Inflasi Jepang Menaikkan Harga Beras Sebesar 99% di Bulan Juni, Tekanan Meningkat pada PM

EtIndonesia. Harga beras di Jepang melonjak 99,2 persen secara tahunan pada bulan Juni, data resmi menunjukkan pada hari Jumat, menambah tekanan lebih lanjut pada Perdana Menteri Shigeru Ishiba menjelang pemilihan umum akhir pekan ini.

Dukungan publik terhadap pemerintahan Ishiba telah jatuh ke level terendah sejak dia menjabat tahun lalu, sebagian karena frustrasi atas biaya hidup.

Salah satu sumber utama kemarahan adalah inflasi dan khususnya melonjaknya harga beras, serta skandal di dalam partai yang berkuasa.

Harga gandum telah meroket 101 persen secara tahunan pada bulan Mei, setelah melonjak 98,4 persen pada bulan April dan lebih dari 92,5 persen pada bulan Maret.

Secara keseluruhan, tingkat inflasi inti Jepang melambat menjadi 3,3 persen bulan lalu dari 3,7 persen pada bulan Mei, data dari Kementerian Dalam Negeri menunjukkan.

Angka tersebut, yang tidak memperhitungkan harga pangan segar yang fluktuatif, sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,4 persen.

Tidak memperhitungkan energi dan juga pangan segar, harga konsumen naik 3,4 persen, dibandingkan dengan 3,3 persen pada bulan Mei.

Jajak pendapat menjelang pemilihan hari Minggu menunjukkan bahwa koalisi yang berkuasa mungkin kehilangan mayoritas di majelis tinggi.

Hal ini dapat memaksa Ishiba untuk mengundurkan diri setelah kurang dari setahun menjabat.

Pada bulan Oktober, koalisinya kehilangan mayoritas di majelis rendah yang berpengaruh.

Ini merupakan hasil pemilu terburuk dalam 15 tahun bagi Partai Demokrat Liberal (LDP), yang telah memerintah Jepang hampir terus-menerus sejak tahun 1955.

Tekanan Tarif

Ishiba berada di bawah tekanan tambahan untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat sebelum tarif baru sebesar 25 persen berlaku pada 1 Agustus.

Impor otomotif penting Jepang ke negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut telah dikenakan pungutan yang memberatkan, begitu pula baja dan aluminium.

Presiden AS, Donald Trump ingin mendorong perusahaan-perusahaan Jepang untuk memproduksi lebih banyak di Amerika Serikat, dan Tokyo untuk membeli lebih banyak barang AS — terutama gas dan minyak, mobil, dan beras — untuk mengurangi defisit perdagangan sebesar 70 miliar dolar dengan negara raksasa Asia tersebut.

Ishiba, yang telah mengirim utusan perdagangannya Ryosei Akazawa ke Washington tujuh kali untuk mencoba dan menengahi kesepakatan, dijadwalkan untuk menjamu Menteri Keuangan AS, Scott Bessent pada hari Jumat (18/7).

Akazawa juga dijadwalkan untuk bergabung dalam perundingan tersebut, dan bepergian bersama Bessent untuk mengunjungi World Expo di Osaka pada hari Sabtu, kata Pemerintah Jepang.

Bank of Japan telah memperketat kebijakan moneter sejak tahun lalu karena inflasi yang terus meningkat, tetapi kekhawatiran tentang dampak tarif AS terhadap ekonomi nomor empat dunia telah memaksanya untuk mengambil pendekatan yang lebih lambat.

Faktor-faktor di balik kenaikan harga beras termasuk kekurangan akibat musim panas yang sangat panas dan kering dua tahun lalu yang merusak panen nasional.

Sejak saat itu, beberapa pedagang telah menimbun beras untuk meningkatkan keuntungan mereka di kemudian hari, kata para ahli.

Masalah ini diperparah oleh aksi beli panik tahun lalu yang dipicu oleh peringatan pemerintah tentang potensi “gempa besar” yang tidak terjadi.

Pemerintah telah mengambil langkah langka dengan melepaskan cadangan daruratnya sejak Februari, yang biasanya hanya dilakukan saat terjadi bencana.

“Kebijakan yang berubah-ubah, penundaan transfer dari harga produsen ke harga konsumen, dan depresiasi yen akan membuat tekanan harga tetap tinggi dalam waktu dekat,” kata Stefan Angrick dari Moody’s Analytics.

“Dengan kenaikan upah nominal yang tersendat, upah riil tidak akan mendapatkan peningkatan yang dibutuhkan dalam waktu dekat. Dan pertumbuhan upah kemungkinan akan semakin melambat karena tarif AS dan ancaman tarif berdampak pada kondisi manufaktur dan ketenagakerjaan,” katanya dalam sebuah catatan.

“Hal ini membuat Bank of Japan terjepit… Kami memperkirakan BoJ akan menahan suku bunga untuk saat ini, tetapi tidak lama. Kenaikan suku bunga kemungkinan akan terjadi pada bulan Januari dan bisa terjadi paling cepat pada bulan Desember.” (yn)

Bagaimana Membaca Karakter Seseorang dalam 10 Detik?

EtIndonesia. Banyak orang mengira, untuk memahami karakter seseorang dengan benar, butuh waktu lama—melewati suka duka bersama, berbagi cerita terdalam, atau bahkan mengalami petualangan berat semacam road trip yang penuh konflik.

Namun, riset psikologi membuktikan bahwa mengenal esensi seseorang ternyata jauh lebih sederhana dari dugaan. Bahkan hanya dalam sepuluh detik—atau kurang—kita bisa menangkap sinyal-sinyal halus namun jujur, yang langsung memantulkan karakter sejati seseorang, jika kita tahu cara mengamatinya.

Di balik setiap perilaku, selalu ada motif yang lebih dalam. Setiap gerak-gerik kita menyimpan sandi batin yang tak terucap. Untungnya, otak manusia secara alami adalah mesin pendeteksi pola yang sangat canggih—mampu menyaring sinyal tersembunyi di tengah ribuan detail dan menjadikannya sebagai petunjuk karakter.

Tujuh dimensi berikut ini adalah kunci untuk mengenali kepribadian seseorang secara ilmiah. Ini bukan soal firasat atau “indra keenam”, tapi berdasarkan metode yang teruji lewat riset psikologi.

Ingatlah: setiap ucapan dan tindakan adalah pengantar tanpa suara dari siapa diri kita sebenarnya. Saat kita belajar membaca detail dengan teliti dan memahami prinsip-prinsip psikologi, kita bukan hanya memahami orang lain, tapi juga memantulkan pemahaman itu pada diri sendiri.

Kepribadian bukan tentang momen sesaat, tapi akumulasi dari detail yang konsisten.

1. Langkah Pertama Masuk Ruangan: Penuh Percaya Diri atau Penuh Kewaspadaan?

Menurut teori “Attachment” dari John Bowlby, rasa aman yang terbentuk sejak kecil sangat memengaruhi bagaimana seseorang menghadapi lingkungan baru—apakah dengan percaya diri, atau penuh pertahanan diri.

Lihat saja cara orang masuk ruangan: langkah kaki, postur tubuh, tatapan mata—seringkali lebih jujur daripada kata-kata.

·        Orang yang melangkah dengan suara keras, suara lantang, dan bahkan berhenti sejenak sebelum berbicara seolah sedang menanti sorotan—biasanya punya kepribadian ekstrovert dan suka jadi pusat perhatian.

·        Tapi kalau semuanya tampak dibuat-buat dan berlebihan, bisa jadi itu hanya topeng dari rasa tidak aman yang besar. Mereka sedang mencoba menyembunyikan kekosongan dalam diri lewat gaya yang menggelegar.

·        Sebaliknya, orang yang melangkah pelan-pelan, menempel di dinding, menghindari tatapan—biasanya sedang dalam mode bertahan. Ini adalah strategi “bersembunyi” untuk menghindari penilaian orang lain. Namun bisa jadi, dia adalah pengamat cermat yang sedang membaca situasi.

·        Dan yang paling menenangkan adalah mereka yang masuk dengan langkah mantap, tatapan santai, menyapa dengan tenang tanpa perlu tampil mencolok—itulah tanda kestabilan emosi dan penerimaan diri. Mereka tidak butuh validasi eksternal untuk merasa bernilai.

Saat seseorang masuk ruangan, cara dia membawa dirinya adalah jendela pertama ke dalam jiwanya.

2. Di Balik Sorotan: Asli atau Palsu?

Panggung memang penuh kilau, tapi karakter asli seseorang justru terlihat saat lampu panggung padam—saat tak ada lagi yang memperhatikannya.

Amati:  Ketika perhatian orang sudah tidak lagi tertuju padanya, ketika topik pembicaraan beralih ke orang lain—apa yang dia lakukan?

·        Apakah dia tetap mendengarkan dengan fokus dan memperhatikan siapa yang berbicara?

·        Ataukah langsung menunduk dan tenggelam dalam layar ponsel, seakan sedang di dunia lain?

Orang dengan sifat narsistik cenderung hanya aktif jika dia adalah pusat perhatian. Saat sorotan berpindah, minatnya pun menguap.

Lebih halus lagi—apakah saat mendengarkan, wajahnya menyiratkan sinis? Apakah alisnya mengangkat sedikit dengan ekspresi meremehkan?

Ekspresi mikro seperti ini sulit disembunyikan. Dan mereka mencerminkan karakter sesungguhnya: orang yang sering menyiratkan penghinaan di balik wajah manis, umumnya egois dan minim empati.

Sebaliknya, orang yang tetap menghormati lawan bicara, meski bukan pusat perhatian, mencerminkan kestabilan emosi dan integritas batin.

Carl Rogers, pakar psikologi humanistik, menyebut: “Pribadi yang sehat bertindak dari dorongan autentik dalam dirinya, bukan dari reaksi terhadap kondisi eksternal.”

3. Ritme Percakapan: Harmoni atau Monolog?

Komunikasi yang tulus dibangun dari mendengarkan aktif dan empati. Namun sebagian orang malah menjadikannya ajang unjuk diri.

Pernahkah kamu mengalami percakapan di mana si lawan bicara terus berbicara tentang dirinya sendiri, tak peduli seberapa menarik kisah yang kamu bagikan?

Lebih ekstrem lagi: saat kamu senang bercerita tentang pencapaianmu, dia langsung menimpali dengan kisah “lebih hebat”—seolah berkata: “Ah, itu mah kecil! Aku dulu malah…”

Ini adalah tipe “pengalih sorotan”, yang menurut psikologi, muncul dari dorongan untuk meninggikan harga diri dengan merendahkan pencapaian orang lain.

Orang seperti ini memandang interaksi sosial bukan sebagai jembatan untuk saling terhubung, tapi sebagai panggung pribadi.

Sebaliknya, orang yang tahu seni berbicara akan:

·        Mendengarkan dengan sungguh-sungguh

·        Mengajukan pertanyaan dengan tulus

·        Membiarkan aliran pembicaraan mengalir secara alami

Penelitian menunjukkan, orang dengan tingkat empati tinggi akan memadukan dua bentuk empati: kognitif (memahami sudut pandang orang lain) dan emosional (merasakan apa yang orang lain rasakan).

Percakapan ideal itu seperti arus sungai—mengalir dua arah, saling memberi dan menerima.

4. Soal Janji Kecil: Dipenuhi atau Diabaikan?

Dale Carnegie pernah berkata: “Siapa yang meremehkan hal-hal kecil, tidak akan pernah mampu meraih hal besar.”

Maka saat ingin menilai apakah seseorang bisa dipercaya, jangan tertipu janji besar. Lihat bagaimana dia memperlakukan janji kecil.

·        “Nanti aku kirim link-nya,”—dikirim nggak?

·        “Kita ngopi, ya, cari waktu,”—jadi nggak?

·        “Bentar lagi aku jawab, ya,”—ditunggu-tunggu nggak muncul?

Janji kecil seperti ini jadi indikator yang sangat akurat untuk mengukur tanggung jawab dan integritas.

Psikolog Daniel Kahneman menyatakan bahwa kita cenderung melebih-lebihkan pentingnya janji besar, padahal justru janji kecillah yang lebih jujur dalam mengungkap karakter.

Orang yang konsisten menepati hal-hal kecil, umumnya dapat diandalkan dalam hal besar.

Sebaliknya, yang suka abai terhadap komitmen kecil, mungkin mengalami kekacauan dalam manajemen diri, atau menganggap waktu dan ekspektasimu tidak cukup penting baginya.

Kepercayaan dibangun bukan dari satu momen besar, tapi dari akumulasi ribuan bukti kecil: janji ditepati.

5. Sikap Terhadap yang Lemah: Menghargai atau Meremehkan?

Cara seseorang memperlakukan orang yang “tak ada gunanya” baginya—misalnya pelayan, satpam, petugas kebersihan—adalah jendela jujur ke dalam jiwanya.

Saat tak ada imbalan atau status yang didapat, topeng sosial biasanya lepas. Saat itulah sikap asli terlihat.

·        Ada yang bersikap kasar, merendahkan, atau cuek total. Itu pertanda ego membesar dan empati yang hilang.

·        Sebaliknya, orang yang tetap santun dan hormat kepada siapa pun, menunjukkan empati sejati dan integritas moral.

Karakter sejati seseorang ditentukan bukan oleh cara dia memperlakukan atasan, tapi oleh cara dia memperlakukan mereka yang tak bisa memberinya keuntungan apa pun.

6. Saat Terjadi Perbedaan Pendapat: Tetap Tenang atau Meledak?

Perbedaan pendapat adalah ujian karakter.

Orang dengan emosi matang bisa tetap tenang, fokus pada masalah, bukan menyerang pribadi. Tapi mereka yang emosional akan langsung meledak, menyerang, dan defensif meski hanya dikritik ringan.

Psikologi menyebut ini sebagai “distorsi kognitif” dan “kecenderungan neurotik tinggi”—indikasi ketidakstabilan emosi.

Sebaliknya, mereka yang mampu tetap rasional dan tenang dalam konflik, menunjukkan fleksibilitas kognitif dan kecerdasan emosional yang matang.

Orang seperti ini bisa menjalin hubungan yang tahan lama, sehat, dan saling menghargai, meski dalam kondisi sulit.

7. Akhir Percakapan: Elegan atau Canggung?

Cara seseorang mengakhiri percakapan mengungkap kualitas kecerdasannya dalam bersosialisasi.

·        Ada yang tiba-tiba menghilang tanpa pamit, seolah lawan bicara bukan prioritas.

·        Ada pula yang sulit berhenti bicara, terus memanjang pembicaraan meski suasana sudah ‘selesai’.

Yang terbaik adalah mereka yang bisa menangkap momen ketika percakapan mulai surut, lalu mengakhirinya dengan elegan—dengan ucapan pamit yang sopan, gerakan tubuh yang pas, dan tidak terasa dipaksakan.

Ini menunjukkan kepekaan sosial, empati terhadap waktu dan kenyamanan orang lain.

Orang yang bisa menyudahi obrolan dengan anggun, biasanya juga pandai membangun hubungan yang nyaman dan berkesan.

Penutup: Karakter Itu Terpahat Dalam Detail

Karakter memang stabil, tapi bukan tak bisa dibentuk. Dia tertulis dalam tindakan, tersembunyi dalam detail.

Psikologi memberi kita kunci untuk mengenali pola-pola ini lebih cepat dan lebih tepat.

Lain kali kamu bertemu orang baru, gunakan seluruh indranya: perhatikan gerak tubuh, tatapan, pilihan kata—karena semuanya sedang menulis bab awal tentang siapa dia sesungguhnya.

Dan jika kamu bisa mengamati dengan tajam layaknya elang, serta membuka hati seperti samudra—maka kamu tak hanya bisa memahami orang lain lebih cepat, tapi juga memberi ruang bagi mereka untuk tumbuh, perlahan-lahan menampakkan versi terbaik dari dirinya.(jhn/yn)

54 Tewas dalam 24 Jam Akibat Hujan Lebat di Pakistan, Jumlah Korban Tewas Meningkat Menjadi 180

EtIndonesia. Hujan deras telah dikaitkan dengan 54 kematian dalam 24 jam terakhir di Pakistan, sehingga jumlah korban tewas menjadi sekitar 180 sejak datangnya musim hujan pada akhir Juni, kata badan penanggulangan bencana pemerintah pada hari Kamis (17/7).

Hujan deras mengguyur hampir tanpa henti di sebagian wilayah Provinsi Punjab sejak Rabu pagi, menyebabkan banjir perkotaan dan rumah-rumah runtuh.

Warga yang tinggal di daerah dataran rendah dekat Sungai Nullah Lai yang mengalir melalui Kota Rawalpindi, di sebelah ibu kota Islamabad, telah diperintahkan untuk mengungsi setelah kenaikan permukaan air yang tajam.

Evakuasi telah dilakukan di beberapa daerah yang berbatasan dengan sungai “sementara tim penyelamat bersiaga untuk evakuasi lebih lanjut”, kata seorang juru bicara badan penanggulangan bencana.

“Warga di daerah rawan harus menyiapkan perlengkapan darurat berisi makanan, air, dan obat-obatan penting untuk tiga hingga lima hari jika terjadi keadaan darurat,” demikian pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam sebuah peringatan.

Pemerintah Rawalpindi menetapkan hari libur umum pada hari Kamis agar warga tetap di rumah, sementara badan meteorologi nasional memperingatkan bahwa hujan lebat akan terus berlanjut hingga Jumat.

“Dalam 24 jam terakhir, 54 orang tewas dan 227 orang luka-luka di seluruh Pakistan, dengan mayoritas korban jiwa dilaporkan dari Punjab,” kata juru bicara BNN kepada AFP, seraya menambahkan bahwa jumlah korban telah dihitung pada pukul 08.00 (03.00 GMT) pada hari Kamis.

Sekitar 180 orang tewas, termasuk 70 anak-anak, dan sekitar 500 orang luka-luka sejak awal musim hujan pada 26 Juni, menurut badan penanggulangan bencana.

Sebagian besar kematian disebabkan oleh rumah yang runtuh dan banjir bandang yang tiba-tiba, sementara puluhan orang juga tersengat listrik.

Musim muson membawa 70 hingga 80 persen curah hujan tahunan Asia Selatan, dan berlangsung dari Juni hingga September di India dan Pakistan.

Hujan tahunan sangat penting bagi pertanian dan ketahanan pangan, serta mata pencaharian jutaan petani, tetapi juga membawa kehancuran.

Asia Selatan semakin panas dan telah mengalami perubahan pola cuaca dalam beberapa tahun terakhir, tetapi para ilmuwan belum sepenuhnya memahami bagaimana tepatnya planet yang memanas memengaruhi musim hujan yang sangat kompleks ini.

Pakistan adalah salah satu negara paling rentan di dunia terhadap dampak perubahan iklim, dan 255 juta penduduknya menghadapi peristiwa cuaca ekstrem dengan frekuensi yang semakin meningkat.

Pada tahun 2022, banjir muson menenggelamkan sepertiga wilayah negara tersebut dan menewaskan 1.700 orang. (yn)

Anjing Ini Dulunya Kurus Seperti Tengkorak dan Nyaris Mati, Kini Bahagia di Rumah Baru Penuh Cinta

EtIndonesia. Seekor anjing yang nyaris mati, kondisinya begitu mengenaskan hingga dijuluki “tengkorak berjalan”, kini mendapatkan kehidupan kedua yang penuh kasih sayang. Dia tinggal bersama keluarga di Inggris dan menjalani hari-harinya dengan penuh kebahagiaan.

Ditemukan Membeku dan Terikat di Tiang Lampu

Pada 20 April 2023, tiga anggota Kepolisian South Yorkshire—Malloy, Gillott, dan Goodwin—menemukan anjing malang ini, yang kemudian diberi nama Luca, dalam kondisi membeku dan ditinggalkan begitu saja, terikat di tiang lampu dalam udara yang dingin membeku.

Mark Winter, seorang petugas polisi dari Barnsley, menceritakan kepada media bahwa tindakan cepat sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan hidup Luca. Menurut siaran pers dari The Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA), Luca hampir kehilangan seluruh harapannya untuk hidup.

Luca Dibawa ke Klinik dan Dipeluk untuk Pertama Kalinya

Luca langsung dibawa ke dokter hewan dan diberikan suntikan steroid, antibiotik, serta obat pereda nyeri. Karena penyakit kulit yang dideritanya, 98% bulu di tubuhnya telah rontok, membuat tubuhnya nyaris tak berbulu.

Setelah menjalani perawatan awal, Luca dibawa kembali ke kantor polisi. Petugas Winter dengan penuh empati datang membawa ranjang anjing miliknya, selimut hangat, dan makanan.

“Tatapan mata Luca seperti sedang menceritakan kisah hidupnya yang penuh pengabaian dan kekejaman,” kata Winter.

Dia menempatkan Luca di atas ranjang, membungkusnya dengan selimut, dan anjing kecil itu pun meringkuk… lalu tersenyum.

“Mungkin itulah kali pertama dia merasakan kenyamanan sejati,” ucapnya haru.

Winter menjaga Luca hingga Inspektur Ben Cottle-Shaw dari RSPCA datang menjemput.

“Saya tidak akan pernah melupakan tatapan Luca saat kami menyerahkannya. Dia menoleh seolah berkata: ‘Terima kasih’,” kenang Winter.

Anjing Terkurus dalam 16 Tahun Karier Inspektur RSPCA

Menurut Inspektur Cottle-Shaw, Luca adalah anjing paling kurus yang pernah dia temui selama 16 tahun kariernya.

“Dari sikap dan pandangan matanya, saya bisa melihat bahwa Luca sudah menyerah pada kehidupan. Dia tampak hancur dan sangat tertutup. Hati saya remuk melihatnya.”

Namun keberuntungan masih berpihak pada Luca.

Cottle-Shaw buru-buru membawanya ke dokter hewan untuk perawatan intensif. Dia bahkan khawatir Luca tidak akan bertahan hidup dalam perjalanan singkat itu.

Derita Luka dan Penyakit Kulit

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa selain kelaparan parah, Luca juga menderita sarcoptic mange, sejenis kudis parah yang membuatnya terus-menerus menggaruk tubuhnya hingga bulu hampir habis.

Tak hanya itu, dokter juga menemukan bahwa tulang ekor Luca patah, dan ada beberapa luka terbuka yang tidak pernah diobati.

Namun, setelah beberapa minggu menjalani perawatan, kondisi kulitnya mulai membaik, berat badannya bertambah, dan harapan hidupnya kembali muncul.

Rumah Baru, Kehidupan Baru yang Penuh Kasih

Tak lama kemudian, Luca diadopsi oleh pasangan lansia berhati mulia: David dan Gillian Hagan.

“Kami melihat bahwa RSPCA sedang mencari rumah untuk Luca, dan kami langsung jatuh cinta,” cerita David Hagan.  “Foto-fotonya saat pertama ditemukan sungguh menyayat hati, tapi sekarang… dia sangat tampan, bulunya lebat dan berkilau, tubuhnya sehat.”

Kini Luca hidup bahagia di rumah barunya. Dia senang berlari-lari, bermain dengan pasangan Hagan dan cucu mereka, Freya Blenkiron.

 Luca kini hidup dalam dekapan keluarga yang mencintainya sepenuh hati.

Dari Kantor Polisi ke Hati Semua Orang

Petugas Winter pun ikut senang mendengar kabar bahagia tentang Luca.

“Luca akan selalu punya tempat spesial di hati kami dan di kantor kami. Foto dirinya tergantung di dinding kantor, dan setiap kali melihatnya, kami tahu—ia sekarang bahagia dan sehat,” ujarnya.

Sayangnya, identitas pemilik lama Luca hingga kini belum diketahui. RSPCA berharap ada masyarakat yang bisa memberikan informasi tentang pelaku penganiayaan dan penelantaran terhadap Luca.

Penutup: Luka Bisa Pulih, Jika Diberi kasih sayang

Luca pernah hampir mati dalam kesepian dan rasa sakit. Tapi dia bangkit—bukan hanya karena obat dan makanan—tapi karena kasih sayang yang tulus dari orang-orang yang peduli.

Dalam luka yang dalam, Luca masih memilih percaya—dan cinta itu kini ia terima dengan penuh syukur.

Semoga kisah Luca menjadi pengingat bahwa setiap makhluk hidup layak mendapatkan kesempatan kedua. Dan bahwa kadang, hanya butuh satu pelukan hangat untuk memulai hidup yang baru.(jhn/yn)

Ukraina Pertimbangkan Tawarkan Drone ke AS dengan Tukar Senjata

EtIndonesia. Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sedang mempertimbangkan kesepakatan yang melibatkan Washington untuk membeli drone Ukraina yang telah teruji di medan perang dengan imbalan Kyiv membeli senjata dari AS, ujar Zelenskyy dalam sebuah wawancara dengan New York Post.

Zelenskyy mengatakan pembicaraan terbarunya dengan Trump berfokus pada kesepakatan yang akan membantu masing-masing negara meningkatkan teknologi udaranya.

Drone Ukraina telah mampu menyerang target hingga kedalaman1.300 km ke wilayah Rusia.

“Rakyat Amerika membutuhkan teknologi ini, dan Anda harus memilikinya di gudang senjata Anda,” kata Zelenskyy kepada New York Post dalam wawancara yang dilakukan pada hari Rabu (16/7).

Pemimpin Ukraina tersebut mengatakan drone adalah alat utama yang memungkinkan negaranya melawan invasi Rusia selama lebih dari tiga tahun.

“Kami siap berbagi pengalaman ini dengan Amerika dan mitra Eropa lainnya,” ujarnya. Ukraina juga sedang berunding dengan Denmark, Norwegia, dan Jerman, ujarnya.

Pada hari Kamis, Zelenskyy mengumumkan perjanjian-perjanjian mendatang yang belum ditentukan dengan Amerika Serikat, yang menurutnya akan memperkuat negaranya, saat dia hadir di parlemen untuk mengajukan pemerintahan barunya.

Permintaan anggaran pertahanan dan keamanan nasional AS tahun depan akan meningkatkan anggaran untuk drone kecil – sebagian karena pelajaran yang dipetik selama perang Rusia di Ukraina, di mana pesawat nirawak telah terbukti menjadi bagian integral dari pertempuran berbiaya rendah, namun sangat efektif.(yn)

Polisi Kamboja Gerebek Markas Sindikat Penipuan, Tangkap Lebih dari 200 Orang Termasuk 3 Warga Tiongkok

 Polisi di Phnom Penh, ibu kota Kamboja, pada Rabu (16 Juli) menyatakan bahwa pada  14 dan 15 Juli 2025 mereka menggerebek dua gedung yang menjadi tempat persembunyian sindikat penipuan, dan menangkap 149 warga Vietnam, 3 warga Tiongkok, serta 85 warga Kamboja.

EtIndonesia. Perdana Menteri Kamboja Hun Manet pada 15 Juli memerintahkan pemberantasan “pabrik keringat kejahatan dunia maya.” Ia juga meminta aparat penegak hukum serta militer untuk “mencegah dan memberantas penipuan daring”, seraya memperingatkan bahwa mereka yang gagal bertindak akan diberhentikan dari jabatannya.

Menurut laporan AFP, PBB menyebut Asia Tenggara sebagai “ground zero” dari pusat-pusat penipuan, di mana sindikat-sindikat ini sering menggunakan metode penipuan asmara atau bisnis. Diperkirakan menghasilkan hingga 40 miliar dolar AS per tahun lewat media sosial.

Laporan Amnesty International yang dirilis bulan lalu mengungkap bahwa terdapat setidaknya 53 lokasi penipuan yang dioperasikan oleh organisasi kriminal di Kamboja. Bahkan, tempat-tempat tersebut terlibat dalam penyiksaan berskala besar, termasuk perdagangan manusia, kerja paksa, pekerja anak, penyiksaan, penahanan ilegal, dan perbudakan.

Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) pada  April lalu memperingatkan bahwa industri penipuan kini telah menyebar dari Asia Tenggara ke berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Eropa, serta beberapa pulau di Pasifik. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Ada Sejenis Disiplin Bernama : Mulutmu Harimaumu

EtIndonesia. Pepatah lama berkata: “Penyakit masuk lewat mulut, bencana pun keluar dari mulut.”

Dalam kehidupan, banyak kerusakan bukan berasal dari tindakan besar—melainkan dari kata-kata yang tak dijaga.

1. Bicara Ceroboh Bisa Bikin Celaka: Belajar dari Kisah Klasik

Saat masa Tiga Kerajaan, Cao Cao menyerang Liu Bei namun gagal menaklukkan. Dia gamang: mundur malu, lanjut pun sulit. 

Ketika diberi semangkuk sup ayam, Cao Cao hanya menjepit sepotong tulang ayam sambil berkata pelan: “Tulang ayam.”

Seorang bawahannya yang cerdas, Yang Xiu, langsung paham: pemimpin galau dan ingin mundur. Dia pun segera berkemas, dan banyak tentara ikut-ikutan bersiap mundur. Tentu ini membuat Cao Cao curiga dan kesal.

Setelah tahu Yang Xiu yang memulai, dan sudah lama tak menyukai kecerdasannya yang terlalu tajam, Cao Cao pun menjatuhkan hukuman mati atas tuduhan “mengacaukan moral pasukan”.

Yang Xiu bisa membaca hati orang, tapi gagal menjaga mulutnya—dan akhirnya kehilangan nyawanya.

Ini membuktikan: Menjaga lisan bukan soal cerdas atau tidak, tapi soal kedewasaan dan pengendalian diri—itulah hakikat disiplin sejati.

2. Jangan Suka Menilai Orang: Diam Bisa Menyelamatkanmu dari Banyak Masalah

Pepatah berkata: “Siapa yang tak dibicarakan di belakang? Dan siapa pula yang tak pernah membicarakan orang lain?”

Membicarakan orang lain mungkin tak terhindarkan, tapi menjadikan itu sebagai kebiasaan—baik membicarakan orang lain, maupun membiarkan diri terus dibicarakan—adalah hal yang perlu diwaspadai.

Kitab bijak Geyan Lianbi menyebut: “Saat tenang, renungkan kesalahan diri. Saat santai, jangan membahas aib orang.”

Contohnya seperti kisah si Gita, karyawan baru yang cerdas namun masih belajar. Atasannya, Mbak Rina , galak dan keras kepala. Wajar bila Gita sering kena semprot.

Suatu siang, teman kantor bertanya soal pekerjaannya dan menyindir sifat keras si atasan. Namun Gita hanya menjawab: “Dia memarahi saya karena saya memang belum bisa.”

Padahal saat itu Rina tidak ada, dan Gita bisa saja mengeluh sepuasnya. Tapi dia tidak melakukannya. Dan sikap itu membuat rekan-rekannya kagum. Sebulan kemudian, Gita justru direkomendasikan untuk tim lain dengan gaji dua kali lipat.

Menjaga mulut bisa menghindarkan kita dari drama, menyingkat jalan menuju kemajuan, dan menghemat energi emosional.

Daripada menyia-nyiakan waktu untuk membicarakan kekurangan orang lain, lebih baik fokus mengembangkan potensi diri. Seperti tanaman yang disiram dengan bijak, kehidupan pun akan tumbuh dengan rimbun.

3. Jaga Mulut, Gerakkan Kaki: Sehat Datang dari Disiplin Makan dan Bergerak

Dalam Huangdi Neijing, kitab pengobatan kuno Tiongkok disebutkan: “Jika makan dan minum dilakukan dengan teratur… maka seseorang bisa hidup hingga usia seratus.”

Di masa lalu, ketika dunia belum punya teknologi medis canggih, kunci umur panjang adalah: pola makan yang terjaga.

Konfusius sendiri gemar makan jahe, tapi hanya dalam jumlah kecil. Dia percaya pada prinsip: makanan boleh enak dan sehat, tapi jangan berlebihan.

Contohnya, seorang wanita muda yang cantik dan sukses, tapi wajahnya penuh jerawat. Setelah ditanya pola makannya, dokter pun segera menemukan penyebabnya:

·        Dia terlalu sering makan hot pot pedas dan daging kambing—keduanya makanan yang (panas).

·        Kombinasi itu membuat tubuhnya panas berlebih dan tidak seimbang, lalu muncullah jerawat terus-menerus.

Setelah dia mengubah pola makan mengikuti saran dokter—dengan lebih banyak sayuran sejuk dan menghindari makanan pedas, jerawatnya pun perlahan hilang.

Jadi, menjaga mulut dalam arti tidak rakus dan tidak sembarangan makan adalah bentuk disiplin yang penting untuk menjaga kesehatan.

Seorang dokter pernah ditanya: “Bagaimana caranya hidup sehat?” 

Dia hanya menjawab enam kata:

“Jaga mulut, gerakkan kaki.”

Artinya:

·        Pilih makanan yang sehat dan jangan berlebihan.

·        Jangan cuma duduk diam—bergeraklah, berjalan, olahraga.

Saya kenal seorang kakek yang sudah 20 tahun rutin jalan kaki 5 km setiap hari, hujan maupun panas. Hasilnya? Kesehatannya tetap bugar.

Bagi kita yang merasa hidup dalam “kondisi nyaris sehat” alias pre-sakit, menjaga pola makan dan rajin bergerak adalah resep murah meriah menuju tubuh yang lebih prima.

4. Jangan Mengeluh Terlalu Banyak: Dunia Tak Perlu Tahu Seberapa Berat Hidupmu

Ada sebuah kalimat indah dalam puisi klasik: “Dari sepuluh hal, sembilan mungkin tak berjalan sesuai harapan, namun yang bisa dibagikan kepada orang lain tak lebih dari dua atau tiga.”

Setiap orang punya beban hidup. Tapi, terlalu sering mengeluh tidak akan membuat beban itu lebih ringan—justru akan memperburuk suasana.

Pernah suatu hari, dua rekan kerja mengeluhkan performa toko online mereka.

“Penjualan tokoku menurun terus. Pusing banget,” kata Reni.

 “Kamu masih mending, aku mah parah! Bahkan chat masuk pun nggak ada,” sahut Dita.

Dari kejauhan, atasan mereka mendengar dan menegur: “Kalian sedang lomba mengeluh, ya?”

Sementara itu, Lili—yang selama ini tokonya selalu stabil—hanya tersenyum dan berkata: “Naik turun itu biasa. Lebih baik cari tahu penyebabnya dan perbaiki.”

Orang lemah sibuk mengeluh, orang kuat fokus mencari solusi.

Ada cerita terkenal soal segelas air. 

Orang optimis berkata: “Wah, masih ada setengah gelas air!”

Orang pesimis mengeluh: “Duh, tinggal setengah gelas aja…”

Padahal isi gelasnya sama. Tapi cara pandang berbeda—dan itulah yang mengubah hidup.

Daripada terus berkata: “Aku paling sial,” lebih baik berdiam sejenak, evaluasi, lalu bangkit dengan langkah yang baru.

Menjaga lisan dari keluhan berlebihan bukan berarti memendam perasaan—tapi membiarkan dirimu pulih lebih cepat.

Penutup: Kita Belajar Bicara di Tahun-tahun Awal, Tapi Butuh Seumur Hidup untuk Belajar Diam

·        Jangan suka menilai orang → supaya jauh dari konflik

·        Jaga pola makan dan bicara → agar tubuh dan jiwa tetap sehat

·        Jangan suka mengeluh → karena ketenangan lahir dari batin yang stabil

Kata-kata yang keluar dari mulut, makanan yang masuk ke tubuh—semuanya perlu pengendalian.

Menjaga mulut bukan sekadar sopan santun, tapi sebuah bentuk disiplin diri dan kebijaksanaan hidup.(jhn/yn)

Israel Gempur Sweida, Tentara Suriah Mundur atas Permintaan AS 

Pada Rabu (16 Juli), Israel membombardir markas militer Suriah yang berada di Damaskus. Sementara itu, Amerika Serikat menyerukan kepada tentara pemerintah Suriah untuk meninggalkan Kota Sweida, yang mayoritas penduduknya merupakan etnis Druze.

EtIndonesia. Menurut laporan AFP, konflik pecah antara kelompok Druze dan suku Badui setempat. Pada 15 Juli, tentara pemerintah Suriah memasuki Sweida yang mayoritas dihuni oleh warga Druze, dengan alasan untuk mengawasi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati bersama para pemimpin Druze.

Namun, menurut kesaksian warga, pasukan pemerintah justru bersekutu dengan klan Arab Badui dan melakukan pembantaian besar-besaran terhadap para pejuang Druze dan warga sipil di kota tersebut.

Menurut pemantau perang dari Syrian Observatory for Human Rights, kekerasan di Provinsi Sweida telah menewaskan lebih dari 350 orang, termasuk tentara pemerintah, pejuang lokal, dan 27 warga sipil Druze yang dieksekusi secara sembarangan.

Ini merupakan konflik paling mematikan yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Pada April dan Mei tahun ini, bentrokan antara pasukan keamanan dan kelompok Druze juga pernah terjadi di Provinsi Sweida dan sekitar Damaskus, menewaskan lebih dari 100 orang.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyerukan kepada pemerintah Damaskus agar “tidak ikut campur dalam urusan warga Druze di Provinsi Sweida.”

Katz meminta pasukan Suriah mundur, dan memperingatkan bahwa jika “pesan ini tidak dipahami,” maka Israel akan “menaikkan tingkat respons terhadap rezim (Suriah) ini.”

Amerika Serikat, yang sedang mencoba menjalin kembali hubungan dengan Suriah, mendesak “semua pihak untuk memenuhi komitmen mereka.”

Kementerian Pertahanan Suriah dalam pernyataannya menyebutkan bahwa, “Setelah operasi untuk membersihkan organisasi ilegal di Kota Sweida selesai, pasukan Suriah telah mulai mundur dari kota tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.”

Kota Sweida, yang didominasi oleh warga Druze, kini menjadi tantangan terbaru bagi Presiden Sementara Suriah Ahmed al-Sharaa, setelah konflik dengan tentara pemerintah kembali memanas. Istana Kepresidenan Suriah menyatakan akan menyelidiki “tindakan brutal” di wilayah Sweida dan menghukum “semua pihak yang terbukti terlibat.”

Sejak tergulingnya mantan Presiden Bashar al-Assad pada Desember tahun lalu, pemerintahan Suriah yang kini dipimpin oleh kelompok Islamis terus menghadapi ketegangan dengan kelompok-kelompok agama dan etnis minoritas.

Suku Badui dan warga Druze memang telah lama memiliki konflik historis di Provinsi Sweida, yang sesekali meletus dalam bentuk bentrokan kekerasan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

PKT Abaikan Peringatan Trump dan Tingkatkan Dukungan ke Rusia, Pakar: AS-Eropa Akan Bersatu Lawan PKT

Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja mengumumkan pada  Senin (14/7)  bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan tarif sekunder 100% terhadap negara-negara yang membeli minyak Rusia. Namun keesokan harinya, pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) menyatakan bahwa Beijing akan meningkatkan dukungan terhadap Moskow.

Para ahli menilai bahwa langkah PKT ini akan mengubah lanskap geopolitik global, serta mendorong Amerika Serikat, Eropa, dan lebih banyak negara lainnya untuk bersatu melawan PKT.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa jika Rusia tidak mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina dalam waktu 50 hari, maka Amerika akan memberlakukan tarif 100% terhadap barang-barang Rusia. 

Selain itu, mayoritas senator federal juga telah menyetujui untuk memberikan wewenang kepada Trump untuk mengenakan tarif hingga 500% terhadap semua negara yang membantu Rusia, sebagai bentuk sanksi sekunder.

Pada Selasa, pemimpin tertinggi PKT Xi Jinping bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan kembali menegaskan kemitraan strategis komprehensif antara Tiongkok dan Rusia. Ia juga berjanji akan meningkatkan dukungan di organisasi-organisasi internasional seperti PBB.

Para pakar melihat bahwa dukungan PKT terhadap Rusia adalah sesuatu yang tak terhindarkan, namun konsekuensinya adalah hancurnya hubungan Tiongkok dengan Eropa.

 “Dari sudut pandang untuk menghindari isolasi diplomatik, pertimbangan geopolitik, serta fakta bahwa Tiongkok adalah pihak yang paling diuntungkan dari perang Rusia-Ukraina, maka dukungannya terhadap Rusia memang tidak terelakkan,” ujar Dr. Chung Chih-tung dari Institute for National Defense and Security Research Taiwan. 

Komentator politik yang berbasis di AS, Lan Shu, mengatakan:  “Perang ini telah mencapai titik di mana Beijing tidak mampu kehilangan Rusia sebagai sekutu. Jika mereka kehilangan Rusia, sementara Iran juga sudah mulai goyah, maka praktis Beijing akan kehilangan semua sekutu utamanya di dunia.”

Dr. Chung melanjutkan:  “Semakin besar dukungan PKT terhadap Rusia, maka hubungan PKT dengan Eropa dan NATO akan benar-benar rusak total. Dan kerusakan ini akan mendorong Eropa mengambil sikap yang jauh lebih keras terhadap PKT.”

Beberapa pakar juga menyatakan bahwa memburuknya hubungan AS dengan Rusia dan Tiongkok akan memperkuat hubungan AS-Eropa, dan mendorong mereka bersatu melawan PKT.

Dr. Chung mengatakan:  “Tentu saja, memburuknya hubungan antara Trump dan Rusia akan memperbaiki hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.”

“Dan ketika Trump mulai menjatuhkan sanksi sekunder terhadap PKT akibat perang Rusia-Ukraina, itu tentu akan memperburuk hubungan AS-PKT . Akibatnya, NATO yang terdiri dari AS dan negara-negara utama Eropa, akan memperluas pengaruhnya ke kawasan Indo-Pasifik, dan meningkatkan aktivitasnya di sana untuk menghalangi PKT,” tambahnya. (Hui/asr)

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty, Zhang Qin dan kontributor khusus Chang Chun

Militer Israel Bom Markas Pertahanan Suriah, AS Serukan Segera Redakan Ketegangan

Pada  Rabu (16/7/2025), militer Israel secara tiba-tiba melancarkan serangan udara ke ibu kota Suriah, Damaskus, dan menghantam fasilitas di dekat Kementerian Pertahanan dan Istana Kepresidenan. Serangan ini menyebabkan sedikitnya 13 orang terluka. 

Israel menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk mencegah eskalasi situasi di wilayah selatan Suriah. Di wilayah Sweida, perjanjian gencatan senjata telah runtuh, dan terjadi kembali pertempuran hebat antara pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata Druze. 

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa pihaknya sedang berkomunikasi dengan kedua belah pihak dan berharap situasi segera mereda.

EtIndonesia. Saat bentrokan terus terjadi di Kota Sweida, Suriah selatan, militer Israel melancarkan serangan udara yang jarang terjadi ke Damaskus, dan menghantam markas besar Kementerian Pertahanan serta fasilitas di dekat Istana Kepresidenan.

Ledakan dahsyat terjadi di lokasi, dan asap tebal membumbung tinggi.

Menurut media pemerintah Suriah, serangan ini menyebabkan sedikitnya 13 orang luka-luka.

“Kepentingan kami di Suriah bersifat terbatas, jelas, dan sudah diketahui. Yang utama adalah mempertahankan status quo di wilayah selatan Suriah, yang berbatasan langsung dengan kami, dan mencegah ancaman terhadap Israel dari wilayah tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar. 

Gideon Saar menambahkan bahwa militer Israel mungkin akan meningkatkan operasinya di Suriah untuk melindungi etnis minoritas Druze dari potensi bahaya.

Di Suweida, perjanjian gencatan senjata antara pasukan pemerintah Suriah dan milisi Druze runtuh, dan kedua pihak kembali terlibat dalam pertempuran sengit.

Militer Suriah menyatakan bahwa mereka telah mencapai kemajuan signifikan dan kemungkinan akan kembali menguasai wilayah tersebut dalam beberapa jam ke depan. Namun, operasi mereka dihambat oleh intervensi militer Israel.

Pada hari yang sama, ratusan warga Druze berkumpul di wilayah Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel, di sepanjang pagar perbatasan Israel-Suriah, berupaya menyeberang ke Suriah.

Di sisi lain pagar perbatasan, ratusan warga Druze Suriah juga berkumpul. Namun, belum jelas apakah mereka sedang melakukan aksi protes atau hendak menyeberang ke Israel.

“Saya memiliki keluarga besar di Sweida. Mereka sangat menderita di sana. Mereka dibunuh. Sangat sulit bagi kami untuk hanya diam melihat,” kata seorang warga lokal bernama Majid Shar. 

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidato, mengimbau warga Druze Israel untuk tidak menyeberang ke Suriah.

“Kalian jangan melintasi perbatasan. Kalian sedang mempertaruhkan nyawa. Kalian bisa terbunuh, diculik, dan menghambat upaya militer Israel. Itulah alasan saya meminta kalian kembali ke rumah,” kata Netanyahu.

Lembaga pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris menyatakan bahwa hingga Rabu pagi, lebih dari 250 orang telah tewas dalam konflik terbaru di Suriah ini.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam konferensi pers di Kantor Oval Gedung Putih, menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang berkomunikasi dengan pihak Israel dan Suriah untuk meredakan ketegangan.

“Kami telah melakukan kontak dengan kedua pihak sepanjang pagi dan malam. Kami merasa bahwa kita sedang menuju ke arah deeskalasi yang nyata, dan mudah-mudahan bisa kembali ke jalur yang benar, membantu Suriah membangun kembali negara mereka, dan membawa stabilitas yang lebih baik di Timur Tengah,” ujar Rubio.

Dalam konferensi pers yang sama, Presiden AS Donald Trump juga menanggapi pertanyaan wartawan mengenai perlunya perundingan nuklir dengan Iran. Ia mengatakan bahwa perjanjian nuklir akan menguntungkan Iran.

“Mereka (Iran) ingin berunding. Mereka sangat ingin berunding. Tapi kami tidak terburu-buru, karena seperti yang saya katakan, kami bisa mencapai kesepakatan. Mereka seharusnya sudah menyepakatinya,” kata Trump. (Hui/asr)

Laporan oleh Zhao Fenghua, reporter NTD

Rusia Akan Mendenda Pencarian Konten ‘Ekstremis’ Daring, Mempromosikan VPN

EtIndonesia. Duma Negara Rusia menyetujui denda baru untuk pencarian konten yang dianggap “ekstremis” dan penyedia jaringan pribadi virtual (VPN) yang memungkinkan akses ke materi tersebut, seiring dengan upaya pihak berwenang yang semakin gencar menindak internet.

Denda bagi individu yang terbukti sengaja mencari konten terlarang daring, termasuk melalui penggunaan VPN, akan dikenakan denda hingga 5.000 rubel (sekitar Rp 1 juta), menurut amandemen yang dipublikasikan di situs web Duma Negara.

Penyedia VPN yang menyediakan akses ke sumber daya tersebut, tidak bekerja sama dengan regulator Rusia, atau mengiklankan penggunaan VPN dapat dikenakan denda hingga 500.000 rubel (sekitar Rp 104 juta), dengan hukuman yang lebih tinggi lagi untuk pelanggaran berulang.

Perubahan ini akan berlaku efektif pada bulan September jika Presiden Vladimir Putin mengesahkannya menjadi undang-undang, menandai perubahan di mana warga Rusia dapat menghadapi hukuman hanya karena mengakses konten alih-alih membuat atau mempromosikannya.

Pemerintah Rusia mendefinisikan apa yang dianggap “ekstremis” berdasarkan hukum dengan menambahkan entitas ke dalam daftar.

Pada tahun 2022, pengadilan Moskow melarang Meta Platforms Inc. beserta layanan Facebook dan Instagram-nya, dan menempatkan perusahaan induknya dalam daftar organisasi ekstremis. Daftar tersebut kini berisi lebih dari 100 organisasi.

Pihak berwenang juga telah melarang konten LGBTQ, beberapa organisasi hak asasi manusia, dan beberapa lagu dengan lirik yang mengkritik pemerintah atau perang di Ukraina.

Rusia telah melarang atau membatasi akses ke banyak platform media sosial populer, termasuk YouTube dan Discord, serta media berita independen.

Rusia memblokir hampir 800.000 halaman web pada tahun 2024 saja, 19% lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, Interfax melaporkan mengutip pengawas komunikasi negara itu, Roskomnadzor.

Penggunaan VPN saat ini tidak dilarang di Rusia, meskipun penggunaan perangkat lunak tersebut untuk mengakses konten yang dilarang atau diblokir adalah ilegal, dan banyak layanan populer telah masuk daftar hitam.

Dalam langkah yang tidak biasa, sekutu-sekutu terkemuka Kremlin mengkritik beberapa aspek perubahan hukum tersebut. Pemimpin redaksi lembaga penyiaran milik negara RT, Margarita Simonyan, mempertanyakan bagaimana dia bisa melakukan investigasi jika akses terhadap materi dilarang.

“Saya berharap akan ada amandemen,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di Telegram pada Rabu malam. Sementara itu, yang lain mempertanyakan betapa mudahnya seseorang tanpa sadar melanggar peraturan baru tersebut. (yn)

Militer Israel Bombardir Suriah, Suara Ledakan Hebat Bikin Panik Presenter Perempuan

EtIndonesia. Pasukan Israel pada Rabu (16 Juli) membombardir Kementerian Pertahanan dan Markas Staf Umum Suriah. Seorang presenter berita perempuan yang tengah membacakan laporan ini di studio televisi di ibu kota Damaskus, tiba-tiba dikejutkan oleh suara ledakan besar dari belakang studio. Asap tebal dan bola api raksasa terlihat membumbung, membuat sang presenter panik dan lari keluar untuk menyelamatkan diri.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, membagikan video insiden tersebut di media sosial X. Dalam video itu terlihat sang presenter tengah menyampaikan berita serangan Israel ke Suriah. Katz menulis dalam bahasa Ibrani: “Serangan yang menyakitkan telah dimulai.”

Beruntung, sang presenter berhasil keluar dengan selamat tanpa cedera.

IDF sebelumnya pada 16 Juli mengumumkan bahwa mereka telah menyerang wilayah dekat pintu masuk Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus, serta melancarkan serangan udara di dekat Istana Kepresidenan.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan ini merupakan balasan atas serangan pasukan pemerintah Suriah terhadap kelompok minoritas Druze di wilayah Sweida, Suriah Selatan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

Sebagai Orangtua, Apa Sebenarnya Kesedihan yang Paling Besar?


EtIndonesia. “Sebagai  orangtua, bukan takut tidak punya kasih sayang, tapi takut tahu mencintai tanpa tahu bagaimana mendidik.” — Sima Guang, filsuf Tiongkok kuno

Ada sebuah berita yang mengguncang masyarakat Tiongkok daratan: 

Seorang ibu berlutut di depan anaknya selama lebih dari satu jam, memohon agar sang anak mau kembali ke sekolah. Namun si anak hanya duduk santai di kursi, menyilangkan kaki sambil bermain ponsel, bahkan mengunggah foto ibunya yang berlutut ke media sosial, lalu menambahkan keterangan: “Bahagia setiap hari!”

Kisah ini menyebar luas dan membuat banyak orang geram. Seorang guru datang langsung ke rumah anak tersebut untuk menasihati dan mengajarkan pentingnya bersyukur dan menghargai orangtua. 

Namun apa respons sang ibu?

Dia malah berulang kali menyela guru itu dan berkata: “Saya berlutut karena saya sendiri yang mau, bukan karena dipaksa oleh anak. Jadi tolong, jangan salahkan dia…”

Anak yang tega menginjak harga diri ibunya, dan ibu yang tak memiliki batas untuk mempertahankan anak seperti itu—itulah bentuk kesedihan paling dalam di dunia ini.

Ada kisah lain tentang seorang pria yang kecanduan judi. Setelah kalah besar saat bermain kartu, dia meminta ibunya untuk memberinya uang Rp 40 juta sebagai modal berjudi lagi. Ketika sang ibu bilang tak punya uang, pria itu menyuruh ibunya meminjam ke luar. Ketika ibunya menolak, dia mendorong ibunya hingga terjatuh di jalan.

Seorang paman yang melihat kejadian itu berkata: “Anak ini sejak kecil memang sudah susah diatur. Semua ini karena ibunya—apa pun yang diminta, selalu diberi.”

Sekilas, memang anak seperti ini pantas dicela. Tapi jika ditilik lebih dalam, bukankah justru kesalahan pendidikan sang ibu yang melahirkan anak seperti itu?

Mendidik anak bukan hanya soal memenuhi kebutuhan materi, tapi lebih penting adalah menanamkan nilai moral dan rasa syukur. Orangtua yang hanya tahu mencintai tanpa tahu mendidik, akan membesarkan anak yang tidak tahu berterima kasih.

Bersyukur: Akar dari Semua Kebaikan

Menjadi manusia, hal pertama yang harus dipelajari adalah rasa syukur, dan syukur pertama yang harus kita miliki adalah kepada orangtua kita.

Rasa terima kasih pada orangtua bukan hanya cerminan karakter pribadi, tapi juga pantulan dari pendidikan keluarga. Apakah seseorang kaya atau miskin, sukses atau tidak, jika dilihat hanya dari sisi peran sebagai orangtua, pencapaian terbesar adalah mendidik anak yang tahu bersyukur.

Sebuah Kisah dari Film Iran “Surat dari Hassan”

Film ini mengisahkan seorang dermawan kaya yang datang ke sebuah desa miskin untuk menyumbangkan perlengkapan belajar.

Anak laki-laki miskin bernama Hassan adalah salah satu penerima bantuan. Dia mendapatkan lima batang pensil dalam sebuah kantong kertas warna-warni. Di kantong itu tertulis alamat toko alat tulis tempat barang itu dibeli.

Ibunya berkata kepadanya: “Nak, simpan baik-baik kantong ini. Itu satu-satunya alamat yang bisa kamu gunakan untuk menyampaikan rasa terima kasihmu.”

Sejak saat itu, Hassan menyimpan kantong itu dengan hati-hati. Setelah dia lulus SMP, dia bekerja sambil sekolah. Begitu memiliki penghasilan, dia mengirim satu kartu pos setiap bulan ke toko alat tulis itu, berisi ucapan terima kasih kepada sang dermawan, dan memohon agar pemilik toko menyampaikannya.

Hingga akhirnya setelah 27 kartu pos—selama dua tahun penuh, pemilik toko terharu. Dia pun berusaha mencari alamat si dermawan, dan akhirnya menyerahkan seluruh kartu itu kepadanya.

Sang dermawan sangat tersentuh. Dia kemudian mengundang Hassan ke kota dan menjadikannya pengelola rumah tangganya.

Orang yang tahu berterima kasih tak pernah bermaksud meminta balasan. Tapi justru mereka yang paling sering mendapatkan keberkahan tak terduga.

Anak yang Tak Tahu Bersyukur, Walau Sukses Tetap Tak Layak Disebut “Hebat”

Dalam hidup ini, orangtua memang seharusnya mencintai anak tanpa syarat. Tapi anak tidak boleh menganggap cinta itu sebagai hal yang otomatis dan sepele. Itu adalah anugerah yang harus dibalas dengan rasa hormat dan kasih.

Setiap orang wajib memiliki hati yang penuh rasa syukur:

·        Bersyukur kepada orangtua, akan membentuk karakter yang berbakti—dan anak yang berbakti, pasti punya moral yang baik.

·        Bersyukur kepada orang lain, akan membentuk karakter yang baik hati—dan orang baik hati, akan berjalan lebih mudah di jalan hidupnya.

Penutup

Menjadi orangtua, bukan hanya memberi cinta, tetapi juga memberi didikan. Dan menjadi anak, bukan hanya menerima cinta, tetapi belajar menghargai dan membalasnya.

Kesedihan terbesar seorang ayah atau ibu bukan ketika mereka tidak dihormati oleh dunia, tetapi ketika mereka tidak dihargai oleh darah daging mereka sendiri.

 “Dari semua kebajikan, berbakti kepada orang tua adalah yang utama.”
Mari renungkan… sebelum semuanya terlambat.(jhn/yn)

Drone Serang Ladang Minyak Norwegia di Irak, Serangan yang Kedua dalam Minggu Ini

EtIndonesia. Sebuah serangan drone menargetkan ladang minyak yang dioperasikan oleh perusahaan minyak dan gas Norwegia, DNO, di Tawke, wilayah Administrasi Zakho, Irak utara, pada hari Kamis (17/7), ungkap layanan kontraterorisme wilayah Kurdistan.

Serangan ini merupakan yang kedua terhadap ladang yang dioperasikan DNO sejak gelombang serangan drone dimulai awal minggu ini.

DNO, yang mengoperasikan ladang minyak Tawke dan Peshkabour di wilayah Zakho yang berbatasan dengan Turki, menghentikan sementara produksi di ladang-ladang tersebut setelah ledakan yang tidak menimbulkan korban luka, ungkap layanan kontraterorisme.

DNO tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Serangan drone minggu ini telah mengurangi produksi minyak dari ladang-ladang minyak di wilayah semi-otonom Kurdistan Irak antara 140.000 hingga 150.000 barel per hari, ungkap dua pejabat energi pada hari Rabu, karena kerusakan infrastruktur memaksa beberapa penutupan.(yn)

Tragis dan Mengharukan! Kisah Tiga Ekor Ikan yang Menyentuh Jiwa

EtIndonesia. Mungkin, setiap dari kita memiliki setidaknya satu malaikat pelindung—ada yang menjelma sebagai orangtua, setia mendampingi kita sepanjang jalan; ada yang hadir sebagai sahabat, memberi tawa dan kehangatan; ada pula yang menjadi kekasih, memberikan cinta paling tulus. Karena mereka, kita—para “ikan kesepian” di dunia ini—memiliki sesuatu untuk kita genggam dan rindukan.

Dan inilah kisah nyata tentang tiga ekor ikan yang benar-benar menggugah hati—kisah yang penuh cinta, pengorbanan, dan ketabahan.

Ikan Salmon Besar di Laut Dalam

Ikan salmon betina yang hidup di laut dalam akan bertelur di tempat yang aman. Setelah bertelur, dia akan berjaga di dekat telurnya, menanti anak-anaknya menetas. Anak-anak ikan yang baru menetas itu belum bisa mencari makan sendiri. Untuk bertahan hidup, mereka hanya bisa menggerogoti dan memakan daging ibunya.

Sang ibu menahan rasa sakit yang luar biasa, membiarkan tubuhnya dikoyak dan digigit, hanya demi memastikan anak-anaknya tumbuh. Saat anak-anak ikan itu cukup kuat untuk berenang, sang ibu pun telah menjadi kerangka sunyi—tulang-belulang tanpa daging—diam namun penuh makna. Dia telah menafsirkan arti cinta seorang ibu yang paling agung di dunia.

Salmon besar ini adalah ikan yang melambangkan kasih seorang ibu.

Ikan Gabus 

Konon, setelah bertelur, ikan gabus betina akan mengalami kebutaan. Dia tak bisa lagi mencari makan, hanya bisa menahan lapar sambil menjaga telurnya. Namun yang luar biasa, ribuan anak-anak ikan yang menetas darinya seolah memiliki naluri bawaan. Mereka menyadari sang ibu kelaparan, lalu satu per satu secara sukarela berenang ke mulut ibunya, menjadi santapan agar sang ibu tetap hidup.

Akhirnya, sang ibu bisa bertahan. Namun dari ribuan anak yang lahir, hanya kurang dari sepersepuluh yang selamat. Sebagian besar dari mereka telah mengorbankan hidupnya demi ibunya.

Ikan gabus ini adalah ikan yang melambangkan bakti seorang anak.

Ikan Salmon yang Pulang ke Asalnya

Setiap musim bertelur, ikan salmon akan menempuh perjalanan jauh—berenang kembali dari samudra luas menuju sungai tempat mereka dilahirkan. Perjalanan ini sangatlah berat, penuh rintangan dan bahaya.

Program “Dunia Satwa” di stasiun tv pernah menayangkan kisah perjalanan pulang ikan salmon yang begitu tragis dan heroik. Dalam perjalanan itu, mereka harus melompati air terjun tinggi. Di sisi air terjun, banyak beruang abu-abu lapar yang menunggu. Ikan-ikan yang gagal melompat akan menjadi santapan beruang.

Bahkan ikan-ikan yang berhasil melompat pun belum aman. Di atas sana, ribuan elang sudah siap menyergap dari langit. Hanya sedikit dari mereka yang selamat dari kejaran.

Setelah menghabiskan seluruh energi dan cadangan lemak yang ada, ikan salmon akhirnya tiba di tempat kelahirannya. Di sanalah mereka melakukan satu hal terpenting dalam hidupnya: bercinta, bertelur, lalu mati dengan tenang di tempat mereka dilahirkan.

Ketika musim semi tiba, telur-telur yang mereka tinggalkan menetas. Anak-anak salmon yang baru lahir itu pun mengikuti aliran sungai, memulai kembali perjalanan penuh perjuangan yang sama seperti leluhurnya.

Ikan salmon ini adalah ikan yang melambangkan kerinduan pada kampung halaman.

Tiga Ekor Ikan, Tiga Makna Kehidupan

Seringkali kita berpikir, bahwa di dunia ini, setidaknya ada tiga “ekor ikan” yang paling menyentuh hati kita.

·        Yang pertama adalah orangtua, yang memberi kita hidup, mengantar kita pergi sejauh apa pun, dan tetap mencintai tanpa pernah meminta kembali, bahkan saat mereka tak lagi bisa memberi apa-apa.

·        Yang kedua adalah anak-anak, yang sejak lahir telah terikat darah dengan kita, mempercayai kita sepenuh hati, menemani kita hingga tua.

·        Yang ketiga adalah kampung halaman, tempat di mana kita dilahirkan. Tak peduli seberapa jauh atau tinggi kita terbang, pada akhirnya, kita pasti akan kembali.

Kita semua adalah ikan-ikan kesepian yang tak sengaja berenang ke dunia ini, namun dunia ini menerima kita dengan kasih. Dan kini, tiga ekor ikan itu menjadi tiga ikatan terkuat yang menghubungkan hidup kita—cinta orangtua, kasih sayang anak, dan kerinduan akan tanah kelahiran. (jhn/yn)