Strategi Ganda dan Serangan ke Empat Penjuru Trump

DR. XIE TIAN

Sebulan pasca pemilihan presiden AS yang telah menarik perhatian seluruh dunia, perkembangan situasinya yang naik turun tak menentu dan mendebarkan, melonjak lalu anjlok lagi, serta perubahan situasi yang sangat bervariasi, membuat seluruh dunia tercengang. 

Akan tetapi, drama sehebat apa pun itu, setelah dimulai, pasti akan ada akhirnya. Bagi orang yang percaya kebenaran akan dapat mengalahkan kejahatan, pasti akan menjadi akhir yang sangat baik. Karena, drama akbar ini telah menyeret berbagai negara, masyarakat timur dan barat, imperium terkuat juga kubu yang paling jahat, pilpres ini ditakdirkan menjadi titik balik paling penting dalam sejarah manusia.

Sebulan pasca pilpres, pada 2 Desember 2020, dua orang pengacara dari kubu Trump yakni Sydney Powell dan L.  Lin Wood, menampakkan diri bersamaan pada siang hari di luar kota di sebelah timur  laut Georgia. 

Sore harinya Presiden Trump menyampaikan pidato selama 46 menit di Gedung Putih, menjelaskan kondisi saat ini dan rencananya. Dua orang pengacara kubu Trump yakni Powell dan Lin Wood menampakkan diri bersamaan  memiliki makna yang mendalam. 

Karena, keduanya ternyata berada di dalam tim pengacara Trump, namun Powell kemudian keluar, karena arah serangan gugatan yang diwakili keduanya berbeda. 

Powell berfokus pada mengeringkan rawa (drain the swamp), termasuk para politikus Partai Demokrat maupun internal Partai Republik yang telah terpengaruh dan disuap oleh Komunis Tiongkok, ruang lingkup serangannya sangat luas. Sedangkan Lin Wood, berfokus pada memenangkan pilpres, membuat Trump agar menjabat kembali tanpa hambatan, kemudian dengan kekuatan penuh mengeringkan rawa. Kedua orang muncul bersamaan, juga menandakan pengaturan strategis kubu Trump.

Negara bagian Georgia saat ini telah menjadi titik berat di antara semua swing state pada pilpres 2020, yang paling krusial dari semua negara bagian krusial!  Karena, hasil pilpres Georgia secara langsung mempengaruhi hasil  pemilu,  juga akan menentukan rasio kekuatan antara Partai Republik dengan Partai Demokrat di kamar senat AS. Tak heran, Jum’at lalu Wapres Pence datang ke kota Savannah, Georgia, untuk mengadakan pertemuan kemenangan. Pada hari Sabtu Trump juga akan datang ke Valdosta, Georgia, mengadakan pertemuan kemenangan di bandara yang dikabarkan berskala terbesar sepanjang sejarah.

Dalam streaming Gedung Putih 2 Desember lalu  Trump menyatakan, setelah sebulan lebih pasca pemilu, untuk pertama kalinya secara panjang lebar dan sistematis Trump menjelaskan  kondisi kecurangan pemilu berskala  besar yang terjadi kepada seluruh rakyat Amerika. 

Trump mengatakan, “Ini mungkin merupakan pidato yang paling penting yang saya sampaikan.” Menandakan bahwa melindungi konstitusi dan keadilan pemilu, serta melindungi dasar pendirian Amerika, bagi Trump begitu penting.

Menganalisa secara rinci strategi kubu Trump, mulai dari kerjasama dan pembagian kerja Powell dan Lin Wood, baru-baru ini Lin Wood mengungkap aliran dana Partai Komunis Tiongkok (PKT), advis Giuliani pada forum dengar pendapat di Arizona, sampai  pengungkapan pada forum dengar pendapat di Michigan. 

Lalu menyusul dua forum dengar pendapat di kamar senat Georgia yang akan segera digelar dan presiden berikut wakil presiden mengunjungi negara bagian kunci memberikan dukungan. 

Menurut  pandangan penulis , taktik meraih kemenangan Trump dengan strategi ganda dan serangan empat penjuru telah secara jelas dikembangkan.

Strategi ganda Trump, yang pertama adalah menemukan kembali kebenaran dalam pemilu,  lewat perhitungan  kembali surat suara, pemeriksaan surat suara, menyingkirkan surat suara palsu, membuat data hasil pemilu yang sesungguhnya dapat ditunjukkan ke seluruh dunia.  

Hasil yang seperti ini adalah, Trump mungkin akan memenangkan pemilu dengan mudah dengan lebih dari 80 juta suara populer (popular vote, red.) dan 350-400 suara elektor (electoral vote, red.). 

Yang kedua dari strategi ganda adalah, pada saat pemeriksaan surat suara tidak  keburu, perolehan suara Biden setelah dikurangi suara yang dicurangi kurang dari 270 suara, dan perolehan suara Trump juga kurang dari 270 suara, menyebabkan serah terima kekuasaan AS mengalami  kekosongan. 

Pada saat seperti ini, kubu Trump dapat menggunakan kasus McPherson vs Blacker pada 1892. William McPherson adalah seorang anggota Dewan Elektoral (electoral college, red.)  dari Michigan, sementara Robert R. Blacker adalah sekretaris negara bagian yang pada waktu itu bertanggung jawab atas pemilu di Michigan. 

Dalam kasus tersebut, pada 17 Oktober 1892, Mahkamah Agung AS memutuskan memberikan wewenang bagi para legislator  Michigan untuk menunjuk sendiri Dewan Elektoral negara bagian tersebut.

Hari ini 120 tahun kemudian, jika Georgia, Michigan, Pennsylvania, dan Arizona telah terjadi kecurangan dalam skala besar dan pemerintah negara bagian tak dapat memastikan Dewan Elektoral, maka legislator negara bagian dapat menunjuk elektornya sendiri.

Dengan strategi ganda bersamaan, kubu Trump menyerang ke empat penjuru/sisi: sisi pertama, terus mendesak setiap negara bagian untuk menghitung ulang surat suara, menyingkirkan surat suara yang tidak sah dan ilegal. 

Sisi kedua, melakukan seperti Giuliani pada forum dengar pendapat di kota Phoenix, Arizona, secara langsung menyerukan pada legislator negara bagian, agar mereka menggunakan  wewenang  yang diberikan konstitusi, mengambil alih kekuasaan gubernur dan sekretaris negara bagian yang korup, mengangkat Dewan Elektoral negara bagian tersebut. 

Sisi ketiga, juga menempuh jalur badan legislatif negara bagian, namun mengerahkan warga AS, dengan cara desa mengepung kota, menggunakan kekuatan warga, menggetarkan pejabat korup yang berusaha mencuri kekuasaan negara, dan memaksa mereka menyerah. Inisiatif pengacara Lin Wood sepertinya merefleksikan orientasi seluruh tim kampanye Trump ini.

Dalam pidato kelas berat Lin Wood di Georgia, ia menyandingkan peristiwa hari ini dengan perang kemerdekaan 1776, ini bukan sekedar membuat sensasi, karena masa depan negara, nasib negara, dan seluruh dunia,  terkait sangat erat dengan hasil pemilu kali  ini. 

Terhadap pemeriksaan surat suara, restorasi surat suara, audit surat suara yang tengah berlangsung, sebagai upaya mengungkap fakta, telah dirusak hingga tahap tertentu oleh kekuatan sayap kiri, banyak mesin dan data telah dimusnahkan, tidak ada kemungkinan untuk direstorasi lagi. Konstitusi dan hukum AS juga tidak pernah mengalami pemilu ulang sebelumnya. 

Sekarang, cara  yang mampu menghalau kekuatan sayap kiri, yang mampu mencegah kelompok pencuri kekuasaan, mungkin  hanya orang-orang yang yang melindungi konstitusi AS amandemen kedua, untuk  tampil  maju  demi melindungi negara AS.

Sisi keempat dari strategi ganda dan serangan ke empat penjuru adalah menghadapi serangan dari Partai Komunis TIongkok. 

Sekarang, warga AS telah menyadari, skala kecurangan ini jauh melampaui imajinasi mereka, belum diketahui berapa banyak pejabat yang korup, kekuatan sayap kiri, apalagi tangan hitam Komunis Tiongkok, semuanya  telah  tercampur aduk di dalamnya. 

