Bagaimana Seharusnya Kanada Menghadapi Ancaman Komunis Tiongkok ?

Xia Xiaoqiang

Untuk membalas penangkapan CEO Huawei Meng Wanzhou oleh pemerintah Kanada, Parta Komunis Tiongkok (PKT) terus meningkatkan intensitas pembalasan terhadap Kanada, Desember tahun lalu dua orang WN Kanada yakni Michael Kovrig dan Michael Spavor ditangkap, dan di bulan Januari ini seorang WN Kanada lainnya dijatuhi vonis hukuman mati.

Surat Bersama Kepada Xi Jinping

Baru-baru ini lebih dari 140 orang pakar masalah Tiongkok beserta mantan dubes dari berbagai negara bagi Tiongkok seperti mantan dubes Kanada, Inggris, Amerika, Australia, Jerman, Swedia, Meksiko dan lain-lain, melayangkan surat bersama yang ditujukan kepada pemimpin negara RRT yakni Xi Jinping, mengimbau agar Beijing membebaskan dua orang WN Kanada yang secara ilegal ditangkap oleh mereka.

Ini adalah kondisi terkini yang berkembang di tengah dunia internasional pasca ditangkapnya CEO Huawei Meng Wanzhou, setelah kejadian tersebut tindakan PKT sebagai reaksi dan aksi pembalasan terhadap Kanada sebenarnya tidak beradab dan konyol.

Setelah berbagai negara di dunia memberlakukan larangan penggunaan produk Huawei di negaranya masing-masing, reaksi Beijing semakin menjadi-jadi.

Tanggal 17 Januari lalu, Dubes RRT untuk Kanada bernama Lu Shaye secara terbuka menyatakan, jika Kanada mengikuti jejak AS dan Australia melarang Huawei ikut serta dalam proyek 5G, maka diyakini “pasti akan ada akibatnya”.

Saat telekomunikasi di seluruh dunia melarang produk Huawei menjadi tren yang tak bisa dihindari lagi, ancaman tidak etis yang dilontarkan RRT kemudian selain membuat pihak luar semakin antipati terhadap RRT, hanya akan membuat masyarakat meragukan IQ dubes RRT tersebut.

Beijing dengan menyalahgunakan diplomatik sandera telah membalas kepada Kanada, salah satu penyebab kalangan luar antipati terhadap RRT adalah karena Kanada merupakan sebuah negara yang sangat tinggi reputasi internasionalnya.

Reputasi Internasional Kanada Sangat Luar Biasa

Dalam suatu survey tahunan yang menentukan tingkat kepercayaan atau reputasi negara makmur, Kanada adalah negara yang “paling mengagumkan” dalam hal seperti ‘efisiensi pemerintah, tidak ada korupsi, sistem penopang kesejahteraan, warga yang bersahabat dan bertoleransi’ dan lain sebagainya, pada tahun 2011, 2012, 2013 dan 2015, indeks reputasi negara Kanada menduduki posisi pertama dunia.

Kota-kota utama di Kanada selama bertahun-tahun juga memposisikan diri sebagai deretan kota yang paling layak huni di dunia.

Kanada memiliki kemampuan internal yang sangat kuat, juga memiliki citra sangat baik di mata internasional. Warga Kanada bersahaja dan ramah, berani dan tegas.

Selama PD-I tentara sukarela Kanada membentuk Legiun Canada, memainkan peranan sangat penting pada berbagai ajang pertempuran seperti di Vimy Ridge dan lain-lain. Dari 650.000 personel Kanada yang terjun pada PD-I, sekitar 60.000 orang tewas dan 173.000 orang lainnya terluka. Pada PD-II, Legiun Kanada juga terjun di berbagai peperangan penting, termasuk pada Pertempuran Dieppe, Invasi Italia, Invasi Normandia, Operasi Overlord dan juga Pertempuran Sungai Scheldt.

Selama Belanda diduduki oleh Jerman, Kanada memberikan suaka kepada keluarga kerajaan Belanda dalam pengasingan, selama PD-II Kanada juga membuat banyak perlengkapan militer bagi Inggris dan Tiongkok (pemerintahan nasionalis). Kemudian sampai Perang Korea, Perang Irak dan Afghanistan, Kanada terus menunjukkan kekuatannya.

Status politik Kanada juga relatif independent, merupakan anggota Persemakmuran Inggris, namun juga tidak tergantung pada AS dan Eropa, oleh karena itu memiliki hubungan yang cukup baik dengan negara-negara Eropa.

Inspirasi Dari Kasus Sun Qian

Tanggal 12 September 2018, praktisi Falun Gong warga Kanada bernama Sun Qian diadili secara ilegal oleh RRT atas tuduhan “kejahatan melanggar penegakan hukum” di Pengadilan Wenyuhe di kantor kehakiman Chaoyang Beijing.

Sun Qian adalah pendiri perusahaan yang telah go public di Tiongkok yakni Pendiri Leadman sekaligus merangkap sebagai Direktur dan CEO perusahaan tersebut, di tahun 2012 dan 2016 pernah masuk dalam daftar 100 orang terkaya versi Hurun Report, dan memiliki kekayaan 3,5 milyar Yuan (7,3 triliun Rupiah).

Pada tahun 2007 dia telah menjadi warga negara Kanada. Tanggal 19 Februari 2017, puluhan petugas keamanan publik Beijing mendobrak masuk dan menangkap Sun Qian secara ilegal. Beberapa minggu keluarganya mencari akhirnya baru menemukannya dibui di Penjara No. 1 Kota Beijing.

Selama hampir 2 tahun lebih, apa yang dialami Sun Qian telah menjadi sorot perhatian masyarakat Kanada, politisi, media massa dan juga masyarakat internasional.

Pada Desember 2017, PM Kanada Justin Trudeau saat berkunjung ke Tiongkok, pernah secara langsung menanyakan kasus Sun Qian ini kepada Xi Jinping dan Li Keqiang, dan berharap agar PKT bersedia membebaskan Sun Qian.

Mei 2017, Kedubes Kanada untuk RRT mengirim utusan ke Penjara No. 1 Kota Beijing untuk menjenguk Sun Qian, dan mendapati Sun telah disiksa.

Sun Qian disiksa oleh 4 orang polisi secara tidak berperikemanusiaan dengan cara disemprot cairan cabe di wajahnya, didudukkan di bangku besi, 24 jam diborgol tangan dan kaki, setiap tidur hanya 30 menit dia dibangunkan sekali, selama 60 hari tidak ganti pakaian. Selama 13 hari berturut-turut penjara mengenakan pasung di tangannya setiap saat, baik makan, tidur, berjalan, maupun ke toilet selalu mengenakan pasung itu.

Bagi seorang WN Kanada seperti Sun Qian, PKT berani menganiayanya dengan semena-mena, bahkan berani menyiksa dan menjatuhkan hukuman, bisa dibayangkan dalam menghadapi warga Tiongkok sendiri, PKT bahkan akan lebih brutal lagi.

Bagi PKT setiap orang, baik miskin maupun kaya, bersalah ataupun tidak, selama telah dianggap sebagai musuhm, maka akan selalu disiksa dan dianiaya oleh PKT, bahkan sampai kehilangan nyawanya.

Setelah Schellenberg divonis hukuman mati, pemerintah Kanada melakukan tindakan keras terhadap RRT sebagai aksi protes.

Menlu Kanada Alexandra Freeland menyatakan, Kanada telah mendapatkan dukungan dari Amerika, Inggris, Jerman dan negara-negra lain, pada forum ekonomi Davao dia juga akan mengemukakan kepada para pemimpin semua negara-negara di dunia atas keprihatian pemerintah Kanada terhadap kasus ini.

Terhadap ancaman dari Kedubes RRT untuk Kanada, Menteri Keamanan Publik dan Kesiapan Darurat Ralph Goodale secara tegas menyatakan tidak akan berkompromi dengan Beijing dalam hal keamanan nasional, berangkat dari kepentingan negara, Kanada tidak akan mengalah. (SUD/WHS/asr)

Video Rekomendasi : 

https://www.youtube.com/watch?v=fbGqerOlVZU