Inggris Memastikan Kasus Kematian Pertama Akibat Varian Omicron

Alexander Zhang

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada Senin (13/12/2021) bahwa setidaknya ada seorang pasien dipastikan meninggal akibat varian Omicron yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Berbicara selama kunjungan ke klinik vaksinasi di London Barat, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan varian Omicron “menyebabkan rawat inap” dan “sayangnya, setidaknya seorang pasien dipastikan meninggal dunia akibat Omicron.”

Badan Keamanan Kesehatan Inggris memastikan bahwa 10 orang di Inggris dirawat di rumah sakit akibat varian Omicron dan sebagian besar dari mereka telah menerima dua dosis vaksin COVID-19.

Rincian-rincian mengenai usia dan kondisi kesehatan pasien tersebut tidak dirilis kepada publik.

Boris Johnson mengatakan bahwa Omicron sekarang mewakili sekitar 40 persen kasus COVID-19 di London dan bahwa “besok Omicron akan menjadi mayoritas kasus” di London.

Pemerintah Inggris telah mengadopsi serangkaian tindakan, yang dikenal sebagai “Rencana B,” untuk memperlambat penyebaran varian baru, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

Pada 10 Desember, pemerintah Inggris mulai memberlakukan mandat masker di sebagian besar pengaturan di dalam ruangan di Inggris termasuk bioskop, teater, dan gereja. Orang-orang juga diminta untuk bekerja dari rumah jika mereka mampu melakukannya, dan paspor vaksin akan diperkenalkan untuk acara berskala besar dan klub malam mulai 15 Desember.

Peraturan baru tersebut akan diperdebatkan dan dipilih di Dewan Rakyat Inggris pada 14 Desember. Dengan dukungan dari oposisi utama Partai Buruh, tindakan pemerintah pasti akan disetujui, meskipun ada prospek sebuah pemberontakan besar oleh anggota parlemen Partai Konservatif yang tidak menjabat sebagai menteri.

Boris Johnson mengatakan anggota parlemen yang berpikir untuk memberontak terhadap langkah Rencana B perlu untuk menyadari bahwa “tidak ada ruang untuk berpuas diri” dalam berurusan dengan Omicron, karena Omicron “adalah sebuah risiko yang sangat serius bagi kesehatan masyarakat, dan penyebarannya sangat cepat.”

Boris Johnson bersikeras bahwa langkah-langkah itu adalah “seimbang dan proporsional.”

Boris Johnson berulang kali menolak untuk mengesampingkan pembatasan COVID-19 lebih lanjut karena diperkenalkan menjelang liburan Natal, seperti yang ia katakan tujuannya adalah “menawarkan booster” untuk setiap orang dewasa pada akhir tahun 2021.

Ia berkata : “Kami pikir langkah yang kami ambil –— jadi Rencana B, dikombinasikan dengan sebuah percepatan yang sangat ambisius dari kampanye booster, membawa Rencana B sebulan ke depan jadi kami menawarkan sebuah booster untuk setiap orang dewasa pada akhir tahun —– kami pikir hal itu adalah pendekatan yang tepat.”

Sebelumnya pada 13 Desember, Menteri Kesehatan Sajid Javid mengatakan kepada Sky News bahwa ada 10 orang di rumah sakit di Inggris yang menderita varian Omicron.

Sajid Javid mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah Inggris akan “mengandalkan” program vaksin booster untuk mengatasi varian Omicron. (Vv)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine