Kepala Biro Keamanan Publik Kota Hejian, Hebei, Tiongkok, Tewas Dibunuh, Pejabat Lainnya Terluka 

NTD

Berita terbunuhnya Li Xian, Wakil Walikota Hejian, dan Kepala Biro Keamanan Publik Kota Hejian, Provinsi Henan diblokir pihak berwenang karena terjadi pada periode pertemuan Dua Sesi Partai Komunis Tiongkok.

Menurut rumor yang beredar di Internet, bahwa pada 27 Februari, Kepala Biro Keamanan Umum Kota Hejian tewas terbunuh, dan komisaris politik mengalami beberapa penikaman saat berada dalam ruang rapat oleh “orang yang tidak puas karena sudah membayar tapi urusannya tidak juga diselesaikan”. Berita terkait dilarang beredar di media massa.

Media Epoch Times pada 3 Maret menyebutkan, bahwa menurut penuturan seorang sumber yang anggota keluarganya memiliki latar belakang pemerintahan Kota Hejian, Provinsi Hebei bahwa ketika sedang berlangsung pertemuan Komite Tetap Biro Keamanan Umum Kota Hejian, seseorang yang membawa pisau diam-diam mengikuti dan masuk ke dalam ruang pertemuan, lalu menikam semua orang yang mengikuti pertemuan itu. Tak luput Li Xian pun tertikam.

“Berita (Wakil Walikota terbunuh) ini benar. Itu telah terjadi 3 hari lalu, tapi keadaan spesifiknya tidak jelas”, kata seorang warga di lingkungan dekat Biro Keamanan Publik Kota Hejian.

Mengenai berita pembunuhan Li Xian, ada dua versi yang beredar di masyarakat.

Mrs. Liu dari sebuah lembaga publik di Kota Hejian mengatakan kepada reporter Epoch Times bahwa satu versi menyebutkan bahwa pembunuhnya adalah seorang pembuat petisi dari pedesaan yang petisinya ditolak dan orangnya ditahan secara ilegal. Setelah dibebaskan, orang tua tersebut membunuh kepala biro.

Versi lain menyebutkan bahwa pembunuhnya adalah orang dalam yang tidak puas karena tidak mendapat promosi jabatan, lalu membunuh pemimpinnya. Karena Biro Keamanan Publik Kota Hejian sedang mengadakan pertemuan tingkat tinggi pada saat kejadian. Jelas orang luar hanya bisa menunggu di lobi jika mereka ada urusan dengan pimpinan, dan ada satpam di bawah sehingga mereka tidak mungkin bisa masuk ke ruang rapat Biro Keamanan Publik.

“Berita yang beredar pada hari ini (2 Maret) adalah, ada 7 atau 8 orang yang ditikam oleh pembunuh. Yang pasti adalah Kepala Biro Keamanan Publik Kota Hejian, Li Xian meninggal seketika,” kata Mrs. Liu.

Setelah kejadian tersebut, kantor pemerintah Kota Hejian dan bawahannya ditutup untuk melakukan pertemuan darurat. Mrs. Liu mengatakan : “Seorang kerabat saya yang bekerja di pemerintahan kotapraja telah mengkonfirmasikan bahwa insiden ini benar-benar terjadi, tetapi atasannya meminta semua lembaga administrasi dan media untuk merahasiakannya, karena sekarang sedang berada dalam periode Dua Sesi.”

Mrs. Liu mengatakan bahwa pemerintah kota Hejian sedang melakukan diskusi soal keseragaman berita untuk menetapkan masalah, apakah kejadian itu terkait dengan urusan dinas atau merupakan serangan teror. Karena sekarang adalah periode Dua Sesi, jadi pemerintah setempat merasa perlu untuk menekan masalah ini agar tidak mencuat, jika tidak, para pemimpin Provinsi Hebei dan Kota Cangzhou (Kota Hejian dikelola oleh Kota Cangzhou) pasti akan kena getahnya, alias menerima hukuman.

Mrs. Liu juga menyebutkan bahwa kabar yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa jika pembunuhnya bukan anggota yang berada dalam sistem, orang yang sangat akrab dengan mereka, jelas mereka tidak dapat mendekati mereka, atau masuk ke dalam ruang rapat. Berita sudah menyebar ke banyak desa dan kota. Orang-orang bahkan menyayangkan bahwa kenapa (penikam) tidak membawa saja bahan peledak ke sana ? Tampaknya masyarakat sangat membenci mereka.

Pada 2 Maret, Zhao Lanjian, mantan orang media daratan Tiongkok yang melarikan diri ke Amerika Serikat, juga memposting di Twitter tulisannya yang berbunyi : “Saya tanyakan kepada penduduk setempat dan ia membenarkan kejadian tersebut. Li Xian, Wakil Walikota dan Kepala Biro Keamanan Publik Kota Hejian, Cangzhou, yang lahir pada tahun 1977 telah tewas di tempat akibat tikaman seseorang. Selain itu ada 6 orang wakil pimpinan mengalami luka, yang 2 di antaranya masih dirawat di ruang ICU. Karena menjadi kasus pertama insiden penikaman terhadap kepala biro keamanan, jadi heboh, semua orang tahu.”

Mengenai insiden terbunuhnya Li Xian, seorang reporter dari Epoch Times mencoba menghubungi kantor Pemerintah Kota Hejian lewat sambungan telepon, yang diterima oleh seorang anggota staf pria. Ia menjawab : “Saya tidak tahu tentang masalah ini, Anda dipersilakan untuk bertanya kepada Unit Propaganda”, dan memberikan nomor telepon. Setelah itu reporter menelepon ke sana tetapi tidak ada yang menjawab.

Kemudian reporter menelepon Divisi Polisi Kriminal dari Biro Keamanan Umum Kota Hejian, yang tidak menjawab telepon. Kemudian menelepon nomor ponsel Li Xian yang diberikan oleh “Organisasi Internasional untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong” (WOIPFG) di luar negeri, tetapi ponsel dalam keadaan dimatikan.

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh WOIPFG, Li Xian, yang pernah menjabat sebagai sekretaris Komite Politik dan Hukum Kabupaten Shenze, Shijiazhuang, karena berpartisipasi aktif dalam menganiaya praktisi Falun Gong, ia bersama dengan Li Shuxin, Kepala Biro Keamanan Publik Kota Hejian, dan pejabat lainnya telah masuk ke dalam daftar penyelidikan.

Menurut informasi publik, Li Xian yang lahir pada Maret 1977 pernah cukup lama bertugas di Biro Keamanan Publik Kabupaten Shenze, Kota Shijiazhuang. Pada tahun 2021, Li Xian dipromosikan menjadi Wakil Walikota Hejian dan Kepala Biro Keamanan Publik Kota Hejian, saat ini ia juga bertanggung jawab atas cabang di Biro Keamanan Publik, Biro Yudisial, Biro Urusan Suku dan Agama, juga Biro Urusan Veteran. (sin)