Pertemuan APEC, Presiden AS Biden dan Xi Jinping: Kerjasama dengan Pemerintahan Trump

EtIndonesia. Selama Konferensi Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang diadakan di ibu kota Peru, Lima, Xi Jinping dan Presiden AS yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Biden, mengadakan pembicaraan terakhir. Pemimpin Tiongkok tersebut juga menyatakan bahwa ia akan berkolaborasi dengan pemerintahan AS yang akan datang di bawah Donald Trump.

Xi Jinping dan Biden mengadakan pembicaraan terakhir selama APEC

Melansir laman Reuters Minggu (17/11), pada 16 November, selama konferensi APEC, pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, bertemu dengan Presiden AS, Biden, selama kira-kira dua jam, membahas isu kejahatan siber, perdagangan, Taiwan, Laut China Selatan, dan konflik dengan Rusia. Ini merupakan pertemuan pertama mereka dalam tujuh bulan terakhir.

Dalam pembicaraan ini, tujuan Biden adalah meredakan ketegangan antara Washington dan Beijing, tetapi hampir tidak ada terobosan penting dalam isu-isu besar. Biden mengatakan kepada Xi Jinping bahwa kedua belah pihak tidak selalu sependapat, tetapi diskusi mereka “terbuka”. 

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Biden dan Xi Jinping memang sepakat bahwa keputusan penggunaan senjata nuklir harus dikendalikan oleh manusia, bukan kecerdasan buatan (AI). Gedung Putih dalam pernyataannya menyatakan: “Kedua pemimpin mengakui perlunya mempertahankan kontrol manusia atas keputusan penggunaan senjata nuklir.”

Biden dan Xi Jinping juga menekankan pentingnya mempertimbangkan risiko potensial secara serius dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan dalam bidang militer dengan cara yang hati-hati dan bertanggung jawab. Ini adalah kali pertama kedua negara mengangkat masalah ini, menandai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam isu senjata nuklir dan kecerdasan buatan.

Selama berbulan-bulan, Washington telah mendesak otoritas Beijing untuk mengakhiri penolakan panjangnya terhadap negosiasi senjata nuklir. Kedua belah pihak sempat melanjutkan pembicaraan resmi tentang senjata nuklir pada November 2024, tetapi sejak itu pembicaraan tersebut terhenti, dan seorang pejabat senior AS secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas tanggapan Beijing. Meskipun AS khawatir tentang pengembangan senjata nuklir Tiongkok yang cepat dan telah melanjutkan dialog setengah resmi, tidak diharapkan akan ada negosiasi resmi tentang kontrol senjata nuklir dalam waktu dekat.

Pada tahun 2023, Departemen Pertahanan AS memperkirakan bahwa otoritas Beijing memiliki 500 hulu ledak nuklir yang siap digunakan, dan bisa menempatkan lebih dari 1000 hulu ledak pada tahun 2030.

Biden dan Xi Jinping juga membahas tentang sekutu Beijing, Korea Utara. Hubungan yang semakin dalam antara Korea Utara dengan Rusia, serta pengiriman pasukan oleh Pyongyang ke Rusia dalam perang Rusia-Ukraina, telah menimbulkan kekhawatiran di Washington, Beijing, dan ibu kota Eropa.

Presiden Biden menyatakan bahwa posisi terbuka Beijing dalam perang Rusia-Ukraina adalah “tidak seharusnya meningkat atau memperluas konflik,” yang bertentangan dengan keterlibatan pasukan Korea Utara di Rusia. Beijing memang memiliki pengaruh dan kemampuan, dan seharusnya berusaha mencegah eskalasi atau perluasan lebih lanjut dari perang Rusia-Ukraina, serta menghindari keterlibatan lebih banyak pasukan Korea Utara dalam konflik tersebut.

Dalam isu Taiwan, tampaknya Xi Jinping dan Biden mengadakan komunikasi yang intens. Gedung Putih AS menyatakan bahwa Biden mendesak Beijing untuk menghentikan aktivitas militer “yang mengganggu stabilitas” di sekitar Taiwan.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan, Xi Jinping menekankan bahwa aktivitas pemisahan diri “Taiwan merdeka” oleh Presiden Taiwan, Lai Ching-te, tidak kompatibel dengan perdamaian dan stabilitas Taiwan.

Menurut laporan Reuters tanggal 15 November, Lai Ching-te berencana untuk mampir di Hawaii dan Guam dalam kunjungan sensitif yang pasti akan memprovokasi Beijing dalam beberapa minggu mendatang. 

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengucapkan terima kasih atas komentar Biden dan menyatakan bahwa otoritas Beijing adalah pembuat masalah.

Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam pernyataannya menyatakan bahwa provokasi militer berkelanjutan oleh Beijing di sekitar Taiwan merupakan “ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik, serta ancaman besar bagi kemakmuran ekonomi global”.

Pada tanggal 15 November, mantan Menteri Ekonomi Taiwan, Lin Hsin-yi, bertemu dengan Biden selama APEC dan mengundangnya untuk segera mengunjungi Taiwan. 

Beijing menganggap Taiwan, yang menerapkan sistem demokrasi, sebagai “wilayah”nya . Meskipun kekurangan pengakuan diplomatik internasional yang formal, AS tetap merupakan pendukung internasional terpenting Taiwan dan penyedia senjata.

Taiwan menolak klaim kedaulatan dari Beijing. Isu besar lainnya yang dibahas dalam pertemuan terakhir Xi Jinping dengan Biden termasuk: serangan peretas terkait dengan pemerintah dan pejabat kampanye presiden AS, tekanan Beijing di Taiwan dan Laut China Selatan, serta dukungan Beijing terhadap Rusia.

Biden juga membawa kasus warga negara AS yang menurutnya ditahan secara keliru di Tiongkok. Saat ini, ekonomi Beijing terkena dampak berat dari tindakan perdagangan Biden, termasuk pembatasan investasi AS pada kecerdasan buatan Tiongkok, komputasi kuantum, dan semikonduktor, serta pembatasan ekspor chip komputer canggih. Biden menyatakan bahwa tindakan tersebut diperlukan atas alasan keamanan nasional AS dan menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak akan menghambat sebagian besar perdagangan.  

Menurut media resmi Beijing, Xi Jinping selama APEC menyatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan klaim bahwa Beijing terlibat dalam serangan siber. Dia juga mengatakan kepada Biden bahwa Washington tidak seharusnya terlibat dalam sengketa di Kepulauan Spratly, yang merupakan titik fokus sengketa antara Beijing dan sekutu AS, Philipina.

Beijing menolak untuk menerima keputusan yang dibuat oleh Pengadilan Arbitrase Tetap di Den Haag pada tahun 2016. Keputusan tersebut menyatakan bahwa dalam kasus yang diajukan oleh Manila, klaim maritim luas Beijing di Laut China Selatan tidak memiliki dasar hukum.

Xi Jinping mengatakan kepada Biden: “Ketika kedua negara melihat satu sama lain sebagai mitra dan teman, mencari kesamaan sambil menjaga perbedaan, dan saling membantu, hubungan kita akan berkembang pesat.” 

“Namun, jika kita melihat satu sama lain sebagai pesaing atau lawan, melakukan persaingan yang merusak dan saling menyakiti, itu akan mengacaukan dan bahkan mengembalikan hubungan kedua negara.”

Xi Jinping : Beijing akan bekerja sama dengan pemerintahan baru Trump

Dalam percakapan dengan Biden, Xi Jinping mengatakan: “Tujuan Tiongkok untuk mengembangkan hubungan Tiongkok-AS yang stabil, sehat, dan berkelanjutan tidak berubah,” dan mengakui adanya “naik turun” antara kedua negara. Tiongkok bersedia untuk tetap berkomunikasi dengan pemerintahan baru Trump di AS, memperluas kerja sama, dan mengelola perbedaan.

Dua bulan sebelum Trump terpilih kembali sebagai presiden AS, para pejabat AS menganggap risiko konflik lebih tinggi selama periode transisi pemerintahan AS. Penasihat Keamanan Nasional pemerintahan Biden, Jake Sullivan, menyatakan bahwa Biden mengatakan kepada Xi Jinping bahwa sangat penting untuk mempertahankan dialog antara pemimpin Tiongkok -AS bahkan setelah ia meninggalkan jabatan.

Trump berjanji akan mengenakan tarif 60% terhadap barang impor Tiongkok sebagai bagian dari langkah perdagangan “America First”. Beijing menentang langkah-langkah yang diusulkan oleh Trump ini. Selain itu, presiden terpilih dari Partai Republik AS ini juga menunjuk beberapa individu berhaluan keras terhadap Beijing sebagai pejabat pemerintahan senior, termasuk Senator AS Marco Rubio sebagai Menteri Luar Negeri dan anggota DPR Mike Waltz sebagai Penasihat Keamanan Nasional. 

