Smartfren Siap Hadapi Lonjakan Pengguna dengan Jaringan 4G Optimal Saat Mudik Lebaran 2025
Jakarta, 26 Maret 2025 – Menyambut arus mudik Lebaran 1446H, Smartfren mengumumkan kesiapan jaringan 4G-nya yang telah dioptimalkan 100% di seluruh wilayah operasional. Kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga digencarkan dengan mendirikan posko layanan pelanggan di titik-titik keramaian mudik, seperti Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, dan sejumlah stasiun kereta api utama.
Agus Rohmat, VP Network Operations Smartfren, menegaskan komitmen perusahaan: “Dengan jaringan 4G yang sudah teroptimasi, pelanggan bisa menikmati internet stabil untuk streaming, video call keluarga, atau sekadar update media sosial selama perjalanan mudik.”
Antisipasi Lonjakan Hingga 14%
Smartfren memproyeksikan kenaikan trafik internet sebesar 10-14% selama periode mudik, terutama di wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk mengatasinya, perusahaan menyiagakan posko layanan di rest area tol, terminal, dan lokasi strategis lainnya, termasuk kolaborasi dengan kepolisian untuk pos pengamanan di jalur mudik seperti Bandung, Cirebon, dan Pati.
Layanan Tambahan untuk Mudik Lebih Nyaman
Selain jaringan, Smartfren menyediakan fasilitas pendukung seperti:
- Posko mudik untuk isi pulsa, beli kartu perdana, atau bantuan teknis.
- Booth layanan di Terminal Kampung Rambutan, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bogor.
- SIM Digital (eSIM) dan paket data fleksibel seperti Unlimited Suka-Suka untuk kebutuhan digital selama perjalanan.
“Kami ingin memastikan pengalaman mudik pelanggan tak terganggu, dari berangkat hingga pulang,” tambah Agus.
Indosat Ooredoo Hutchison Perkuat Jaringan untuk Lancarkan Komunikasi Saat Mudik Lebaran 2025
Surabaya, 26 Maret 2025 – Menyambut Ramadan dan Idulfitri 1446H, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menggelar Ekspedisi Jaringan Andal untuk memastikan konektivitas yang stabil bagi pelanggan, terutama di jalur mudik dan titik keramaian. Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas jaringan di 1.900 BTS serta penambahan 14 mobile BTS di Jawa Timur, termasuk lokasi strategis seperti Alun-alun Tuban, Pantai Kelapa Tuban, dan Penanjakan Bromo.
Fahd Yudhanegoro, ECP Head of Circle Java Indosat, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran komunikasi selama momen penting ini. “Kami ingin memastikan pelanggan tetap terhubung dengan keluarga dan bisa beribadah tanpa gangguan,” ujarnya. Indosat juga memperkenalkan layanan Unparalleled Network Services Guaranteed, yang memanfaatkan AI untuk memprediksi lonjakan trafik dan mengoptimalkan jaringan.
Proyeksi lonjakan trafik data di Jawa Timur mencapai 12,2%, dengan puncak hingga 21% saat Idulfitri. Untuk mengantisipasinya, Indosat meningkatkan kapasitas di 88 titik keramaian, seperti Balaikota Surabaya, Bandara Juanda, dan Tunjungan Plaza. Secara nasional, lonjakan trafik harian diperkirakan naik 14,6%, dengan persiapan mencakup 632 titik keramaian dan 68 rute strategis.
Aplikasi seperti TikTok, YouTube, dan WhatsApp serta game seperti Mobile Legends dan Free Fire diprediksi mengalami peningkatan penggunaan selama Ramadan. Indosat juga menyiagakan command center di Surabaya dan Malang untuk pemantauan real-time.
Dengan langkah ini, Indosat bertekad menjadi mitra komunikasi andal masyarakat Indonesia selama mudik dan perayaan Idulfitri.

Seminar Jatim Talk 2025 Bahas Strategi Akselerasi Ekonomi Jawa Timur Menuju Indonesia Emas 2045
Surabaya, 20 Maret 2025 — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya menyelenggarakan seminar ekonomi Jatim Talk sebagai bagian dari persiapan menuju East Java Economic Forum (EJAVEC) 2025. Kegiatan ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan produktivitas dan inovasi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, dalam sambutannya menekankan pentingnya antisipasi tantangan ekonomi global yang kompleks. “Pertumbuhan ekonomi Jatim yang mencapai 4,93% pada 2024 harus menjadi modal menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya. Seminar ini juga menjadi ajang diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jawa Timur 2024 serta mempromosikan kompetisi karya ilmiah EJAVEC 2025 yang akan digelar Agustus mendatang.
Rekomendasi Strategis untuk Ketahanan Ekonomi
Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan perlunya kebijakan terintegrasi untuk mengoptimalkan sektor unggulan. Empat rekomendasi utama yang diajukan meliputi:
- Penguatan industrialisasi sektor unggulan eksisting.
- Pengembangan new source of growth seperti hilirisasi produk kimia, migas, tembaga, serta pariwisata.
- Peningkatan integrasi antarmoda transportasi.
- Pembangunan berbasis kawasan untuk menghindari masalah di masa depan.
Pandangan Ahli dan Transformasi Ekonomi
Prof. Ari Kuncoro (Guru Besar FEB UI) menekankan pentingnya diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, Andhika P. Herlambang (Sekretaris Bappeda Jatim) memaparkan strategi Nawa Bhakti Satya yang mencakup sembilan program prioritas, seperti Jatim Sejahtera dan Jatim Lestari, untuk menyelaraskan dengan visi nasional.
Fajar Hadi Pratama (Kementerian PPN/Bappenas) menambahkan, investasi swasta dan insentif bisnis menjadi kunci akselerasi ekonomi di tengah ketegangan global. Deputi BI Jatim, M. Noor Nugroho, memproyeksikan pemulihan ekonomi pada 2025 didukung permintaan domestik-eksternal dan inflasi terkendali.
Kolaborasi Multisektor
Acara dihadiri perwakilan diplomatik, instansi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan media. Prof. Soni Harsono mendorong kontribusi akademisi melalui karya tulis untuk solusi konkret, salah satunya lewat EJAVEC 2025.
Dengan rekomendasi berbasis data dan kolaborasi multisektor, Jatim Talk diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan ekonomi Jawa Timur yang berdaya saing global, sekaligus kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

Polisi Anti Huru-hara Turki Tembakkan Peluru Karet dan Pukuli Demonstran saat Membubarkan Aksi Protes
EtIndonesia. Penangkapan Wali Kota Istanbul, Ekrem İmamoğlu, oleh Pemerintah Turki atas tuduhan korupsi telah memicu gelombang protes besar-besaran di seluruh negeri. Aksi demonstrasi kini telah menyebar ke lebih dari 55 provinsi, membuat situasi semakin sulit dikendalikan. Pemerintah pun memerintahkan pasukan anti-huru-hara untuk membubarkan massa secara paksa.
Menurut akun X @NEXTA, hari Senin (24/3), İmamoğlu—tokoh dari Partai Rakyat Republik (CHP) dan lawan utama Presiden Erdoğan dalam pemilu mendatang—telah resmi diberhentikan dari jabatannya. Dia kini menghadapi tuduhan memimpin jaringan kriminal yang terlibat dalam penipuan dan pemerasan, bersama dengan 16 orang lainnya termasuk para penasihat seniornya yang juga ikut ditangkap.
Namun İmamoğlu tidak tinggal diam. Melalui akun X miliknya, dia menyerukan kepada masyarakat untuk mengambil tanggung jawab sipil, memperjuangkan hak-hak mereka, dan melawan perampasan kehendak rakyat. Seruan itu pun direspons oleh masyarakat luas, yang turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa.
Melihat aksi protes yang semakin membesar, pasukan anti-huru-hara Turki mulai mengambil tindakan keras. Video yang dibagikan oleh akun X menunjukkan bagaimana aparat menembakkan peluru karet secara intensif sambil terus bergerak maju untuk memukul mundur kerumunan demonstran.
Namun penggunaan peluru karet bukan satu-satunya cara yang digunakan untuk membubarkan massa. Dalam video yang dibagikan oleh akun X, terlihat polisi menggunakan kekerasan fisik, memukul dan menendang demonstran, bahkan ada yang mengayunkan tongkat ke arah warga sipil. Situasi di lokasi pun menjadi kacau balau.
Yang lebih mencemaskan, di beberapa rekaman terlihat polisi berusaha menutupi kamera dan melarang perekaman kejadian, menunjukkan upaya untuk mencegah penyebaran bukti kekerasan aparat kepada publik. (jhn/yn)
Ukraina Diduga Siapkan “Rencana Hari Kiamat”! Disebut Ingin Hancur Bersama Jika Kalah Perang – Dua Skema Senjata Nuklir Jadi Taruhan Terakhir
EtIndonesia. Seiring dengan semakin intensifnya serangan militer Rusia, situasi medan perang di Ukraina terus memburuk. Baru-baru ini, sejumlah laporan menyebutkan bahwa pihak internal Ukraina sedang menyusun sebuah “rencana hari kiamat” yang sangat destruktif, termasuk kemungkinan meledakkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di wilayahnya jika kalah dalam perang, bahkan dilaporkan berencana mengaktifkan kembali program rahasia pengembangan senjata nuklir, sebagai bentuk strategi “bakar habis bersama” untuk memberi tekanan pada Rusia dan negara-negara Barat.
Menurut pengakuan dari mantan penasihat Kantor Presiden Ukraina, Oleksiy Arestovych, Kepala Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina, Kyrylo Budanov, telah menyusun dua “rencana terakhir”:
- Pertama, menghancurkan empat PLTN di Ukraina—termasuk fasilitas besar di Zaporizhzhia—sesaat sebelum kekalahan, serta meluncurkan serangan rudal terhadap 11 fasilitas nuklir di dalam wilayah Rusia.
- Kedua, secara rahasia mengaktifkan kembali program pengembangan senjata nuklir, termasuk pembuatan “bom kotor” (dirty bomb) untuk menciptakan efek deterrent (pencegahan) nuklir terhadap Rusia.
Jika kedua skenario ini benar-benar dijalankan, maka Eropa Timur—bahkan seluruh Benua Eropa—akan menghadapi ancaman polusi nuklir yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah.
Para ahli menegaskan bahwa meskipun PLTN tidak memiliki daya ledak seketika seperti bom nuklir, namun apabila reaktor terkena serangan dan terjadi kebocoran radiasi, dampaknya akan sangat panjang, tak terkendali, dan bisa menjadi bencana ekologi maupun kemanusiaan. Mengambil contoh dari PLTN Zaporizhzhia: bila fasilitas ini dihancurkan, maka awan radioaktifnya dapat mencapai Berlin hanya dalam waktu tiga hari, dan menyebar ke Paris dalam tujuh hari. Tindakan semacam ini hampir setara dengan “meledakkan bom nuklir kronis di Eropa.”
Sementara itu, sejak 22 Maret lalu, militer Rusia telah meningkatkan serangan terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, serta infrastruktur energi di sekitarnya. Ratusan drone menyerang Kyiv dan kota-kota sekitarnya, menyebabkan ledakan di gardu listrik dan jaringan gas, yang memperburuk krisis pasokan energi Ukraina. Meskipun negara-negara Barat terus mengirimkan senjata dan amunisi, dampaknya terhadap medan pertempuran di garis depan Ukraina mulai melemah.
Menghadapi kemunduran beruntun di garis depan serta semakin berkurangnya dukungan dari Barat, pihak internal Ukraina tampaknya mulai mempertimbangkan jalur respons yang lebih ekstrem. Diketahui, kubu mantan Presiden AS, Donald Trump telah mengusulkan untuk mengambil alih pengelolaan PLTN di Ukraina—secara formal disebut untuk membantu menjaga keselamatan dan teknologi energi—namun secara luas dipandang sebagai upaya AS untuk mengendalikan fasilitas nuklir Ukraina agar tidak berubah menjadi senjata bencana.
Saat ini, sejumlah negara Eropa pun mulai menyuarakan sikap keras. Seorang jenderal senior Inggris yang telah pensiun memperingatkan Rusia bahwa kapal selam nuklir Inggris dapat menggunakan rudal Trident untuk menghancurkan 40 kota di Rusia. Sementara itu, Presiden Prancis, Emmanuel Macron secara tegas memperingatkan bahwa bila setelah perang nanti ada negara yang menempatkan pasukan di Ukraina, maka Rusia akan merespons dengan tembakan.
Sebagai balasan, militer Rusia segera mengerahkan pasukan rudal “Iskander” dan “Zirkon” yang mampu membawa hulu ledak nuklir, dengan sasaran langsung ke jantung Eropa.
Perang antara Rusia dan Ukraina kini telah memasuki tahun ketiga. Meskipun Rusia mengklaim telah meraih keunggulan di beberapa wilayah, namun konsekuensinya adalah korban lebih dari 700.000 orang tewas atau terluka. Di sisi lain, Ukraina terus berjuang dalam kondisi terisolasi dan hampir menjadi ladang hangus.Menghadapi potensi krisis nuklir ini, masyarakat internasional menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari membawa perang menuju jurang kehancuran yang tak bisa diperbaiki. (jhn/yn)
Gelombang Protes Melanda 55 Provinsi di Turki! Lebih dari Seribu Orang Ditangkap – Seorang Demonstran Melamar Kekasihnya di Depan Barikade Polisi
EtIndonesia. Kota terbesar di Turki, Istanbul, kembali dipenuhi oleh ribuan mahasiswa yang turun ke jalan pada hari Senin (25/3), memprotes penangkapan dan pemenjaraan Wali Kota Istanbul sekaligus tokoh oposisi terkemuka, Ekrem İmamoğlu. Peristiwa ini telah memicu gejolak sosial terparah dalam beberapa tahun terakhir di Turki.
Menurut laporan AFP, sejak İmamoğlu ditahan pada 19 Maret lalu, aksi unjuk rasa dengan cepat menyebar ke setidaknya 55 dari 81 provinsi di seluruh Turki. Bentrokan keras antara demonstran dan polisi antihuru-hara pun terjadi di berbagai daerah, menarik perhatian dan kecaman dari komunitas internasional.
Kementerian Dalam Negeri Turki menyebutkan bahwa dalam enam hari terakhir, lebih dari 1.130 orang telah ditangkap. Pada Senin malam saja, 43 orang ditahan, termasuk 956 orang yang dituduh menghasut kerusuhan melalui media sosial, serta beberapa jurnalis termasuk seorang fotografer dari AFP.
İmamoğlu, 53 tahun, adalah anggota Partai Rakyat Republik (CHP) dan dianggap sebagai satu-satunya tokoh oposisi yang berpotensi mengalahkan Presiden Recep Tayyip Erdoğan dalam pemilu. Mantan Wali Kota Istanbul itu kini ditahan karena penyelidikan atas dugaan korupsi dan terorisme. Dalam waktu hanya empat hari, dia dicopot dari jabatannya dan kehilangan hak untuk menduduki jabatan publik.
Pada Senin siang, mahasiswa dari berbagai universitas di Istanbul dan Ankara melakukan mogok kuliah dan turun ke jalan. Di Istanbul, mereka berbaris sambil meneriakkan slogan-slogan, mengibarkan bendera, dan berjalan menuju distrik Beşiktaş di tepi Selat Bosphorus. Sepanjang jalan, warga kota ikut mendukung dengan menabuh panci dan wajan dari jendela rumah mereka. Para mahasiswa kemudian melanjutkan aksi mereka ke wilayah Semenanjung Bersejarah dan bergabung dengan demonstran lain yang berkumpul di depan Balai Kota pada malam harinya.
Ketua Partai Rakyat Republik, Özgür Özel, dalam orasinya mengatakan: “Ini bukan sekadar aksi unjuk rasa, ini adalah tantangan terhadap fasisme!” Dia juga menyerukan boikot terhadap saluran televisi dan perusahaan yang pro-pemerintah.
Sementara itu, Presiden Erdoğan menuduh oposisi menghasut kekacauan, usai rapat kabinet. Dia menegaskan bahwa kondisi ekonomi masih terkendali dan pemerintah berhasil meredam gejolak pasar. Namun, dampak penahanan İmamoğlu terhadap perekonomian tak dapat dipungkiri. Nilai tukar lira Turki tertekan, dan indeks saham Istanbul anjlok hampir 8% pada Jumat lalu, meskipun sempat pulih sedikit sekitar 3% pada Senin.
Pada Minggu sebelumnya, İmamoğlu resmi diumumkan sebagai calon presiden dari CHP untuk pemilu 2028, dan banyak pihak meyakini bahwa penangkapan terhadap dirinya terjadi tepat menjelang pengumuman tersebut sebagai bentuk tekanan politik yang terorganisir.
Penahanan İmamoğlu telah memicu reaksi keras baik di dalam negeri maupun luar negeri. Jerman menyebut tindakan tersebut sebagai “sama sekali tidak dapat diterima,” sementara Yunani menyatakan bahwa “pelanggaran terhadap kebebasan sipil tidak dapat ditoleransi.” Uni Eropa menyerukan kepada Pemerintah Turki untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap prinsip demokrasi, dan Kementerian Luar Negeri Prancis menyebut insiden ini sebagai “serangan serius terhadap demokrasi.”
Pada Senin pagi, polisi juga menggerebek rumah sejumlah jurnalis dan menangkap 10 orang pekerja media. Serikat Jurnalis Turki, Asosiasi Wartawan, dan beberapa organisasi pers lainnya mengeluarkan pernyataan bersama mengecam represi terhadap pers, dengan seruan: “Hentikan serangan terhadap jurnalis!” Organisasi Reporter Tanpa Batas (RSF) turut menyerukan agar para jurnalis yang ditahan segera dibebaskan.
Dilek Kaya İmamoğlu, istri dari İmamoğlu, turut menyuarakan keprihatinannya lewat media sosial X: “Penindasan terhadap jurnalis adalah pelanggaran terhadap kebebasan. Kita tidak boleh diam saja.”
Dari balik jeruji, İmamoğlu mengirimkan pesan melalui pengacaranya, menyatakan tekadnya untuk tidak tunduk terhadap penganiayaan politik.“Saya mengenakan kemeja putih yang tak bisa kalian nodai. Saya memiliki semangat yang tak bisa kalian bengkokkan. Saya tidak akan mundur. Saya akan memenangkan perjuangan ini,” katanya. (jhn/yn)