Tapi, yang telah diketahui masyarakat adalah: pada malam pemilu itu saat Trump telah jauh mengungguli, banyak swing state menghentikan hitungan suara. Setelah  petugas pengawas pemilu pergi, dalam kondisi tidak ada pengawas pemilu swing state tersebut melanjutkan perhitungan suara. Setelah perhitungan suara dimulai kembali, pada swing state terus bermunculan statistik yang tidak normal, suara Biden yang mencapai ratusan ribu mendadak membeludak. 

Hingga batas hari terakhir, tanggal pada puluhan surat suara bermasalah; surat suara lewat pos melonjak drastis, padahal rasio tidak hadir memberikan suara memecahkan rekor terendah sepanjang sejarah. Lalu surat suara yang melebihi jumlah surat suara yang diedarkan, seperti di Pennsylvania yang terkirim 1,8 juta surat suara, tapi yang diterima kembali sebanyak 2,5 juta surat suara, dan lain sebagainya.

Sebelumnya masyarakat membicarakan perang kebenaran melawan kejahatan. konservatisme melawan sosialisme dan komunisme di AS, belum memperhitungkan partai komunis Tiongkok sebagai rezim kejahatan terbesar di dunia saat ini. 

Sekarang, pengacara Lin Wood jelas telah mendapatkan wewenang dari Trump, dan sedang mengungkap hubungan antara Partai Komunis Tiongkok dengan sistem perhitungan suara Dominion. PKT menggelontorkan USD 400 juta lewat UBS Securities (yang sebenarnya merupakan jalur pendanaan yang dikendalikan oleh PKT dengan dibantu UBS) sebulan sebelum pemilu ke dalam rekening milik perusahaan Dominion Voting System di New York, membuat paku terakhir di atas papan peti mati Partai Komunis Tiongkok, benar- benar telah dilaksanakan dengan tuntas.

Terhadap intervensi negara asing terhadap pemilu ini, yang sebelumnya didengar masyarakat adalah Rusia atau Russian-gate dan semacamnya, dan sepertinya telah melupakan Partai Komunis Tiongkok. Tapi sosok jahat PKT ini sepertinya tak mau ketinggalan, meskipun bukti dana PKT masuk ke Dominion Voting System lewat sistem aliran dana SWIFT telah muncul di depan mata Kementerian Keuangan AS. 

Trump pada  2018  telah mengeluarkan perintah  eksekutif terkait intervensi pemilu AS yakni mengizinkan menyita asset dan harta benda milik organisasi maupun perorangan luar negeri, serta diburon di seluruh dunia, dan hari ini perintah tersebut bisa digunakan.

Selain itu, pengacara Powell yang terdaftar resmi  memiliki  kelayakan sebagai pengacara militer, mengajukan gugatan kejahatan mengancam keamanan negara dan kejahatan pengkhianatan negara, Angkatan Antariksa AS yang mengawasi kecurangan pilpres dan campur  tangan pemerintah asing, data perolehan suara secara realtime yang ditunjukkan Trump. 

Semuanya mengarah pada tangan hitam dan pendukung dana di balik kasus kecurangan ini — yakni rezim Zhongnanhai yakni PKT. Lin Wood mewakili Trump mengatakan, “Tidak akan membiarkan PKT merampas negara kita,  ini adalah Amerika, dalam mencari gara- gara kalian telah salah memilih orang.”

Meninjau pernyataan Trump, yang diawali dengan nada tenang, perlahan mulai berapi-api, sampai akhirnya tegas dan kuat, tidak ada kompromi dan tidak akan mundur. 

Sikap tegas dan tekad kuat melindungi AS dan konstitusinya, membuat kelompok pencuri negara gentar dan menciut, juga membuat Partai Komunis Tiongkok ketakutan. Strategi perang telah diposisikan, duel penentuan akan segera tiba.  (sud)

Keterangan Foto : Kebuntuan dalam pemilu AS sedang menghadapi terobosan. Presiden Trump tampaknya telah mengadopsi strategi ganda menyerang dari semua sisi. Gambar itu menunjukkan Trump dan cucunya kembali ke Gedung Putih dari Camp David pada 29 November. (Tasos Katopodis / Getty Images)

DR. XIE TIAN sebagai Profesor John M.Olin Palmetto dalam bisnis dan profesor pemasaran di University of South Carolina Aiken, di Aiken, Carolina Selatan, AS

https://www.youtube.com/watch?v=wgMDmCml0Gw