Laporan: Gletser Himalaya Mencair Dua Kali Lebih Cepat, Mengancam Miliaran Orang

EtIndonesia. Gletser Himalaya yang menyediakan sumber air tawar vital bagi sekitar dua miliar orang mencair dua kali lebih cepat dibandingkan tahun 2000, demikian peringatan sebuah laporan pada hari Sabtu (21/3).

Pegunungan Hindu Kush-Himalaya, yang membentang dari Afghanistan hingga Myanmar, menyimpan cadangan es dan salju terbesar di luar Arktik dan Antartika dan memasok setidaknya 10 sistem sungai utama Asia yang mendukung keamanan air, pangan, dan energi di seluruh benua.

Namun sepertiga dari es tersebut berada di zona yang sangat rentan terhadap pemanasan global yang cepat.

Laju rata-rata kehilangan es di wilayah tersebut hampir berlipat ganda dari sekitar 34 sentimeter per tahun sebelum tahun 2000 menjadi 73 sentimeter per tahun sejak saat itu, menurut dua studi yang dirilis oleh Pusat Internasional untuk Pembangunan Pegunungan Terpadu (ICIMOD) yang berbasis di Kathmandu.

“Ini bukan masalah yang jauh, ini adalah krisis yang terjadi secara nyata,” kata Direktur Jenderal ICIMOD Pema Gyamtsho. “Kita harus meningkatkan pemantauan dan berinvestasi dalam adaptasi sekarang.”

Kawasan ini telah kehilangan ketebalan es hingga 27 meter sejak tahun 1975, menurut penelitian tersebut — dengan sekitar 12 persen area gletsernya menghilang antara tahun 1990 dan 2020.

Kenaikan suhu berarti gletser “tidak mampu memulihkan massanya,” kata penulis utama Farooq Azam kepada AFP.

Dia mendesak pengurangan emisi karbon hitam, yang dilepaskan oleh pembakaran bahan bakar fosil, limbah, dan material lainnya, yang mempercepat pencairan.(yn)

AS Dakwa 3 Orang dari Supermicro, Diduga Selundupkan Teknologi AI Senilai US$2,5 Miliar ke Tiongkok

EtIndonesia. Amerika Serikat mendakwa tiga orang terkait Super Micro Computer Inc (Supermicro), termasuk salah satu pendirinya Yih-Shyan Liaw dan eksekutif kantor Taiwan Ruei-Tsang Chang, atas dugaan bersekongkol secara ilegal memindahkan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal AS senilai sedikitnya US$2,5 miliar ke Tiongkok. Dakwaan diajukan pada Kamis (19 Maret). Liaw telah ditangkap, sementara Chang masih buron.

Menurut Federal Bureau of Investigation (FBI), Liaw, Chang, dan Ting-Wei Sun diduga bersekongkol menjual server bernilai miliaran dolar kepada pembeli di Tiongkok. Server tersebut mengintegrasikan unit pemrosesan grafis (GPU) sensitif yang berada di bawah pengawasan ketat, sehingga melanggar aturan kontrol ekspor AS. Banyak server AI berperforma tinggi menggunakan chip dari Nvidia.

Jaksa menyatakan bahwa server buatan AS itu awalnya dikirim ke Taiwan, lalu diteruskan ke negara-negara Asia Tenggara, sebelum akhirnya dikemas ulang tanpa label dan dialihkan ke Tiongkok. Cara ini digunakan untuk menghindari pembatasan ekspor chip AI canggih ke Tiongkok yang diberlakukan AS sejak 2022.

Pihak AS juga menuduh para tersangka menggunakan server palsu untuk lolos pemeriksaan kepatuhan, guna menutupi alur pengiriman sebenarnya ke Tiongkok. Rekaman pengawasan menunjukkan pekerja bahkan menggunakan pengering rambut untuk melepas label dan nomor seri dari perangkat asli, lalu menempelkannya pada mesin palsu.

Departemen Kehakiman menyebut metode pengelabuan ini semakin berani. Hanya dalam periode April hingga pertengahan Mei 2025, nilai server yang dialihkan ke Tiongkok sudah melebihi US$500 juta.

Supermicro menyatakan bahwa perusahaan tidak didakwa dalam kasus ini, namun telah bekerja sama dengan penyelidikan dan menghentikan hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat. Setelah kabar ini terungkap, harga saham perusahaan turun 8% dalam perdagangan setelah jam bursa.

Berdasarkan siaran pers perusahaan tahun 2023, Liaw ikut mendirikan Supermicro pada 1993 dan bergabung kembali dengan dewan direksi pada 2023.

Chang menjabat sebagai wakil manajer di kantor Taiwan, sementara Sun digambarkan oleh Departemen Kehakiman sebagai perantara pihak ketiga dan “koordinator” yang bekerja sama dengan Liaw dan Chang. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Trump Mengisyaratkan Kemungkinan Pengurangan Militer AS Setelah Ancaman Iran Berakhir

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump menyatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk mengurangi kehadiran militernya di Timur Tengah setelah mencapai tujuannya terkait Iran dan menghilangkan ancaman dari negara tersebut, menurut unggahan presiden AS di Truth Social.

AS mungkin akan mengurangi operasi militer

Pemerintahan Amerika terbuka untuk merevisi strategi saat ini di kawasan tersebut. Menurut Trump, AS sangat dekat untuk mencapai tujuannya dan sedang mengevaluasi kemungkinan mengurangi cakupan operasi militer.

Dia mencatat bahwa ini menyangkut kemungkinan pengurangan operasi militer besar-besaran kita di Timur Tengah melawan rezim teroris Iran.

Masa depan Selat Hormuz

Presiden AS itu juga menguraikan posisi Washington mengenai keamanan Selat Hormuz.

Menurut pandangannya, tanggung jawab untuk perlindungannya harus diambil alih oleh negara-negara di kawasan yang secara langsung menggunakan jalur ini.

Trump menekankan bahwa AS tidak bermaksud untuk terus menjalankan fungsi ini.

“Jika diminta, kami akan membantu negara-negara ini dalam upaya mereka di Selat Hormuz, tetapi hal itu seharusnya tidak perlu dilakukan setelah ancaman Iran diberantas.”

Posisi AS terhadap Iran

Kepala Gedung Putih menambahkan bahwa tugas utama tetaplah mencegah pengembangan potensi nuklir Iran.

Menurutnya, Washington bertujuan untuk memastikan bahwa Teheran bahkan tidak dapat mendekati kemampuan nuklir.

Pentagon sedang mempertimbangkan kemungkinan mengerahkan pasukan darat AS di Iran, sementara ribuan Marinir sudah dikirim ke wilayah tersebut.

Pemerintah Inggris telah memberi izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan militer di wilayahnya untuk menyerang fasilitas rudal Iran yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. (yn)

Trump Meminta Israel Menangguhkan Serangan ke Fasilitas Gas Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis (19 Maret) menyatakan bahwa atas permintaan Presiden AS Donald Trump, Israel telah menangguhkan serangan lanjutan terhadap fasilitas gas alam Iran. Hal ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih memiliki pengaruh signifikan terhadap ritme serangan Israel dalam konflik dengan Iran.

EtIndonesia. Pekan ini, Israel sempat secara mandiri menyerang salah satu fasilitas gas Iran, yang sempat mendorong kenaikan harga energi global. Netanyahu dalam konferensi pers mengonfirmasi bahwa operasi terhadap fasilitas gas di Asaluyeh dilakukan oleh Israel sendiri, dan setelah itu Trump meminta agar serangan lanjutan dihentikan.

Netanyahu menyatakan bahwa tujuan operasi militer tersebut adalah untuk menghilangkan ancaman dari fasilitas nuklir dan rudal balistik Iran, serta menciptakan kondisi agar rakyat Iran dapat “menentukan nasib mereka sendiri”.

Ia juga menegaskan bahwa Israel dan Amerika Serikat selalu menjaga koordinasi yang erat dalam isu Iran. Netanyahu membantah klaim bahwa Israel menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik, dan menyebutnya sebagai “berita palsu”.

Netanyahu menambahkan bahwa dirinya dan Trump bekerja sama dengan sangat erat dan sering berkomunikasi melalui telepon, namun keputusan akhir tetap berada di tangan Trump, yang ia hormati.

Ia juga menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran saat ini bukan hanya untuk melindungi negara masing-masing, tetapi juga “melindungi seluruh dunia”.

Menurut data militer AS dan Israel, sejak konflik pecah, jumlah serangan terhadap sejumlah target yang terkait dengan pemerintah Iran telah melebihi 16.000 kali.

Netanyahu mengklaim bahwa serangan Israel telah secara signifikan melemahkan kemampuan militer Iran, sehingga Teheran kini tidak lagi mampu melakukan pengayaan uranium maupun memproduksi rudal balistik.

Namun, ia juga mengakui bahwa situasi internal Iran masih penuh ketidakpastian, bahkan menyatakan bahwa dirinya “tidak yakin siapa yang saat ini mengendalikan negara tersebut.” (Hui)

Serangan Ukraina Menghantam Target-target Penting Rusia

EtIndonesia. Pasukan Pertahanan Ukraina menyerang target-target penting musuh di wilayah Donetsk yang diduduki sementara pada malam tanggal 21 Maret, menurut Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina di Telegram.

Secara khusus, pasukan Ukraina menghantam pos komando unit dari pusat Rubikon (Mariupol, wilayah Donetsk yang diduduki sementara).

Unit perbaikan tentara Rusia juga diserang (Khliborobne, wilayah Zaporizhzhia yang diduduki sementara), bersama dengan pos komando dan pengamatan pasukan pendudukan (Paraskoviivka, wilayah Donetsk yang diduduki sementara).

Besarnya kerusakan dan kerugian musuh sedang diselidiki.

Serangan Ukraina terhadap target militer Rusia

Ingat bahwa pasukan pertahanan Ukraina baru-baru ini merusak pesawat peringatan dini dan kontrol udara A-50 Rusia selama serangan terhadap pabrik perbaikan pesawat di wilayah Novgorod.

Kemarin, 20 Maret, Komandan Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina, Robert “Madyar” Brovdi, melaporkan bahwa sebuah helikopter serang Ka-52 Rusia senilai setidaknya 16 juta dokar telah dihantam di dekat pemukiman Nadiivka di wilayah Donetsk.

Fitur utama operasi ini adalah penggunaan drone FPV serat optik, yang memungkinkan serangan efektif terhadap target udara dan melumpuhkan awaknya selama upaya evakuasi.

