan protein dan memperbaiki fungsi neuromuskular. Terapi panas juga dapat meningkatkan aliran darah otak, fungsi otot, dan indikator kesehatan metabolik. Kemungkinan besar semua efek ini dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer dan Parkinson.

3. Meningkatkan Performa Olahraga

Para atlet melakukan pemanasan sebelum berolahraga karena peningkatan suhu otot dan inti tubuh penting untuk kesiapan fisik. Namun, jeda waktu yang panjang antara pemanasan dan sesi latihan dapat menurunkan suhu otot dan inti tubuh, sehingga menurunkan performa.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis mengevaluasi tujuh uji klinis yang menguji efek panas pasif selama masa transisi antara pemanasan dan latihan. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan pakaian berpemanas selama masa ini secara signifikan mengurangi penurunan suhu otot dan meningkatkan output tenaga puncak saat berolahraga. Selain itu, pakaian berpemanas menghasilkan penurunan suhu inti yang menguntungkan, meskipun tidak signifikan. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan manfaat ini.


Tindakan Pencegahan dan Cara Melakukannya

Mengikuti jenis panas pasif apa pun tidak disarankan untuk semua orang. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencobanya, ujar Dr. Elizabeth Ranft, dokter spesialis pengobatan keluarga, kepada The Epoch Times melalui email. Selain itu, jika merasa tidak nyaman selama sesi, sebaiknya segera berhenti dan tidak melanjutkan sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Ia memperingatkan bahwa panas pasif bisa berbahaya bagi orang dengan kondisi berikut:

  • Penyakit arteri koroner yang tidak stabil
  • Serangan jantung baru-baru ini
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Penyakit katup jantung yang parah
  • Infeksi aktif, demam, atau biduran
  • Hipotensi ortostatik (tekanan darah rendah saat berdiri setelah duduk atau berbaring)

Siapa pun sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol selama sesi panas pasif karena kombinasi ini bisa menurunkan tekanan darah dan menyebabkan komplikasi jantung, kata Ranft.

Untuk memulai program panas pasif, ia menyarankan duduk di sauna Finlandia selama 10 menit, lalu secara bertahap menambah waktu sesi sebanyak lima menit hingga mencapai 20 hingga 30 menit. Meskipun sauna Finlandia biasanya memiliki kelembapan rendah, sesi dapat diselingi dengan periode kelembapan lebih tinggi secara singkat dengan menyiramkan air ke batu pemanas. Sebagian besar studi merekomendasikan empat hingga tujuh sesi per minggu, katanya.

“Seperti biasa, olahraga akan memberikan manfaat terbaik dibandingkan bentuk terapi panas mana pun,” simpul Ranft. “Namun, bagi individu yang tidak dapat berolahraga, atau ingin melengkapi rutinitas olahraganya, terapi panas adalah pilihan yang sangat baik dengan manfaat kesehatan yang terbukti.”