Merasa Dada Tak Nyaman, Muncul Kasus ‘Kematian Tak Biasanya’ yang Jarang Terjadi di Tokyo, Jepang

Ntdtv.com- Stasiun TV Jepang, TBS melaporkan bahwa sekitar pukul 4.30 pagi pada tanggal 9 April lalu, seorang pria berusia 60-an ditemukan terbaring di jalan dekat Stasiun Kitasenju di Adachi-ku, Tokyo. Pria itu kemudia dikirim ke rumah sakit dengan ambulans. Pria itu mengatakan “dadanya merasa tidak nyaman.” Kemudian pria itu meninggal di rumah sakit. Personel yang relevan melakukan tes PCR setelah kematiannya. Hasilnya, dikonfirmasi sebagai positif terinfeksi.

Menurut seseorang yang menangani kasus ini , dari tanggal 20 Maret hingga 20 April pada bulan ini, ada 6 kasus kematian di rumah atau di jalanan di Tokyo, setelah dilakukan uji test dikonfirmasi sebagai terinfeksi. 

Dalam enam kasus ini, mendiang tidak pergi ke lembaga medis untuk berkonsultasi sebelum kematiannya. 

Sementara Reuters melaporkan yang mengutip dari media lokal, enam kasus berada di Tokyo, di mana telah mencapai 3.000 kasus dari penghitungan nasional.

Dihubungi oleh Reuters, Badan Kepolisian Nasional Jepang mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi fakta itu sebelum menerima pertanyaan melalui faks.

Pemerintah Jepang mengatakan, mengikuti pedoman Organisasi Kesehatan Dunia untuk pengujian virus, dengan semua kematian suspek pneumonia  diuji untuk penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus itu.

Terhadap latar belakang pertanyaan apakah Jepang sudah cukup melakukan test, Rakuten  telah mulai menjual kit pengujian untuk perusahaan dan organisasi.

Kit tersebut, yang dikembangkan oleh Genesis Healthcare, afiliasi dari raksasa e-commerce, akan dihargai 14.900 yen  untuk mereka yang tidak memenuhi gejala spesifik di Tokyo dan empat prefektur tetangga. 

Reuters juga melaporkan, Jepang masih menghadapi kekurangan masker, meskipun pemerintah sudah mulai membagikan dua masker gratis ke setiap rumah tangga.Pemerintah  Jepang juga telah merancang  membuat memproduksi masker secara massal.

https://www.youtube.com/watch?v=BkbNxS56xtY&feature=emb_title

Hingga Rabu 22 April 2020, Jepang mencatatkan 11.847 kasus terkonfirmasi yang diakibatkan virus yang berasal dari Tiongkok itu. Sedangkan angka kematian yang tercatat mencapai 276 kasus secara keseluruhan. 

Keterangan Gambar: Pada 17 April 2020, selama wabah pneumonia Komunis Tiongkok, seorang pria yang mengenakan masker berjalan melewati sebuah terowongan di daerah Ginza Tokyo. (PHILIP FONG / AFP via Getty Images)

(Editor yang bertanggung jawab: Lu Yongxin)

Video Rekomendasi

https://www.youtube.com/watch?v=M3bPRi8tVjY