Ternyata Gunung Berapi Bawah Laut di Tonga Meletus 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Atom Hiroshima, Pesawat Bantuan Kemanusiaan Berdatangan

NTDTV.com

Pemerintah negara kepulauan Pasifik Selatan Tonga, juga dikenal sebagai Kerajaan Tonga, melaporkan, letusan besar gunung berapi bawah laut  membuat Tonga menghadapi “bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya” pada Sabtu (15/1/2022).

Central News Agency melaporkan bahwa James Garvin, kepala ilmuwan NASA Goddard Space Flight Center mengatakan bahwa letusan besar gunung berapi bawah laut Tonga, setara dengan 5 sampai 10 juta ton ledakan TNT, yang mana kekuatannya lebih dari 500 kali ledakan Bom atom Hiroshima yang meledak pada bulan Agustus 1945.

Perusahaan telekomunikasi Digicel  pada  19 Januari  melaporkan bahwa, mereka telah memulihkan beberapa kemampuan panggilan internasional Tonga melalui koneksi satelit. Akan tetapi, layanan jaringan penuh tidak akan dipulihkan sampai kabel komunikasi bawah laut diperbaiki, yang mana mungkin memakan waktu sekitar sebulan lagi.

Pada 19 Januari, pihak berwenang Tonga menyelesaikan pemindahan abu vulkanik setebal 10 cm dari landasan pacu bandara, membersihkan landasan pacu untuk pasokan bantuan yang sangat dibutuhkan.

Koordinator  PBB yang berbasisi di Fiji, Jonathan Veitch kepada AFP mengatakan bahwa landasan pacu di pulau utama Tonga kembali beroperasi, memungkinkan pesawat dari Australia dan Selandia Baru mendarat.

Pejabat pertahanan Australia  kepada AFP mengatakan bahwa pesawat “C-17 Globemaster lepas landas dari Pangkalan Bandara Amberley sekitar pukul 7 pagi pada 20 januari.  Selandia Baru juga mengonfirmasi setelah penundaan beberapa hari lalu, pesawat C-130 Hercules juga tiba di Tonga. Pesawat-pesawat itu mengangkut pasokan kemanusiaan utama seperti air dan peralatan komunikasi.

Kapal perang angkatan laut Selandia Baru HMNZS Wellington dan HMNZS Aotearoa diharapkan tiba di Tonga pada 21 Januari, membawa air minum dan pabrik desalinasi air laut yang dapat menghasilkan 70.000 liter per hari. Tonga sebelumnya mengatakan, sumber air setempat tercemar berat akibat erupsi abu vulkanik dalam jumlah besar.

Kapal perang Australia HMAS Adelaide juga diperkirakan akan segera berangkat, membawa tim teknik, medis, dan helikopter pendukung ke daerah setempat dan tiba di Tonga setelah perjalanan lima hari.

Pemerintah Jepang mengumumkan pada 20 Januari, bahwa mereka akan mengirimkan pesawat angkut pasukan pertahanan diri dan kapal pengangkut untuk mengirimkan pasokan untuk membantu Tonga. Selain itu,  menyumbangkan bantuan sebesar 1 juta dolar AS. 

Japan International Cooperation Agency (JICA) juga akan menyediakan peralatan seperti air minum dan mesin cuci bertekanan tinggi untuk menghilangkan abu vulkanik, dan akan diangkut dengan kapal angkut Pasukan Bela Diri Maritim “Osumi”, yang dilengkapi dengan helikopter Ground Self-Defense Force CH47. (Hui)