Calon Presiden Brasil Ditusuk Pisau Yakin Simpati Pemilih Akan Meningkat

EpochTimesId – Penusukan terhadap seorang calon presiden terkemuka Brasil, Jair Bolsonaro, mengejutkan masa kampanye untuk pemilu pada negara terbesar Amerika Latin. Dokter mengatakan pada 7 September bahwa Jair Bolsonaro akan dirawat di rumah sakit setidaknya selama seminggu.

Namun, tidak dapat dipastikan apakah Bolsonaro akan sanggup berkampanye setelah meninggalkan rumah sakit. Pendukung anggota kongres sayap kanan yang ingin menindak tegas kejahatan itu mengatakan serangan penikaman hanya akan meningkatkan peluangnya dalam memenangkan pemilihan presiden bulan depan.

Seorang pria bersenjata pisau yang motifnya tidak diketahui menikam Bolsonaro ketika kampanye pada 6 September 2018 di Juiz de Fora, sebuah kota yang berjarak sekitar 200 kilometer sebelah utara Rio de Janeiro. Dia ditusuk saat duduk di atas bahu salah seorang pendukungnya.

“Pria 63 tahun itu menderita kerusakan usus dan pendarahan internal yang serius. Dia dalam kondisi yang serius, tetapi stabil. Bolsonaro akan tetap dalam perawatan intensif selama tujuh hingga 10 hari,” kata Dr Luiz Henrique Borsato, salah satu ahli bedah yang mengoperasi sang kandidat.

Kandidat itu dipindahkan pada 7 September 2018 ke rumah sakit utama di Sao Paulo, kota terbesar di Brasil. Pendukung dan simpatisan pun berkumpul di luar rumah sakit, sambil membawa boneka tiup raksasa Bolsonaro yang mengenakan pakaian formal dengan selempang bertuliskan “Presiden”.

“Tidak peduli apa yang Anda pikirkan tentang dia, dia tidak pantas mendapatkan ini,” kata Mauro Rodrigues, pemilik bisnis konstruksi yang pergi ke rumah sakit untuk mendukung Bolsonaro. “Ini pasti akan meningkatkan peluangnya untuk memenangkan pemilihan karena orang akan lebih bersimpati kepadanya.”

Serangan itu kemungkinan besar akan berdampak besar pada sisa empat minggu kampanye, dari bagaimana para calon berinteraksi dengan pendukung hingga pesan mereka.

Untuk Bolsonaro, akan ada pertanyaan tentang kemampuan fisiknya untuk berkampanye. Faktor kunci di sebuah negara yang sedikit lebih besar dari Amerika Serikat, serta apakah serangan itu akan memberinya peningkatan dukungan dari kalangan pemilih.

“Dia mungkin tidak akan kembali ke jalan selama kampanye ini, jadi dia tidak bisa melakukannya, tetapi kita bisa,” putranya, Flavio, mengatakan dalam sebuah video yang diposting di Facebook.

Calon wakil presiden wakil Bolsonaro, pensiunan Jendral Hamilton Mourao, mengatakan kepada wartawan bahwa kandidat akan, “Keluar dari proses ini lebih kuat daripada dia masuk.”

Sentimen itu disuarakan oleh Flavio Bolsonaro, dengan berkicau di twitter, “Jair Bolsonaro lebih kuat dari sebelumnya dan siap untuk terpilih sebagai Presiden Brasil pada putaran1!”

Satu lusin pasangan calon presiden-wakil presiden akan bersaing dalam pemilihan putaran pertama pada 7 Oktober 2018. Jika tidak ada yang memenangkan mayoritas langsung, putaran kedua akan diadakan 28 Oktober 2018.

Dalam video yang diposting di halaman Facebook, oleh seorang senator yang mengunjunginya di rumah sakit, Bolsonaro menyampaikan terima kasih kepada dokternya. Dengan suara yang lemah dan kasar dia berkata, “Saya tidak pernah membahayakan siapa pun.”

Dia menggambarkan luka yang menyakitkan, serta mengatakan bahwa dia khawatir tentang serangan pada proses kampanye.

“Saya sedang mempersiapkan untuk hal semacam ini. Anda menjalankan (pekerjaan dengan) risiko,” katanya.

Pemimpin dalam jajak pendapat sementara ini masih tetap mantan Presiden kiri dan pemimpin serikat pekerja, Luiz Inacio Lula da Silva dari Partai Buruh. Akan tetapi, dia baru dijatuhi hukuman 12 tahun penjara untuk kasus pencucian uang dan korupsi yang melibatkan perusahaan minyak negara yang dikelola Petrobras dan telah dilarang ke luar negeri.

Lula da Silva mendirikan kelompok kiri, São Paulo Forum dengan pemimpin Kuba Fidel Castro. Lembaga kerjasama antar negara itu menjadi forum pertemuan para pemimpin sosialis yang berusaha menciptakan sekutu di Amerika Selatan. Bolsonaro berada pada peringkat kedua dalam jajak pendapat. Dia memiliki pengikut yang antusias, jajak pendapat menunjukkan dia memiliki 19 persen dukungan pemilih.

Yangga 7 September adalah Hari Kemerdekaan di Brasil, dan Bolsonaro berencana menghadiri parade militer di Rio de Janeiro.

Sejak protes anti-pemerintah massal yang meletus di Brasil pada tahun 2015, seruan untuk kembali ke kekuasaan militer telah mendapatkan kekuatan ketika orang-orang berusaha untuk mengakhiri korupsi di elit politik Brasil. Mereka menggemakan pengambilalihan kekuasaan oleh militer seperti pada tahun 1964 yang diinginkan oleh banyak orang Brasil sebagai perlindungan terhadap ancaman komunis.

Selama protes 2015, warga mengatakan mereka ingat dengan sangat baik penurunan ekonomi dan peningkatan tingkat kejahatan yang terjadi setelah Brasil mengangkat kekuasaan militer pada 1985.

“Kami ingin militer membubarkan Kongres dan menyerukan pemilihan baru, karena tingkat korupsi terlalu luas untuk melakukan hal lain,” kata Marlon Aymes, yang membantu membawa spanduk sepanjang 20-kaki dalam tulisan bahasa Inggris, “Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Tolong Selamatkan Kami Sekali Lagi Dari Komunisme.”

Aymes menambahkan, ketika berbaris di sepanjang pantai emas Copacabana di Rio, “Saya tidak ingin negara saya berubah menjadi Venezuela, kami tidak menginginkan pemerintahan yang otoriter!” (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA