China Evergrande adalah pengembang real estat yang paling banyak berutang di dunia. Ia adalah perwakilan tipikal dari krisis real estate Tiongkok. Pada Kamis (17 Agustus), Evergrande mengajukan permohonan perlindungan kreditur di Pengadilan Kebangkrutan Manhattan, New York
oleh Xia Yu
Reuters melaporkan bahwa China Evergrande ingin memperoleh perlindungan Bab 15 dari UU. kebangkrutan AS. Undang-undang tersebut melindungi perusahaan non-AS yang menjalani restrukturisasi agar tidak dituntut oleh kreditur atau penyitaan asetnya yang berada di AS.
Pada Kamis, afiliasi Evergrande Tianji Holdings juga mencari perlindungan Bab 15 di pengadilan kebangkrutan Manhattan.
Setelah Evergrande mengajukan perlindungan Bab 15 dari UU. Kebangkrutan, pengadilan kebangkrutan AS berhak turun tangan ketika negara lain terlibat dalam kasus kebangkrutan. Undang-undang kebangkrutan Bab 15 juga membantu memfasilitasi kerja sama antara pengadilan AS, debitur, dan pengadilan di negara lain yang terlibat dalam proses kebangkrutan lintas batas.
Pengacara dari China Evergrande tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Pengajuan permohonan perlindungan kebangkrutan Evergrande ini kian memicu kekhawatiran masyarakat, bahwa masalah di sektor properti Tiongkok dapat menyebar ke bagian lain dari ekonomi Tiongkok seiring dengan pertumbuhannya yang terus melambat.
Industri real estate Tiongkok telah sejak lama dianggap sebagai mesin pertumbuhan bagi ekonomi Tiongkok. Industri tersebut menyita porsi hingga 30% dari PDB Tiongkok. Tetapi default dalam membayar hutang Evergrande pada tahun 2021 berdampak besar terhadap pasar real estat Tiongkok, telah merugikan bagi pemilik rumah dan sistem keuangan Tiongkok. Default Evergrande terjadi setelah Beijing mulai menindak pengembang yang menggunakan uang pinjaman secara berlebihan. Sejak pecahnya krisis utang real estat Tiongkok pada tahun 2021, perusahaan yang menyumbang 40% dari penjualan rumah Tiongkok telah mengalami default membayar kewajiban.
Beberapa pengembang besar Tiongkok lainnya, termasuk Kaisa Group, Fantasia dan Shimao Group, telah gagal bayar utangnya. Baru-baru ini, Country Garden, raksasa real estat Tiongkok lainnya, memperingatkan bahwa pihaknya sedang “mempertimbangkan untuk mengambil berbagai langkah pengelolaan utang”, pernyataan mereka ini memicu spekulasi masyarakat mungkin Country Gaeden sedang bersiap untuk merestrukturisasi utangnya karena masalah cash flow.
Perlambatan ekonomi Tiongkok secara keseluruhan telah memperburuk situasi yang dihadapi industri.
Utang Evergrande baru-baru ini mencapai USD. 330 miliar. Gagal bayar kewajiban yang terjadi di akhir tahun 2021 telah memicu serangkaian gagal bayar kepada perusahaan kontraktor, sehingga mengakibatkan pembangunan ribuan rumah yang belum selesai di seluruh Tiongkok menjadi terbengkalai.
Evergrande mengatakan dalam permohonan yang diajukan kepada Pengadilan Kebangkrutan Manhattan, bahwa pihaknya sedang mencari persetujuan untuk pembicaraan mengenai restrukturisasi utang yang sedang berlangsung di Hongkong, Kepulauan Cayman dan Kepulauan Virgin Inggris.
Evergrande mengatakan bahwa kreditur dapat memberikan suara pada reorganisasi bulan ini dan mungkin bisa mendapatkan persetujuan dari pengadilan Hongkong dan Kepulauan Virgin Inggris pada minggu pertama bulan September.
Perusahaan mengusulkan sidang akreditasi Bab 15 diadakan pada 20 September mendatang.
Bulan lalu, Evergrande mengumumkan laporan kerugian perusahaan tahun 2021 dan 2022 total sebesar USD. 81 miliar, hal mana meningkatkan kekhawatiran investor tentang kelayakan rencana restrukturisasi utang yang diajukan Evergrade pada bulan Maret tahun ini.
Pada Senin, anak perusahaan Evergrande yang berkecimpung dalam kendaraan listrik “China Evergrande New Energy Vehicle Group”, mengumumkan rencana restrukturisasinya sendiri. Rencana tersebut membutuhkan pertukaran utang ke ekuitas senilai USD. 2,7 miliar dan menjual saham senilai hampir USD. 500 juta. Hal mana akan memberi NWTN, pembuat mobil yang berbasis di Dubai, memperoleh 27,5% saham.
Kerugian yang dialami Evergrande New Energy tahun 2021 dan 2022 secara total mencapai hampir USD. 10 miliar.
Saham China Evergrande telah ditangguhkan transaksinya di bursa saham pada Maret 2022. (sin)