Seorang cendekiawan hubungan internasional dari Shanghai, Shen Dingli, menyatakan bahwa Beijing berharap untuk meredakan ketegangan selama periode transisi pemerintahan AS. Dia mengatakan: ” Tiongkok pasti tidak ingin hubungannya dengan AS menjadi kacau sebelum Trump secara resmi dilantik.” (jhn/yn)

“Seru dan Kreatif! Anak-Anak Bermain Tanah Liat Sambil Belajar di ARTOTEL TS Suites Surabaya” 

Surabaya — Keceriaan dan kreativitas mewarnai suasana di ARTOTEL TS Suites Surabaya pada Minggu pagi (17/11). Sebanyak 30 anak dan orang tua mereka mengikuti kegiatan seru “Bermain dengan Tanah Liat Sambil Belajar”, sebuah workshop yang menggabungkan seni dan pembelajaran untuk mendukung perkembangan kreativitas anak sejak dini. 

Dimulai pukul 10.00 WIB di ruang Meetspace, acara ini diawali dengan sesi bernyanyi dan bermain yang dipandu oleh Widuri dari komunitas “Seplaydate”. Selanjutnya, anak-anak diajak mengikuti workshop membuat berbagai bentuk dari tanah liat berwarna-warni. Dengan tema “Jamur Hutan” mereka belajar menciptakan karya unik sambil mengasah kreativitas. 

Workshop ini tak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat bagi perkembangan anak. Dengan tekstur dan warna tanah liat yang menarik, anak-anak meningkatkan kemampuan sensorik dan motorik mereka. Orang tua pun berperan aktif mendampingi, menciptakan momen kebersamaan yang mempererat hubungan keluarga.  

Selain itu, para orang tua juga diajak berpartisipasi dalam kuis interaktif dan tanya jawab, dengan berbagai hadiah menarik seperti goodie bag dan produk dari sponsor acara. 

Membangun Kreativitas Anak dan Kebersamaan Keluarga 

Menurut Bella Austin, Marcom Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak sekaligus mempererat hubungan antara anak dan orang tua. 

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah bagi keluarga untuk belajar dan bersenang-senang bersama. ARTOTEL TS Suites Surabaya ingin terus menghadirkan program-program menarik yang khusus ditujukan untuk anak-anak,” ujar Bella. 

Antusiasme yang Tinggi

Workshop ini diakhiri dengan sesi foto bersama, di mana anak-anak memamerkan hasil karya mereka. Selain membawa pulang kreasi tanah liat masing-masing, setiap peserta anak-anak juga mendapatkan cake box dan goodie bag sebagai kenang-kenangan. 

Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, sekaligus menjadi kesempatan berharga bagi orang tua untuk mendukung bakat dan kreativitas si kecil. ARTOTEL TS Suites Surabaya berhasil menciptakan hari yang penuh keceriaan dan inspirasi bagi semua peserta. 

Melalui acara ini, ARTOTEL TS Suites menegaskan komitmennya untuk menjadi tempat yang tidak hanya ramah keluarga, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan edukatif yang seru.

“Meriah! Hotel Ibis Jawa Timur Rayakan 50 Tahun dengan Musik, Olahraga, dan Aksi Sosial” 

0

Surabaya – Hotel ibis di Jawa Timur menggelar perayaan ulang tahun emasnya yang ke-50 melalui kampanye global bertajuk “Ibis Go Get It”. Acara yang berlangsung di Jalan Tunjungan depan Hotel Majapahit MGallery Surabaya ini mengusung tema Music, Sport, and Charity, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang memukau dan melibatkan masyarakat. 

Hotel-hotel ibis di Jawa Timur, yakni ibis Surabaya Tidar, ibis Surabaya City Center, ibis Budget Diponegoro, dan ibis Styles Malang, menampilkan pertunjukan live music dan flash mob dance dari para karyawan berbakat mereka. Tidak hanya itu, sesi zumba yang dipimpin oleh instruktur profesional mengundang antusiasme warga sekitar untuk ikut serta, memadukan olahraga dan hiburan dalam suasana yang penuh kehangatan. 

Selain menghibur, perayaan ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam semangat berbagi, Hotel ibis Jawa Timur menyerahkan 50 paket peralatan tulis kepada anak-anak dari Yayasan Nurani Mandiri Surabaya. Bantuan ini menjadi salah satu wujud komitmen sosial ibis dalam mendukung pendidikan anak-anak yang membutuhkan. 

Komitmen 50 Tahun Hotel Ibis 

Ibis, merek hotel ekonomi terkemuka yang berdiri sejak 1974, telah mengukir sejarah panjang dalam industri perhotelan. Selama lima dekade, ibis dikenal sebagai pelopor dalam menghadirkan pengalaman menginap yang berkualitas tinggi, ramah, dan terjangkau. Kampanye global “Ibis Go Get It” dirancang untuk merayakan momen bersejarah ini, sekaligus menegaskan komitmen ibis dalam memberdayakan masyarakat untuk meraih tujuan perjalanan mereka. 

Pada 2012, ibis mengembangkan dirinya menjadi “keluarga ibis” yang mencakup tiga segmen: 

– Ibis dengan DNA Musik (ditandai dengan warna merah). 

– Ibis Styles dengan DNA Charity (warna hijau). 

– Ibis Budget dengan DNA Sport (warna biru). 

Langkah ini memperluas cakupan merek, menghadirkan lebih dari 2.600 hotel di 79 negara, dan terus menjadi pilihan utama pelancong dari berbagai latar belakang. 

Antusiasme Para Pemimpin Hotel 

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pemimpin penting dalam jaringan hotel ibis Jawa Timur. I.G.N. Mertha Sedana, General Manager ibis Surabaya City Center, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian 50 tahun ibis. 

“Perayaan ini menjadi momen yang sangat berharga bagi kami. Ini membuktikan betapa Hotel ibis Family terus menunjukkan konsistensi dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik di bisnis perhotelan,” ujarnya. 

Hadir pula Yovi Syahilman (Hotel Manager ibis Surabaya Tidar), Ina Rianawati (General Manager ibis Styles Malang), dan Dwi Elok Lestari (General Manager ibis Budget Surabaya Diponegoro), yang turut memberikan dukungan penuh dalam acara ini. 

Perayaan yang Menggugah Semangat 

Acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga refleksi dari semangat dan dedikasi ibis untuk terus menghadirkan pengalaman menginap terbaik. Melalui kampanye “Ibis Go Get It”, ibis ingin menginspirasi masyarakat untuk mengejar impian mereka, sembari memberikan dampak positif kepada komunitas di sekitar mereka. 

Dengan menggabungkan hiburan, olahraga, dan aksi sosial, Hotel ibis Jawa Timur membuktikan bahwa ulang tahun ke-50 bukan hanya milik mereka, tetapi juga menjadi perayaan bersama seluruh masyarakat yang telah mendukung perjalanan panjang ibis. 

Pada Momen Sensitif Perang Rusia-Ukraina, Dia Membuka “Kotak Pandora”

EtIndonesia. Kanselir Jerman, Olaf Scholz, pada Jumat (15/11), secara langka berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, memintanya untuk menarik pasukan dari Ukraina dan memulai negosiasi dengan Ukraina untuk membuka jalan bagi “perdamaian yang adil dan berkelanjutan”. Namun, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengkritik pembicaraan Scholz dengan Putin sebagai tindakan yang merusak upaya mengisolasi Putin dan akan membuka “kotak Pandora”.

Juru bicara pemerintah Jerman menyatakan bahwa dalam percakapan telepon satu jam pertama dalam hampir dua tahun ini, Scholz mengutuk “perang agresi Rusia terhadap Ukraina”, menuntut penarikan pasukan Rusia dari Ukraina, dan menegaskan kembali dukungan berkelanjutan Jerman terhadap Ukraina.

Seruan ini dikeluarkan pada saat Ukraina menghadapi kondisi yang semakin sulit di medan perang karena kekurangan senjata dan personel, sementara pasukan Rusia terus maju secara stabil.

“Kanselir mendesak Rusia menunjukkan niatnya bernegosiasi dengan Ukraina untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” kata juru bicara pemerintah Jerman dalam sebuah pernyataan.

“Dia menekankan tekad Jerman yang tidak tergoyahkan untuk mendukung Ukraina melawan agresi Rusia selama diperlukan,” tambah juru bicara itu.

Kremlin mengonfirmasi percakapan antara Putin dan Scholz, dan menyatakan bahwa Putin mengadakan panggilan tersebut atas permintaan Berlin. Kremlin juga menyatakan bahwa Putin memberitahu Scholz bahwa setiap perjanjian untuk mengakhiri perang di Ukraina harus mempertimbangkan kepentingan keamanan Rusia dan mencerminkan “realitas teritorial baru”.

Juru bicara pemerintah Jerman menyatakan bahwa Scholz telah berbicara dengan Presiden Ukraina Zelenskyy sebelum berbicara dengan Putin dan akan menginformasikan ke pemimpin Ukraina tentang hasilnya setelah percakapan tersebut.

Zelenskyy: Ini akan Membuka “Kotak Pandora”

Namun, setelah panggilan Scholz dengan Putin, Zelenskyy menyatakan bahwa panggilan tersebut telah merusak upaya untuk mengisolasi pemimpin Rusia dan akan membuka “kotak Pandora”.

“Sekarang mungkin akan ada lebih banyak percakapan, lebih banyak panggilan telepon. Hanya banyak kata-kata. Inilah yang selama ini diharapkan Putin: mengurangi isolasinya sangat penting bagi dia,” kata Zelenskyy dalam pidato malamnya.

Jerman adalah salah satu pendukung finansial terbesar Ukraina dan merupakan penyedia senjata terbesar kedua setelah Amerika Serikat. Setelah Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS, muncul ketidakpastian apakah Amerika Serikat akan terus mendukung Kyiv.

Trump berulang kali mengkritik skala bantuan keuangan dan militer Barat untuk Ukraina dan mengisyaratkan bahwa dia dapat mengakhiri perang dengan cepat, tetapi tidak menjelaskan bagaimana dia akan melakukannya.

Scholz dan Putin terakhir kali berbicara pada Desember 2022, sepuluh bulan setelah Rusia melancarkan invasi penuh terhadap Ukraina, saat itu hubungan mereka dengan Barat berada pada titik terendah sejak Perang Dingin.

Scholz adalah kanselir Jerman paling tidak populer dalam sejarah tercatat. Dia sedang mempersiapkan diri untuk pemilihan nasional pada 23 Februari tahun depan, di mana Partai Sosial Demokratnya akan menghadapi persaingan sengit dari partai sayap kiri dan sayap kanan yang mengkritik dukungan Jerman terhadap Ukraina. (jhn/yn)

Kabinet Trump Tegaskan Jalan “Make America Great Again”, Garis Keras Anti-PKT Jadi Sorotan

  • Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, dalam waktu seminggu setelah kemenangan pemilu mengumumkan sejumlah penunjukan, termasuk kabinet yang bertanggung jawab atas keamanan nasional dan perbatasan. Trump menegaskan bahwa ini akan menjadi prioritas pemerintahannya di masa depan. 
  • Sementara itu, tokoh-tokoh yang mendukung sikap keras terhadap Partai Komunis Tiongkok (PKT), seperti Marco Rubio dan Michael Waltz, juga masuk dalam kabinet. Pengumuman ini mempengaruhi pasar saham dan mata uang di Tiongkok, yang langsung merosot tajam. 
  • Selain itu, Elon Musk akan memimpin departemen baru “Departemen Efisiensi Pemerintah” (DOGE) di bawah Trump. Namun, apakah bisnisnya di Tiongkok akan menjadi penghalang bagi perannya?

ETIndonesia. Kemenangan Trump pda Pilpres AS 2024 membawa lonjakan pada pasar saham dan mata uang kripto, tetapi pasar saham Tiongkok mengalami penurunan signifikan. Salah satu sorotan utama dari kabinet baru Trump adalah penunjukan Menteri Luar Negeri dan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih.

Marco Rubio, yang sebelumnya mendukung isu Xinjiang, aksi protes Hong Kong, dan hak asasi manusia di Tiongkok, dianggap sebagai “duri dalam daging” oleh PKT dan telah dikenai sanksi. Michael Waltz, lulusan Akademi Militer Virginia dan mantan pasukan khusus Angkatan Darat AS, juga dikenal memiliki sikap keras terhadap PKT.


“Waltz mengusulkan Taiwan Defense Act, yang bertujuan untuk melawan tindakan agresif militer PKT terhadap Taiwan,” Ketua Taiwan International Strategic Studies Association, Wang Kunyi. 

Penunjukan ini menetapkan sikap dasar Trump terhadap PKT, termasuk kebijakan di Timur Tengah.


“Trump menunjuk Rubio sebagai Menteri Luar Negeri, yang merupakan teman baik Israel. Kita tahu bahwa ada pihak di Departemen Luar Negeri yang tidak mendukung Israel,” kata Profesor Eytan Gilboa dari Universitas Bar-Ilan Israel. 

Juru Bicara Pemerintah Israel, David Mencer berkata “Mr Huckabee sering mengunjungi Israel. Jelas, dia memiliki pemahaman mendalam tentang tantangan di kawasan ini dan jalan menuju perdamaian.”

Untuk posisi duta besar, selain Mike Huckabee sebagai Duta Besar AS untuk Israel, Trump juga menunjuk Elise Stefanik, anggota kongres berusia 40 tahun, sebagai Duta Besar AS untuk PBB, memberikan pengalaman berharga bagi politisi muda ini.

Penunjukan Kabinet yang Terkait Keamanan Nasional:

  • Direktur CIA: John Ratcliffe
  • Direktur Intelijen Nasional (DNI): Tulsi Gabbard
  • Menteri Pertahanan: Pete Hegseth

Pete Hegseth, pembawa acara televisi di Fox News, meskipun sejalan dengan pandangan Trump, penunjukannya sebagai Menteri Pertahanan mengejutkan banyak pihak.

Peneliti Institut Keamanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi: “Hegseth memiliki pengalaman militer di level lapangan, tetapi kurang dalam pengelolaan pertahanan atau strategi geopolitik. Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan Trump.”

Trump juga menegaskan komitmennya terhadap keamanan perbatasan dengan menunjuk Tom Homan sebagai Kepala Urusan Perbatasan dan Kristi Noem sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri.

Kebijakan Anti-Imigrasi Trump

Homan, yang dijuluki “Kaisar Perbatasan,” bersama Stephen Miller, Wakil Kepala Staf Gedung Putih, dikenal sebagai penggerak utama kebijakan deportasi imigran ilegal.

Stephen Miller:

“Untuk menjadi warga negara AS, kemampuan berbahasa Inggris adalah syarat utama.”

Selain itu, Trump memilih Matt Gaetz sebagai Jaksa Agung, bersama tiga pejabat lainnya yang merupakan mantan pengacara pribadinya, yang telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam berbagai kasus hukum terkait Trump.

Tindakan Penghematan Pemerintah Trump

Trump membentuk “Departemen Efisiensi Pemerintah” (DOGE), yang dipimpin oleh Elon Musk dan Vivek Ramaswamy, dengan tujuan mengurangi pengeluaran pemerintah hingga US$2 triliun. Namun, keterlibatan bisnis Tesla di Tiongkok menimbulkan pertanyaan apakah Musk dapat tetap netral.

Direktur Taiwan Inspirational Association, Lai Rongwei berkata Trump 2.0 mungkin menggunakan Elon Musk sebagai mediator dalam negosiasi dengan Tiongkok.”

Penunjukan Kabinet Lainnya:

  • Kepala Staf Gedung Putih: Susie Wiles
  • Wakil Kepala Staf: Stephen Miller
  • Direktur Media Gedung Putih: Huyen Steven Cheung
  • Juru Bicara Gedung Putih: Karoline Leavitt
  • Direktur Kantor Personalia Kepresidenan: Sergio Gor
  • Menteri Dalam Negeri dan Ketua Dewan Energi Nasional: Doug Burgum
  • Menteri Kesehatan: Robert Kennedy Jr.
  • Kepala Badan Perlindungan Lingkungan: Lee Zeldin
  • Menteri Urusan Veteran: Doug Collins

Dalam sambutannya, Trump menyatakan bahwa membentuk pemerintahan kecil dan efisien adalah hadiah untuk peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS. Sementara itu, apakah semua penunjukan ini akan disetujui masih menjadi tanda tanya. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Kim Jong-un Perintahkan Korea Utara untuk Memproduksi Massal Drone Serang 

EtIndonesia. Saat mengunjungi lapangan latihan dan menyaksikan uji coba drone bunuh diri Korea Utara, pemimpin tertinggi Kim Jong-un mengumumkan bahwa Korut akan memulai produksi massal drone serangan satu arah (UAV). Pengembangan ini terjadi pada saat yang bersamaan dengan peningkatan kerja sama militer yang signifikan antara Korea Utara dan Rusia, termasuk dalam aspek drone, yang juga meningkatkan kemungkinan drone Korea Utara mulai digunakan dalam perang Rusia-Ukraina.

Menurut Associated Press (AP) dan Al Jazeera, media resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan tentang inspeksi Kim Jong-un terhadap pengujian serangan drone dan juga mempublikasikan gambar dan video uji coba peluru tajam drone. Gambar dan video menunjukkan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, menyaksikan drone menargetkan dengan “presisi”, termasuk mengenai sebuah sedan BMW dan tank T-34 yang sudah pensiun.

Pada 14 November, Kim Jong-un menginspeksi pengujian terbaru dari “berbagai jenis drone serang bunuh diri” yang diproduksi Unmanned Aerial Technology Complex, UATC Pyongyang. Drone ini mampu menyerang target darat dan laut dan dapat digunakan sebagai misil. Atas hal ini, Kim Jong-un meminta para pejabat Korea Utara untuk segera mendirikan sistem produksi massal, memulai manufaktur drone secara menyeluruh, dan menunjukkan bahwa drone sangat penting dalam perang modern. 

“Karena biaya produksinya yang rendah dan proses manufakturnya yang sederhana, penggunaannya dalam operasi militer terus meningkat,” kata Kim.

Situs berita militer The War Zone mengutip media resmi Komite Sentral Partai Pekerja Korea Utara, Rodong Sinmun, yang mengatakan bahwa gambar yang dirilis Pyongyang mengaburkan detail tentang drone, namun mereka tampak mirip dengan jenis drone yang dideskripsikan pada bulan Agustus lalu. Pertama, penampilan drone mereka sangat mirip dengan drone bunuh diri Israel Harop dan Hero-400. Kedua, drone dengan sayap X (X-wing drone) juga sangat mirip dengan seri drone “Reaper,” meskipun secara keseluruhan Hero-400 tampak lebih mirip.

Rodong Sinmun juga menyatakan bahwa kedua drone ini “dirancang untuk menyerang target darat dan laut pada jarak yang berbeda, bertanggung jawab atas serangan presisi terhadap target yang ditunjuk.”

Sejak kemunculan jenis drone ini pada musim panas tahun ini, hubungan militer antara Pyongyang dan Moskow telah meningkat drastis, termasuk pengiriman ribuan tentara Korea Utara untuk mendukung upaya perang Rusia di Ukraina.

Hingga saat ini, Korea Utara telah menyediakan berbagai jenis senjata yang digunakan di medan perang Ukraina, termasuk misil balistik jarak pendek KN-23, misil anti-tank Bulsae-4, dan granat propelan roket. Yang paling penting adalah amunisi artileri yang disediakan oleh Pyongyang, terutama peluru artileri kaliber 122mm dan 152mm, untuk memenuhi permintaan yang meningkat dari Rusia. Menurut penilaian terbaru dari Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS), Korea Utara mungkin telah mengirimkan lebih dari 8 juta peluru artileri kaliber 122mm dan 152mm ke Rusia.

Business Insider mengutip komentar dari direktur Pusat Anti-Misinformasi Ukraina, Andrii Kovalenko, yang mengatakan bahwa tentara Korea Utara sedang menerima pelatihan militer tentang drone dari tentara Rusia. Kovalenko menyatakan bahwa tentara Korea Utara sedang belajar mengoperasikan drone serangan dan pengintaian di bawah kondisi pertempuran simulasi. Setelah dilatih, tentara Korea Utara bisa menggunakan drone bersama tentara Rusia di medan perang Ukraina, atau mereka dapat membawa kembali keahlian tersebut ke Korea Utara. Bagi pihak Pyongyang, pelatihan sistem senjata modern seperti drone bunuh diri memiliki nilai tinggi.

Sejak tahun 1950-an, Korea Utara belum terlibat dalam perang konvensional, dan angkatan bersenjatanya masih sangat bergantung pada peralatan militer yang ketinggalan zaman, serta secara besar-besaran kekurangan taktik militer modern yang sesuai. Awal pekan lalu, Korea Utara dan Rusia menyetujui perjanjian pertahanan bersama militer, menandakan bahwa kedua negara akan saling memberikan bantuan militer jika salah satu dari mereka diserang. Dalam konteks ini, hubungan militer antara Pyongyang dan Moskow hanya akan semakin erat. Dengan demikian, prospek kerja sama drone antara dua negara tersebut juga menjadi lebih memungkinkan.(jhn/yn)

Trump, Putin, dan Zelensky di Tengah Pertempuran Kursk

EtIndonesia. Sementara penunjukan kabinet baru oleh Presiden Donald Trump menuai perhatian besar di dalam negeri Amerika Serikat, pertempuran yang paling sengit saat ini berlangsung di medan perang Rusia-Ukraina. Konflik ini tidak hanya menjadi sorotan utama global, tetapi juga menciptakan dinamika baru yang sulit dipahami oleh kedua belah pihak yang terlibat.

Kedua belah pihak, baik Rusia maupun Ukraina, kini berada dalam posisi yang rumit terkait sikap Trump. Mereka melakukan segala upaya untuk mempersiapkan diri sebelum Trump resmi mengambil alih kekuasaan, memastikan posisi mereka tetap kuat dalam menghadapi langkah-langkah yang mungkin diambil oleh pemerintahan baru Amerika Serikat. Kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan membawa campuran antara harapan dan kekhawatiran, mengingat potensinya untuk mempengaruhi situasi geopolitik global secara signifikan.

Pertempuran Kursk: Titik Balik dalam Konflik

Pertempuran di Kursk, Rusia, menjadi salah satu fokus utama dalam konflik ini. Serhiy Salskyi, komandan tertinggi pasukan Ukraina, secara pribadi turun ke garis depan untuk memimpin serangan, menandakan betapa strategisnya wilayah ini. Dengan lebih dari 50.000 pasukan terlibat dalam pertempuran sengit, Kursk menjadi simbol kekuatan dan ketahanan kedua belah pihak. 

Dalam minggu pertama setelah kemenangan Trump, pasukan Rusia melakukan lebih dari 11.000 serangan ke tanah mereka sendiri, meluncurkan hampir 400 rudal pertahanan udara dan menggunakan lebih dari 2.100 drone serang. Setiap hari, garis depan Kursk menyaksikan serangan dan pertempuran yang intens.

Pernyataan Zelenskyy dan Kondisi Pasukan Ukraina

Pada 15 November 2024, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan beberapa perkembangan penting dalam konflik ini. Dia menyatakan bahwa perang kemungkinan besar akan berakhir secara diplomatik pada tahun depan dan menekankan pentingnya upaya maksimal untuk mencapai perdamaian. 

Zelenskyy juga mengungkapkan keterlambatan pengiriman senjata Barat ke Ukraina, dengan setengah dari senjata yang dijanjikan oleh Amerika Serikat belum tiba setelah lebih dari 12 bulan menunggu. Selain itu, pasukan Rusia melakukan serangan menyeluruh di front timur Ukraina, menyebabkan brigade operasi timur Ukraina mengalami kelelahan dan membutuhkan rotasi. Zelenskyy menegaskan bahwa strategi Ukraina adalah memprioritaskan manusia sebelum tanah, menjelaskan mengapa Rusia memperluas serangannya ke timur.

Strategi dan Kekejaman Pasukan Rusia

Di sisi Rusia, upaya untuk merebut wilayah strategis dan menambah kekuatan negosiasi di masa depan dilakukan melalui taktik serangan massal. Pasukan dari Brigade ke-21, dipimpin oleh Heromotov, merekam video yang menunjukkan serangan terus-menerus namun hanya berhasil merebut empat jalan dalam tiga hari. Kerugian yang tinggi menempatkan pasukan mereka dalam kondisi hampir habis, dengan hanya tersisa empat orang dalam satu tim tempur. Video lain menunjukkan pasukan Rusia menggali lubang di wilayah pendudukan Ukraina untuk mengubur ratusan hingga ribuan tentara yang gugur, termasuk penggalian lubang massal di desa Sniezhnoe, Provinsi Donetsk.

Kebijakan Baru Putin dan Reaksi Militer Rusia

Untuk mengendalikan biaya perang, Presiden Putin baru-baru ini menandatangani kebijakan baru terkait kompensasi tentara yang terluka. Kompensasi untuk tentara yang terluka parah dinaikkan dari 3 juta rubel menjadi 4 juta rubel, sementara tunjangan untuk tentara yang terluka ringan dikurangi drastis menjadi 1 juta rubel. Kebijakan ini menuai ketidakpuasan di kalangan militer, yang merasa bahwa janji sebelumnya kepada tentara tidak terpenuhi. Secara esensial, kebijakan ini mencerminkan pengurangan dana perang yang signifikan, mengancam kestabilan ekonomi Rusia jika pengeluaran tidak dikurangi lebih lanjut.

Peran Trump dan Prospek Perdamaian

Dengan kedua belah pihak berjuang keras, fokus kini beralih pada peran Presiden Trump dalam konflik ini. Penasihat keamanan nasional baru Trump, Waltz, telah menyatakan perlunya peningkatan pengiriman senjata dan amunisi ke Ukraina, jauh lebih banyak dibandingkan tingkat yang dijalankan oleh pemerintahan Biden. Selain itu, pembatasan penggunaan senjata jarak jauh oleh Amerika Serikat harus dicabut untuk memaksa Putin ke meja perundingan.

Majalah Politico menerbitkan analisis yang menunjukkan bahwa Trump tidak akan menghentikan bantuan militer ke Ukraina dan bahkan mempertimbangkan untuk segera mengakhiri perang. Menteri Luar Negeri baru Trump, Rubio, menyatakan bahwa perang harus segera diakhiri mengingat kebuntuan dan banyaknya korban jiwa yang tidak perlu.

Dukungan Internasional dan Serangan di Odessa

Rusia tidak hanya fokus pada Kursk tetapi juga memperkuat serangan terhadap berbagai kota utama di Ukraina, termasuk Odessa, pelabuhan gandum terpenting negara tersebut. Pada 13 November 2024, Perdana Menteri Belanda bersama Zelenskyy mengumumkan donasi sistem pertahanan udara rudal Patriot ke Odessa, meningkatkan kemampuan pertahanan kota tersebut. Namun, serangan berulang oleh drone serangan Rusia pada 14 November menunjukkan Odessa tetap rentan, meski sistem pertahanan udara Ukraina bekerja maksimal, menyebabkan kerusakan parah di kota tersebut.

Kerja Sama Ukraina dan Israel serta Keterlibatan PBB

Ukraina telah mengirim enam brigade tempur elit tambahan ke Kursk, meningkatkan total pasukan menjadi 15 brigade yang bertempur melawan pasukan Rusia. Ukraina menggunakan taktik perang ranjau dan drone untuk menghambat kemajuan pasukan Rusia. Selain itu, kerja sama resmi antara Ukraina dan Israel telah diumumkan, dengan Ukraina menerima sistem rudal peringatan dini radar 3D buatan Israel. Meskipun Israel sendiri terlibat dalam konflik dengan Hizbullah di Lebanon, mereka tetap mendukung Ukraina dengan mengirimkan senjata buatan sendiri dan senjata buatan Rusia yang disita dari Hizbullah.

Ketegangan Regional dan Intervensi PBB

Konflik ini juga menimbulkan ketegangan regional, terutama antara Israel dan Turki. Pada 13 November 2024, Presiden Turki Erdogan mengumumkan pemutusan hubungan dengan Israel setelah Israel mendukung pasukan Kurdi di Turki. Selain itu, tentara Israel terus melakukan serangan terhadap basis dan gudang senjata Hizbullah di Lebanon, memperdalam konflik regional. Insiden terbaru melibatkan upaya PBB untuk memblokir serangan teroris di Lebanon, namun ketegangan ini semakin memanas, mengancam hubungan antara PBB dan Israel.

Kesimpulan

Perang Rusia-Ukraina yang memasuki tahun ketiga ini terus menunjukkan dinamika yang kompleks dan berubah-ubah. Keterlibatan berbagai aktor internasional, termasuk Amerika Serikat, Israel, dan PBB, menambah lapisan kompleksitas dalam upaya mencapai perdamaian. Sementara Amerika Serikat melalui administrasi Trump mungkin membawa perubahan signifikan dalam kebijakan terhadap konflik ini, kelelahan yang dirasakan oleh pihak militer dan warga sipil menuntut solusi yang cepat dan efektif. Dengan strategi dan taktik yang terus berkembang di medan perang, masa depan konflik ini tetap tidak pasti, namun upaya diplomatik tetap menjadi harapan utama bagi banyak pihak.

Triple Threat: Trump Serang Iran, Israel Lancarkan Serangan Mematikan di Lebanon, dan Korea Utara Dukung Rusia!

EtIndonesia. Situasi geopolitik di Timur Tengah dan kawasan sekitarnya semakin memanas dengan berbagai perkembangan signifikan yang menggambarkan dinamika konflik dan aliansi baru. Berikut adalah rangkuman lengkap dan terperinci mengenai peristiwa terkini yang mempengaruhi stabilitas regional dan global.

Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, Akan Perkuat Tekanan terhadap Iran

Pada tanggal 16 Oktober 2024, media Israel melaporkan bahwa Donald Trump, Presiden terpilih Amerika Serikat, bertekad untuk memulihkan kebijakan tekanan strategis terhadap Iran. Langkah ini bertujuan untuk melemahkan kemampuan ekonomi Iran, mengurangi pengaruhnya di Timur Tengah, serta membatasi program nuklir yang tengah dikembangkan oleh negara tersebut.

Seorang pejabat tinggi yang dekat dengan Trump menyatakan bahwa Presiden terpilih akan menerapkan tekanan maksimal untuk segera menyebabkan keruntuhan ekonomi Iran. Trump berencana untuk menggunakan berbagai strategi ekonomi dan diplomatik guna memaksa Iran kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat. Kebijakan ini diharapkan dapat membatasi keberadaan cabang-cabang Iran di wilayah Timur Tengah dan menekan program nuklirnya, yang selama ini menjadi perhatian utama komunitas internasional.

Serangan Intens Israel di Selatan Lebanon dan Dampaknya terhadap Hizbullah

Sejak 1 Oktober 2024, pasukan Israel telah melancarkan serangan terbaru yang diklaim sebagai yang paling intensif di selatan Lebanon. Serangan ini menargetkan basis Hizbullah, kelompok militan yang didukung oleh Iran, dan menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Pada Jumat malam, pasukan Israel tiba di Kota Shama, sekitar 100 kilometer dari ibu kota Beirut. Shama dikenal sebagai situs suci St. Peter atau Nabi dalam bahasa Arab, yang merupakan tempat ziarah populer bagi Muslim Syiah. Pasukan Israel menghancurkan kuil yang terletak di gunung utama kota tersebut, dan video yang beredar menunjukkan asap tebal mengepul dari bangunan di situs suci tersebut.

Pada hari yang sama, Israel melakukan serangan hebat di pinggiran selatan Beirut, menjadikannya serangan kelima berturut-turut terhadap basis Hizbullah di daerah Tayyeh Beirut. Tiga wilayah berbeda mengalami serangan ini. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur Hizbullah dan menuduh organisasi yang didukung Iran telah menyusup ke kalangan warga sipil. Sebelum serangan berlangsung, beberapa lokasi telah mengeluarkan perintah evakuasi untuk mengurangi korban jiwa.

Dalam beberapa hari terakhir, Israel telah meningkatkan intensitas serangan terhadap ibu kota Lebanon dan memperluas operasi darat di selatan Lebanon. Langkah ini diambil di tengah upaya negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Upaya Negosiasi Gencatan Senjata dan Harapan akan Resolusi

Di tengah serangan yang intens, negosiasi gencatan senjata di Lebanon tengah dipulihkan. Seorang pejabat Lebanon yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan kepada CNN bahwa pada Kamis 14 Oktober 2024 malam, Duta Besar Amerika Serikat di Lebanon, Lisa Johnson, menyampaikan proposal gencatan senjata baru yang dirancang bersama Amerika Serikat dan Israel kepada pemerintah Lebanon. Ini merupakan usulan terbaru pertama yang diajukan sejak perjanjian gencatan senjata sementara pada akhir September.

Pihak berwenang Lebanon optimis bahwa Hizbullah akan menerima syarat-syarat perjanjian tersebut dan berharap mendapatkan respons resmi dari kelompok militan tersebut pada hari Senin depan. Jika berhasil, perjanjian ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan stabilitas di wilayah yang selama ini dilanda konflik.

Serangan Roket Hizbullah ke Israel dan Dampaknya

Pada hari Sabtu 16 Oktober 2024, Pasukan Pertahanan Israel melaporkan bahwa setidaknya 60 kepala rudal Hizbullah berhasil masuk ke wilayah Israel dari Lebanon dan menyerang sebuah sinagoga di Haifa. Beruntung, serangan ini tidak menimbulkan korban jiwa. Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang semakin mengancam keamanan regional.

Korea Utara Memperkuat Dukungan kepada Rusia dalam Konflik Ukraina

Financial Times melaporkan pada tanggal 16 Oktober 2024 bahwa lembaga penilaian intelijen Ukraina menemukan bahwa Korea Utara telah menyediakan sistem roket jarak jauh dan artileri kepada pasukan Moskow. Beberapa dari sistem senjata ini telah dipindahkan ke wilayah Kursk, Rusia, untuk digunakan oleh tentara Korea Utara dalam upaya menyerang dan mengusir pasukan Ukraina.

Dalam beberapa minggu terakhir, Korea Utara telah mengirimkan sekitar 50 artileri otomatis dan 20 sistem roket multi-saluran 240mm baru yang mampu menembakkan roket standar dan roket berpemandu. Pengiriman senjata ini menandai perluasan dukungan Korea Utara kepada Rusia, dengan tujuan membantu tentara Rusia merebut kembali wilayah Kursk yang tengah dikuasai oleh pasukan Ukraina.

