Mahasiswa Universitas Iptek Nanjing Memprotes Penguncian, Menuntut Diizinkan Pulang ke Kampung Halaman

oleh Xia Dunhou dan Liu Fang 

Banyak provinsi dan kota di daratan Tiongkok mulai membongkar blokade dalam pencegahan epidemi, begitu pula perguruan tinggi serta universitas di berbagai tempat juga telah mulai mengizinkan mahasiswanya untuk pulang ke kampung halaman mereka. Namun, Universitas Iptek Nanjing masih memberlakukan pemblokiran, dan menemukan ada personil yang positif terinfeksi. Pada 5 Desember malam, sejumlah besar mahasiswa berkumpul di kampus untuk memprotes.

Mahasiswa Universitas Iptek Nanjing berteriak : “Pulangkan, pulangkan !”

Pada 4 Desember, setelah ditemukan ada seorang personil yang positif terinfeksi COVID-19, pihak Universitas Iptek Nanjing memutuskan untuk memperpanjang waktu pemblokiran. Akibat permohonan para mahasiswa tidak membuahkan hasil, maka unjuk rasa dilakukan pada 5 Desember malam, para mahasiswa menuntut kepulangan sukarela ke kampung halaman mereka. Selama protes tersebut, pihak universitas ada menugaskan personel untuk bernegosiasi dengan perwakilan mahasiswa.

Mahasiswa Universitas Iptek Nanjing mengatakan : “Kekuasaan Anda dapatkan dari pemberian para siswa, bukan berasal dari diri Anda sendiri. Jadi Layani para siswa !”

Ada mahasiswa yang mengatakan : “Kami sudah sekian lamanya dikurung dalam kampus, dan untuk kepentingan staf pengajar, kami harus melakukan tes asam nukleat dengan frekuensi yang tinggi”.

Mr. Li, seorang pembela hak asasi manusia di Jiangsu mengatakan : “Akibat ada personil di Universitas Intek Nanjing yang positif terinfeksi, para mahasiswa minta untuk diberikan izin pulang ke kampung halaman masing-masing. Himbauan ini sah-sah saja, karena banyak orang yang menjadi panik terhadap hasil tes yang menunjukkan positif,  itupun merupakan dampak dari propaganda berlebihan dari otoritas tentang varian Omicron”.

Bahkan mobil polisi sempat didatangkan pada lokasi protes, tetapi tidak menimbulkan kericuhan meskipun para mahasiswa meneriakkan moto agar rektor mundur.

Mahasiswa mengatakan : “Anda berani, Anda bakal menjadi Foxconn kedua”.

“Rektor mundur !” kata mahasiswa.

Pihak universitas mengajak para mahasiswa yang memiliki pendapat berbeda untuk membicarakannya dalam pertemuan yang diadakan keesokan harinya.

Para mahasiswa bubar di tengah malam hari itu setelah pihak universitas berjanji untuk mengatasi keluhan mereka. Pada 6 Desember, pihak universitas membuat beberapa kelonggaran termasuk mahasiswa dapat langsung keluar masuk kampus dengan memindai wajah, tes asam nukleat bersifat sukarela, tetapi tidak menjawab apakah mahasiswa boleh secara sukarela pulang ke kampung halaman mereka. Pada saat yang sama, ada beberapa mahasiswa yang dipanggil pihak universitas untuk “diajak bicara”.

Reporter mencoba untuk menelepon Universitas Iptek Nanjing, tetapi mendapat jawaban bahwa pihak universitas belum memberikan tanggapan.

Netizen memuji keberanian mahasiswa dalam memperjuangkan haknya, di akun Twitter ia menulis : “Berani memperjuangkan haknya sendiri, berani berkumpul, dan berani memprotes sudah merupakan suatu kemajuan. Kesadaran warga negara sedang naik, hal-hal yang tidak wajar harus disuarakan dan disebarluaskan”.

Sedangkan beberapa hari yang lalu, mahasiswa Universitas Wuhan yang tidak tahan dengan penguncian melancarkan protes dengan membawa payung. Pihak universitas kemudian mau berkompromi, mengizinkan siswa untuk pulang secara sukarela, secara sukarela untuk memilih cara ujian dan masuk kelas, dan berjanji tidak akan meminta pertanggungjawaban mahasiswa. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine