Bos China Evergrande Ditangkap , Bangkrutnya Evergrande Hanya Permulaan Mimpi Buruk

Pinnacle View

Presiden Direktur Evergrande Group Xu Jiayin (Hui Ka Yan) belum lama ini resmi ditahan oleh kepolisian RRT (Republik Rakyat Tiongkok), berita itu menimbulkan gejolak sangat besar di kalangan media massa dunia, berbagai komentar bermunculan, ada yang mengatakan usia Evergrande tak lama lagi, ada yang mengatakan krisis hutang properti telah mencapai titik kritis, ada pula yang mengatakan jika Evergrande ambruk akan memicu efek berantai berupa keruntuhan ekonomi Tiongkok. Mungkin tahun 2023 ditakdirkan sebagai tahun maha perubahan, lalu apakah Evergrande Group yang merupakan bos di bidang real estate ini benar-benar akan runtuh? Jika Evergrande Group ambruk, apakah pengaruhnya terhadap masyarakat Tiongkok?

Evergrande Bangkrut, Datangnya Keruntuhan Sektor Properti

Pengusaha swasta Tiongkok yang kini berdiam di Amerika yakni Meng Jun menyatakan kepada “Pinnacle View”, ditangkapnya Xu Jiayin dari Evergrande Group menandakan bahwa Evergrande telah sepenuhnya ambruk, sekaligus peringatan bahwa sektor properti di era ini telah sepenuhnya berakhir. Yang merupakan produk turunan Evergrande tidak hanya properti saja, juga meliputi sistem keuangan yang telah terkait erat, jangan remehkan hanya kehancuran satu perusahaan Evergrande saja, karena tidak hanya Evergrande, berikutnya akan banyak perusahaan properti serupa Evergrande, meliputi Sunac, Country Garden, Sino-Ocean Group, serta China Resources, mereka satu persatu juga akan hancur. Berita yang baru didapatkan, seorang nara sumber di Beijing mengatakan, perusahaan properti di Beijing yang khusus membangun vila dan halaman yakni Taihe Beijing Courtyard juga sedang ambruk, hanya saja media massa dalam negeri belum boleh memberitakannya saat ini, karena seluruh sektor properti menyangkut terlalu banyak industri lainnya.

Meng Jun mengatakan, properti bukanlah sektor yang berkembang secara sehat dan normal di Tiongkok, dulu karena merupakan porsi penting pada PDB, karena menggerakkan lima sampai enam puluh sektor lainnya mulai dari besi baja, semen, kayu, transportasi, elektronik, dan lain sebagainya, semuanya digerakkan oleh properti. Tetapi PKT (Partai Komunis Tiongkok) tidak mengelola dan mengembangkan sektor ini secara sehat, dan menjadikan sektor ini hanya sebagai bisnis utama para elit PKT untuk meraup keuntungan. Maka, inilah akibatnya, kita melihat masalah pada Evergrande, hal ini akan mengakibatkan runtuhnya seluruh sektor properti, maka kehancuran sistem keuangan yang bersifat nasional yang disebabkan oleh runtuhnya properti, sampai kemudian ikut menyeret kehancuran ekonomi seluruh negara, semua ini ada kaitannya.

Pemimpin redaksi The Epoch Times yakni Guo Jun menyatakan kepada Pinnacle View, pertumbuhan ekonomi Tiongkok dalam belasan tahun terakhir terutama mengandalkan tiga industri, yaitu properti, internet, dan ekspor-impor. Internet telah dibersihkan sangat parah, ekspor-impor telah mengalami anjlok drastis tahun ini, jadi properti merupakan satu-satunya pilar penopang terakhir. Peristiwa Xu Jiayin dari Evergrande memiliki dua makna, yang pertama properti sudah tidak mampu bertahan, kondisi di kemudian hari akan semakin buruk lagi. Yang kedua, nilai aset RMB kemungkinan akan merosot drastis, kondisi ini seperti yang dialami oleh Jepang di era 1990-an, pada dasarnya menandakan berakhirnya suatu periode di Tiongkok, yakni periode dimana pertumbuhan Tiongkok yang pesat itu sudah tidak akan terjadi lagi. Inilah tahap jebakan pendapatan kalangan menengah, ditambah lagi ketidak-stabilan politik serta banyaknya modal yang hengkang ke luar negeri, pada dasarnya perekonomian RRT telah memasuki kondisi yang diistilahkan secara awam dunia internasional sebagai latinisasi, di kemudian hari dikhawatirkan tidak hanya masalah stagnasi saja, sangat mungkin juga akan mengalami situasi keruntuhan.

Editor senior sekaligus penulis utama The Epoch Times, Shi Shan kepada “Pinnacle View” mengatakan, Tiongkok memiliki satu lagi masalah yang sangat besar, yaitu hutang perusahaan dalam dolar AS. Contohnya saat ini Evergrande memiliki hutang asing sebesar 36.7 milyar dolar AS (Rp 573 triliun) yang mungkin tidak sanggup dibayarnya, sehingga Evergrande mengajukan perlindungan pailit di AS, karena khawatir pemegang hutang asing akan menggugatnya di pengadilan AS, setelah digugat seluruh asetnya di luar negeri akan dibekukan, atau akan dibekukan sahamnya. Jika saham tersebut dibekukan, maka Evergrande akan bermasalah sangat besar, jadi Evergrande telah lebih dulu mengantisipasinya. Tapi sekarang Evergrande dipastikan bangkrut, bagi PKT yang harus melindungi BUMN, maka aset harus ditarik ke dalam kantongnya sendiri, kredit perbankan lebih dulu menyimpannya, Beijing melindungi yang di dalam negeri, hutang di luar negeri pasti menjadi prioritas terakhir, bahkan mungkin tidak akan dibayar, saya berhutang 100 saya bayar 2, apakah Anda mau? Tidak mau! Kalau begitu Anda tidak akan mendapatkan sepeser pun! Cara ini mungkin akan dipakai untuk menekan para kreditor di luar negeri. Tetapi hal semacam ini ada efek sampingnya, karena di kemudian hari jika semua perusahaan termasuk pemerintah daerah Tiongkok, pemerintah pusat, hendak menerbitkan surat hutang dalam mata uang AS lagi, akan sangat sulit untuk diuangkan di pasar internasional.

Xi Menakuti yang Lain, Xu Jiayin Perlihatkan Keaslian Sayur Kucai

Kepada “Pinnacle View” Meng Jun menyatakan, bangkrutnya Evergrande karena Xi Jinping sudah tidak ada cara lain, harus menggorok ayam untuk menakuti kera, karena yang hendak dilakukan Xi adalah, memberi waktu bagi Xu Jiayin untuk menyelamatkan diri, kalau Xu Jiayin bisa menyerahkan properti saja sudah tidak masalah. Tapi apa yang dilakukan Xu Jiayin beberapa tahun terakhir ini? Sejak 2020 hingga kini, ia hanya berusaha mengalihkan aset miliknya sendiri, termasuk berniat melarikan diri ke luar negeri untuk bersembunyi, tapi ternyata telah dikendalikan, dan sekarang telah ditangkap.

Beberapa waktu lalu Xu Jiayin mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan, lalu menyusul Sunac, dan tak hanya Sunac, menyusul lagi perusahaan properti lain banyak yang mengalihkan asetnya ke luar negeri, mereka akan mengajukan perlindungan kebangkrutan di luar negeri, setelah dilindungi, maka uang tersebut tidak bisa lagi diambil oleh Beijing. Tujuan utama PKT adalah menyerap semua aset perusahaan itu ke dalam pundi-pundinya sendiri, inilah tujuan Beijing yang sebenarnya. Seperti Evergrande yang memiliki hutang 2,4 triliun RMB, tapi aset yang dimilikinya hampir 1,8 triliun, jadi setelah bangkrut bukankah 1,8 triliun ini harus mulai ditarik? Termasuk Haigang Renshou yang baru saja didirikan pada 28 Juni lalu langsung mengambil alih aset asuransi dari Evergrande Group, ini adalah fragmentasi secara bertahap, sama seperti yang dialami Anbang Insurance, termasuk Tomorrow Holding yang dimiliki Xiao Jianhua juga diselesaikan dengan cara yang sama, begitulah cara PKT mengatasinya.

Guo Jun menyatakan, Evergrande sendiri telah memiliki hutang 2,4 triliun Yuan RMB, hutangnya bahkan mengalahkan level suatu negara, mayoritas sebenarnya ada kaitannya dengan lembaga keuangan, termasuk hutang perusahaan, obligasi keuangan, juga kredit perbankan. Dua minggu lalu RRT telah menurunkan bunga tabungan deposito, turun 0,25%, likuiditas yang dikucurkan sekitar 500 miliar Yuan RMB, jumlah ini bahkan masih kurang dari seperempat hutang buruk Evergrande. Jadi bisa dibayangkan betapa besar tekanan ini.

Setiap perusahaan properti di Tiongkok memiliki latar belakang kekuasaan, jika tidak maka tidak akan bisa beroperasi, bahkan di kota tingkat tiga dan empat sekalipun, perusahaan propertinya juga memiliki latar belakang kekuasaan para pejabat atau elit daerah setempat. Seperti kasus Evergrande sebagai perusahaan properti besar berskala nasional ini, tentu saja berlatar belakang kekuasaan di tingkat tertinggi pusat. Sepintar-pintarnya Xu Jiayin masih saja ia tidak memahami partai komunis.  Xu Jiayin diberi waktu hanya dua tahun untuk bisa merampungkan rumah jaminan, tapi bagaimana mungkin ia bisa menyelesaikannya? Kecuali ia melawan arus tren perekonomian Tiongkok, yang mana tidak mungkin bisa dilakukannya. Akhirnya Xu Jiayin terpaksa mendekam di penjara, semua masalah sudah dianggap selesai. Sejak dua tahun lalu ia tidak diizinkan ke luar negeri, lalu sekarang ditangkap, maka semua kesalahan dituduhkan kepada sang kambing hitam Xu Jiayin.

Shi Shan menyatakan, di dalam sistem otokratis selalu ada ilusi seperti ini, ketika Anda sangat dekat dengan pusat kekuasaan, Anda mengira Anda adalah kekuasaan, padahal sebenarnya Anda bukan siapa-siapa, dan sebenarnya Anda hanya seperti sayur kucai yang tumbuh dekat dengan pusat kekuasaan, tapi Anda bukan pohon yang besar itu, Anda hanyalah sayur kucai yang kecil.

Shi Shan menambahkan, begitulah masalah RRT, perkembangan properti selama dua tiga dasawarsa terakhir, harga properti selalu naik, jadi mereka bisa membandingkan dengan Hong Kong bahkan Taiwan. Contohnya kita berkembang tiga dasawarsa, Anda melihat orang lain empat sampai lima dasawarsa, harga rumah tidak turun malah naik, dan tidak ada masalah, selama terus berinvestasi, investasi dalam jumlah besar, pasti akan meraup untung. Karena semua konglomerat di Hong Kong, sepuluh besar konglomerat Hong Kong sembilan di antaranya adalah pengusaha properti, yang justru memperbesar investasinya pada masa sulit, jadi semua orang merasa hal ini pasti tidak masalah, hal ini telah menjadi takhayul ekonomi di Tiongkok, menjadi semacam keyakinan. Hal yang diyakini oleh kalangan etnis Tionghoa adalah, tanah dan properti tidak akan anjlok harganya. Tapi sekarang kenyataannya adalah anjlok, karena gelembung itu telah begitu besar sehingga akan jatuh.

Masalahnya adalah jika kita tempatkan pada sejarah seratus atau dua ratus tahun, mungkin properti akan terus berkembang, tapi anjlok di tengah-tengah itu, membuat Anda sama sekali tak mampu menanggung, perusahaan properti tidak sanggup menanggungnya, rakyat biasa juga tak sanggup menanggungnya, 

Anda harus mempertimbangkan masalah ini. Bukankah dikatakan, setitik debu pada suatu era ibarat sebuah gunung di kepala seseorang. Kondisi sekarang mirip dengan ungkapan ini, begitulah properti itu anjlok membuat Anda tidak bisa menahannya, walaupun keseluruhan meningkat, tapi Anda pribadi bangkrut, perusahaan bangkrut, akan menimbulkan dampak yang sangat serius bagi perekonomian, semua itu bisa sangat serius. (sud/whs)

*) Hui Ka Yan adalah seorang pengusaha miliarder Tiongkok. Dia adalah ketua dewan dan sekretaris Partai Komunis di Evergrande Group, sebuah pengembang real estat Tiongkok. Hui adalah pemegang saham terbesar di Evergrande Group, memegang hampir 60 persen saham pada Desember 2021. 

Kelahiran: 9 Oktober 1958, Taikang County, Zhoukou, Tiongkok Kekayaan bersih: 3,2 miliar USD (2023) Forbes (50 triliun rupiah, per 03/10) Organisasi didirikan: Grup Real Estate Evergrande, Evergrande New Energy Auto

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

Sebelum Terlambat, Katakanlah: Ada Kata-Kata yang Tak Bisa Menunggu

Hubungan Anda akan menjadi lebih dalam ketika Anda memilih untuk hidup seolah-olah waktu yang Anda miliki bersama orang-orang yang Anda cintai tidaklah dijamin Mike Donghia Saat...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine