NTD
Menanggapi serangan Rusia baru-baru ini terhadap infrastruktur energi Ukraina dan target militer lainnya, sekitar 50 negara yang dipimpin oleh Amerika Serikat mengadakan pertemuan di markas besar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada hari Rabu 12 Oktober, mereka sepakat untuk membantu Ukraina dengan mengirimkan sistem pertahanan udara terbaru.
Central News Agency mengutip laporan Agence France-Presse, Reuters dan British Broadcasting Corporation memberitakan bahwa pada 10 dan 11 Oktober Rusia telah meluncurkan lebih dari 100 buah rudal dan menggunakan puluhan drone untuk menyerang infrastruktur energi dan sejumlah target militer Ukraina.
Serangan udara pada hari pertama menewaskan sedikitnya 19 orang dan menyebabkan pemadaman listrik yang luas dan terputusnya pasokan air bersih bagi warga di banyak wilayah. Dan Ibukota, Kyiv, terpaksa menerapkan pembatasan listrik.
Warga menyaksikan mobil pribadi mereka yang hancur diparkir di area perumahan dekat gedung 101, tidak jauh dari stasiun kereta api utama Kota Kyiv, Ukraina pada 11 Oktober 2022. (Ed Ram/Getty Images)
Mengingat hal ini, sekitar 50 negara yang dipimpin oleh Amerika Serikat saat bertemu di markas besar NATO di Brussel, ibu kota Belgia, berjanji untuk mengirimkan sistem pertahanan udara terbaru milik mereka untuk Ukraina melawan Rusia.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin usai pertemuan itu mengatakan : “Sistem yang relevan akan segera disiapkan dan dikirim ke tempat”. Tetapi ia tidak menjelaskan lebih lanjut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, dalam beberapa minggu mendatang Prancis sudah dapat memberi Ukraina radar dan sistem pertahanan udara, terutama untuk membantu Ukraina mempertahankan diri dari serangan pesawat tak berawak dan rudal. Namun dia tidak merinci jenis atau jumlah rudal anti-pesawat dalam wawancara dengan pembawa acara di televisi “France 2”.
Belanda mengatakan akan mengirimkan rudal anti-pesawat senilai EUR. 15 juta (setara USD. 14,55 juta). Menteri Pertahanan Belanda, Kajsa Ollongren mengatakan bahwa serangan Rusia “hanya dapat ditanggapi dengan dukungan kuat kepada Ukraina dan rakyatnya”.
Kanada telah menjanjikan pemberian bantuan militer senilai lebih dari CAD. 47 juta (setara USD. 34 juta), termasuk peluru artileri, sarana komunikasi satelit, pakaian musim dingin, kamera drone dan lainnya.
Inggris juga mengatakan akan menyediakan rudal pertahanan udara kepada Ukraina untuk menangkis serangan Rusia, juga akan menyediakan rudal untuk menembak jatuh rudal jelajah Rusia. Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Tingkat Lanjut (Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile. AMRAAM) akan dikirim ke Ukraina dalam beberapa minggu mendatang untuk digunakan bersama dengan National Advanced Air Defense System (NASAMS) yang dijanjikan AS.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin (tengah) sedang menyampaikan pidato pembukaan pada awal pertemuan Kelompok Penghubung Pertahanan Ukraina sebagai bagian dari Dewan Menteri Pertahanan NATO di markas besar NATO di Brussels pada 12 Oktober 2022. (Kenzo Tribouillard/AFP/Getty Images)
Selain itu, pada Rabu militer Ukraina mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Iris-T SLM yang dipasang pada kendaraan telah tiba di Ukraina dari Jerman. Tentara Ukraina mengatakan sistem pertahanan udara akan membantu melindungi negara dari serangan yang menteror.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang di waktu lalu menggambarkan serangan rudal Rusia sebagai tindakan teroris dan mendesak negara-negara Barat untuk membantu Ukraina membangun “perisai udara”, kini menyambut baik bantuan Barat yang menyediakan sistem anti-rudal.
“Dengan semakin berani dan brutalnya tindakan teroris Rusia, membuat dunia semakin memahami bahwa membantu Ukraina mempertahankan wilayah udaranya adalah salah satu tugas kemanusiaan terpenting di Eropa saat ini”, Demikian kata Zelensky dalam pidato kenegaraan pada hari Rabu malam waktu setempat. (sin)


