Trump Mengirim Marinir AS dan Jet Tempur F-35 ke Timur Tengah

EtIndonesia. Juru bicara Pentagon mengumumkan pengerahan awal Marinir AS dan kapal amfibi ke Timur Tengah untuk memperkuat pasukan yang terlibat dalam perlawanan terhadap Iran, lapor Newsmax.

Pengerahan Pasukan yang Dipercepat

Militer AS telah mempercepat pengerahan ribuan Marinir dan kapal amfibi ke Timur Tengah.

Menurut sumber, gugus tugas amfibi yang dipimpin oleh USS Boxer dan Unit Ekspedisi Marinir ke-11 berangkat dari Pantai Barat AS lebih awal dari jadwal.

Komposisi Gugus Tugas Amfibi

Gugus tugas tersebut mencakup kapal dok transportasi amfibi USS Portland dan USS Comstock.

Terdapat sekitar 4.000 anggota militer di dalamnya, termasuk 2.500 Marinir.

Selain personel, kapal-kapal tersebut membawa jet tempur F-35, rudal, dan peralatan untuk mendukung pendaratan pasukan di darat.

Rute melalui kawasan Indo-Pasifik

Dalam perjalanannya ke Timur Tengah, kelompok ini akan melewati kawasan Indo-Pasifik.

Setelah tiba di zona konflik, mereka akan bergabung dengan kapal serbu amfibi USS Tripoli.

Kemudian, kapal penjelajah USS New Orleans dan kapal pengangkut amfibi USS Rushmore akan bergabung dengan formasi tersebut.

Kekuatan total dan misi

Sebagai hasil dari pengerahan ini, sekitar 8.000 pasukan akan dikirim ke zona konflik, termasuk hingga 5.000 Marinir.

Tujuan utama adalah untuk memperkuat pasukan dan mendukung operasi melawan Iran, termasuk kemungkinan penggunaan penerbangan dan peralatan amfibi.

Signifikansi pengerahan

Pengerahan awal Marinir dan peralatan memungkinkan AS untuk membangun kekuatan di area yang strategis dengan cepat.

Langkah ini menunjukkan kesiapan militer untuk menanggapi ancaman dan menjaga stabilitas di kawasan tersebut.

Sekitar 65% warga Amerika percaya bahwa Presiden AS, Donald Trump mampu memerintahkan pengerahan pasukan ke Iran, tetapi hanya 7% dari populasi yang menyetujui langkah tersebut.

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump telah memutuskan untuk mempercepat pengiriman senjata senilai miliaran dolar ke UEA, Kuwait, dan Yordania, tanpa melalui Kongres, karena ancaman dari Iran.(yn)

Iran Menggantung 3 Orang, Termasuk Remaja yang Dituduh Membunuh Polisi Selama Protes Januari

EtIndonesia. Iran mengeksekusi tiga pria pada hari Kamis (19/3) yang dituduh membunuh petugas polisi selama protes pada bulan Januari, dengan para aktivis memperingatkan risiko lonjakan baru dalam hukuman gantung karena perang berkecamuk dengan Israel dan Amerika Serikat.

Ini adalah hukuman gantung pertama yang dilakukan Iran terkait dengan demonstrasi nasional yang disambut dengan penindakan brutal oleh pihak berwenang.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan ketiganya, termasuk seorang remaja yang telah berpartisipasi dalam kompetisi gulat internasional, dieksekusi tanpa pengadilan yang adil dan telah memberikan pengakuan di bawah siksaan.

Mehdi Ghasemi, Saleh Mohammadi, dan Saeed Davoudi digantung di Kota Qom di selatan Teheran setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan berat berupa melakukan perang melawan Tuhan, yang dikenal sebagai moharebeh di bawah hukum syariah Iran, kata kantor berita Mizan.

Mereka dinyatakan bersalah atas keterlibatan dalam pembunuhan dua petugas polisi dan melakukan “tindakan operasional” yang menguntungkan Israel dan Amerika Serikat.

Terdapat kekhawatiran khusus mengenai nasib Saleh Mohammadi, seorang juara gulat remaja yang telah berpartisipasi dalam kompetisi internasional, yang menurut Amnesty International ditolak “pembelaan yang memadai dan dipaksa untuk membuat ‘pengakuan’… dalam proses yang dipercepat yang tidak menyerupai persidangan yang berarti”.

LSM Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia mengatakan setelah eksekusi tersebut, ketiga orang itu “telah dijatuhi hukuman mati setelah persidangan yang tidak adil, berdasarkan pengakuan yang diperoleh melalui penyiksaan”.

Dikatakan bahwa Mohammadi baru berusia 19 tahun minggu lalu.

Pemantau urusan hukum Iran, Dadban, menambahkan bahwa mereka “dirampas akses efektif ke penasihat independen dan hak untuk membela diri” dan dalam keadaan seperti itu penggunaan hukuman mati menyerupai “pembunuhan di luar hukum”.

Risiko Eksekusi Massal

Pihak berwenang Iran sehari sebelumnya telah mengeksekusi Kouroush Keyvani, warga negara ganda Iran-Swedia, atas tuduhan memata-matai untuk Israel, dalam hukuman gantung yang dikecam keras oleh Stockholm dan Uni Eropa.

Itu adalah pengumuman publik pertama tentang eksekusi semacam itu sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei dan memicu perang yang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah.

“Kami sangat prihatin tentang risiko eksekusi massal terhadap para demonstran dan tahanan politik di tengah bayang-bayang perang,” kata Iran Human Rights (IHR).

“Eksekusi ini dilakukan untuk menyebarkan ketakutan di masyarakat, karena Republik Islam tahu bahwa ancaman utama bagi kelangsungan hidupnya berasal dari rakyat Iran yang menuntut perubahan mendasar,” tambahnya.

Hukuman gantung terhadap ketiga pria itu adalah eksekusi resmi pertama yang diumumkan terkait dengan protes yang meletus di Iran pada akhir Desember melawan kenaikan biaya hidup sebelum berubah menjadi demonstrasi anti-pemerintah nasional yang mencapai puncaknya pada 8 dan 9 Januari.

Kelompok hak asasi manusia menuduh pasukan keamanan membunuh ribuan orang dalam penindakan mereka terhadap protes tersebut, yang oleh pihak berwenang dituduhkan kepada AS dan Israel.

Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mencatat lebih dari 7.000 pembunuhan, dengan sebagian besar adalah demonstran, dan memperingatkan bahwa jumlah korban bisa jauh lebih tinggi.

Teheran mengakui bahwa lebih dari 3.000 orang tewas selama kerusuhan, termasuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang tidak bersalah.(yn)

Tidak Terlihat Batang Tulangan Baja? Jembatan di Shandong, Tiongkok  Runtuh Akibat Beban Truk 

ETIndonesia. Kasus proyek konstruksi berkualitas buruk di Tiongkok daratan kerap terjadi, dengan insiden runtuhnya bangunan yang berulang. Pada 18 Maret, sebuah jembatan di Provinsi Shandong ambruk saat dilintasi truk. Warganet mempertanyakan, “mengapa tidak terlihat tulangan baja?”

Informasi yang beredar di internet menyebutkan bahwa jembatan yang runtuh tersebut adalah Jembatan Dawangzhuang di Jalan Tianshi, Kota Zhutian, Kabupaten Fei, Kota Linyi, Provinsi Shandong.

Dalam video yang beredar, saat kejadian sebuah truk merah sedang melintasi jembatan. Tiba-tiba terdengar suara “boom” dari belakang, bagian belakang truk terangkat, disertai debu yang beterbangan. Truk tersebut kemudian berhasil keluar dari jembatan dan berhenti.

Rekaman berikutnya menunjukkan sebagian permukaan jembatan telah runtuh, meninggalkan lubang besar hingga terlihat air sungai di bawahnya. Sejumlah warga terlihat berkumpul di sekitar lokasi, dan tidak terlihat ada orang yang jatuh ke sungai.

Warganet mempertanyakan: “Apakah ini akibat truk yang kelebihan muatan atau karena jembatannya memang tidak kuat?” “Kenapa tidak terlihat tulangan baja?” “Di mana-mana proyek ‘tofu-dreg’ (konstruksi berkualitas buruk).”

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah mengalami sejumlah kecelakaan serius akibat runtuhnya jembatan.

Pada 2 Februari lalu, di Xiangshui, Yancheng, Provinsi Jiangsu, Jembatan Yuegang pada jalur Lianshen yang dibangun oleh China Railway 12th Bureau runtuh saat proses konstruksi, menyebabkan 5 orang tewas.

Pada 22 Agustus 2025 dini hari, Jembatan Besar Sungai Kuning Jianzha pada jalur kereta Sichuan–Qinghai (jembatan lengkung rangka baja rel ganda dengan bentang terbesar di dunia) mengalami patahnya balok jangkar saat pekerjaan penarikan kabel baja, yang menyebabkan runtuhnya lengkungan utama sepanjang 108 meter dan menewaskan 16 pekerja yang jatuh ke Sungai Kuning.

Dilaporkan oleh Li Li/Disunting oleh Lin Qing – NTDTV.com

Berkedok Pembangunan Jalan, Ternyata Bangun Krematorium — Bentrokan Besar Polisi dan Warga Pecah di Guangdong, Tiongkok

Baru-baru ini, terjadi bentrokan besar antara polisi dan warga di Kota Xinyi, Provinsi Guangdong. Insiden ini dipicu oleh dugaan bahwa pemerintah setempat menipu warga: awalnya disebutkan pengadaan lahan untuk pembangunan jalan, namun ternyata digunakan untuk membangun rumah duka/krematorium yang berlokasi hanya beberapa ratus meter dari beberapa desa di sekitarnya. Warga pun melakukan protes massal, dan aparat mengerahkan banyak polisi untuk menekan aksi tersebut, sehingga terjadi bentrokan.

EtIndonesia.  Pada 18 Maret, menurut video yang beredar di platform X (luar negeri), pada 17–18 Maret sejumlah besar warga desa turun ke jalan untuk memprotes, meneriakkan slogan, dan mengepung pusat layanan “Partai dan masyarakat” setempat. Setelah itu, pemerintah setempat mengerahkan sejumlah besar polisi anti huru-hara, dan bentrokan sengit pun terjadi.

Rekaman video menunjukkan banyak polisi dan warga terlibat bentrokan langsung. Beberapa warga dipukuli oleh polisi, dan ada yang mengalami luka di bagian kepala.

Laporan lain menyebutkan bahwa insiden ini melibatkan dua desa, dan pihak berwenang mengerahkan ribuan personel polisi dari daerah sekitar untuk menjaga stabilitas. Saat ini, desa-desa yang terlibat telah ditutup/diblokade.

Di internet daratan Tiongkok, semua video terkait kejadian ini telah dihapus.

Seorang warganet lokal mengungkapkan bahwa pemerintah awalnya mengatakan akan membangun jalan, namun ternyata proyek tersebut adalah krematorium. Lokasinya berada di Malutang, berjarak kurang dari 700 meter dari Desa Wangyong, hanya sekitar 200 meter dari Desa Wusheng, dan sekitar 600 meter dari sebuah sekolah dasar di dekatnya.

