Bocah Cenayang II: Menembus Tembok Besar, Supranatural atau Sulap?

Fu Yao

Dalam edisi sebelumnya telah dibahas mengenai bocah laki-laki yang dapat melihat aura di tu- buh manusia dan makhluk dimensi lain. Kali ini akan kami bagikan kisah menarik lainnya dari buku harian bocah M.

Busana Langit Tanpa Jahitan

Selain seorang tetua yang penampilannya seperti Yesus, juga kakeknya yang telah meninggal dunia kerap menengoknya, penampilannya masih seperti ketika masih hidup, mengenakan pakaian lamanya dulu. Kakek memberitahu padanya sebuah rahasia yang tidak diketahui sebagian besar manusia, dan sang kakek selalu bisa menjawab segala pertanyaan aneh yang dilontarkannya.

Contohnya, di antara semua teman sepermainan bocah laki-laki itu hanya yang bernama Arnold yang tidak menertawakan kemampuannya melihat roh, tapi Arnold juga telah melontarkan sebuah pertanyaan yang sangat sulit, yaitu jika bocah laki-laki itu betul-betul telah melihat roh orang yang telah mati, lalu mengapa mereka masih mengenakan pakaian? Bukankah dikatakan segala benda tidak bisa dibawa mati? Pakaian tidak seperti roh manusia, mengapa dapat mengikuti manusia ke dunia sana? Terkait pertanyaan ini, bocah laki-laki itu juga merasa kebingungan. Lalu bagaimana kakek menjawabnya?

Sang kakek tertawa sambil berkata, di tempatnya, semua orang bisa membuat dirinya terlihat seperti apa pun yang mereka inginkan, jika mereka ingin membuat dirinya terlihat lebih muda, mereka akan tampak sangat muda, akan tetapi, agar si bocah dapat mengenali kakeknya, maka kakek membuat dirinya tampak seperti seorang kakek tua.

Hal ini sebenarnya tidak sulit dipahami. Seperti Anda lihat di situs media sosial di dunia maya saat ini kita semua memiliki avatar. Banyak orang juga bisa meminjam foto tokoh terkenal, seperti tetua itu yang telah “meminjam” sosok Yesus. Juga agar orang lain dapat mengenali dirinya, maka digunakanlah fotonya sendiri, ini lho kakek.

Lalu si kakek balik bertanya, “Dapatkah kau bayang- kan dirimu tidak mengenakan busana sambil berjalan ke sana kemari?” Bocah itu menjawab, “Tentu saja tidak!”

Kakek pun melanjutkan, “Benar, begitu pula dengan kami.” Jadi mereka pun akan membayangkan memberi satu stel pakaian untuk mereka kenakan. Dalam peribahasa Tiongkok kuno terdapat istilah “busana langit tanpa jahitan”. Dikatakan pakaian yang dikenakan oleh para penghuni di langit sana tidak terlihat jahitannya, terbentuk begitu alami. Dapatkah pembaca memahaminya? Karena pakaian yang mereka kenakan pada dasarnya bukan “dibuat”, melainkan “dipikirkan”.

Masyarakat kuno selalu menganggap dirinya adalah keturunan Tuhan, maka segala hal pun meniru perilaku Tuhan. Tentu saja pakaian juga harus meniru busana yang dikenakan Tuhan. Agar dapat memenuhi kondisi “busana langit tanpa jahitan”, maka potongannya sangat sederhana, diutamakan “satu potongan utuh”, dan hanya dengan satu potongan, bentuk seluruh baju pada dasarnya telah terlihat. Sedangkan pada saat penjahitan terutama ditekankan tidak boleh terlihat jejak jarum dan benang.

Ujung lengan baju dan tepian rok harus dijahit grip, dari belakang jarum memutar ke atas, dengan demikian dari arah depan tidak terlihat titik-titik jarum. Di bagian sambungan harus dijahit dengan “teknik jarum terselubung”, dengan menyembunyikan titik jarum di celah sambungan. Hingga kini, Cheongsam (atau Qipao, red.) tradisional, dan gaun mewah juga sangat menekankan agar tidak terlihat titik jarum jahitan. Jika penjahitnya ditanya mengapa harus begitu, dia kemungkinan tidak bisa menjawab. Sebenarnya banyak hal dari kebudayaan tradisional memiliki asal-usul yang sangat kuno.

Adakah di antara pembaca yang terpikir, di mata para arwah, bagaimana sosok kita sebenarnya?

Jawabannya sangat di luar dugaan, namun sebenarnya juga sangat beralasan. Kakek berkata, bagi mereka manusia terlihat seperti roh. Bocah dan guru privatnya Mr. Morgan yang waktu itu membantu mencatat sangat terkejut mendengarnya. Bukankah kami ini merupakan sebuah sosok yang dapat dilihat, dapat diraba, dan terlihat nyata? Kata kakek, di mata mereka tidak terlihat seperti itu.

Kemudian kakek kembali mengungkap sebuah rahasia besar, dikatakan roh dapat menembus tubuh manusia, dikarenakan partikel yang membentuk tubuh manusia terpisah sangat renggang, juga memiliki celah yang sangat besar. Bagaimana memahami hal ini? Mari kita simak sebuah peristiwa penembusan yang sangat terkenal.

Menembus Tembok Besar Tiongkok

Pada 1986, seorang pesulap kenamaan AS, David Copperfield datang ke Tiongkok memperagakan sulap menembus Tembok Besar. Di bawah tatapan banyak orang di Tembok Besar Badaling ia menembus satu sisi tembok tersebut, lalu sekitar satu setengah menit kemudian muncul dari sisi lain. Selama lebih dari tiga dasawarsa, banyak orang telah berupaya memecahkan rahasia sulap Copperfield tersebut, tapi hingga hari ini, tidak seorang pun yang berhasil.

Ada yang mengatakan, dalam peragaan tersebut digunakan sebuah tangga. Tangga inilah kuncinya. Lokasi menembus tembok adalah sebuah panggung yang dibangun sementara, di atasnya ditutup dengan kain putih. Seorang asisten Copperfield mungkin telah lebih dulu bersembunyi di bawah panggung. Setelah Copperfield masuk ke dalam kain putih, dua orang itu dengan cepat bertukar posisi. Asistennya memperagakan menerobos memasuki tembok dari belakang kain putih, penonton hanya melihat bayangan orang bergerak, mengira dia adalah Copperfield. Di saat yang sama, Copperfield bersembunyi di tangga yang didorong pergi oleh asisten yang lain, dan diam-diam dialihkan ke sisi lain tembok. Pada saat kain putih diangkat, dengan cepat ia merangkak keluar dari tangga, dengan menyesuaikan sudut lampu yang baik, memperagakan seakan-akan keluar perlahan dari tembok. Dengan demikian penonton mengira dia telah berhasil menembus Tembok Besar.

Pernyataan ini sepertinya sangat profesional, juga bisa diterima oleh banyak orang, bahkan sejumlah pesulap pun meniru cara ini di atas panggung, meniru peragaan Copperfield. Akan tetapi, alat yang paling krusial dalam peristiwa ini, yakni tangga, dari rekaman video dapat dilihat, sangat tipis dan ringan, sangat tidak memungkinkan untuk menyembunyikan seorang dewasa di dalamnya.

Lagipula, katakanlah Copperfield berhasil bersembunyi di dalam tangga itu, lalu bagaimana memindahkan tangga itu ke sisi lain Tembok Besar? Ada yang berkata, tangga digantungkan ke sisi lain dengan mesin derek. Pada waktu itu ribuan penonton Tiongkok sedang menyaksikan dari berbagai tempat mengelilinginya 360 derajat. Di bawah tatapan semua penonton, mungkinkah tidak ada orang yang melihatnya? Begitu ada satu orang saja melihatnya, bukankah rahasia telah terbongkar dengan sendirinya?

Lalu adakah kemungkinan bahwa semua penonton adalah penonton bayaran, lalu keseluruhan peragaan merupakan hasil editan rekaman yang dilakukan dari masing-masing sisi lalu digabungkan? Kemungkinan itu tidak besar. Pertama, begitu banyak penonton, mulut penonton sulit dibungkam, pasti akan ada orang yang membocorkannya. Kedua, rekaman video tersebut kemudian direkam dalam serial televisi CBS yang berjudul The Magic of David Copperfield. Pembawa acara Ben Vereen dengan wajah serius menghadap kamera mengatakan, rekaman sama sekali tidak menggunakan trik kamera — No camera tricks. Faktanya keseluruhan pertunjukan hanya direkam dengan satu unit kamera saja, dan “dari awal direkam sampai akhir”, sama sekali tidak ada bekas editan atau pergantian lensa. Jadi secara teknis, memang benar-benar tidak dilakukan trik apa pun.

Bagaimanapun, di dunia sulap, hingga saat ini, pertunjukan Copperfield menembus Tembok Besar Tiongkok masih merupakan misteri tak terpecahkan. Setelah dirinya, tidak ada pesulap lain yang mencoba memperagakannya. Akan tetapi 1980-an adalah era demam Qigong (baca: chi kung, red.). Ada master Qigong yang mengatakan, sebenarnya ini merupakan pertunjukan kemampuan supranatural. Copperfield benar-benar telah menembus Tembok Besar, hanya saja karena khawatir akan mengejutkan semua orang, jadi pada proses keluar masuknya dia menembus tembok ditutupinya dengan kain putih, dikemas dengan sebutan pertunjukan sulap.

Lalu bagaimana penjelasan Copperfield sendiri? Ia berkata, inspirasi dari peragaan- nya tersebut berasal dari seorang bhiksu Tibet. Ketika bhiksu itu ditemukan, sisa jenazah tubuhnya tertanam di dalam sebuah tembok, seakan-akan hampir menyatu dengan badan tembok tersebut. Pakar menilai, bhiksu itu dengan metode meditasi tertentu telah menemukan cara untuk menembus tembok, sayangnya waktu itu prosesnya baru berlangsung separo jalan lalu tiba-tiba kemampuan ilmunya macet, sehingga ia untuk selamanya tertinggal di dalam tembok.

Kemudian ia melanjutkan, menembus tembok sebenarnya tidak sulit. Ambil sebuah contoh sederhana, sebongkah es jika hendak menembus kertas, sama sekali tidak mungkin. Tapi jika es itu dipanaskan, dan mencair, maka air akan mudah menembus lempengan kertas, lalu keluar dari sisi lain. Air yang menembus itu didinginkan lagi, maka akan terbentuk kembali bongkahan es itu. Begitulah beberapa saat kemudian, bukankah es itu telah menembus kertas? Teori ini kedengarannya sangat sederhana, akan tetapi bagaimana ia membuat dirinya mencair menjadi “air” lalu menembus tembok, kemudian membentuk wujud manusianya kembali, dan sama sekali tidak terluka, ini adalah rahasia sulap yang tidak akan diungkapkan oleh seorang pesulap.

Kesurupan Roh

Jadi roh menembus tubuh manusia, mungkin seperti air menembus lempengan kertas, perlahan-lahan menembus melalui celah di antara partikel tubuh manusia, lalu keluar di sisi lain. Kemudian apakah ada kejadian seperti bhiksu tersebut, tertinggal di dalam tubuh manusia yang hendak ditembusnya? Dalam buku harian bocah tersebut juga ada kisah menarik terkait hal ini. Yaitu kisah Miss Salt.

Di rumah kerabatnya di tepi pantai bocah laki-laki M bertemu dengan Miss Salt yang “rambutnya pendek mekar, kalau berbicara suaranya agak mirip pria, pada aura di tubuhnya terdapat seorang pria tua”. 

Bocah laki-laki yang lugu itu merasa lucu, lalu bertanya kepada Miss Salt mengapa ada seorang pria tua yang melekat padanya, dan pria tua itu berdandan sangat lucu, tapi dia terlihat agak muram, di pipinya bahkan ada sebuah bekas luka parut yang jelek.

Miss Salt sangat terkejut mendengarnya, lalu dia pun mencari kesempatan untuk bertanya pada bocah M bagaimana ia bisa mengetahuinya. Bocah laki-laki itu berkata ia melihatnya di dalam aura cahaya Miss Salt, ia juga memberitahu Miss Salt, ia dapat merasakan Miss Salt pernah mengalami masa yang sangat sulit. Tunangan yang sangat dicintainya pergi ke tempat yang sangat jauh, dan mengalami cedera, kemudian tidak pernah kembali lagi.

Miss Salt yang lagi-lagi dibuatnya terkejut itu bergegas membuka album foto tua dan memperlihatkan selembar foto kepada bocah M. Si bocah mengatakan, ini dia pria yang saya lihat. Miss Salt baru benar-benar percaya pada bocah M. Kemudian dia memberitahu ibu si bocah, bahwa dia memiliki seorang anak yang luar biasa.

Setelah tumbuh dewasa, dalam buku hariannya, M menambahkan keterangan bahwa Miss Salt telah dikendalikan oleh pria tua yang merasukinya. Keduanya saling membelenggu di dalam satu tubuh, pria tua itu tidak bahagia, Miss Salt yang tubuhnya dirasuki juga tidak dapat membebaskan diri. Sebenarnya antarsesama manusia terdapat ikatan jodoh. Manusia dapat berkumpul karena sudah waktunya berjodoh, lalu berpisah bila takdir pertemuannya telah usai. Banyak hal yang tidak bisa dipaksakan, banyak orang tidak bisa dipaksa untuk tetap tinggal. Seandainya Miss Salt memahami hal ini, mungkin tidak akan dirasuki oleh roh pria tua itu akibat terlalu merindukannya.

Kasus kerasukan roh lainnya adalah cerita seorang tentara bernama H. Waktu itu di masa PD-I, bocah M telah tumbuh dewasa. Temannya D memiliki suami bernama H yang ditugaskan ke garis perang terdepan. Sekembalinya dari tugas ia mengalami perubahan sikap yang sangat besar, H menganggap istri dan anak-anaknya seolah-olah adalah orang asing. Lewat kemampuan supranaturalnya M melihat, orang itu sama sekali bukan H. Setelah dilihat lebih saksama, ternyata ketika di medan perang, H tak sadarkan diri akibat ledakan bom, ada sebuah roh lain yang telah masuk ke dalam tubuhnya. 

Setelah mempertimbangkan lagi, akhirnya M memberitahukan kondisi ini kepada temannya D. Di saat yang sama ia juga berhasil berkomunikasi dengan roh H. Dan H sangat tidak senang, karena merasa tubuhnya yang telah “dicuri” membuatnya malu. Lalu M melihat, sebenarnya ini adalah akibat dari perbuatannya di masa lalu yang telah melakukan ilmu sihir yang rendahan.

Lebih banyak lagi konten menarik di dalam buku harian M, akan kita bahas di artikel berikutnya. (sud)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine