Meneropong Pedesaan Jerman : Kembali ke Alam – Rendah Hati – Standar Tinggi

Yu Feng

Pengolahan limbah: menjadi harta untuk meningkatkan kesuburan tanah

Sebelum tahun 1990-an, air limbah pedesaan Jerman mengambil pendekatan terpusat untuk industrialisasi, yaitu air limbah disalurkan ke pabrik pengolahan limbah terpusat melalui gorong-gorong.

Namun selain biaya tinggi, juga membawa sejumlah endapan/sedimen bercampur limbah padat yang cukup mengganggu lingkungan.

Endapan yang kaya akan unsur-unsur nutrisi, nitrogen, fosfor dan kalium itu terus mengalir ke perairan kawasan buangan yang dapat mengakibatkan terlalu jenuh dengan nutrisi sehingga berakibat penyusutan populasi organisme air dan berbagai jenis ikan lantaran kekurangan oksigen serta proses sirkulasi alami dari air dan zat nutrisi telah terputus oleh teknologi buatan dan berbagai kekurangan lainnya.

Setelah memasuki abad ke-21, metode penanganan terpusat itu digantikan oleh pendekatan pengolahan limbah baru dengan cara pengaliran bercabang/desentralisasi, langkah-langkah yang diambil terutama adalah:

  1. Sistem infrastruktur perkotaan terdesentralisasi: Bagi yang belum dibangun bioreaktor membran modern di daerah pedesaan terpencil yang tidak memiliki akses ke jaringan drainase, biasanya air hujan dan air limbah dikumpulkan secara terpisah, lalu air buangan itu dibersihkan melalui bioreaktor membran modern. Sistem ini tidak hanya bisa mengurangi biaya pengolahan limbah, tapi dalam proses pemurnian air limbah tersebut juga bisa diperoleh nitrogen, sehingga bisa mencapai tujuan mengubah limbah menjadi harta yang dapat meningkatkan kesuburan lahan pedesaan.
  1. Sistem pengolahan limbah lahan basah pKa (lambang derajad kelarutan/disosiasi asam): Lahan basah pKa terdiri dari dua sistem yakni sistem Lapisan Dielektrik dan Tanaman Lahan Basah. Dengan menggunakan ekosistem yang terbentuk oleh 2 sistem besar itu, yang dikombinasikan dengan 3 macam zoom-efek yakni: fisika, kimia dan biologis, maka efek pengolahan air limbah dapat mencapai hasil yang maksimal.

Aktivitas ketrampilan yang terutama mengalirkan limbah pedesaan itu melalui pipa air, lalu dikumpulkan ke dalam kolam sedimentasi, dan setelah melalui empat lapisan penyaringan kolam sedimentasi, dengan penanganan pemurnian melalui lahan basah pKa, kemudian dikeluarkan setiap kali mencapai debit standar atau dipergunakan untuk irigasi lahan pertanian.

Pertanian di Jerman(Getty Images)

Pengoperasian sistem ini tidak memerlukan bahan kimia, semua bahan berasal dari alam, tanpa polusi ganda terhadap lingkungan sekitarnya. Permukaan lahan basah tetap kering, tidak ada genangan air, malah membentuk tanah hijau lansekap, biaya operasi hariannya sangat rendah, prosesnya sederhana dan manajemennya mudah.

  1. Sistem klasifikasi limbah. Limbah dibagi menjadi air hujan, air abu-abu dan air hitam. Air abu-abu adalah air dapur, shower, laundry dan air kotor rumah tangga lainnya, air hitam mengacu pada air kotor toilet. Air hujan dari atap rumah pemukiman dan tanah keras dikumpulkan oleh pipa air hujan dan dialirkan ke air permukaan terdekat atau diarahkan ke kolam rembesan yang disediakan di area perumahan.

Kolam rembesan milik fasilitas penghijauan masyarakat, dengan desain styling dan lingkungan khusus, yang terlihat secara permukaan seperti bagian dari desain lansekap, dengan bahan khusus seperti kerikil pada dasar kolam, maka air hujan dalam kolam secara alami meresap dan masuk ke air bawah tanah.

Dalam kondisi hujan lebat atau curah hujan tinggi, juga memungkinkan untuk mengalirkan air hujan yang berlebih ke dalam waduk yang terhubung sehingga hujan secara alami akan menguap atau melalui selokan untuk kemudian masuk ke air permukaan.

Melalui penanganan semacam ini, air hujan bisa meresap atau langsung masuk ke siklus perputaran air alami. Air limbah dari hasil mencuci sayur, mencuci piring, mandi dan mesin cuci pakaian dan lain sebagainya menjadi yang disebut air abu-abu yang melalui pipa gravitasi dialirkan ke fasilitas pemurnian air tanaman di dalam area pemukiman untuk dilakukan penanganan pemurnian.

 Tumbangkan tembok penghalang antara manusia dan alam

Jerman adalah negara federal, setiap provinsi/negara bagian, setara dengan sebuah negara kecil, memiliki konstitusi, parlemen, kepolisian dan Kanzler (perdana menteri)nya sendiri, namun dalam bidang pertahanan, diplomatik dan beberapa urusan makroekonomi dikelola oleh pemerintahan federal.

Kelebihan dari federalisme adalah bahwa setiap Negara Bagian mengembangkan usaha ekonomi dan budaya mereka sesuai dengan situasi mereka sendiri sehingga tidak ada masalah dalam pendidikan, budaya, sumber daya medis dan pendistribusian yang tidak merata.

(AFP)

Di Jerman, menjadi petani bukan hal yang mudah, harus bersertifikat pendidikan pertanian baru boleh bekerja. Jerman melaksanakan “kebijakan pertanian bersama” dengan Uni Eropa, intinya terletak pada Subsidi Pertanian.

Menurut data statistik, petani Jerman saat ini sekitar 40% pendapatannya diperolah dari subsidi langsung. Dan sebenarnya jumlah petani yang sejati di Jerman tidak banyak, kebanyakan orang yang tinggal di daerah pedesaan belum tentu petani, juga orang-orang itu mungkin lebih kaya daripada orang kota, itulah gambaran sikon pedesaan di Jerman.

Perang Dunia II menghancurkan Jerman dan pada masa pemulihan pasca perang, Jerman juga pernah mengeksploitasi berlebihan dan memburu sukses instant, sehingga memperburuk lingkungan ekologis. Tapi selama setengah abad ini, masalah ekonomi dan lingkungan Jerman secara berangsur-angsur telah berubah harmonis.

Orang-orang Jerman telah menyadari, mutlak tidak boleh mengorbankan lingkungan ekologis untuk ditukarkan dengan apa yang disebut pembangunan ekonomi, dan hanya dengan berintegrasi secara alami dengan alam, meruntuhkan dinding penyekat yang telah lama dibangun antara manusia dan alam, dengan dibekali semacam semangat kembali (ke alam) dan sikap rendah hati untuk hidup berkoeksistensi dengan alam serta bersimbiosis mutualistis dengan semua mahluk, maka manusia barulah memiliki masa depan. (HUI/WHS)