Juga pada malam tanggal 20 Maret, pasukan Ukraina menyerang fasilitas Pabrik Metalurgi Alchevsk di bagian wilayah Luhansk yang diduduki sementara.

Pabrik tersebut terlibat dalam produksi peluru artileri, termasuk pengecoran dan pemrosesan awal blanko kaliber besar. Pabrik ini juga ikut serta dalam produksi dan perbaikan baja lapis baja untuk peralatan militer yang digunakan oleh pasukan pendudukan.

Selain itu, pasukan Ukraina menyerang infrastruktur di lapangan latihan Skhidnyi (Novopetrivka, bagian wilayah Zaporizhzhia yang diduduki sementara). (yn)

Jepang dan 5 Negara Eropa Sepakat Mengawal Selat Hormuz

EtIndonesia. Menyusul seruan dari Presiden AS Donald Trump, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang pada 19 Maret mengeluarkan pernyataan bersama untuk bekerja sama memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz serta membantu menstabilkan pasar energi.

Pada hari yang sama, lima negara Eropa tersebut bersama Jepang mengecam serangan Iran terhadap kapal dagang di kawasan Teluk Persia. Negara-negara itu mendesak Iran segera menghentikan ancaman, penanaman ranjau, serta serangan drone dan rudal yang bertujuan mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Keenam negara menyatakan bersedia memberikan kontribusi yang diperlukan demi menjamin keamanan pelayaran di selat tersebut. Mereka juga menegaskan akan mengambil langkah lain untuk menstabilkan pasar energi, termasuk bekerja sama dengan negara-negara produsen minyak untuk meningkatkan produksi, sejalan dengan upaya International Energy Agency dalam mengkoordinasikan pelepasan cadangan minyak strategis.

Sebelumnya, pada 14 Maret, Trump melalui platform Truth Social menyerukan agar Tiongkok, Prancis, dan negara lain mengirim kapal perang bersama Amerika Serikat untuk mengawal Selat Hormuz demi menjaga kelancaran jalur energi global tersebut. Namun, Tiongkok menolak, sementara negara lain merespons dengan sikap relatif dingin.

Dalam wawancara dengan Financial Times pada 15 Maret, Trump menyatakan bahwa Tiongkok seharusnya mengambil tindakan. Ia menekankan bahwa jalur ini mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia—tidak sepenuhnya vital bagi AS, tetapi sangat penting bagi negara lain. Disebutkan bahwa sekitar 90% impor minyak Tiongkok melewati jalur ini.

Trump juga mengisyaratkan bahwa jika Tiongkok tidak menunjukkan sikap kerja sama, rencana pertemuan puncak dengan Xi Jinping bisa ditunda.

Pada 17 Maret, Trump kembali mengkritik negara-negara lain melalui Truth Social karena tidak bertindak, dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat “tidak lagi membutuhkan atau menginginkan bantuan negara-negara NATO… begitu juga Jepang, Australia, atau Korea Selatan.”

“Kami tidak membutuhkan bantuan siapa pun!” dan memperingatkan bahwa jika AS menghancurkan sisa kekuatan terorisme Iran lalu menyerahkan pengelolaan Selat Hormuz kepada negara-negara yang menggunakannya, maka konsekuensinya harus ditanggung bersama,” kata Trump. 

Pernyataan Trump ini mendorong Jepang dan negara-negara Eropa untuk segera bertindak. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada 18 Maret mengunjungi AS dan bertemu Trump untuk menyampaikan posisi Jepang.

Pada 19 Maret, lima negara Eropa bersama Jepang akhirnya mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam operasi pengawalan tersebut.

Namun demikian, pihak Tiongkok tetap menolak untuk bergabung dalam inisiatif pengawalan yang dipimpin Amerika Serikat.

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui

AS dan Israel Serang Fasilitas Nuklir Natanz Iran

EtIndonesia. Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap kompleks pengayaan uranium Shahid Ahmadian-Roshan di kota Natanz, Iran, pada pagi hari tanggal 21 Maret, menurut laporan Organisasi Energi Atom Iran.

“Kompleks pengayaan Shahid Ahmadi Roshan di Natanz diserang pagi ini,” kata organisasi tersebut.

Disebutkan bahwa tidak ada kebocoran radiasi yang tercatat sebagai akibat dari serangan rudal tersebut.

Tidak ada ancaman bagi penduduk di daerah sekitarnya.

Pada saat yang sama, Iran menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas pengayaan uranium tersebut melanggar ketentuan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

Operasi AS dan Israel terhadap Iran

Perlu diingat bahwa Pasukan Pertahanan Israel berencana untuk melanjutkan kampanye militer mereka terhadap Iran selama beberapa minggu lagi.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat mengakui perbedaan pendekatan dalam perang tersebut. Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard sebelumnya mencatat bahwa Israel fokus pada penghapusan kepemimpinan Iran, sementara Washington menargetkan infrastruktur militer.

Presiden AS, Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat secara efektif telah “memenangkan” perang melawan Iran, tetapi menekankan bahwa operasi tersebut masih berlangsung dan tekanan terhadap Teheran akan terus berlanjut.

Washington juga mempertimbangkan untuk mengurangi kehadiran militernya di Timur Tengah setelah mencapai tujuannya terkait Iran dan menetralisir ancaman yang ditimbulkan oleh negara tersebut.(yn)

Pakistan Memelihara Teror Selama Beberapa Dekade, Kini Akibatnya Berbalik Menimpa Dirinya Sendiri

EtIndonesia. Selama beberapa dekade, Pakistan membina jaringan teror sebagai instrumen kebijakan luar negeri. Indeks Terorisme Global (GTI) 2026 mendokumentasikan, dengan ketelitian klinis, apa yang dihasilkan dari perhitungan tersebut. Pakistan menduduki peringkat pertama dalam GTI untuk pertama kalinya, menjadi negara yang paling terdampak teror di dunia pada tahun 2025, dengan 1.139 kematian, 1.045 serangan, 1.595 orang terluka, dan 655 sandera.

Skornya sebesar 8,574 menempatkannya di atas setiap negara lain dalam indeks tersebut. Ini adalah tahun paling mematikan bagi Pakistan sejak 2013, dan tahun keenam berturut-turut di mana kematian akibat terorisme meningkat. Di seluruh Asia Selatan, Pakistan adalah satu-satunya negara di mana situasinya memburuk pada tahun 2025; setiap negara lain di kawasan ini mencatat peningkatan.

Dua provinsi yang paling banyak mengalami korban jiwa adalah Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan, dengan 74 persen serangan dan 67 persen kematian.

Kelompok dominan adalah Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP). Pada tahun 2025, TTP melakukan 595 serangan dan bertanggung jawab atas 637 kematian, atau 56 persen dari seluruh korban jiwa akibat terorisme di negara tersebut.

Pembunuhan yang ditargetkan meningkat 450 persen. Korban jiwa di kalangan polisi juga meningkat. Kelompok ini telah memasukkan drone ke dalam peralatan operasionalnya. Antara 6.000 dan 6.500 militan TTP kini beroperasi dari dalam Afghanistan, menggunakan wilayah tersebut sebagai pangkalan untuk serangan lintas batas, dengan 85 persen serangan TTP terkonsentrasi dalam jarak 10 hingga 50 km dari perbatasan Afghanistan.

Analisis perbatasan GTI menelusuri geografi wilayah suku Pakistan, yang selama beberapa dekade menjadi tempat perlindungan semi-teratur bagi Taliban, Jaringan Haqqani, al-Qaeda, dan akhirnya TTP sendiri.

Kontinuitas etnis Pashtun di sepanjang Garis Durand memungkinkan teroris untuk bergerak bebas. Madrasah Pakistan di dalam kamp pengungsi Afghanistan menjadi inkubator ideologis bagi banyak orang yang kemudian menjadi Taliban, dan kemudian, TTP.

Kembalinya Taliban Afghanistan ke tampuk kekuasaan pada tahun 2021 memberi TTP tempat perlindungan yang aman dan ramah. Islamabad telah menuntut Kabul untuk menahan TTP. Taliban Afghanistan telah menolak. Ini adalah bagian balik dari transaksi yang dimulai pada tahun 1990-an, ketika lembaga keamanan Pakistan membedakan antara apa yang secara internal dikategorikan sebagai Taliban baik, yang berguna melawan India dan Afghanistan, dan Taliban jahat, yang berarti kelompok-kelompok yang mengarahkan senjata mereka ke dalam negeri. Perbedaan itu sekarang telah berhenti berfungsi.

Pada Maret 2025, Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) merebut kereta penumpang dan menyandera 442 orang, dalam serangan teroris tunggal terbesar yang tercatat secara global dalam data GTI 2025. Kampanye BLA telah berkembang dari pemberontakan separatis menjadi sesuatu yang diklasifikasikan laporan tersebut sebagai terorisme anti-negara, dengan warga negara Tiongkok dan infrastruktur CPEC kini menjadi target eksplisit bersama pasukan keamanan Pakistan. GTI mencatat ini sebagai dampak domestik dari puluhan tahun pemerintahan yang dimiliterisasi di provinsi tersebut, tanpa akomodasi politik, yang menghasilkan kondisi untuk kekerasan terorganisir yang berkelanjutan.

GTI tidak membahas Lashkar-e-Taiba atau Jaish-e-Mohammed. Laporan tersebut tidak membuat tuduhan tentang penggunaan proksi teror Pakistan terhadap India. Namun, laporan tersebut menyebutkan politik suaka, ruang perbatasan yang permisif, dan lintasan dari teror yang didukung negara menjadi ekosistem teror yang mandiri sebagai faktor yang secara langsung sesuai dengan pola yang telah dijelaskan India di forum internasional selama dua dekade.

Laporan tersebut juga mencatat memburuknya hubungan Pakistan-India setelah serangan teror Pahalgam dan respons India dalam bentuk Operasi Sindoor. Kondisi struktural yang diidentifikasi GTI sebagai pendorong krisis Pakistan bukanlah produk dari geografi atau kemalangan, tetapi hasil akumulasi dari pilihan kebijakan yang dibuat di berbagai pemerintahan dan masa jabatan militer.

Skor Pakistan pada GTI adalah 8,574. Pada tahun 2013, ketika terakhir kali mencatat korban jiwa yang sebanding, skor tersebut mencerminkan krisis yang kemudian ditanggapi negara dengan operasi militer, yang akhirnya menurunkan kekerasan. Enam tahun peningkatan berturut-turut menunjukkan bahwa logika operasional kampanye tersebut telah mencapai batasnya. (yn)

Tanker Rusia Diduga Gunakan Cara Menipu Saat Berlayar, Akan Tiba di Kuba Dalam Beberapa Hari

EtIndonesia. Di tengah sanksi Amerika Serikat terhadap pasokan bahan bakar ke Kuba, berdasarkan data perusahaan intelijen maritim Windward, sebuah tanker yang membawa diesel Rusia diduga menggunakan metode pelayaran yang menipu dan diperkirakan akan tiba di Kuba dalam beberapa hari ke depan.

Menurut laporan AFP, Windward menyatakan secara daring: “Jika atau ketika tanker ini tiba, ini akan menjadi pengiriman bahan bakar olahan pertama yang terkonfirmasi sejak awal Januari.”

Windward menjelaskan bahwa kapal bernama Sea Horse, yang berbendera Hong Kong, pada awal Februari memuat diesel dari kapal lain di lepas pantai Siprus. Pada awal Maret, kapal ini “kemungkinan besar” akan membongkar sekitar 190.000 barel diesel Rusia di Kuba. Namun, hingga pembaruan pada 19 Maret, kapal tersebut masih belum tiba.

Perusahaan tersebut juga menyebutkan bahwa kapal ini sempat mencantumkan tujuan pelayaran ke Havana, lalu mengubahnya menjadi “menunggu instruksi di Gibraltar”, di tengah meningkatnya pengawasan terhadap kargo yang menuju Kuba.

Selain itu, kapal tersebut diduga menggunakan berbagai “taktik penipuan”, termasuk mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS). Setelah menyeberangi Samudra Atlantik pada pertengahan Februari, kapal ini sempat berhenti sekitar 1.300 mil laut dari perairan Kuba, bergerak sangat lambat (kurang dari 1 knot), dan mengirim sinyal “kehilangan kendali”.

Kapal tersebut juga tidak memiliki asuransi dari negara Barat, yang dianggap sebagai indikasi lain upaya menghindari sanksi.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa berdasarkan pelacakan AIS, kapal Sea Horse kini telah kembali melanjutkan pelayaran menuju Kuba dan diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari untuk membongkar sekitar 190.000 barel diesel.

Sementara itu, perusahaan intelijen energi Kpler pada Rabu (18 Maret) menyatakan bahwa tanker Rusia lain yang terkena sanksi, Anatoly Kolodkin, juga sedang menuju Kuba dengan membawa sekitar 730.000 barel minyak mentah.

Negara Kuba yang berpenduduk sekitar 9,6 juta jiwa sebelumnya mengalami pemadaman listrik nasional. Krisis ini terjadi setelah pasokan minyak dari Venezuela terhenti menyusul tekanan dan tindakan Amerika Serikat, sehingga memperburuk kondisi ekonomi dan energi di Kuba. (Hui)

Tercatat 1,4 Juta Kendaraan Meninggalkan Wilayah Jabotabek Pada H-10 – H-3 Libur Lebaran 2026 

EtIndonesia. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 s.d H-3 libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 atau pada periode 11-18 Maret 2026 mencapai 1.483.703 kendaraan. 

Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak). Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 30,1% jika dibandingkan dengan lalin normal (1.140.021 kendaraan).

Rivan menambahkan bahwa 1,4 juta kendaraan yang telah meninggalkan wilayah Jabotabek tersebut merupakan 42,0% dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan lalin keluar Jakarta selama periode 11–31 Maret 2026.

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 788.710 kendaraan (53,1%) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 402.945 kendaraan (27,2%) menuju arah Barat (Merak), dan 292.048 kendaraan (19,7%) menuju arah Selatan (Puncak).

Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut:

ARAH TIMUR (TRANS JAWA & BANDUNG)
* Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 523.223 kendaraan, meningkat sebesar 132,4% dari lalin normal.
* Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 265.487 kendaraan, meningkat sebesar 6,8% dari lalin normal.

Total lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 788.710 kendaraan, meningkat sebesar 66,5% dari lalin normal.

ARAH BARAT (MERAK)
Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 402.945 kendaraan, meningkat 4,7% dari lalin normal.

ARAH SELATAN (PUNCAK)
Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 292.048 kendaraan, meningkat 3,8% dari lalin normal.

Jasa Marga mencatat pada H-3 libur Hari Raya Idulfitri 1447H/Lebaran 2026 (Rabu, 18 Maret 2026) volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama tercatat mencapai 270.315 kendaraan, meningkat 98,3% dibandingkan lalin normal sebanyak 136.326 kendaraan serta meningkat 4,62% dibandingkan puncak tahun lalu sebanyak 258.383 kendaraan. Hingga saat ini, angka tersebut menjadi angka tertinggi lalu lintas meninggalkan Jabotabek pada arus mudik Lebaran 2026.

Menanggapi lonjakan volume lalu lintas yang signifikan pada puncak arus mudik tersebut, Rivan menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas berupa one way nasional dan juga contraflow diberlakukan atas diskresi Kepolisian guna menjaga kelancaran arus mudik.

“Hingga saat ini masih berlangsung rekayasa lalu lintas one way dan contraflow melalui diskresi Kepolisian. Pemberlakuan ini berdasarkan data volume lalu lintas kendaraan yang meningkat signifikan dari arah Jakarta menuju Semarang, pantauan visual CCTV dan laporan petugas Kepolisian di lapangan,” ujar Rivan dalam siaran persnya. 

Untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah ruas, termasuk di rest area, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengatur waktu istirahat secara bijak agar fasilitas dapat dimanfaatkan secara bergantian. 

Saat ini, Jasa Marga Group mengoperasikan total 64 rest area, yang terdiri atas 59 rest area operasional dan 5 rest area fungsional. Selain itu, Jasa Marga juga menyiapkan strategi untuk mengurai kepadatan di rest area dengan menyediakan 10 lokasi SPBU yang dapat menjadi rest area alternatif di luar jalan tol. Fasilitas ini tersebar di sepanjang ruas Jalan Tol Trans Jawa, mulai dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 72 hingga Jalan Tol Semarang-Solo KM 444.

“Rest area ini berlokasi tidak jauh dari gerbang tol sehingga tetap mudah diakses oleh pengguna jalan. Pengguna jalan dapat beristirahat di rest area alternatif dengan memanfaatkan fasilitas pendukung yang disediakan, termasuk tenant UMKM, toilet, serta motoris BBM. Setelah beristirahat, pengguna jalan dapat melanjutkan perjalanan melalui gerbang tol yang sama tanpa dikenakan tarif tambahan, selama tidak terjadi perubahan asal dan tujuan perjalanan,” jelas Rivan.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk mengantisipasi perjalanan periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 dengan baik. Sebelum memasuki jalan tol, pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, gunakan waktu dengan bijak dengan memanfaatkan waktu yang cukup untuk beristirahat di rest area, memastikan kecukupan BBM, dan saldo kartu uang elektronik serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan. (***)

Dampak Buruk Penyemprotan Drone yang Diluncurkan Aparat Tiongkok : Lebah Mati atau Menyerang Permukiman

Di berbagai daerah, otoritas Tiongkok menggunakan drone untuk “menyemprot pestisida gratis” pada tanaman seperti bunga rapa (canola). Namun, tindakan ini justru menyebabkan hasil panen menurun bahkan tanaman mati, serta memicu kematian massal lebah atau perilaku tidak normal seperti berkumpul di kawasan pemukiman dan pabrik. Keluhan masyarakat pun meluas.

EtIndonesia. Sejak tahun lalu, warganet di berbagai daerah merekam drone yang diam-diam menyemprotkan zat tidak dikenal di kota maupun pedesaan pada malam hari. Baru-baru ini, media pemerintah CCTV kembali mempromosikan program penyemprotan pestisida “gratis” untuk petani tanaman rapa, namun justru memicu kecaman luas dari publik.

Opini publik mengkritik bahwa pihak berwenang “melawan alam” dan merusak lingkungan. Penyemprotan saat masa berbunga dapat membunuh lebah penyerbuk, yang pada akhirnya menurunkan hasil panen rapa serta mengancam keberlangsungan tanaman lain.

Setelah itu, beredar banyak video di internet yang menunjukkan dampak buruk dari penyemprotan pestisida oleh drone. Ada yang mengungkapkan bahwa bibit gandum miliknya mati beberapa hari setelah disemprot. Ada juga yang mengeluhkan sayuran “bebas polusi” yang mereka tanam menjadi rusak total akibat pestisida, dan kini sedang mengajukan kompensasi.

Sejumlah peternak lebah juga mengunggah video yang memperlihatkan kematian lebah dalam jumlah besar. Seorang peternak lebah di Changde, Provinsi Hunan, bahkan memposting video untuk menuntut ganti rugi, namun dilaporkan beberapa kali mendapat ancaman untuk menghapus videonya.

Selain itu, banyak warganet merekam kejadian lebah dalam jumlah besar yang diduga menghindari pestisida di alam bebas, lalu masuk ke pabrik, kawasan permukiman, bahkan ke dalam rumah warga. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan serangan lebah.

Beberapa warga yang peduli bahkan mencoba membuat makanan untuk lebah, dengan harapan membantu mereka bertahan hidup di tengah kondisi sulit tersebut. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Perang Iran “Menyadarkan” Beijing? Elite Industri Militer Dibersihkan, Akademisi Top Tumbang

Konflik di Timur Tengah tidak hanya secara tak terduga menghancurkan citra kekuatan industri militer Beijing, tetapi juga memicu gelombanTg besar pembersihan di sektor tersebut. Hingga saat ini, sudah ada 10 tokoh berat dari Akademi Ilmu Pengetahuan dan Akademi Teknik yang dicoret, dan sebagian di antaranya diduga terkait dengan Zhang Youxia.

Gerakan yang disebut sebagai “tidak akan berhenti sebelum selesai” ini, yang dipimpin langsung oleh Xi Jinping, disebut bertujuan menutupi skandal “penggelembungan” kekuatan persenjataan. Namun, di sisi lain, hal ini juga menghancurkan ambisi Partai Komunis Tiongkok untuk menyatukan Taiwan dengan kekuatan militer.

EtIndonesia. Baru-baru ini, situs resmi dua lembaga riset tertinggi Tiongkok—Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Akademi Teknik Tiongkok—sering memperbarui daftar anggotanya secara tidak biasa. Berdasarkan verifikasi terbaru, hingga pertengahan Maret tahun ini, sedikitnya 10 akademisi terkemuka telah diam-diam dihapus dari daftar.

Tokoh penting terbaru yang “jatuh” adalah Yang Wei, kepala perancang jet tempur siluman J-20, yang riwayat hidupnya telah sepenuhnya dihapus dari situs Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Menyusul kemudian adalah Liu Guozhi, yang pernah menjabat sebagai Direktur Komisi Sains dan Teknologi di Komisi Militer Pusat serta mantan komandan pangkalan uji coba nuklir.

Menurut laporan media daratan Caixin pada September 2014, Liu Guozhi yang saat itu menjabat sebagai wakil kepala Departemen Perlengkapan Umum, dipromosikan menjadi Direktur Komite Sains dan Teknologi di departemen tersebut. Diketahui secara luas bahwa Departemen Perlengkapan Umum merupakan wilayah pengaruh Zhang Youxia, dan Liu adalah pejabat industri militer yang dipromosikan langsung olehnya.

Analisis menyebutkan bahwa kejatuhan Liu kali ini terkait dengan Zhang Youxia, sekaligus menandai bahwa pembersihan di sistem industri militer Tiongkok telah memasuki tahap yang lebih dalam.

Selain dua tokoh tersebut, akademisi teknik seperti Wu Manqing, Zhao Xiangeng, dan Wei Yiyin—para ahli di bidang radar, dirgantara, dan senjata nuklir—juga termasuk dalam sekitar 10 pakar yang menghilang dari daftar.

Mengapa pembersihan ini terjadi sekarang? Analisis menunjukkan bahwa perang Iran baru-baru ini menjadi “ujian nyata” bagi kualitas senjata industri militer Tiongkok. Iran selama ini sangat bergantung pada dukungan teknologi Tiongkok, termasuk radar dan komponen rudal. Namun, dalam pertempuran nyata, peralatan tersebut hampir tidak efektif menghadapi perang elektronik dan serangan presisi Barat. Kenyataan pahit ini dianggap membuka kedok kelemahan dan korupsi dalam sistem industri militer Tiongkok.

Pada sidang dengar pendapat di Kongres AS  Rabu, pejabat tinggi intelijen Amerika juga memberikan sinyal penting. Berdasarkan informasi intelijen, Beijing menyaksikan bagaimana angkatan laut dan udara Iran dengan cepat dilumpuhkan. Ditambah gangguan pasokan energi akibat perang serta masalah korupsi dalam militer, semua ini disebut memaksa Tiongkok untuk “bangun” dari ambisinya menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan.

Reporter NTD Television, Ji Yuanren, melaporkan dari New York.

12 Negara Timur Tengah Bersatu Peringatkan Iran, Serangan Membabi Buta Picu Ancaman Konflik Besar

Pada Kamis (19 Maret), pusat pasokan gas alam cair global di Qatar, kota energi Ras Laffan, diserang rudal Iran, memicu lonjakan harga minyak dan gas. Qatar mengecam keras tindakan Iran dan mengusir personel diplomatik militer Iran. Pada saat yang sama, 12 negara Timur Tengah termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Mesir mengeluarkan pernyataan bersama yang secara tegas mengutuk Iran. Aliansi negara-negara Teluk untuk menghadapi Iran mulai terbentuk.

EtIndonesia. Api besar menerangi langit malam Teluk Persia. Kota industri Ras Laffan di utara Qatar diserang beberapa rudal Iran pada Rabu (18 Maret). Wilayah ini merupakan pusat penting pasokan gas alam cair dunia, sehingga harga energi global langsung melonjak.

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyatakan:  “Fasilitas ini adalah sumber pendapatan bagi rakyat Qatar. Selain itu, serangan kemarin juga berdampak pada jutaan orang yang sedang dibantu oleh Qatar.”

Ia mengecam serangan Iran terhadap fasilitas energi tersebut sebagai eskalasi yang sangat berbahaya. Kementerian Luar Negeri Qatar juga memerintahkan atase militer dan keamanan dari Kedutaan Besar Iran untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 24 jam.

Iran menyatakan bahwa serangan ini merupakan balasan atas serangan udara Israel terhadap ladang gas raksasa “South Pars” di Iran.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu malam mengeluarkan ultimatum kepada Teheran, menyatakan bahwa Israel tidak akan lagi menyerang ladang gas South Pars. Namun, jika Iran terus menyerang fasilitas gas Qatar, Amerika Serikat akan segera bertindak dan menghancurkan ladang gas utama Iran tersebut dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selain Qatar, fasilitas energi di Israel, Kuwait, dan Uni Emirat Arab juga menjadi sasaran serangan Iran. Sebuah depot bahan bakar pesawat di Arab Saudi terkena serangan drone dan meledak hebat. Arab Saudi juga berhasil mencegat dan menghancurkan empat rudal balistik Iran yang diarahkan ke ibu kota Riyadh.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, mengatakan:  “Ini dengan jelas menunjukkan sikap Iran terhadap diplomasi. Mereka tidak percaya pada dialog dengan negara tetangga, melainkan mencoba menekan. Saya bisa mengatakan dengan tegas, itu tidak akan berhasil. Kerajaan Arab Saudi tidak akan tunduk pada tekanan.”

Arab Saudi menegaskan bahwa mereka mempertahankan hak untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.

Pada Kamis, Qatar, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Kuwait, Turkiye, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Arab serta Islam lainnya—total 12 negara—mengeluarkan pernyataan bersama yang menuntut Iran segera menghentikan serangan serta menghindari tindakan yang dapat mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz maupun keamanan maritim di Selat Bab el-Mandeb.

Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan.

Aksi Protes Besar-besaran Meletus di Guangdong, Tiongkok, Warga Lempari Polisi Anti-Huru-Hara dengan Batu, Bentrokan Terjadi di Depan Balai Kota

Dalam beberapa hari terakhir, warga di Xinyi, Maoming, Provinsi Guangdong, Tiongkok menggelar aksi protes massal terhadap rencana pemerintah membangun rumah duka (krematorium) di dekat kawasan permukiman. Pihak berwenang mengerahkan sejumlah besar polisi anti-huru-hara untuk menekan aksi tersebut. Warga yang marah membalas dengan melempar telur, batu, dan botol air mineral di depan kantor pemerintah kota. Dilaporkan ada yang terluka dan ditangkap, sementara desa-desa serta jalan-jalan ditutup.

EtIndonesia. Pada 19 Maret 2026, warga Xinyi kembali berkumpul di depan kantor pemerintah kota untuk berunjuk rasa. Video dari lokasi menunjukkan kerumunan besar warga, sementara aparat dengan perlengkapan lengkap dan perisai berjaga di pintu masuk. 

Seorang wanita lansia berambut putih dengan berani melempar telur ke arah polisi, yang langsung disambut sorakan warga. Video lain menunjukkan warga melempar batu ke arah polisi, dan polisi dengan perisai menyerbu massa, memicu bentrokan sengit antara kedua pihak.

Beberapa warganet memuji aksi wanita lansia tersebut sebagai simbol keberanian melawan penindasan.

Para demonstran juga dilaporkan dipukuli oleh polisi yang membawa tongkat listrik. Sejumlah warga desa mengalami luka, dan situasi di lokasi menjadi kacau.

Video lain memperlihatkan polisi anti-huru-hara di atas kendaraan taktis menggunakan pengeras suara untuk memperingatkan demonstran :  “Jika kalian melempar benda, kamera definisi tinggi kami akan merekam semuanya dengan jelas. Tindakan kalian akan mendapatkan sanksi hukum!”

Pada 16 Maret, pemerintah kota Xinyi mengumumkan proyek pembangunan rumah duka bernama “Taman Yifu Xinyi”. Disebutkan lokasi pembangunan berada di pinggiran kota, di Malutang, dengan radius 500 meter tanpa permukiman. Luas lahan lebih dari 50.000 meter persegi, masa pembangunan dari Maret hingga akhir Desember (sekitar 10 bulan), dengan total investasi mencapai 145 juta yuan.

Namun demikian, pengumuman ini memicu protes dari warga sekitar. Desa terdekat, Wangyong, berjarak sekitar 700 meter dari lokasi proyek, sementara sekolah dasar Wangyong hanya sekitar 600 meter. Selain itu, lokasi tersebut juga dekat dengan sumber air yang digunakan warga.

Seorang warga bernama Li Jun mengungkapkan bahwa sebelumnya pengadaan lahan dilakukan dengan alasan pembangunan jalan, sehingga warga tidak mengetahui adanya rencana pembangunan rumah duka. Baru setelah pengumuman pada 16 Maret, warga mengetahui proyek tersebut, bahkan pondasinya disebut sudah dibangun.

Sejak 17 Maret, warga secara spontan melakukan protes di kantor desa dan pemerintah kota, namun belum ada penyelesaian. Saat ini, video dan informasi dari lokasi disebut telah diblokir, dan warga tidak berani bersuara. Hanya warga perantauan yang mencoba meminta perhatian publik melalui komentar di platform Douyin.

Seorang warga yang berada di luar daerah, Fang Fei, mengatakan berdasarkan informasi dari keluarganya, semua akses masuk ke desa kini ditutup. Untuk masuk harus menunjukkan identitas, dan jalan menuju kantor pemerintah juga diblokir. Ia menambahkan:  “Bahkan dua desa di sekitar mengalami pemadaman listrik, dari pukul 07.00 pagi hingga 22.00 malam.”

Pejabat desa juga diperingatkan untuk tidak ikut serta dalam aksi protes.

Li Jun juga menyebutkan bahwa informasi mengenai bentrokan telah diblokir, dan video tidak dapat lagi disebarkan.

Fang Fei menambahkan bahwa kekhawatiran warga bukan hanya soal pencemaran lingkungan, tetapi juga dampak psikologis karena pembangunan rumah duka di dekat kawasan padat penduduk.

Proyek ini sebelumnya juga ditolak di berbagai lokasi lain, dan warga tidak menyangka akhirnya dipilih di dekat tempat tinggal mereka sendiri.

Dilaporkan oleh Hong Yu/Disunting oleh Li Quanv- NTDTV.com

Gempa Dangkal Magnitudo 6,6 Guncang Antarktika

EtIndonesia. Gempa bumi berkekuatan 6,6 di wilayah Antarktika, Jumat (20/3/2026) pada pukul 00.22 waktu setempat. Gempa ini tergolong gempa dangkal.

Berdasarkan data pemantauan yang dirilis oleh United States Geological Survey (USGS), gempa terjadi di kawasan Kepulauan South Shetland (61,153° LS, 56,268° BB) pada pukul 08.22 pagi. Kedalaman pusat gempa diperkirakan sekitar 4,9 kilometer.