Kapal Kamikaze Nirawak Ukraina Ciptakan Keunggulan Asimetris

MILITARY FOCUS 

Ukraina pernah berharap menerobos garis pertahanan Rusia, dan meraih kembali kemajuan secara menyeluruh yang sebanding dengan saat serangan balasan pada musim panas 2022 lalu, waktu itu Ukraina telah merebut kembali Kherson dan beberapa kota lain di wilayah selatan yang memiliki makna strategis penting. Tetapi setelah dua bulan sejak dimulainya serangan balasan itu, situasinya tidak mengalami perubahan yang berarti.

Pasukan Ukraina telah terganjal oleh kubu pertahanan Rusia yang kuat, dan terhambat oleh zona ranjau, helikopter bersenjata, tembakan meriam dan strip penghalang. Tank serbu utama dan kendaraan infanteri dari pihak Barat tidak mampu menembus zona ranjau yang teramat rapat, sehingga telah menghambat serangan balasan yang diharapkan. 

Sebelumnya, sekutu Barat mendesak militer Ukraina agar menempuh strategi ofensif yang lebih agresif, agar dapat meraih terobosan yang lebih cepat. Karena menilai konflik yang berkepanjangan itu, bagi Ukraina yang sangat bergantung pada bantuan negara asing, akan sangat menonjolkan masalah pasokan amunisi. Namun taktik dan metode pertempuran Barat itu tidak efektif.

Sekarang, pasukan Ukraina telah membatalkan rencana menggunakan metode perang Barat yang rumit untuk menyerang pertahanan Rusia secara frontal, dan beralih menggunakan metode yang lebih dikuasai oleh mereka. Pasukan Ukraina melemahkan musuh dengan serangan meriam dan rudal yang intens; menggunakan serangan jarak jauh, memutus jalur pasokan logistik musuh, menghancurkan pasokan logistik, dan mematikan persediaan logistik musuh. Bukannya melakukan serangan besar-besaran dengan pasukan kendaraan tempur, untuk meraih terobosan cepat dari perang secara frontal. Dari berita teranyar yang dikirim dari medan perang telah diketahui, perubahan taktik perang pasukan Ukraina sepertinya mulai membuahkan hasil.

Pada 4 Agustus, salah seorang deputi Menhan Ukraina yakni Hanna Vasylivna Maliar mengatakan, di sejumlah kawasan di wilayah Selatan, pasukan Ukraina telah menerobos garis pertahanan pertama Rusia, dan beralih ke zona tengah. Dia berkata, “Kalau kita bicara soal kawasan selatan, seperti halnya garis depan di Bakhmut, pasukan kami melakukan serangan dengan tembakan meriam terus menerus, untuk mendobrak garis pertahanan musuh.”

Kepala Dinas Keamanan Ukraina Vasyl Maliuk telah melaporkan operasi khusus di Teluk Novorossiysk kepada Presiden Zelensky, serta situasi pukulan keras terhadap kapal pendaratan kelas Ropucha milik Rusia dan juga kapal Olenegorskiy Gornyak. Ia mengatakan, Dinas Keamanan Ukraina telah membawa kembali perang itu ke negara agresor, membalas dengan perbuatan yang sama. Pada 4 Agustus dini hari, telah terjadi ledakan di perairan dekat kota Pelabuhan Laut Hitam Novorossiysk, Kemenhan Rusia menyatakan diserang oleh dua unit kapal nirawak. 

Berita di pihak Ukraina membenarkan, serangan tersebut merupakan operasi bersama antara AL Ukraina dengan Dinas Keamanan Nasional.

Foto dan rekaman video di media sosial menunjukkan kapal Olenegorskiy Gornyak saat diserang dan kondisi sesudahnya, video menunjukkan, kapal nirawak mendekat dari lambung kiri kapal, lalu meledak, saat kapal itu ditarik ke pelabuhan sudah dalam kondisi miring. Teluk Novorossiysk berjarak sekitar 420 mil dari pesisir yang dikuasai oleh Ukraina. Kapal pendaratan ukuran besar itu, dibuat di Polandia pada 1976, ia merupakan salah satu kapal Brigade Armada 121 dalam Armada Utara Rusia, disebut-sebut sebagai kapal pendaratan terbaik milik Armada Utara Rusia.

