Wang Xiang
Sejak Agustus, gelombang ketiga delegasi kongres AS telah mengunjungi Taiwan. Kedutaan Tiongkok di Amerika Serikat menjadi gerah dan Departemen Luar Negeri serta Departemen Pertahanan AS menanggapi perjalanan anggota Kongres ke Taiwan.
Senator Marsha Blackburn, anggota Partai Republik dari Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, tiba di Bandara Songshan Taipei pada Kamis 25 Agustus malam waktu setempat.
Dilaporkan bahwa Blackburn pertama kali mengunjungi Fiji, Kepulauan Solomon dan Papua Nugini. Ia kemudian pergi ke Taiwan dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat.
Tiga gelombang anggota kongres AS mengunjungi Taiwan dalam sebulan, PKT Gerah
Beijing telah lama mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya, dan menyebut kunjungan anggota kongres AS ke Taiwan sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Tiongkok. Faktanya, PKT tidak pernah memerintah Taiwan selama sehari saja.
Sebagai pembalasan atas kunjungan Pelosi ke Taiwan, Beijing melakukan latihan militer skala besar di sekitar Taiwan. Namun demikian, pendekatan ini tampaknya memiliki efek sebaliknya. Lebih banyak anggota Kongres AS mengunjungi Taiwan, dan pejabat terpilih dari Jepang, Eropa, dan negara-negara lainnya bersiap untuk pergi ke Taiwan.
Kedutaan Tiongkok di Washington mengeluarkan pernyataan yang memprotes kunjungan Blackburn ke Taiwan. “Amerika Serikat telah mengindikasikan bahwa mereka tidak menginginkan stabilitas di seberang Selat Taiwan. Amerika Serikat mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok,” kata pernyataan itu.
Sebelumnya pada Kamis 22 Agustus, Xinhua, kantor berita resmi Partai Komunis Tiongkok, menerbitkan artikel 1.000 karakter yang mengkritik kunjungan Pelosi ke Taiwan dan membela serangkaian tanggapan militer dan diplomatik dari Beijing.
Pentagon menolak mengomentari perjalanan Blackburn, dengan mengatakan tidak akan mengomentari rincian keamanan.
“Kami tentu saja akan mengambil semua langkah yang tepat untuk menjaga keamanan anggota Kongres di mana pun dan kapan pun mereka memilih untuk bepergian,” kata juru bicara Pentagon kepada Fox News.
Menanggapi pertanyaan media tentang kunjungan Blackburn ke Taiwan, Vedant Patel, wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, mengatakan: “Anggota Kongres dan pejabat terpilih telah pergi ke Taiwan selama beberapa dekade dan akan terus melakukannya. Sebuah kebijakan yang konsisten.”
Blackburn: Tidak akan diganggu oleh Komunis Tiongkok untuk memunggungi Taiwan
Blackburn mentweet berita itu setelah turun dari pesawat. Dia dalam cuitan dalam bahasa Inggris dan mandarin menuliskan : “Saya baru saja tiba di Taiwan untuk mengirim pesan ke Beijing – kami tidak akan menerima intimidasi, dan Amerika Serikat akan dengan tegas menjunjung tinggi kebebasan global dan tidak akan mentolerir tindakan yang merugikan negara kami dan sekutu kami.”
“Sudah waktunya bagi kita untuk fokus menghormati komitmen Taiwan terhadap nilai-nilai demokrasi dan memastikan mereka memiliki sumber daya yang diperlukan untuk memerangi komunis Tiongkok dan poros kejahatan baru.
“Itu sebabnya saya di Taiwan,” tambahnya di cuitan lainnya.
“Taiwan adalah mitra terkuat kami di Indo-Pasifik,” kata kantor senator Blackburn dalam siaran pers setelah kedatangannya di Taiwan pada Kamis.
“Kunjungan tingkat tinggi rutin ke Taipei adalah kebijakan lama AS. Saya tidak akan diganggu oleh komunis Tiongkok untuk berpaling dari Taiwan.”
“Selama kunjungan saya ke Taiwan, saya berharap dapat mendengar langsung dari para pemimpin negara tentang kebutuhan mereka dan bagaimana kami dapat mendukung kebebasan rakyat Taiwan. Saya berharap dapat bertemu dengan para pemimpin di Taipei untuk memajukan dan memperkuat kemitraan kami,” ujarnya.
Kementerian luar negeri Taiwan mengatakan Blackburn akan bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, serta Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Koo Li-hsiung, dan Menteri Luar Negeri Joseph Wu. Kantor kepresidenan Taiwan mengatakan Tsai Ing-wen akan bertemu dengan Blackburn pada Jumat pagi. (hui)