Warganet mempertanyakan dengan meninggalkan pesan :

 “Dari peta terlihat lokasinya sangat dekat dengan pemukiman. Apa dasar klaim resmi bahwa ‘tidak ada penduduk dalam radius 500 meter’? Kami berharap ada penjelasan jelas dari pihak terkait.”
“Ada begitu banyak tempat lain, kenapa harus dibangun dekat pemukiman?”
“Itu juga merupakan sumber air bagi beberapa desa di sekitarnya.”

Ada juga warganet yang mengatakan:
“Katanya grup diskusi sudah diblokir.”
“Hari ini ada orang datang ke rumah saya, mengatakan tidak boleh berkomentar atau ikut serta.”
“Saya melihat beberapa video, tapi semuanya tiba-tiba hilang.”

Dilaporkan oleh Li Li/Disunting oleh Lin Qing – NTDTV.com

UEA Menyambut Baik Badan Maritim yang Mengecam Serangan Iran dan Penutupan Selat Hormuz

EtIndonesia. Uni Emirat Arab menyambut baik langkah besar Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk membangun koridor pelayaran yang aman di Teluk, menyebutnya sebagai langkah penting untuk melindungi perdagangan global dan pelaut yang terdampar di tengah meningkatnya ketegangan.

Dalam pernyataan setelah sesi darurat Dewan IMO di London, UEA mendukung keputusan untuk mengecam keras ancaman dan serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial, serta apa yang digambarkan sebagai upaya Teheran untuk menutup Selat Hormuz.

UEA memperingatkan bahwa tindakan tersebut menimbulkan bahaya besar bagi nyawa di laut dan risiko serius bagi lingkungan laut.

Usulan IMO, yang diumumkan setelah dua hari pembicaraan mendesak, menyerukan pembentukan “koridor maritim yang aman” sebagai langkah segera dan sementara. Sekretaris Jenderal Arsenio Dominguez mengatakan jalur kemanusiaan tersebut akan memungkinkan kapal-kapal dievakuasi dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz, tempat ribuan orang masih terdampar.

Menurut badan PBB tersebut, sekitar 20.000 pelaut saat ini terjebak di atas hampir 3.200 kapal di perairan sebelah barat titik rawan tersebut, karena serangan Iran secara efektif telah mengganggu lalu lintas melalui salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

UEA menggarisbawahi taruhan global, mencatat bahwa Selat Hormuz bukan hanya jalur energi utama, yang menangani sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, tetapi juga arteri vital untuk perdagangan internasional, termasuk pupuk, mineral, petrokimia, dan barang-barang penting.

Abu Dhabi memperingatkan bahwa setiap gangguan terhadap koridor ini membawa konsekuensi yang luas bagi pasar global, stabilitas ekonomi, dan biaya hidup di seluruh dunia, terutama di wilayah yang rentan.

Mengulangi posisinya, UEA mengatakan bahwa setiap upaya untuk mempersenjatai Selat atau menggunakannya sebagai alat pemaksaan ekonomi tidak dapat diterima, memperingatkan bahwa tindakan tersebut berisiko merusak stabilitas regional dan tatanan ekonomi global yang lebih luas.(yn)

Serangan Kembali “Menumpas” Kepala Intelijen Iran, Bom Penembus Bunker 5.000 Pon Hantam Kekuatan Iran

EtIndonesia. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Rabu (18/3/2026) menyatakan bahwa serangan terhadap Iran telah memasuki tahap yang menentukan. Setelah pada Selasa dilaporkan menewaskan tokoh yang disebut sebagai pemimpin de facto Iran, Ali Larijani, pada Rabu Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib juga dilaporkan tewas dalam serangan.

Selain itu, dengan koordinasi Amerika Serikat, Israel pada hari yang sama juga melancarkan serangan udara terhadap salah satu ladang gas alam penting Iran, menandai bahwa perang memasuki tahap baru.

Israel Terus Mengejar, Menteri Intelijen Iran Tewas

Katz mengatakan: “Intensitas serangan terhadap Iran terus meningkat. Kita berada pada tahap yang menentukan.”

Setelah sebelumnya dilaporkan menewaskan Ali Larijani, Israel kembali mengumumkan bahwa Esmaeil Khatib juga telah tewas.

Katz menyebut Khatib bertanggung jawab atas penindasan internal serta operasi pembunuhan rezim Iran, dan juga mendorong ancaman eksternal terhadap Israel dan negara-negara di kawasan.

Menurut laporan Wall Street Journal, dari markas pasukan keamanan Iran hingga titik konsentrasi dan lokasi tersembunyi, militer Israel melakukan pembersihan sistematis terhadap alat-alat stabilitas rezim Teheran melalui infiltrasi intelijen dan serangan udara presisi. Israel mengklaim telah menyerang lebih dari 2.200 target, termasuk Garda Revolusi dan milisi Basij, dengan menjatuhkan sekitar 10.000 munisi.

Serangan ke Jantung Energi Iran, Ladang Gas Terbesar Terbakar

Pada Rabu, ladang gas besar South Pars diserang, dengan asap hitam membumbung tinggi. Ladang ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia dan memasok sekitar 70% kebutuhan gas alam Iran.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada Axios bahwa serangan tersebut dilakukan dengan koordinasi Amerika Serikat dan telah mendapat persetujuan dari Presiden Donald Trump.

Ini merupakan pertama kalinya sejak perang pecah, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan strategis terhadap fasilitas gas alam di dalam wilayah Iran.

Bom Penembus 5.000 Pon Hancurkan Basis Rudal Iran

Di saat yang sama, militer AS terus membombardir target Iran. Komando Pusat AS mengkonfirmasi penggunaan beberapa bom penembus bunker seberat 5.000 pon yang berhasil menghancurkan posisi peluncuran rudal Iran di sepanjang pesisir dekat Selat Hormuz.

Laporan terbaru pada Rabu menunjukkan bahwa sejak dimulainya operasi militer yang disebut “Epic Fury”, militer AS telah melakukan lebih dari 8.000 sorti penerbangan tempur, menyerang lebih dari 7.800 target, dan menghancurkan lebih dari 120 kapal militer Iran. (Hui)

Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan.

Seorang Pria di Tiongkok Selama 8 Tahun Hidup dengan Sumpit yang Tersangkut di Tenggorokannya, Menolak Operasi Karena Takut

EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok yang hidup dengan sumpit logam sepanjang 12 cm tersangkut di tenggorokannya selama delapan tahun baru-baru ini menjalani operasi untuk mengeluarkan benda tersebut.

Pria tersebut, bernama Wang, menjalani operasi di Rumah Sakit Pusat Kota Dalian di Provinsi Liaoning timur laut pada awal Maret.

Pengalamannya mengejutkan pengguna internet, seperti yang dilaporkan oleh Daxiang News.

Delapan tahun lalu, Wang secara tidak sengaja menelan sumpit saat makan dan minum alkohol.

Saat itu dia merasakan sakit tetapi tidak mengalami masalah pernapasan.

Ketika Wang pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan, dokter menyarankan untuk membedah  sisi lehernya untuk mengeluarkan sumpit. Tetapi dia menolak pilihan ini dan memutuskan untuk membiarkan benda itu tetap di tempatnya.

Wang, seorang pecandu alkohol, mengatakan bahwa selama delapan tahun berikutnya dia sesekali merasakan sumpit tersebut tetapi memutuskan untuk menahannya.

Dia menganggap ketidaknyamanan itu sebagai “reaksi normal” dari minum alkohol.

Namun beberapa minggu lalu, Wang merasakan sakit setiap kali bangun di pagi hari. Rasa sakitnya semakin parah saat menelan sesuatu dan mereda setelah beristirahat.

Hal ini mendorongnya untuk mengunjungi rumah sakit Dalian.

“Dia memberi tahu kami bahwa sumpit tersangkut di tenggorokannya. Saya kira itu terjadi baru-baru ini, tetapi dia mengatakan itu terjadi delapan tahun yang lalu,” kata Huang Weipeng, seorang dokter di rumah sakit tersebut.

Pemeriksaan menemukan sumpit logam di langit-langit lunak tenggorokan Wang.

Untungnya, selaput lendir di dekatnya tidak terluka dan organ terkait tidak bergeser posisinya. Pita suaranya berfungsi normal, kata dokter.

Dokter menolak operasi minimal invasif untuk mengeluarkan benda tersebut melalui mulutnya karena Wang keberatan jika lehernya dipotong.

Akhirnya, sumpit logam sepanjang 12 cm berhasil dikeluarkan. Operasi berjalan lancar, dengan sedikit pendarahan selama operasi.

Wang pulih dengan baik dan dipulangkan dari rumah sakit beberapa hari kemudian.

Kisah pria itu menjadi sensasi online.

“Panjangnya 12 cm. Ya Tuhan, panjang sekali. Bagaimana dia bisa menahannya selama itu?” kata seorang pengguna internet.

“Saya merasa sakit hanya dengan membaca cerita ini,” kata orang lain.

Yang ketiga bertanya: “Saya penasaran bagaimana dia bisa menelannya?”

Berita tentang orang yang menelan benda aneh seringkali menarik perhatian media sosial di Tiongkok.

Tahun lalu, seorang pria berusia 64 tahun di provinsi Anhui tengah menjalani operasi untuk mengeluarkan sikat gigi yang telah berada di perutnya selama 52 tahun.

Dia mengatakan dia menelannya secara tidak sengaja dan memilih untuk merahasiakannya dari orang tuanya karena takut akan kritik mereka.(yn)

Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib Tewas; Rezim Diterpa Guncangan Besar

EtIndonesia. Mari kita simak perkembangan terbaru di Timur Tengah. Operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ke-19. Kepemimpinan Iran kini menghadapi gelombang serangan “eliminasi terarah”.

Sehari setelah pejabat tinggi keamanan nasional Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas, Israel dan Iran secara terpisah mengonfirmasi bahwa Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, juga telah tewas.

Pada saat yang sama, militer AS meningkatkan serangan dengan menjatuhkan sejumlah bom penembus bunker seberat 5.000 pon, yang mana berhasil menghancurkan basis rudal Iran yang diperkuat berlapis.

Kepala Intelijen Iran Tewas

Kementerian Pertahanan Israel kembali mengumumkan bahwa mereka telah menewaskan Esmail Khatib.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz pada Rabu (18 Maret) pagi mengkonfirmasi bahwa Khatib tewas dalam serangan udara presisi pada malam sebelumnya. Ia menyatakan bahwa tahap berikutnya adalah operasi pembersihan menyeluruh terhadap pimpinan tingkat atas Iran.

Ia juga menyebut bahwa militer telah diberi kewenangan untuk bertindak segera begitu intelijen dan waktu operasi dinilai tepat.

“Diperkirakan hari ini akan terjadi perkembangan besar di semua front, yang akan semakin meningkatkan perang kita terhadap Iran dan Hizbullah di Lebanon,” kata Katz. 

Pada hari yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengonfirmasi kematian Khatib. Setelah itu, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah padat penduduk di Tel Aviv, yang menyebabkan sedikitnya dua orang tewas.

Dampak Besar bagi Stabilitas Iran

Menurut analisis media Iran International, kematian Khatib memberikan dampak khusus terhadap rezim Iran. Ia tidak hanya memimpin intelijen, tetapi juga berperan dalam mendefinisikan gejolak sosial sebagai “infiltrasi asing”.

Selama masa jabatannya, protes domestik, media luar negeri, dan aktivitas advokasi dikategorikan sebagai bagian dari “perang hibrida” oleh musuh. Dalam empat tahun masa jabatannya, jumlah eksekusi mati di Iran meningkat tajam, dengan sedikitnya 1.900 eksekusi dilakukan pada tahun 2025 saja.

Menurut laporan Associated Press, meskipun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa sistem Iran tidak bergantung pada satu individu, namun dengan kematian para pemimpin intelijen dan keamanan secara berturut-turut, serta bertepatan dengan periode sensitif festival “Chaharshanbe Suri” (festival api), muncul tanda-tanda turunnya moral dan kekacauan komando di tingkat pasukan keamanan.

Serangan AS dan Dampak Lainnya

Komando Pusat AS pada Selasa menyatakan bahwa militer AS menggunakan bom penembus bunker 5.000 pon untuk menyerang basis rudal Iran di sepanjang pesisir dekat Selat Hormuz.

Bom jenis ini mampu menembus target yang diperkuat sebelum meledak. Pihak militer menyebut bahwa rudal jelajah anti-kapal yang ditempatkan di lokasi tersebut menjadi ancaman bagi pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Namun, menurut laporan ABC News, sejauh ini lebih dari selusin drone tempur MQ-9 Reaper milik AS telah dihancurkan dalam operasi tersebut. Drone MQ-9, yang bernilai sekitar 16 juta dolar AS, dapat digunakan untuk pengintaian sekaligus membawa rudal Hellfire.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan bahwa pada Rabu, sebuah rudal Iran menghantam area dekat Pangkalan Udara Al Minhad milik Australia di Uni Emirat Arab. Beruntung, seluruh personel militer Australia selamat.

Ia menambahkan bahwa rudal tersebut menghantam jalan menuju pangkalan dan menyebabkan kebakaran kecil, serta menimbulkan kerusakan ringan pada sebuah gedung akomodasi dan fasilitas medis.

Reporter NTD Television, Wang Ziyi, melaporkan dari Amerika Serikat.

Wanita Tiongkok Bertemu Kembali dengan Orang Tua Kandungnya Setelah Ditinggalkan di Toilet oleh Kakeknya 28 Tahun Lalu

EtIndonesia. Seorang wanita di Tiongkok yang ditinggalkan di toilet saat masih bayi oleh kakeknya telah bertemu kembali dengan orangtua kandungnya 28 tahun setelah diadopsi oleh pasangan Belanda.

Hong Yangli, 28 tahun, lahir di keluarga pedesaan di Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok tengah, sebagai anak ketiga, seperti yang dilaporkan oleh media daratan Tiongkok, Daxiang News.

Ibunya, Yang Xiaoying, mengatakan bahwa sehari setelah melahirkan, ayah mertuanya menawarkan untuk membawa bayi itu pulang dan merawatnya.

Masih lemah setelah melahirkan dan suaminya sedang pergi, dia setuju.

Itu adalah terakhir kalinya dia melihat putrinya.

Kakek yang lebih menyukai anak laki-laki daripada perempuan itu meninggalkan bayi tersebut di toilet di desa lain.

Yang mengatakan dia mulai membenci kakeknya setelah dia menolak untuk mengatakan di mana putrinya berada, dan dia tidak pernah berbicara dengannya lagi, bahkan sebelum kematiannya.

Ayah Hong, Xu Lihong, mengatakan dia telah memikul rasa bersalah selama bertahun-tahun. Karena terikat oleh rasa bakti kepada orangtua, dia tidak menantang ayahnya maupun melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Saya terus mencari putri bungsu kami, tetapi tidak pernah ada kabar,” kata Xu.

Saat baru berusia dua hari, Hong ditemukan menangis di toilet oleh seorang pejalan kaki dan dibawa ke panti asuhan setempat.

Dia ditinggalkan dengan uang 120 yuan, sekantong susu bubuk, dan secarik kertas berisi tanggal lahirnya.

Panti asuhan memberinya nama Hong Yangli dan kemudian menempatkannya di keluarga asuh.

Setahun kemudian, pasangan Belanda mengadopsinya dan membawanya ke Belanda, tempat dia dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan kemudian menyelesaikan gelar PhD.

Meskipun sangat berterima kasih kepada orangtua angkatnya, Hong telah lama berharap untuk melacak keluarga kandungnya.

Pada Desember 2024, dia menyerahkan sampel darah ke basis data DNA untuk anak hilang dengan bantuan sukarelawan Tiongkok. Kemudian, polisi mengidentifikasi orangtua kandungnya melalui pencocokan DNA.

Pada 14 Maret, Hong kembali ke Nanchang untuk reuni yang mengharukan.

Orangtua kandungnya menyambutnya dengan pesta dan petasan.

Sambil menangis, ibunya berseru: “Putriku telah kembali.”

Ayahnya juga memberinya gelang emas dan liontin giok.

Meskipun Hong tidak berbicara bahasa Mandarin, dia juga terharu hingga menangis. Para sukarelawan membantunya menerjemahkan sepanjang perjalanan pulangnya.

Orangtua kandungnya mengatakan mereka berencana mengunjungi orangtua angkatnya di Belanda musim panas ini.

“Kami berterima kasih kepada mereka karena telah membesarkan putri yang luar biasa,” kata Xu.

Dia menambahkan bahwa dia akan menghormati keputusan Hong di masa depan mengenai menetap di Tiongkok.

Orangtua angkatnya di Belanda belum memberikan komentar publik mengenai kasus ini.

Kisah ini memecah pendapat di media sosial daratan Tiongkok.

Seorang pengguna daring mengatakan: “Hong ditinggalkan oleh kakek yang kejam, tetapi beruntung dibesarkan oleh orangtua angkat yang seperti malaikat.”

Sementara yang lain menulis: “Xu tidak pernah melapor ke polisi, secara efektif membenarkan kejahatan ayahnya. Dia hanya bersembunyi di balik rasa bakti kepada orangtua dan menunjukkan sedikit kasih sayang yang nyata kepada putrinya.”

“Hong sangat mirip dengan ibunya. Tidak ada yang merasakan kesedihan kehilangan seorang anak perempuan sedalam seorang ibu. Semoga keluarga tersebut dapat bersatu kembali dengan bahagia,” kata orang ketiga.(yn)

Perang Iran Picu Krisis Energi di Beijing? Xi Jinping Gelar Pertemuan Darurat dengan Pemimpin Turkmenistan

EtIndonesia. Pada Rabu (18 Maret), pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT)  Xi Jinping mengadakan pertemuan darurat di Beijing dengan presiden Turkmenistan, Serdar Berdimuhamedow, dalam upaya memperluas kerjasama gas alam guna menutup kekurangan energi.

Pada saat yang sama, otoritas Beijing juga mengkonfirmasi telah mulai menggunakan cadangan minyak strategis, yang menunjukkan bahwa perang Iran telah berdampak nyata terhadap keamanan energi Tiongkok.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Tiongkok menekankan pentingnya “memperluas skala kerja sama di bidang gas alam”.

Turkmenistan memiliki cadangan gas alam terbesar keempat di dunia dan selama ini merupakan pemasok utama gas pipa ke Tiongkok. Langkah Xi memperkuat hubungan dengan negara energi di Asia Tengah ini dinilai sebagai upaya untuk menutup kekurangan pasokan akibat memburuknya situasi di Iran.

Baru-baru ini, lalu lintas di Selat Hormuz sempat turun hingga nol, menyebabkan pasokan sekitar 1,5 hingga 2 juta barel minyak per hari ke Tiongkok dari Iran dan kawasan sekitarnya terhenti.

Sejak pecahnya perang, harga minyak global telah meningkat sekitar 45%. Bagi Tiongkok yang mengimpor lebih dari 500 juta ton minyak mentah per tahun, hal ini berarti tambahan beban devisa hingga miliaran dolar setiap bulan.

Menghadapi tekanan ganda berupa pasokan yang menyusut dan harga yang melonjak, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional serta otoritas energi Tiongkok mengonfirmasi bahwa negara telah mulai menggunakan cadangan minyak strategis untuk menstabilkan harga dan menjaga operasional kilang.

Para ekonom memperingatkan bahwa jika perang Iran terus berlanjut, Beijing akan dipaksa mempercepat peralihan ke pasokan dari Rusia dan Asia Tengah. Namun, jalur pipa darat membutuhkan waktu pembangunan yang lama dan kapasitasnya terbatas, sehingga sulit menggantikan sepenuhnya pengiriman melalui laut dalam jangka pendek.

Lebih berisiko lagi, jika harga minyak bertahan di atas 120 dolar AS per barel, daya saing ekspor Tiongkok dapat melemah secara signifikan, yang berpotensi memicu inflasi dan perlambatan ekonomi. (hui)

Reporter NTD Television, Ji Yuanren, melaporkan dari New York, Amerika Serikat.

Kosta Rika Putus Hubungan dengan Kuba, Perintahkan Penutupan Kedutaan di Havana

EtIndonesia. Presiden Kosta Rika Rodrigo Chaves pada  Rabu (18/3/2026) menyatakan bahwa rezim komunis Kuba telah memperlakukan rakyatnya secara tidak manusiawi, melakukan penindasan, dan menciptakan kondisi hidup yang buruk. Ia menegaskan tidak mengakui legitimasi pemerintah Kuba, serta telah memerintahkan penutupan kedutaan besar Kosta Rika di Havana, dan meminta diplomat Kuba untuk meninggalkan ibu kota San José.

Chaves menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri peresmian fasilitas pemindai narkoba yang disumbangkan oleh Amerika Serikat, dengan kehadiran duta besar AS. Ia juga mengatakan: “Kita harus membersihkan pengaruh komunisme di Belahan Barat.”

Menteri Luar Negeri Kosta Rika, Arnoldo André, menyatakan bahwa Kuba hanya akan diizinkan mempertahankan layanan konsuler di Kosta Rika.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Kuba menyatakan bahwa pada 17 Maret mereka diberitahu mengenai permintaan Kosta Rika agar diplomat Kuba meninggalkan negara tersebut. Mulai 1 April, hanya staf konsuler yang akan tetap berada. Pihak Kosta Rika disebut tidak memberikan alasan resmi atas keputusan tersebut.

Pemerintah Kuba juga menilai langkah ini sebagai bagian dari gelombang baru tekanan yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk mengisolasi Kuba.

Pemerintah Kuba saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar. Washington, D.C. dilaporkan sedang menerapkan blokade minyak terhadap negara tersebut, serta secara terbuka menyatakan keinginan untuk mengakhiri konfrontasi hampir 70 tahun dengan negara komunis satu partai itu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 16 Maret juga mengatakan bahwa ia akan “mengambil alih” Kuba, dan menambahkan bahwa “kami akan segera mengambil tindakan terhadap Kuba.” (Hui)

Iran Pertama Kali Serang Tepi Barat, Rudal Hantam Salon Rambut, 4 Wanita Palestina Tewas dan 13 Luka

EtIndonesia. Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, Iran pada Rabu (18 Maret) malam untuk pertama kalinya melancarkan serangan mematikan ke wilayah Tepi Barat, menewaskan beberapa perempuan Palestina dan melukai 13 orang, dengan satu di antaranya dalam kondisi serius.

Dalam beberapa hari terakhir, jalan-jalan di Tepi Barat dipenuhi warga. Banyak keluarga Palestina keluar untuk berbelanja makanan manis dan hadiah dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri.

Kantor berita resmi Otoritas Palestina, WAFA, melaporkan bahwa sebuah rudal menghantam sebuah salon rambut di kota Beit Awwa, yang terletak di barat daya Hebron.

Menurut laporan terbaru, akibat serpihan roket yang jatuh, jumlah korban mencapai 4 orang tewas dan 13 orang terluka.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka memahami serangan ini melibatkan penggunaan amunisi klaster. Jenis hulu ledak ini dapat terpecah menjadi banyak bom kecil yang menyebar ke berbagai area.

Layanan darurat Israel pada 19 Maret pagi juga melaporkan bahwa wilayah Adanim di Israel tengah turut terkena serangan rudal Iran, yang menyebabkan seorang pekerja migran asing tewas.

Sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari yang memicu konflik regional, Iran terus menembakkan rudal ke Israel setiap hari. Sebelumnya, belum ada laporan bahwa Iran secara sengaja menargetkan wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Warga Palestina di Tepi Barat hampir tidak memiliki fasilitas perlindungan seperti bunker, berbeda dengan warga Israel. Untuk menghindari serangan amunisi klaster dan serpihan roket, banyak warga Palestina hanya mengandalkan sirine peringatan udara dari pemukiman Yahudi atau kota-kota Israel terdekat untuk mengetahui adanya serangan. 

Sumber : NTDTV.com

Sebatang Pohon yang Terluka

EtIndonesia. Seorang petani, demi memudahkan mengikat sapinya, memasang sebuah cincin besi pada batang pohon elm di kebunnya.

Seiring waktu, pohon itu terus tumbuh besar.Cincin besi tersebut perlahan-lahan tertanam ke dalam batangnya, meninggalkan bekas luka yang sangat dalam di permukaan kulit pohon.

Peristiwa Tak Terduga

Suatu tahun, terjadi wabah jamur tanaman yang aneh di daerah tersebut. Semua pohon elm dalam radius puluhan kilometer mati satu per satu.

Namun anehnya…

Hanya satu pohon yang tetap hidup— yaitu pohon elm yang pernah “terluka” oleh cincin besi itu.

Mengapa Bisa Bertahan?

Fenomena ini membuat para ahli botani tertarik.

Mereka melakukan penelitian dan akhirnya menemukan jawabannya: Justru karena luka dari cincin besi itulah pohon tersebut bisa bertahan.

Dari cincin besi yang berkarat, pohon itu menyerap banyak zat besi, yang kemudian membuatnya memiliki daya tahan khusus terhadap jamur.

Kisah Nyata

Ini bukan sekadar cerita.

Peristiwa ini benar-benar terjadi pada tahun 1950-an di sebuah peternakan di Amerika Serikat.

Hingga hari ini, pohon tersebut masih tumbuh dengan subur di dekat County Beulah, Michigan, tetap hidup, penuh vitalitas, dan menjadi saksi kekuatan dari sebuah “luka”.

Renungan Hidup

Bukan hanya pohon yang seperti itu— manusia pun sama.

Dalam hidup, kita mungkin pernah mengalami berbagai luka:

  • kekecewaan,
  • kegagalan,
  • pengkhianatan,
  • atau penderitaan.

Namun tanpa kita sadari, luka-luka itu justru menjadi “nutrisi” bagi kehidupan kita.

Luka itu:

  • membuat kita lebih kuat,
  • lebih tangguh,
  • dan lebih penuh harapan.

Bahkan, luka juga menjadi peringatan agar kita tersadar dan keluar dari kebingungan hidup.

Tentang Orang-orang dalam Hidup Kita

Tidak ada seorang pun yang hadir dalam hidup kita tanpa alasan.

Setiap orang membawa makna:

  • Orang yang mencintaimu → memberimu kehangatan dan rasa tersentuh
  • Orang yang kamu cintai → mengajarkanmu arti memberi
  • Orang yang tidak kamu sukai → mengajarkanmu toleransi dan penerimaan
  • Orang yang tidak menyukaimu → mendorongmu untuk introspeksi dan bertumbuh

Jadi, jika kamu pernah terluka…cobalah berterima kasih kepada mereka yang pernah menyakitimu.

Makna Kehidupan

Dalam perjalanan hidup ini, belajarlah menerima semua yang datang:

  • baik itu kemudahan,
  • maupun kesulitan.

Semua itu adalah pelajaran yang memang harus kita jalani.

Hiduplah dengan:

  • menerima apa yang datang,
  • menghargai setiap pertemuan,
  • dan melepaskan apa yang harus dilepaskan.

Karena pada akhirnya… setiap pengalaman adalah proses untuk menempa hati kita, agar kita bisa hidup dengan lebih tenang dan bijaksana. (jhn/yn)

Perang Energi Teluk Memanas, Pusat LNG Terbesar Dunia di Qatar Diserang

EtIndonesia. Setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang fasilitas utama gas alam Iran, Iran dengan cepat mengarahkan aksi balasannya ke infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia.

Perusahaan energi Qatar mengonfirmasi bahwa Kota Industri Ras Laffan (Ras Laffan Industrial City / RLIC) diserang rudal pada malam hari dan mengalami kerusakan besar. Namun, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa setelah serangan terjadi, tim darurat segera dikerahkan untuk memadamkan api, dan seluruh personel di lokasi telah berhasil dihitung keberadaannya.

Kota Industri Ras Laffan terletak sekitar 80 km timur laut ibu kota Qatar, Doha. Kawasan ini merupakan basis produksi gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, dengan pasokan sekitar 20% dari total pasar LNG global, sehingga memiliki peran penting bagi pasokan energi di Asia dan Eropa.

Serangan ini memicu kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah kini mulai secara langsung mengancam jalur utama energi global.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel baru saja menyerang ladang gas alam South Pars (Pars Selatan) milik Iran beserta fasilitas terkait. South Pars merupakan ladang gas terbesar di dunia yang dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar.

Iran kemudian mengeluarkan pernyataan keras, menyebut bahwa “persamaan perang telah memasuki tahap baru”, dan bahwa fokus konflik telah berubah dari bentrokan terbatas menjadi “perang ekonomi menyeluruh”. Iran juga secara terbuka menyebut fasilitas energi di beberapa negara Teluk sebagai target, serta memperingatkan akan melakukan pembalasan besar-besaran.

Analisis dari Wall Street Journal menyebut bahwa meningkatnya serangan terhadap infrastruktur minyak dan gas di kawasan Teluk Persia menunjukkan bahwa konflik antara AS-Israel dan Iran telah memasuki tahap yang lebih berbahaya, serta berpotensi meningkatkan risiko global di sektor energi.

Dipicu oleh situasi ini, pada Rabu malam (18 Maret), harga minyak internasional sempat melonjak menembus 110 dolar AS per barel. (HuI)

Sumber : NTDTV.com

Mengapa Tuhan Tidak Memberi Hadiah kepada Orang Baik?

EtIndonesia. Pada tahun 1963, seorang gadis bernama Mary Benny menulis surat kepada Chicago Tribune. Dia benar-benar tidak mengerti satu hal:

Mengapa ketika dia membantu ibunya menyajikan kue ke meja makan, yang dia dapatkan hanya pujian “anak baik”? Sementara adiknya, David, yang tidak melakukan apa-apa selain membuat masalah, justru mendapat sepotong kue.

Dia pun ingin bertanya kepada Siler Kuster, seorang kolumnis anak-anak di Chicago Tribune yang dianggap “serba tahu”:

Apakah Tuhan benar-benar adil? Mengapa di rumah dan di sekolah, dia sering melihat anak-anak baik seperti dirinya justru seperti dilupakan oleh Tuhan?

Pertanyaan yang Sulit Dijawab

Selama lebih dari sepuluh tahun, Siler Kuster menerima ribuan surat dari anak-anak dengan pertanyaan serupa:

  • Mengapa Tuhan tidak memberi hadiah kepada orang baik?
  • Mengapa orang jahat tidak langsung dihukum?

Setiap kali membaca surat seperti itu, hatinya terasa berat. Dia sendiri tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.

Jawaban yang Datang Tak Terduga

Suatu hari, saat dia kebingungan menjawab surat Mary, seorang temannya mengundangnya menghadiri sebuah pernikahan.

Tanpa disangka, justru di sanalah dia menemukan jawabannya.

Dia mengenang kejadian itu:

Setelah upacara selesai, pengantin pria dan wanita saling bertukar cincin. Mungkin karena terlalu bahagia atau terlalu gugup, mereka justru memasangkan cincin ke tangan kanan masing-masing—bukan tangan kiri seperti seharusnya.

Melihat hal itu, sang pendeta tersenyum dan berkata dengan humor :“Tangan kanan kalian sudah cukup sempurna. Mungkin sebaiknya cincin itu dipakai untuk menghias tangan kiri saja.”

Sebuah Pencerahan

Kalimat sederhana itu tiba-tiba membuka pikiran Siler Kuster.

Dia menyadari: Tangan kanan sudah menjadi tangan kanan—itu sendiri sudah sempurna. Tidak perlu lagi dihiasi dengan sesuatu tambahan.

Bukankah hal yang sama juga berlaku untuk orang baik?

Mereka sering terlihat “tidak diberi hadiah”, justru karena mereka sudah memiliki nilai dan keindahan dalam diri mereka sendiri.

Kesimpulan yang Mengubah Segalanya

Akhirnya, Siler Kuster menemukan jawabannya:

Tuhan menjadikan tangan kanan sebagai tangan kanan—itulah penghargaan tertinggi.
Begitu juga, Tuhan menjadikan seseorang sebagai orang baik—itulah hadiah terbesar.

Dengan penuh semangat, dia membalas surat Mary dengan judul: “Tuhan Menjadikanmu Anak Baik, Itulah Hadiah Terbesarmu.”

Setelah dimuat di Chicago Tribune, surat itu dengan cepat menyebar luas, bahkan diterbitkan ulang oleh lebih dari 1.000 media di Amerika dan Eropa, dan terus dipublikasikan ulang setiap Hari Anak.

Sudut Pandang yang Lebih Dalam

Beberapa waktu lalu, seorang pembaca dari Tiongkok menemukan surat tersebut dan meninggalkan komentar yang menarik:

Dalam pepatah Tiongkok ada ungkapan: “Kebaikan akan mendapat balasan baik, kejahatan akan mendapat balasan buruk. Bukan tidak dibalas, hanya waktunya belum tiba.”

Selama ini, kita sering bingung kenapa orang jahat tidak segera mendapat balasan.

Namun kini ia memahami: Menjadi orang jahat itu sendiri sudah merupakan hukuman dari Tuhan.

Pesan Moral

  • Jika seseorang berbuat baik, meskipun keberuntungan belum datang, bencana sebenarnya sudah menjauh.
  • Jika seseorang berbuat jahat, meskipun bencana belum tiba, keberuntungan sebenarnya sudah menjauh.

Kadang kita merasa hidup tidak adil, karena orang baik tidak selalu langsung “dihadiahi”.

Tapi mungkin kita lupa satu hal: Menjadi orang baik itu sendiri sudah merupakan hadiah terbesar.

Dan justru itu yang sering tidak terlihat.(jhn/yn)