Lansia di Tiongkok Membuang Air Minum Kemasan yang Disediakan Secara Gratis Demi Menjual Botol Kosong, Memicu Kecaman 

EtIndonesia.com Selama berlangsungnya ujian masuk perguruan tinggi nasional Tiongkok (Gaokao), cuaca panas melanda berbagai daerah. Banyak relawan menyediakan air minum kemasan gratis bagi para peserta ujian dan orang tua mereka. Namun, beberapa lansia dilaporkan mengambil banyak botol air, lalu membuang seluruh isinya demi menjual botol kosongnya. Perilaku tersebut diketahui oleh relawan dan memicu kemarahan serta kecaman publik.

Menurut video yang beredar, pada 9 Juni di Kota Zhumadian, Provinsi Henan, para relawan menyediakan beberapa dus air minum kemasan secara gratis di luar lokasi ujian Gaokao untuk peserta dan keluarga mereka.

Seorang perempuan lanjut usia berusia sekitar 60 tahun terlihat mengendarai becak roda tiga dan mengambil banyak botol air. Setelah itu, ia pergi ke sudut yang sepi dan membuang seluruh isi botol, hanya menyisakan botol kosong yang dapat dijual kembali.

Perempuan tersebut bolak-balik mengambil air berkali-kali. Karena frekuensinya terlalu sering, para relawan akhirnya menyadari apa yang terjadi.

Salah seorang relawan yang merekam kejadian itu berkata dengan kesal: “Kamu membuang semua airnya. Hari ini saya akan unggah ke internet agar semua orang melihat apa yang kamu lakukan.”

Ketika aksinya ketahuan, lansia tersebut dikabarkan marah dan berusaha menepis telepon genggam orang yang merekam video.

Relawan itu kembali berkata: “Air yang kamu ambil, yang seharusnya diminum, semuanya kamu buang. Hari ini saya akan membuat seluruh warga Xiping tahu tentang perbuatanmu.”

Lansia tersebut kemudian berusaha membela diri dengan mengatakan bahwa air itu digunakan untuk mencuci muka. Ia menuangkan sedikit air ke tangannya lalu mengusapkannya ke wajah.

Peristiwa tersebut memicu perdebatan hangat di media sosial. Banyak pengguna internet mengecam tindakan tersebut.

Beberapa komentar warganet antara lain:

“Ini benar-benar kejadian yang jarang ditemui di dunia.”

“Bukan orang tua yang berubah menjadi buruk, melainkan orang buruk yang menjadi tua.”

“Membuang air hanya untuk menjual botolnya jelas merupakan tindakan yang memalukan.”

Ada juga komentar yang menyoroti sulitnya melakukan kegiatan amal:

“Di Tiongkok, melakukan kebaikan sering kali tidak mudah. Jika menyumbang ke organisasi amal, orang khawatir uangnya tidak sampai kepada yang membutuhkan. Jika menyediakan minuman gratis, ada saja yang merusaknya. Bahkan acara mencicipi makanan gratis di supermarket pun bisa berakhir kacau karena orang berebut.”

Selain itu, video lain menunjukkan kejadian pada 8 Juni di Provinsi Anhui. Di luar salah satu lokasi ujian Gaokao, relawan membagikan air minum gratis, tetapi terjadi aksi berebut. Bahkan ada yang membawa pergi satu dus penuh air kemasan.

Dalam video tersebut, seorang relawan terdengar berteriak:

“Jangan berebut, semua akan kebagian. Ini untuk diminum, tidak boleh dibawa pergi semuanya.”

Terlihat seorang perempuan lansia menyeret satu paket besar air minum kemasan, sementara orang-orang lain mengerumuni lokasi dan ikut berebut, menciptakan suasana yang dinilai memalukan.

Sebagian warganet mengaitkan fenomena tersebut dengan masalah sosial yang lebih luas. Salah satu komentar menyebut :

“Tanpa sistem sosial yang baik, hasilnya akan seperti ini. Ketika masyarakat hidup dalam tekanan dan kesulitan ekonomi, banyak orang berusaha mencari keuntungan sekecil apa pun untuk diri mereka sendiri. Siklus seperti ini pada akhirnya dapat menyebabkan kemerosotan moral dalam masyarakat. Tanpa lingkungan sosial yang sehat, masyarakat juga sulit mencapai kesejahteraan.”

Laporan disusun oleh Luo Tingting / Li Quan

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine