Kemenlu Amerika Serikat : Dunia Prihatin dengan Jumlah Kematian Akibat COVID di Tiongkok

oleh Xia Yu

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price mengatakan pada Senin (19 Desember) bahwa Amerika Serikat berharap pemerintah Tiongkok dapat mengatasi masalah penyebaran COVID-19 yang semakin serius di daratan Tiongkok saat ini. “Mengingat  ukuran PDB dan skop ekonomi Tiongkok, sehingga jumlah kasus kematian akibat COVID-19 di Tiongkok membuat kekhawatiran dunia”.

Besarnya skala penularan menciptakan peluang bagi mutasi virus untuk mempengaruhi dunia

Price menambahkan, selama virus itu masih menyebar, maka ia akan memiliki potensi untuk bermutasi dan menimbulkan ancaman di mana pun.

Ia mengatakan,  telah melihat ini dalam banyak urutan berbeda dari virus ini, dan  tentu saja menjadi alasan lain mengapa AS sangat fokus untuk membantu negara-negara di seluruh dunia dalam menangani COVID-19. 

Pada 7 Desember, Anthony Fauci, kepala penasehat medis Presiden AS Joe Biden memperingatkan bahwa pembebasan lockdown tergesa-gesa yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok dapat menekan sistem kesehatan nasional Tiongkok dan menciptakan kondisi bagi varian baru yang dapat menyebar ke seluruh dunia.

Dia menambahkan bahwa setiap gelombang besar infeksi di Tiongkok akan memberikan peluang kepada virus (COVID-19) untuk bermutasi menjadi varian baru.

Fauci mengatakan : “Setiap kali virus menyebar luas, itu berarti kesempatan bagi virus untuk bermutasi. Ketika Anda memberi virus kesempatan untuk bermutasi, virus itu berpotensi membentuk varian baru. Begitu Anda mendapatkan varian yang sama sekali baru, itu akan berdampak besar terhadap dunia.” 

Pada 19 Desember 2022, di Rumah Sakit Huadong, Shanghai, staf medis sedang mendorong pasien ke dalam klinik demam. (Hektor Retamal/AFP)

Dunia luar meragukan data kematian dari COVID yang dilaporkan PKT

Kota-kota besar di Tiongkok sedang menghadapi gelombang baru infeksi COVID-19. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok dalam laporan harian tentang pencegahan epidemi baru-baru ini menegaskan bahwa di Tiongkok “tidak ada tambahan jumlah kematian baru akibat COVID-19”. Setelah media asing melaporkan mengenai krematorium Tiongkok kewalahan dalam menangani kremasi jenazah, pihak berwenang Tiongkok baru mengumumkan ada tambahan kematian dari 2 orang positif COVID-19 pada hari Senin (19 Desember). Dan ini adalah laporan kasus kematian resmi pertama yang muncul dalam hampir sebulan terakhir. Namun, data ini masih berselisih jauh dari data yang tercatat pada krematorium.

Para wartawan dari media Financial Times, Wall Street Journal, Agence France-Presse, Reuters, dan Associated Press baru-baru ini pergi ke perusahaan kremasi di Beijing, mengambil gambar secara langsung, atau mewawancarai staf perusahaan kremasi melalui telepon untuk mengetahui tentang kematian akibat epidemi. Hasil investigasi menyimpulkan bahwa pihak berwenang Tiongkok menyembunyikan jumlah korban tewas akibat epidemi.

Hal ini membuat krematorium menjadi target pemeriksaan pemerintah komunis Tiongkok. Foto-foto yang diambil pada hari Senin pagi menunjukkan bahwa deretan mobil, beberapa dihiasi dengan pita duka berwarna hitam memasuki halaman krematorium di Beijing. Saat para karyawan dengan alat pelindung memindahkan peti jenazah, ada sejumlah polisi dan personel keamanan untuk melakukan penjagaan, sekaligus mencegah media lebih jauh membocorkan situasi sebenarnya dalam krematorium.

Soal dua kematian akibat COVID yang dilaporkan pihak berwenang Tiongkok setelah tertekan oleh berita kewalahannya krematorium dengan cepat menjadi trending topik di platform media sosial pada hari Senin.

“Apa gunanya menggunakan istilah ‘menurut data tidak lengkap’ ?” tanya seorang pengguna.

“Bukankah ini membohongi masyarakat ?” tulis netizen lainnya.

“Angka (pejabat PKT) jelas meremehkan jumlah kematian akibat COVID-19”, kata Huang Yanzhong, pakar kesehatan global di Dewan Hubungan Luar Negeri, sebuah wadah pemikir AS.

Price mengatakan pada Senin bahwa Amerika Serikat akan mengirim delegasi ke Beijing yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Anthony Blinken pada awal tahun depan. Price juga menegaskan bahwa Washington berharap Beijing berhasil mengendalikan penyebaran wabah COVID-19 yang sedang serius saat ini, sebagian alasan dari pengiriman delegasi itu karena pukulan lebih lanjut terhadap Tiongkok dapat semakin merusak ekonomi global. (sin)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine