Shenzhen Mengalami Pemadaman Air Hingga Ada Ancaman Kepada Warga untuk Mengikuti Tes COVID, Bilik Pengetesan Wuxi Dihancurkan

Zhao Fenghua dan Wang Hui – NTD

Di Tiongkok, pada musim panas yang terik.  Beberapa penduduk di Shenzhen menderita pemadaman listrik dan air. Saat bersamaan, orang-orang berbaris untuk mengikuti tes COVID secara massal di siang hari.  Mereka pun harus mengantre demi mendapatkan air di tengah malam sehingga menyebabkan keluhan publik. Di Wuxi, Jiangsu, lokasi pengetesan COVID dihancurkan dan netizen bertepuk tangan.

Pada sore  30 Juli, Longjing Road di Shenzhen, Tiongkok, selama 16 jam tanpa air, dan orang-orang yang lelah sepanjang hari masih mengantre hingga larut malam demi mendapatkan air untuk mandi.

Menurut pemberitahuan resmi Shenzhen, mulai akhir Juni, beberapa daerah di Shenzhen tidak memiliki air karena pemeliharaan pipa air dan alasan lainnya. Beberapa netizen mengabarkan bahwa sebuah komunitas di Nanshan, Shenzhen, menggunakan pemutusan aliran air sebagai ancaman dan memaksa warga untuk mengikuti tes COVID massal. 

Selain pemadaman air, pemadaman listrik juga terjadi di Nanshan, Longgang, Futian, Longhua, dan Baoan di Shenzhen.

Shenzhen adalah salah satu kota tingkat pertama yang menjalani 48 jam pencegahan epidemi tes COVID, memaksa orang-orang mengantre untuk pengetesan asam nukleat di panas terik setiap hari.

Baru-baru ini, Shenzhen juga telah memperkenalkan sistem koneksi asam nukleat, menggantikan “kode tempat” dengan “kode grup”.  Artinya, “Jika satu orang tidak melakukan asam nukleat, semua warga akan berubah menjadi kode kuning”, yang  menyebabkan lebih besar kemarahan publik. Seorang netizen memposting: “Di masa lalu, ada kode tempat, tetapi hari ini ada kode grup.”

Pada 30 Juli, di desa Gongming dan Shuikou di Shenzhen, beberapa orang mengeluh tentang lockdown  ekstrem.

Penduduk Desa Gongming dan Shuikou di Kota Shenzhen berkata: “Saya datang ke gerbang ini dan tidak mengizinkan saya masuk, dan kemudian saya ke gerbang lain, di komunitas yang sama dan diizinkan masuk, tetapi saya harus mengikuti tes asam nukleat. Kalian melakukan hal semacam ini, kalian sendiri tidak memakai masker. Langkah-langkah hotline terlalu merepotkan!”

Selain Shenzhen, pada 31 Juli, Aoyuan Square di Distrik Huangpu, Kota Guangzhou berada di bawah pengendalian wabah dan ada pagar penghalang di mana-mana.

Penghuni Gedung H1 di Aoyuan Plaza juga dibawa pergi dan dikarantina.

Di Wuxi, Jiangsu, pencegahan epidemi ekstrem memicu kemarahan publik. Pada 31 Juli, bilik pengujian COVID-19 Jiangyin dihancurkan, dan jendela kaca bilik asam nukleat juga dihancurkan. Ini memicu kegemparan di Internet. Beberapa netizen berkata: “Hancur, hancurkan di seluruh Tiongkok !” (hui)

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine