NTD
Gubernur Belgorod Oblast, perbatasan selatan Rusia dengan Ukraina mengatakan pada 22 Oktober bahwa 2 orang warga sipil tewas dalam pemboman tentara Rusia. Pihak Ukraina menuduh tentara Rusia melancarkan serangan berskala besar di negara itu semalaman, menyerang infrastruktur energi dan menyebabkan sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik. Di negara bagian Kherson yang dianeksasi di Ukraina selatan, otoritas pro-Rusia menuntut agar warga segera meninggalkan ibu kota Kherson.
Central News Agency mengutip laporan AFP melaporkan, Vyacheslav Gladkov melalui media sosial menyebutkan bahwa sejumlah infrastruktur sipil di kota Shebekino di Belgorod hancur oleh serangan bom tentara Rusia. 2 orang warga sipil tewas dan hampir 15.000 jiwa warga kota mengalami terputusnya aliran listrik.
Menghadapi serangan balik dari pasukan Ukraina untuk merebut kembali wilayah yang diduduki tentara Rusia, pemerintahan lokal yang didukung Rusia di wilayah selatan Ukraina Kherson mendesak penduduk setempat untuk segera meninggalkan kota Kherson.
Kherson adalah kota besar pertama yang jatuh setelah invasi ke Ukraina. Pasukan Kyiv telah maju menyerang sampai di sepanjang tepi barat Sungai Dnieper menuju kota Kherson, ibu kota wilayah Kherson.
Pemerintahan yang pro-Rusia di negara bagian Kherson mengatakan di media sosial : “Karena situasi tegang di garis depan, bahaya yang dihadapi masyarakat Kherson meningkat, semua warga sipil harus segera meninggalkan Kherson dan pergi ke tepi kiri Sungai Dnipro”.
Kirill Stremousov, wakil gubernur wilayah Kherson yang didukung Rusia, mengatakan kepada Interfax bahwa sekitar 25.000 orang telah mencapai tepi kiri Sungai Dnieper.
Warga yang tiba dari Kherson menunggu di stasiun kereta api Dzhankoi di Krimea untuk dievakuasi menuju wilayah Rusia pada 21 Oktober 2022. (Stringer/AFP/Getty Images)
Warga yang tiba dari Kherson menunggu di stasiun kereta api Dzhankoi di Krimea untuk dievakuasi menuju wilayah Rusia pada 21 Oktober 2022. (Stringer/AFP/Getty Images)
Sergiy Khlan, wakil gubernur Kherson, yang ditunjuk oleh otoritas Kyiv, mengatakan bahwa ketika orang Rusia dievakuasi, mereka juga membawa serta barang-barang berharga dan dokumen dari bank dan dari kantor paspor.
Markas Besar Staf Umum Ukraina menunjukkan bahwa tentara Rusia telah meninggalkan dua pemukiman lain di wilayah Kherson dan saat ini sedang mengevakuasi tenaga medis dari tempat yang ketiga.
Kyiv mengecam langkah Rusia itu sebagai mendeportasi penduduk lokal.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa tentara Rusia telah melakukan serangan besar-besaran semalaman, menembakkan sebanyak 36 roket ke bagian negara itu, meskipun sebagian besar roket itu berhasil ditembak jatuh … Serangan besar-besaran terhadap sasaran utama Ukraina itu adalah strategi khas yang dimiliki para teroris.
Komando Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa Rusia meluncurkan 33 rudal ke arah Ukraina pada 22 Oktober pagi, 18 buah di antaranya berhasil ditembak jatuh. Rudal yang lolos cegatan menghancurkan infrastruktur penting, dan beberapa negara bagian melaporkan bahwa fasilitas energi diserang Rusia sehingga listrik padam.
Perusahaan energi negara Ukraina “Ukrenergo” mengatakan bahwa rudal-rudal itu menargetkan infrastruktur transmisi listrik di Ukraina barat, tetapi 10 negara bagian di seluruh negeri sudah memberlakukan penjatahan daya listrik, termasuk ibu kota Kyiv.
Seorang pria mengendarai sepeda di jalan yang sepi di Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina, pada 21 Oktober 2022. (Carl Court/Getty Images)


