“Sejati Baik Sabar” Menuntun Pebisnis Ini ke Jalan yang Lurus

Sebuah toko teh di Taiwan, sang pemilik bernama Liu Chongpei, mulai dari daun tehnya dia sudah mempertahankan budidaya tak beracun.

Hingga sesi sangria juga mempertahankan pakai pembakaran arang tradisional yang aman tak beracun. Mengelola dengan tulus dan jujur serta bertahap, menjauhi teh berhati jahat, tidak ingin pelanggan jatuh sakit akibat kemasukan bakteri dari mulut.

Liu mengatakan: “Dulu menjalankan bisnis, pemikiran pertama adalah keuntungan, dan bagaimana bisa menghasilkan uang, serta bisa menghasilkan berapa banyak uang ; Setelah ber-kultivasi Falun Dafa, kami dalam menjual barang memiliki suatu standar, yakni kami menjual barang ini ada manfaat apakah bagi konsumen, bisa membawakan kebaikan apakah bagi konsumen, artinya bisa lebih memikirkan orang lain.”

Melihat ke sekeliling pasar, dari Taiwan hingga daratan Tiongkok, badai keamanan pangan muncul tiada henti, industri palsu, mengatakan pailit langsung bangkrut.

Namun, ketika konsumen tidak tahu menahu, pengusaha berhati jahat acapkali menurunkan biaya untuk berperang dalam harga, demi merebut pasar.

Apakah ikut terombang-ambing oleh arus atau berjalan melawan pasar? Praktisi Falun Gong mengatakan, Falun Gong menuntut “Sejati Baik Sabar” dan ini bukan hanya sekedar slogan.

Dalam kehidupan sehari-hari dengan patuh menjalankan “Sejati Baik Sabar”, mereka melawan pasar dan telah berada pada jalan bisnis yang dikelola dengan jujur dan dapat dipercaya.

Zhu Yuanzhu, seorang pemilik perusahaan pengolahan pangan Shanghai mengatakan : “Sebelum berkultivasi mereka mendirikan sebuah perusahaan, persaingan bisnis sangat ketat, orang lain mencampuri tepung jagung dengan bubuk batu demi persaingan, maka kami harus ikutan mencampur dengan bubuk batu.”

“Setelah berkultivasi Dafa, saya melakukan berdasarkan “Sejati Baik Sabar”. Saya berkata pada pelanggan, dulu saya campuri bubuk batu untuk menipu Anda, sekarang saya sudah tidak mencampuri bubuk batu lagi.”

Setelah Zhu memperhitungkan biaya produksi, dia menaikkan sedikit harga produk, pada awal setengah bulan sama sekali tidak ada orang yang membeli. Namun dia tetap mempertahankan garis bawah kalkulasi dan tidak mundur, dengan cepat kinerja rebound, di era tahun 1990 omset tahunan berkembang signifikan hingga puluhan juta yuan.

Zhu berkata: Kemudian dia tahu kualitas barang kami memang bagus, lalu menyebar dari mulut ke mulut, malah pelanggan semakin banyak dan bisnis semakin baik.

Vasili seorang imigran Yunani, berlatih Falun Gong pada tahun 1998, dia mendirikan sebuah perusahaan di Swedia pada tahun 2004, menjual produk peripheral telekomunikasi, secara tulus dan jujur memenangkan kepercayaan dari mitranya, hingga tahun 2010 penjualan perusahaan mencapai 86 juta franc. Pada tahun 2011 dia memenangkan “New Entrepreneur Pioneer Award” dari  “King of Sweden Award”.

Vasili mengatakan: “Saya tahu di Tiongkok rekan praktisi saya ditindas oleh pemerintah PKT, PKT juga memfitnah praktisi Falun Gong sebagai orang bodoh. Tetapi di Swedia, Raja sendiri yang memberikan penghargaan kepada saya, sebagai seorang pengusaha teladan yang rajin dan cerdas, saya sebagai seorang praktisi Falun Gong menerima penghargaan ini, menunjukkan bahwa propaganda PKT terhadap praktisi Falun Gong sama sekali adalah sebuah kebohongan.”

Saat ini, komunitas bisnis juga mengeksplorasi kealihan, prinsip dan metode pertumbuhan bisnis. Serta juga telah menyimpulkan bahwa yang disebut metode bisnis pada akhirnya berpenghujung pada moral.

Sedangkan dalam masyarakat sekarang ini standar ukuran moralitas itu bagaimana, praktisi Falun Gong mengatakan, “Sejati Baik Sabar” adalah standar mereka yang abadi.

untuk mengetahui tentang Falun Dafa silakan kunjungi http://www.falundafa.org/

(SUD/WHS/asr)