Michael Kaufman, peneliti senior di Carnegie International Peace Foundation, menyatakan bahwa keterlibatan Korea Utara dalam konflik ini semakin dalam, dengan pengiriman sejumlah besar amunisi dan senjata untuk menjadi pihak langsung dalam perang ini. Dengan demikian, Korea Utara tidak hanya memberikan dukungan logistik tetapi juga potensi personel militer yang dapat memperkuat posisi Rusia di medan perang.

Peran Tiongkok dalam Konflik dan Pengiriman Pasukan ke Rusia

Menurut berbagai penilaian intelijen Barat, Tiongkok juga telah meningkatkan tingkat intervensinya tahun ini dengan mengirim lebih dari 12.000 tentara untuk lebih lanjut internasionalisasi konflik di Ukraina. Awal minggu ini, setelah foto artileri Korea Utara mulai beredar di media sosial, pejabat Ukraina memberikan informasi tentang keberadaan senjata tersebut.

Analis memposisikan foto-foto tersebut di wilayah Krasnoyarsk, Rusia tengah, menunjukkan beberapa artileri yang ditutupi jaring kamuflase dan diangkut ke barat melalui rel kereta. Sistem senjata berat ini memiliki jangkauan tembakan lebih dari 60 kilometer. Artilleri M1989 yang diproduksi pada tahun 1989 merupakan versi yang sedikit ditingkatkan dari model asli M1979 yang pertama kali diproduksi pada akhir 1970-an. Korea Utara pernah menyediakan model ini ke Teheran selama perang Iran-Irak.

Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan bahwa Korea Utara kini ingin menguji senjata ini dalam pertempuran, dengan perkiraan senjata ini akan digunakan untuk melawan pasukan yang saat ini berada di wilayah Kursk. Menurut pejabat intelijen Ukraina dan Barat, Rusia telah mengerahkan 50.000 tentara, termasuk 10.000 tentara Korea Utara yang dilengkapi dengan seragam dan senjata Rusia, dan siap untuk melancarkan serangan kapan saja.

Analis militer menambahkan bahwa pasukan Ukraina di Kursk telah kehilangan hampir setengah dari wilayah seluas 1.100 kilometer persegi yang mereka rebut dalam operasi serangan bulan Agustus. Dengan pasukan Rusia yang tengah menyeberangi sebagian besar garis depan sepanjang 1.000 kilometer, tantangan yang dihadapi sangat berat. Kaufman menekankan bahwa tentara Korea Utara secara teknis dapat membantu tentara Rusia di Kursk, tergantung pada jumlah dan cara penggunaannya. Dengan kehadiran tentara Korea Utara di Kursk, Presiden Rusia Vladimir Putin dapat membebaskan pasukan lainnya untuk melanjutkan serangan di bagian lain Ukraina timur.

Kesimpulan

Perkembangan terbaru ini menggambarkan kompleksitas dan intensitas konflik yang tengah berlangsung di berbagai wilayah, terutama di Timur Tengah dan Ukraina. Upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata di Lebanon diharapkan dapat meredakan ketegangan yang semakin meningkat, sementara keterlibatan aktif Korea Utara dan dukungan Tiongkok kepada Rusia menambah dimensi baru dalam konflik global. Penguatan kebijakan tekanan oleh Amerika Serikat terhadap Iran juga menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi stabilitas regional di masa mendatang.

Pemimpin Iran Jatuh Koma, dan Ancaman Sanksi Maksimal dari Barat

EtIndonesia. Kondisi politik dan keamanan global tengah mengalami dinamika signifikan, dimulai dari laporan mengenai kesehatan pemimpin tertinggi Iran hingga meningkatnya ketegangan antara kekuatan besar dunia dalam bidang ekonomi dan siber.

Pemimpin Tertinggi Iran dalam Kondisi Kritis

Sumber-sumber terpercaya di Iran melaporkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, telah jatuh dalam kondisi koma. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh berbagai sumber dari Prancis, Turki, dan Rusia. Dalam kondisi darurat ini, Khamenei telah menunjuk putranya sebagai calon pemimpin berikutnya, menandai potensi perubahan signifikan dalam kepemimpinan negara tersebut.

Jenderal McMaster, mantan Penasihat Keamanan Nasional Angkatan Darat Amerika Serikat, menyatakan bahwa Iran kemungkinan besar akan segera mengumumkan kematian Khamenei. Namun, ada pula keraguan terhadap kebenaran informasi ini, dengan beberapa pihak menganggapnya sebagai bagian dari perang psikologis yang dijalankan oleh rezim Islam Iran. Upaya ini mungkin bertujuan meyakinkan Barat bahwa pemimpin baru Iran adalah seorang reformis, sehingga mendorong penghentian kebijakan tekanan maksimal yang selama ini diterapkan oleh Barat.

Sanksi Barat dan Respon Iran

Rezim Islam Iran menghadapi ketakutan terbesar terkait sanksi dari negara-negara Barat serta upaya untuk mengecualikan mereka sepenuhnya dari sistem ekonomi global. Menurut laporan dari Financial Times, pemerintahan baru Presiden Donald Trump di Amerika Serikat akan mengembalikan kebijakan tekanan maksimalnya. Tujuan utamanya adalah menghancurkan kemampuan Iran dalam mendanai agen-agen wilayah dan mengembangkan senjata nuklir, dengan harapan membuat Iran bangkrut. Pertanyaan utama kini adalah bagaimana Iran akan merespons langkah ini dan apakah konflik dapat dihindari.

Uni Eropa dan Dugaan Bantuan Militer Tiongkok ke Rusia

Pada tanggal 15 November, pejabat tinggi Uni Eropa mengumumkan bahwa intelijen Uni Eropa telah memperoleh informasi bahwa Tiongkok secara langsung menyediakan drone buatan dalam negeri kepada Rusia. Uni Eropa kini harus memastikan apakah tindakan ini setara dengan bantuan militer langsung dari Tiongkok kepada Rusia. Jika terbukti, Beijing akan menghadapi konsekuensi serius.

Menurut edisi Eropa dari Politico, komentar para pejabat Uni Eropa mengisyaratkan bahwa setelah terpilihnya kembali Presiden Trump, posisi Uni Eropa terhadap Beijing kemungkinan akan menjadi lebih keras. Tiga diplomat Uni Eropa anonim menyebutkan bahwa dalam pertemuan menteri luar negeri negara-negara Eropa minggu depan, produksi drone oleh Tiongkok untuk Rusia akan menjadi salah satu agenda utama.

Pertimbangan Sanksi Tambahan terhadap Perusahaan Tiongkok

Selain itu, Uni Eropa tengah mempertimbangkan untuk memasukkan lebih banyak perusahaan Tiongkok ke dalam daftar sanksi tingkat kedua, mirip dengan prosedur yang diterapkan terhadap Iran. Pejabat anonim menyatakan bahwa Uni Eropa akan menerapkan sanksi terhadap Tiongkok dengan cara yang sama seperti yang diterapkan terhadap Iran, menunjukkan upaya Uni Eropa untuk menyelaraskan kebijakan mereka dengan kebijakan Amerika Serikat.

Serangan Siber terhadap Perusahaan Telekomunikasi Amerika Serikat

Perusahaan-perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat, termasuk T-Mobile, menjadi target serangan siber yang diduga dilakukan oleh intelijen Tiongkok. Menurut pejabat Amerika, kampanye siber yang diberi nama “Yan Taifeng” ini telah menyebabkan dampak negatif yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Wall Street Journal melaporkan bahwa selama beberapa bulan terakhir, peretas intelijen Tiongkok berhasil menembus jaringan T-Mobile untuk memantau informasi telepon seluler target intelijen bernilai tinggi. Saat ini, belum diketahui apakah data panggilan dan komunikasi pelanggan T-Mobile telah dicuri. Perusahaan tersebut terus memantau aktivitas Tiongkok dengan cermat, sementara tindakan terbaru ini menunjukkan bahwa daftar korban aktivitas peretasan dan spionase Tiongkok semakin meluas.

Intersepsi Data Pengawasan oleh Peretas Tiongkok

FBI dan badan pengawas siber Amerika Serikat menyatakan bahwa setelah berhasil menyerang beberapa perusahaan telekomunikasi, peretas Tiongkok berhasil mengintersep data pengawasan yang digunakan oleh lembaga penegak hukum Amerika, termasuk jaringan penyedia broadband utama seperti Verizon Communications dan AT&T. Informasi intelijen ini diambil dari sistem yang digunakan oleh pemerintah federal untuk pengawasan yang diotorisasi pengadilan. Investigasi terkait serangan ini oleh pihak berwenang Amerika Serikat masih terus berlangsung.

Kesimpulan

Dinamika politik dan keamanan global saat ini menunjukkan adanya peningkatan ketegangan di berbagai front. Kondisi kesehatan Ayatollah Ali Khamenei dan potensi perubahan kepemimpinan di Iran, di tengah kebijakan tekanan maksimal Amerika Serikat, menciptakan ketidakpastian yang signifikan. Di sisi lain, ketegangan antara Uni Eropa dan Tiongkok mengenai bantuan militer kepada Rusia serta serangan siber yang melibatkan perusahaan telekomunikasi Amerika menunjukkan bahwa dunia sedang menghadapi tantangan serius dalam menjaga stabilitas dan keamanan global.

Netanyahu Menyetujui Serangan Massal Pager terhadap Hizbullah, Juru Bicara PM Mengonfirmasi

Perdana Menteri Israel mengatakan bahwa ia melakukannya atas keberatan para pejabat senior, yang dipandang sebagai kritik terhadap Menteri Pertahanan Yoav Gallant yang baru saja dipecat

ETIndonesia. Israel untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa mereka berada di balik serangan pager dan radio yang menewaskan atau melukai ribuan anggota kelompok Hizbullah pada September, ketika Israel bersiap-siap untuk melakukan perang darat melawan kelompok tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara pribadi menyetujui serangan-serangan tersebut, kata juru bicara kantornya pada 11 November.

“Netanyahu mengonfirmasi pada Minggu [10 November] bahwa ia telah menyetujui operasi pager di Lebanon,” ujar juru bicaranya, Omer Dostri.

Netanyahu membahas serangan tersebut dalam sebuah rapat kabinet tertutup, dengan mengatakan bahwa para pejabat pertahanan senior dan tokoh-tokoh politik menentang peledakan pager, namun ia tetap melakukannya.

Media Israel menafsirkan hal itu terkait dengan pemecatan Menteri Pertahanan Yoav Gallant oleh Netanyahu pada 5 November. Keduanya telah lama berbeda pendapat, antara lain, tentang bagaimana Israel harus menangani perangnya di Gaza dan Lebanon.

Gallant dekat dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin. Netanyahu memecatnya pada Hari Pemilu, ketika mantan Presiden AS Donald Trump mengalahkan Wakil Presiden Kamala Harris.

Netanyahu menunjuk Menteri Luar Negeri Israel Katz untuk menggantikan Gallant.

Pada 17 September, ribuan pager secara massal meledak di pinggiran selatan Beirut dan kubu-kubu Hizbullah lainnya, dalam banyak kasus setelah alat tersebut berbunyi bip untuk menandakan adanya pesan yang masuk.

Dalam gelombang kedua serangan tersebut, radio genggam meledak keesokan harinya.

Serangan tersebut menewaskan 39 orang dan melukai lebih dari 3.400 orang. Banyak yang kehilangan jari atau tangan, mengalami cedera mata, atau menderita luka parah di bagian perut.

Di antara korban luka adalah duta besar Iran untuk Lebanon. Rezim Iran mendukung dan mendanai Hizbullah.

Para anggota Hizbullah menggunakan pager dan bukannya telepon sebagai alat komunikasi berteknologi rendah untuk menghindari pelacakan lokasi oleh Israel.

Israel menindaklanjuti serangan tersebut dengan membunuh pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dalam sebuah serangan udara pada 27 September di pinggiran kota Beirut, Dahieh, tempat markas Hizbullah.

Serangan pager itu terjadi hanya beberapa jam setelah Israel mengumumkan bahwa mereka memperluas tujuan perang yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, untuk menyertakan perang Israel melawan Hizbullah di sepanjang perbatasan negara itu dengan Lebanon.

Hizbullah bergabung dengan Hamas pada 8 Oktober 2023 untuk menyerang Israel.

Namun, meskipun para ahli strategi militer Israel mengatakan bahwa kelompok teror itu pada awalnya berencana mengirim teroris melintasi perbatasan untuk menyerang masyarakat, mereka dihalangi oleh Pasukan Pertahanan Israel yang segera memperkuat pasukan di wilayah utara. 

Sumber : The Epoch Times

Kepanikan di Zhongnanhai : Karakteristik Tragedi Mobil Maut Zhuhai Berubah, Provokasi Sentimen “Anti-Asing” PKT Bergeser ke “Anti-Dalam Negeri”

ETIndonesia. Insiden mobil menabrak orang-orang berolahraga dan berjalan-jalan di Zhuhai mengguncang Zhongnanhai atau pusat pemerintahan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan pemimpin PKT, Xi Jinping, secara langka mengeluarkan perintah penyelidikan. Para ahli menganalisis bahwa insiden ini mengejutkan tingkat tinggi PKT karena karakteristiknya telah berubah. 

Sentimen anti-asing yang diprovokasi oleh PKT telah bergeser menjadi “anti-dalam negeri.”  Pengaruh terdalam dari insiden ini menunjukkan bahwa PKT takut terhadap ancaman pada kelangsungan rezimnya.

Detail Insiden dan Respons Resmi

Insiden mobil menabrak orang-orang yang terjadi pada 11 November dilaporkan secara resmi  menyebabkan 35 orang tewas dan 43 lainnya terluka. Pemerintah menyatakan bahwa tersangka melakukan aksi ini karena tidak puas dengan pembagian properti. Namun demikian, banyak pihak luar mencurigai narasi resmi tersebut, termasuk kemungkinan bahwa jumlah korban sebenarnya disembunyikan.

Setelah insiden ini, media pemerintahan PKT, Xinhua, merilis “instruksi penting” dari Xi Jinping, yang menyerukan semua daerah untuk “memperkuat pencegahan risiko dari sumbernya, menyelesaikan perselisihan secara tepat waktu, dan mencegah terjadinya insiden ekstrem.” 

Selain itu, fokus juga diberikan kepada stabilitas sosial. Perdana Menteri Li Qiang juga memberikan arahan untuk “melakukan pemeriksaan dan penyelesaian risiko serta konflik sosial secara menyeluruh guna memastikan stabilitas sosial.”

Dari Anti-Asing ke Anti-Dalam Negeri: Kepanikan Zhongnanhai

Dalam beberapa tahun terakhir, insiden mobil menabrak orang sering terjadi di berbagai daerah di Tiongkok. Namun, pemimpin PKT biasanya tidak memberikan pernyataan. Berbeda dengan insiden di Zhuhai kali ini, yang mendorong Xi Jinping  mengeluarkan “instruksi,” sehingga menarik perhatian publik.

Menurut Cai Shenkun, seorang ekonom Tiongkok yang tinggal di AS sekaligus komentator independen, alasan Xi memberikan “instruksi” adalah karena besarnya jumlah korban jiwa hingga mengejutkan para pemimpin PKT dan membuat mereka merasa panik. Xi perlu berbicara untuk menenangkan suasana. Lebih penting lagi, ini bukanlah kasus pembunuhan dengan motif kebencian terhadap Jepang atau Amerika Serikat (anti-asing), melainkan sebuah aksi “anti-dalam negeri.”

Dalam tulisannya di platform X, Cai Shenkun menganalisis bahwa setiap kali Tiongkok menghadapi krisis ekonomi atau politik, PKT selalu mengarahkan perhatian masyarakat pada kebencian terhadap pihak asing. 

“Selama tidak menyalahkan rezim saya, selama Anda tidak mengarahkan kritik kepada saya, PKT berharap dapat mengalihkan perhatian opini publik dan masyarakat kepada sentimen anti-asing. Namun, insiden di Zhuhai ini benar-benar berbeda karekternya,” ujarnya. 

“Xi Jinping Tentu Takut pada Pemberontakan Rakyat”

Cai Shenkun menyatakan bahwa Xi Jinping tentu takut pada pemberontakan rakyat. Apapun motif pelaku, insiden Zhuhai menjadi ancaman besar bagi masyarakat. Lebih mengkhawatirkan lagi, insiden ini mengajarkan bahwa tanpa senjata tajam, hanya dengan sebuah mobil, seseorang dapat “melakukan hal besar.”

“Jika semua orang meniru aksi ini, bayangkan jika sebuah mobil masuk ke Lapangan Tiananmen, dampak internasionalnya akan sangat besar. Atau jika sebuah mobil menyerang Zhongnanhai, Anda dapat membayangkan betapa seriusnya masalah ini,” ujar Cai.

Dia menambahkan, insiden ini menunjukkan kepada rakyat Tiongkok saat ini bahwa, “Ketika Anda menghadapi ketidakadilan atau penindasan, bahkan tanpa senjata tajam atau alat lain, dengan sebuah mobil pun, Anda dapat melakukan sesuatu yang sangat mengejutkan.” Oleh karena itu, PKT tidak ingin insiden semacam ini terulang di berbagai tempat. Karena jika terus terjadi, masyarakat yang ketakutan juga akan berbalik melawan pemerintah.

Cai menekankan bahwa PKT harus menghadapi kenyataan kesulitan yang dialami oleh kelompok-kelompok lemah di Tiongkok. Masalah utama saat ini ada pada sistem, di mana seluruh mesin kekuasaan telah rusak. Masalahnya tidak hanya pada korupsi, tetapi lebih pada hilangnya keadilan, kebenaran, dan kepercayaan. Ketika sebuah masyarakat kehilangan ketiga hal tersebut, apa lagi yang bisa diharapkan oleh rakyat?

Sumber : NTDTV.com 

Rumah Sakit India Dilanda Kebakaran Akibat Kerusakan Mesin Oksigen : 10 Bayi Baru Lahir Tewas dan 16 Kritis

ETIndonesia. Kebakaran tragis terjadi pada Jumat  (15/11/2024) malam di sebuah rumah sakit di India utara akibat kerusakan pada mesin oksigen. Gas yang mudah terbakar menyulut api yang dengan cepat menyebar di unit perawatan intensif bayi baru lahir (NICU). Akibatnya, 10 bayi meninggal dunia karena luka bakar dan sesak napas, sementara 16 bayi lainnya dalam kondisi kritis.

Insiden ini terjadi di Maharani Laxmibai Medical College, distrik Jhansi, sekitar 285 kilometer barat daya Lucknow, ibu kota negara bagian Uttar Pradesh.

Menurut pejabat setempat, kebakaran bermula dari sebuah mesin yang digunakan untuk meningkatkan kadar oksigen di udara. Gas dengan konsentrasi tinggi tersebut mempercepat penyebaran api di dalam ruangan.

Laporan NDTV menyebutkan bahwa saat kejadian, terdapat 54 bayi yang dirawat di NICU tersebut.

Menurut Brajesh Pathak, pejabat administrasi Uttar Pradesh, sebanyak 10 bayi  dipastikan meninggal dunia. Identitas 7 jenazah telah teridentifikasi, sementara 3 lainnya masih dalam proses identifikasi.

Laporan Times Now menyebutkan bahwa selain korban tewas, 16 bayi lainnya dalam kondisi kritis dan memerlukan perawatan intensif.

Dalam video yang direkam oleh warga, terlihat bayi-bayi yang meninggal dunia akibat kebakaran diangkat melalui jendela dengan tubuh hangus terbakar, menciptakan pemandangan yang memilukan.

Kebakaran di gedung-gedung di India sering terjadi akibat kualitas bangunan yang rendah dan pengabaian terhadap peraturan keselamatan.

Pathak menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut telah menjalani inspeksi keselamatan pada Februari tahun ini dan latihan kebakaran pada Mei. Ia menambahkan, pihak berwenang akan menyelidiki penyebab kebakaran. 

“Jika ditemukan kelalaian, tindakan tegas akan diambil terhadap pihak yang bertanggung jawab tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa melalui platform media sosial X. Ia menyebut insiden ini sebagai tragedi yang “sangat menyakitkan.”

Modi menulis: “Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang kehilangan anak-anak mereka. Saya berdoa agar Tuhan memberikan mereka kekuatan untuk menghadapi duka yang begitu besar ini.” (hui)

Sumber : NTDTV.com 

Trump Gugat The New York Times atas Pencemaran Nama Baik, Tuntut Ganti Rugi 10 Miliar Dolar AS

ETIndonesia. Baru-baru ini, media melaporkan bahwa Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, t mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap The New York Times, CBS, dan beberapa media utama lainnya, dengan tuntutan ganti rugi sebesar US$.10 miliar.

Tuduhan terhadap The New York Times

Menurut laporan Columbia Journalism Review pada Kamis (14 November), beberapa hari sebelum pemilihan presiden, tim pengacara Trump mengirimkan surat resmi kepada The New York Times dan penerbit Penguin Random House. Surat tersebut menuntut ganti rugi sebesar US$.10 miliar atas publikasi artikel yang dianggap memuat informasi palsu dan bersifat mencemarkan nama baik.

Surat tersebut menuduh The New York Times dengan sengaja merusak reputasi Trump, yang dikenal di seluruh dunia, dan menerbitkan tulisan yang dianggap sebagai fitnah besar-besaran dan bermotif jahat terhadap dirinya sebagai kandidat presiden.

Gugatan terhadap CBS

Selain itu, tim Trump juga mengajukan gugatan terhadap saluran berita CBS, menuduhnya telah mengedit wawancara dengan Kamala Harris di acara 60 Minutes bulan lalu. Gugatan ini mencakup tuduhan campur tangan dalam proses pemilihan.

Perang Trump terhadap Media

Trump selama ini kerap mengkritik integritas media tertentu. Gugatan kali ini dianggap sebagai babak baru dalam konfrontasi Trump terhadap apa yang disebut sebagai “media arus utama.” 

Sumber : NTDTV.com 

Peneliti Kembangkan Cara Mendeteksi Susu Basi dengan Ponsel Pintar

EtIndonesia. Ilmuwan Australia di University of New South Wales (UNSW) telah mengembangkan metode untuk memeriksa secara akurat apakah susu telah basi dengan menggunakan motor getar di dalam setiap ponsel pintar.

Ponsel pintar modern telah menjadi serba guna untuk beberapa waktu sekarang, tetapi gawai yang ada di mana-mana ini mendapatkan fungsi baru hampir setiap hari. Salah satu cara paling cerdik yang mungkin dapat Anda gunakan dengan perangkat genggam Anda dalam waktu dekat adalah untuk menguji apakah susu telah basi, baik di dapur Anda sendiri yang nyaman, atau di toko, bahkan tanpa harus membuka wadahnya.

Para peneliti di UNSW Computer Science and Engineering baru-baru ini mengembangkan sensor ponsel pintar baru yang disebut VibMilk yang mengandalkan motor getar dan unit pengukuran inersia (IMU) gawai tersebut untuk memeriksa kesegaran susu tanpa harus membuka wadahnya. Metode berteknologi tinggi ini suatu hari nanti dapat mengurangi pemborosan 20% produk susu saat ini.

“Anda dapat mencium atau merasakan apakah susu basi, tetapi untuk itu Anda harus membuka kemasannya,” kata Profesor Wen Hu dari UNSW. “Jika dibuka, susu akan terpapar bakteri dan mempercepat pembusukan. VibMilk bersifat non-invasif, yang berarti Anda dapat menguji kesegaran susu tanpa merusak segelnya.”

Yang menarik, VibMilk bukanlah metode non-invasif pertama di dunia untuk menguji kesegaran susu. Akan tetapi, teknik sebelumnya memerlukan peralatan yang mahal, terlalu merepotkan, atau hanya dapat digunakan pada wadah susu yang transparan dan semi-transparan. Di sisi lain, VibMilk lebih disukai karena menggunakan motor getar bawaan dari telepon pintar biasa.

Para peneliti menemukan VibMilk dengan menganalisis bagaimana susu menjadi basi. Hal itu disebabkan oleh peningkatan bakteri, yang pada gilirannya mengakibatkan peningkatan kadar laktat dan penurunan kadar glukosa. Ketika susu basi, sifat fisiknya berubah seperti kepadatan, viskositas, dan tegangan permukaan, yang semuanya menghasilkan respons berbeda terhadap sinyal getaran.

VibMilk menangkap respons terhadap getaran yang dihasilkan oleh motor telepon pintar saat melewati susu, lalu menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk menganalisis sinyal dan mengklasifikasikan susu yang rusak pada 23 tingkat pH yang berbeda.

Berlawanan dengan kepercayaan umum, tanggal ‘terbaik sebelum’ dan ‘habis sebelum’ tidak dapat secara akurat memprediksi kapan susu akan rusak, karena hal itu bergantung pada serangkaian faktor, seperti kondisi penyimpanan dan pengangkutan, isolasi wadah, dll.

Susu yang disimpan pada suhu yang benar masih dapat tetap baik beberapa hari sebelum tanggal kedaluwarsanya, sedangkan kondisi yang tidak tepat dapat menyebabkannya rusak sebelum tanggal kedaluwarsa, jadi lebih masuk akal bagi pengguna untuk memeriksa kesegarannya tepat sebelum dikonsumsi untuk menghindari pembuangan yang tidak perlu atau keracunan makanan.

“Pengujian pada empat telepon pintar umum menunjukkan bahwa VibMilk dapat memprediksi nilai pH susu dengan akurasi rata-rata 98,35% dan mencapai akurasi 100% untuk menunjukkan susu segar,” UNSW mengumumkan di situs webnya.

Untuk lebih meningkatkan teknologi, para peneliti saat ini tengah menyelidiki bagaimana bahan kemasan yang berbeda memengaruhi sinyal getaran saat sinyal melewati susu. (yn)

Sumber: odditycentral