Taliban Lepas Sandra Satu Keluarga Setelah Lima Tahun Disekap

EpochTimesId – Seorang wanita Amerika dan keluarganya berhasil dibebaskan dari kelompok separatis yang berafiliasi dengan Taliban di Timur Tengah. Namun suami wanita itu menolak naik pesawat untuk dipulangkan ke Amerika Serikat.

Keluarga tersebut masih berada di Pakistan hingga Kamis siang (12/10/2017), seperti dikutip TheEpochTimes dari Fox News. Ibu 32 tahun itu hamil tujuh bulan saat dia dan suaminya, Josh Boyle, diculik di Afghanistan pada tahun 2012 oleh jaringan Haqqani.

Pasangan tersebut dan ketiga anak yang semuanya lahir dalam tawanan, dibebaskan pada hari Kamis pagi dalam sebuah operasi negosiasi pembebasan. Sang Suami menolak naik pesawat militer Amerika yang akan membawa mereka pulang dari Pakistan, dia khawatir akan dipenjara setibanya di Amerika.

“Mereka hidup dalam lubang bunker selama lima tahun,” ujar Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly.

Keluarga tersebut dibebaskan oleh kerja sama intelijen AS dengan pasukan keamanan Pakistan. Negosiasi berlangsung selama hampir lima tahun sejak pertama kali mereka ditangkap sebagai sandera, seperti dilaporkan CNN.

Tentara Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa badan intelijen AS telah melacak para sandera saat keluarga itu tiba di Pakistan. Pejabat AS juga mengkonfirmasi laporan intelijen tentang lokasi mereka dalam beberapa hari terakhir, yang disampaikan kepada pihak Pakistan.

Sang suami, Boyle sebelumnya pernah menikah dengan saudara perempuan Omar Khadr. Omar adalah seorang pria Kanada yang menghabiskan 10 tahun di Teluk Guantanamo setelah ditangkap pada tahun 2002 di sebuah kompleks al-Qaeda di Afghanistan.

Omar baru berusia 15 tahun pada 2002 saat dia melemparkan sebuah granat dalam baku tembak yang menewaskan Sersan Angkatan Darat A.S. 1st Class Christopher Speer, petugas kesehatan khusus. Karena sejarah ini Boyle mengaku khawatir akan ditangkap.

Namun Washington mengatakan tidak ada kaitan antara latar belakang Boyle dan penangkapannya oleh jaringan Haqqani. Pada tahun 2016 lalu, sebuah video yang dirilis menunjukkan keluarga Boyle dan Coleman mendesak agar pemerintah mereka campur tangan untuk pembebasan mereka.

Gedung Putih dalam keterangan tertulis sudah mengumumkan pembebasan para sandra ini. “Kemarin, pemerintah Amerika Serikat, bekerja sama dengan Pemerintah Pakistan, menjamin pembebasannya keluarga Boyle-Coleman dari penawanan di Pakistan. Hari ini mereka bebas,” ujar Presiden Donald Trump, dalam keterangan tertulis Gedung Putih, Kamis (12/10/2017).

Menurut Trump, upaya pembebasan ini adalah momen positif bagi hubungan AS dengan Pakistan. Pemerintah Pakistan dinilai menghormati keinginan Amerika untuk berbuat lebih banyak dalam memberikan keamanan di wilayah mereka.

“Kami berharap untuk melihat jenis kerja sama dan kerja sama tim dalam membantu menjamin pelepasan sandera yang tersisa dan dalam operasi kontraterorisme gabungan masa depan kita,” tutup pernyataan tersebut. (CNN/Fox/NTDTV/EpochTimes/waa)