Oktober tahun lalu, Dinas Keamanan Ukraina telah melakukan serangan pesawat nirawak dalam skala besar terhadap Armada Laut Hitam Rusia yang berpangkalan di Pelabuhan Sevastopol, Krimea. Juga berulang kali berupaya menyerang kapal Rusia yang berlabuh di pelabuhan sekitar Laut Hitam dan sedang beroperasi di laut, bahkan menghancurkan Jembatan Kerch yang menghubungkan Krimea dengan Rusia. Intinya, serangan kapal nirawak semakin sering terjadi di pesisir yang semakin jauh dari kendali Ukraina.

Kapal nirawak yang menyerang kapal Olenegorskiy Gornyak telah mengungkap banyak detil. Pihak militer Ukraina yang ikut serta dalam operasi ini menjelaskan, kapal nirawak yang dirancang khusus ini memanfaatkan kelemahan dalam sistem pertahanan kapal perang Rusia. Kapal nirawak menggunakan cat kamuflase, dan mampu membawa peledak seberat 300 kg, jarak berlayar mencapai 800 km, dengan antena komunikasi satelit baru. Ukraina sedang melanjutkan upaya kuat untuk berinvestasi senjata seperti ini, dan akan meningkatkan kemampuan serangannya.

Selain menyerang kapal Olenegorskiy Gornyak, beberapa sasaran Rusia lainnya juga telah diserang, pelabuhan Rusia lainnya yakni Yuzhnaya Ozerievka yang terletak di dekat kapal pendaratan yang diserang juga telah terjadi ledakan. Makna keberhasilan serangan kali ini bahkan tidak kalah dibandingkan tenggelamnya Kapal Moskva, karena menandakan Pelabuhan Novorossiysk yang selama ini dianggap Rusia sebagai garis belakang dan juga pangkalan AL kini telah berubah menjadi garis depan.

Kapal kamikaze nirawak Ukraina kembali memperlihatkan kemampuannya yang mematikan, dengan berhasil berlayar menjangkau jarak setidaknya 700 km, di tengah perjalanan sama sekali tidak bisa terdeteksi oleh pesawat, kapal, peralatan perang elektronik maupun tindakan defensif Rusia yang bisa menggagalkan misinya.

Sejumlah detil yang tidak begitu menjadi perhatian, tapi mungkin memiliki makna strategis yang penting. Setidaknya sejak musim gugur tahun lalu, angkatan bersenjata Rusia selalu menggunakan Pelabuhan Novorossiysk sebagai pangkalan transportasi, untuk mengirim perbekalan logistik lewat jalur laut ke pelabuhan di Berdyansk dan Mariupol di selatan Ukraina. Moda transportasi yang paling sering digunakan adalah kapal pendaratan. Saat ini di Laut Hitam terdapat 10 unit kapal serupa, semua kapal ini bersama jalur logistik yang dibangunnya, beserta persediaan yang termasuk di dalamnya, secara teorinya sekarang telah terpapar di bawah jangkauan serangan militer Ukraina, hal ini akan menimbulkan pengaruh besar terhadap kemajuan perang di zona perang selatan Ukraina. Ini berarti Ukraina akan mengembangkan “taktik menguras logistik militer Rusia” dari daratan diperluas hingga ke laut.

Foto satelit pangkalan Novorossiysk pada 2 Agustus lalu menunjukkan, dari 9 kapal yang bersandar di pelabuhan ini ada 2 di antaranya yang membawa rudal serang darat jenis “Caliber”. Data dari sumber terbuka mengatakan, Pelabuhan Novorossiysk sering disandari kapal AL Rusia yang ikut dalam perang yang memiliki kemampuan serbu darat. Oleh sebab itu, orang tidak meragukan bahwa pelabuhan ini akan terus mendapatkan serangan.

Serangan terhadap Novorossiysk pada 4 Agustus lalu juga menjadi pertunjukan indah teknik kapal nirawak peledak milik AL Ukraina yang berkembang. Membuktikan senjata semacam ini bisa melakukan serangan yang efektif dalam jarak jangkauan terjauhnya yakni 800 km, selain itu peralatan yang dipasang pada kapal nirawak kamikaze ini dapat mempertahankan tersambungnya sinyal secara realtime, khususnya di bawah gangguan peralatan perang elektronik (EW) Rusia, masih mampu memancarkan kembali sinyal televisi ke pusat kendali.

Belum lama ini, CEO SpaceX Gwynne Shotwell menyatakan, layanan internet Starlink telah menyediakan komunikasi broadband bagi militer Ukraina, untuk pertahanan terhadap militer Rusia, tapi layanan tersebut sama sekali tidak direncanakan untuk dipersenjatai. Dia menekankan, telah mengambil tindakan pembatasan layanan Starlink bagi militer Ukraina untuk digunakan pada pesawat nirawak. Dia berkata, “Ada hal yang bisa kami lakukan, dan sudah kami lakukan.”

Keberhasilan operasi kapal nirawak kamikaze Ukraina telah membuktikan bahwa tanpa dukungan internet Starlink, kapal itu tetap dapat melakukan aksinya secara efektif pada jarak ratusan kilometer jauhnya, kapal ini telah melenyapkan kekhawatiran orang akan layanan internet satelit yang mungkin tak cukup untuk mendukung misi seperti ini. Selain fleksibilitas dan tingkat pengendalian yang tinggi, kapal nirawak kamikaze AL yang turut terlibat dalam serangan di Novorossiysk juga bisa dilengkapi dengan hulu ledak yang lebih besar, dikabarkan berat hulu ledak bisa mencapai 450 kg, ini berarti memiliki daya rusak yang lebih besar.

Di sisi lain, ini akan memaksa Rusia menempuh tindakan defensif lebih lanjut, tidak hanya meningkatkan metode perlindungan fisik, seperti pagar penghadangan. Juga memperkuat tindakan perang elektronik, seperti sistem monitor radar berskala kecil untuk melindungi jembatan Krimea, atau mencoba memindahkan instalasi perang elektronik berbasis darat ke atas kapal fregat.

Sekarang, situasi perang di Ukraina menjadi semakin rumit, harapan orang terhadap pasukan Ukraina agar dengan cepat menerobos garis pertahanan Rusia ternyata tidak terealisasi. Perubahan taktik perang Ukraina dengan metode perang serangan balasan, semakin membuat senjata serang presisi jarak jauh menjadi sangat sensitif dan menonjol. Hingga saat ini, satu-satunya kabar baik yang terdengar dari sisi senjata jarak jauh adalah munculnya kapal nirawak kamikaze, yang telah mendatangkan keunggulan asimetris bagi Ukraina dengan harga murah dalam melawan Rusia, dan baru saja merusak jalur logistik laut Rusia. Jika Jembatan Kerch pada akhirnya dihancurkan, maka hasil perang juga akan menjadi lebih gamblang.

Ukraina terus menggalang dana untuk mengembangkan armada kapal nirawak AL, kapal nirawak ini pertama kalinya pada Oktober tahun lalu merealisasikan keunggulan tempur membidik kapal-kapal Rusia. Kekuatannya cukup besar, setara dengan perlengkapan konvensional untuk menyerang sasaran di laut, biaya pembuatan dan penempatannya jauh lebih rendah. Keunggulan asimetris yang dimiliki Ukraina ini, sangat patut ditiru oleh Taiwan. Khususnya lingkungan perang kapal nirawak di Ukraina ini sangat mirip dengan di Taiwan, yang hanya dibutuhkan beroperasi dalam radius beberapa ratus kilometer, bisa mengintai dalam jangka waktu lama di perairan yang luas, dan membuat musuh kewalahan membendungnya. (sud/whs)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine