Pengacara Trump Ungkap Penipuan Pemilu: Warga Sudah Meninggal Dunia Pun Ikut Pemilu Memberikan Suara Hanya untuk Biden

oleh Luo Tingting

Pengacara tim Donald Trump pada Sabtu, 8 November 2020 mengatakan bahwa  pemilihan presiden Amerika Serikat kali ini penuh dengan penipuan berskala besar. Penipuan ini termasuk mengikutsertakan sejumlah besar orang yang sudah meninggal untuk memberikan suara dalam pemilihan

Pemilihan presiden Amerika Serikat kini sedang memasuki tahap proses hukum. Sidney Powell, salah satu pengacara tim Trump mengatakan pada hari Sabtu, 8 November bahwa pemilu kali ini penuh dengan penipuan berskala besar. Termasuk mengikutsertakan sejumlah besar orang yang sudah meninggal untuk memilih. Perangkat lunak penghitungan suara yang hanya mengkalkulasi suara buat Joe Biden dan trik-trik penipuan lainnya. Setidaknya ada 450.000 suara yang mencurigakan telah ditemukan.

Sidney Powell adalah mantan pengacara penasihat keamanan nasional Michael Flynn. Sidney Powell pada 8 November mengatakan kepada pembawa acara Fox News bernama Maria Bartiromo.

“Untuk mendapatkan suara bagi Joe Biden, Mereka melakukan segala cara. Dari membiarkan sejumlah besar orang mati memberikan suara hingga secara curang menciptakan suara hanya untuk Biden,” kata Sidney Powell.

“Kami telah menetapkan bahwa setidaknya ada 450.000 suara di negara bagian kunci yang suaranya hanya diberikan kepada Joe Biden dan tidak ada kandidat lain,” tambah  Sidney Powell.

Yang dimaksud kandidat lain adalah seperti anggota kongres, gubernur, pejabat lokal.

Sidney Powell juga menyebutkan bahwa Partai Demokrat menggunakan komputer “bermasalah” untuk mentransfer suara Presiden Trump ke Joe Biden, dan dirinya mengklaim akan melakukan segala cara untuk mengungkap penipuan serius ini di Pengadilan Federal.

Sebelumnya, Kyle Becker, produser dan kolumnis senior Fox News dalam pesan tweetnya pada  6 November menyebutkan bahwa di Michigan, 6.000 suara untuk Trump ditransfer ke Biden melalui sistem perangkat lunak pemilu Biden yang dinamakan Dominion.

Kyle Becker menuliskan, Dominion digunakan di 30 negara bagian, termasuk Nevada, Arizona, Minnesota, Michigan, Wisconsin, Georgia, Pennsylvania, dan lainnya.

Media politik online Amerika Serikat ‘Townhall’ mengutip laporan Laura Cox, Ketua Partai Republik di Michigan memberitakan bahwa 47 kabupaten di Michigan menggunakan perangkat lunak Dominion. 

Di antara mereka, lebih dari 6.000 suara untuk Trump dari Antrim County beralih begitu saja ke Biden. Setelah menemukan kesalahan itu, suara Biden jadi mengungguli Trump. Tetapi setelah mengatasi kesalahan tersebut, suara Trump yang lebih unggul.

Kepada Fox News Sidney Powell mengatakan bahwa komputer Dominion yang perangkat lunaknya “bermasalah” juga mempengaruhi pemilihan kandidat Senat Michigan dari Partai Michigan John James dan anggota Dewan Perwakilan Georgia, Doug Collins.

“Banyak orang yang terpengaruh oleh hal ini. Kita harus bekerja keras di pengadilan federal untuk mengungkap penipuan ini dan konspirasi yang ada di baliknya, ” kata Sidney. 

Menurut Sidney Powell sejujurnya, sebagian besar negara bagian perlu dilakukan perhitungan ulang dan diaudit. Dia sangat yakin bahwa jika suara dihitung ulang, Trump akan menang.

Elmer Yuen, seorang industrialis elektronik Hongkong yang pindah ke Amerika Serikat percaya bahwa pemilu  kali ini layaknya adalah sebuah kudeta.

Menurut Elmer Yuen, jika metode pergantian rezim benar-benar legal, itu disebut pemilihan. Tapi jika itu ilegal, termasuk campur tangannya Silicon Valley, Wall Street, media arus utama, dan media sosial, itu bukan lagi masalah biasa tetapi masalah kudeta.

“Lihat saja dari mulai jajak pendapat, selangkah demi selangkah, dan banyak informasi juga yang dikontrol. Sampai hari ini, presiden pada dasarnya mau angkat bicara, tetapi tidak dimuat oleh media arus utama. Itu jelas sudah direncanakan sepenuhnya, dari mesin hitung suara. dari perangkat lunak hingga pengiriman hasil suara, semuanya sudah direncanakan dan diatur, jadi ini bukan masalah sesederhana penipuan, tetapi itu adalah kudeta,” kata Elmer Yuen.

Sementara itu Rudy Giuliani, pengacara pribadi Trump mengatakan saat konferensi pers di Philadelphia pada 7 November bahwa setidaknya 600.000 suara dipertanyakan dalam pemilihan kali ini. Presiden Trump jelas tidak akan menyerah. Serangkaian tindakan hukum telah diajukan tim kampanye.

Rudy Giuliani menyatakan dirinya telah mengumpulkan cukup bukti untuk membatalkan hasil penghitungan suara Biden di Pennsylvania dan Michigan. Dan Presiden Trump akan menang. (sin)

Keterangan Foto : Pada 7 November 2020, para pendukung Presiden Trump mengadakan rapat umum yang bertemakan Hentikan Pencurian di depan Gedung Kongres di Phoenix, Arizona. (Olivier  Touron/AFP/Getty Images)

Video Rekomendasi :

https://www.youtube.com/watch?v=-muL2eJsaKY