Pabrik Chip Tiongkok Bangkrut, Beralih ke Ternak Ayam, Ingin Jual Mesin Litografi Bekas

Aboluowang

Jiangsu Advanced Memory Semiconductor Co,. Ltd. (AMS) telah resmi menyatakan bangkrut dan bermaksud melelang mesin litografi ASML bekasnya, namun sejauh ini belum ada peminat. Yang mengejutkan, pabrik chip ini dijadikan sebagai tempat beternak ayam dan bebek ketika bisnis mandeg, bahkan juga dijadikan wisma yang dibuka untuk umum. 

Menurut “Jeff’s View” Baidu Baijiahao dan Jiwei.com, AMS didirikan pada tahun 2016 dan awalnya mengumumkan bahwa pemegang saham akan menginvestasikan RMB. 13 miliar untuk membangun pabrik chip memori 12 inci dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 100.000 unit. Pembangunan pabrik kemudian dikategorikan sebagai proyek prioritas oleh pemerintah daerah dan mendapat dukungan penuh.

Namun demikian, baru 3 tahun beroperasi, perusahaan mulai mengalami kesulitan keuangan, mulai menunggak gaji karyawannya. Kabarnya, perusahaan ini memang mempunyai kendala teknis, sehingga perusahaan baru mengumumkan produksi chip EEPROM pertamanya pada November 2019, namun tingkat hasil produksi yang dapat diterima hanya sebesar 1,7%, sisanya tidak dapat digunakan, yang mana dapat disebut tidak ada produk yang dihasilkan. 

Seorang karyawan mengungkapkan, karena tidak berproduksi, jadi pabrik sering digunakan sebagai tempat beternak ayam, bebek yang akhirnya untuk mensuplai restauran VIP guna menjamu tamu asing yang datang ke pabrik. Jadi terkesan pabrik adalah pabrik chip, tapi chipnya tidak kelihatan kecuali sebagai guest house.

Jelas bahwa biaya operasi pabrik tidak mampu ditutupi hanya dengan beternak ayam bebek. Memang AMS pernah mencari putaran investasi baru. Namun, ketika modal yang ada tidak lagi mampu menutupi hutang, AMS akhirnya memilih bangkrut dan likuidasi.

Pada  Juli 2023, Pengadilan Rakyat Distrik Huaiyin, Kota Huai’an, Provinsi Jiangsu secara resmi menerima kasus likuidasi kebangkrutan Jiangsu Advanced Memory Semiconductor Co,. Ltd. dan melakukan lelang umum mesin litografi ASML milik perusahaan tersebut senilai RMB 143 juta. Mesin litografi ASML ini dibeli perusahaan pada tahun 2018. Modelnya 1950Hi, jelas merupakan mesin litografi bekas, namun saat itu mesin ini juga telah menelan biaya AMS sebesar USD. 28,68 juta, ditambah 54 peralatan utama pendukung lainnya dan 290 set peralatan bantu, yang totalnya menghabiskan dana sekitar RMB 1,49 miliar.

Namun kabarnya ada sisa pembayaran dari pembelian mesin litografi dan alat-alat pelengkapnya itu yang belum dilunasi oleh AMS.

Menurut laporan, jika peralatan bekas dan pabrik milik AMS itu dilelang satu per satu, aset yang dapat diperoleh kembali akan terbatas karena penyusutan peralatan dan kebutuhan untuk melunasi hutang awal kepada perusahaan lainnya cukup besar. 

Oleh karena itu, pemerintah daerah lebih cenderung mencari perusahaan yang berkualitas untuk mengambil alih. Namun karena perusahaan ini memang tidak terlalu kuat di bidang teknologi dan belum memiliki reputasi di industrinya, jadi untuk menemukan pihak yang bersedia mengambil alih jelas tidak mudah. (sin)