Israel Tunda Serangan ke Gaza, AS Kerahkan Lebih Banyak Sistem Pertahanan Udara di Timur Tengah

Amerika Serikat  mengerahkan lebih banyak sistem pertahanan udara di Timur Tengah. Para pejabat Israel mengatakan pada Rabu (25 Oktober) bahwa rencana untuk “menyerang Gaza” akan ditunda.

Yu Liang – NTD

Israel telah melanjutkan serangan udara di Gaza pada Rabu (25/10/2023) pagi, menewaskan seorang komandan senior Hamas, Atas serangan itu, Hamas membalas dengan meluncurkan roket jarak jauh ke Haifa dan Eilat.

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dia telah menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk menunda sementara rencana invasi Gaza sehingga Washington memiliki cukup waktu untuk mengerahkan lebih banyak sistem pertahanan udara di Timur Tengah, namun demikian Israel tidak akan menyerah  memasuki Gaza untuk sepenuhnya memusnahkan Hamas. Setelah  Hamas dimusnahkan, dia menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas serangan teror terhadap Israel pada 7 Oktober dan menerima penyelidikan.

Dilaporkan bahwa Pentagon akan mengerahkan sekitar selusin sistem pertahanan udara untuk melindungi pasukannya di Irak, Suriah, Arab Saudi, dan negara-negara lain dari serangan rudal. Dalam minggu-minggu menjelang serangan 7 Oktober, Pasukan elit Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran melatih sekitar 500 pasukan Hamas dan Jihadis Islam. Setelah perang meletus, proksi yang didukung Iran juga melancarkan setidaknya 13 serangan terhadap pasukan AS.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant  mengatakan bahwa sejak 2021, organisasi teror Gaza telah mengumpulkan lebih dari 130 juta dolar AS dalam bentuk mata uang kripto, termasuk sekitar 40 juta dolar AS untuk Hamas dan sekitar 90 juta dolar AS untuk Jihad Islam Palestina. Hamas dengan sekitar US$100 juta per tahun.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bertemu dengan Presiden Biden di Washington pada  Rabu 25 Oktober dan kedua belah pihak sekali lagi menegaskan kembali sikap bulat mereka untuk mendukung Israel dan memberantas Hamas.

Presiden AS Joe Biden: “Kami mendukung Israel melawan terorisme Hamas. Kami mendukung Ukraina melawan tirani Putin.”

Gedung Putih memperkirakan setidaknya 10 orang Amerika masih menjadi sandera di tangan Hamas, dan 33 orang tewas pasca serangan Hamas. .

Pada hari yang sama, Kanselir Austria, Karl Nehammer dan Perdana Menteri Ceko Petr Fiala mengunjungi Tel Aviv untuk menyatakan dukungan tegas mereka terhadap Israel.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang mengunjungi Mesir pada Rabu, mengumumkan bahwa dia akan mengirimkan kapal angkatan laut untuk mengirimkan bantuan ke rumah sakit di Gaza. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine