oleh Yan Shu
Pada Selasa (14 Maret), tentara Rusia kembali melanjutkan pengeboman terhadap Ukraina, Presiden Zelensky mengatakan bahwa perang di wilayah timur akan menentukan masa depan Ukraina.
Sirene serangan udara dengan rudal kembali terdengar di kota Kramatorsk, wilayah Donetsk, timur Ukraina pada Selasa.
Pihak berwenang Ukraina mengatakan bahwa serangan itu telah merusak enam daerah pemukiman, menewaskan satu warga sipil dan melukai tiga lainnya.
Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan pada Senin (13 Maret), bahwa pertempuran di wilayah timur “sangat sulit” dan masa depan Ukraina bergantung pada situasi di wilayah utama di timur.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan : “Kami sedang berjuang untuk Bakhmut, Vleda, Kamanianka, dan semua tempat lain di mana masa depan kami ditentukan.”
Perang Rusia – Ukraina yang memperebutkan Bakhmut telah berlangsung selama berbulan-bulan, menjadikannya pertempuran darat paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II. Rusia mengatakan bahwa keberhasilan dalam merebut kota itu akan menjadi sukses besar yang dapat membuka jalan untuk merebut bagian lain wilayah Donetsk.
Di saat Rusia bertempur untuk merebut dan Ukraina bertempur untuk mempertahankan wilayah Donetsk. Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu memerintahkan perusahaan pemasok senjata untuk menggandakan produksi senjata presisi tinggi, menunjukkan tekad Rusia untuk melanjutkan perang.
Pada hari yang sama Kremlin juga menegaskan bahwa perdamaian tidak dapat dicapai jika Ukraina tidak menerima “realitas baru”.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan : “Tuntutan Moskow telah diketahui dengan baik oleh semuanya, begitu pula situasi nyata saat ini dan realitas barunya. Transisi menuju perdamaian tidak mungkin dilakukan, jika tidak bersedia mempertimbangkan rangkaian dari masalah ini.”
Rusia telah berulang kali menyatakan bahwa Ukraina perlu menerima tuntutan Rusia untuk menganeksasi Luhansk dan keempat wilayah lainnya yang berada di wilayah timur Ukraina ke Rusia. Sedangkan Ukraina dan Barat mengutuk keras tindakan aneksasi ilegal Rusia. (sin)


