Bayi Laki Berusia 2 Bulan di Hubei, Tiongkok Meninggal Dunia 40 Jam Setelah Vaksinasi

NTD

Baru-baru ini, seorang bayi laki berusia 2 bulan di Kota Jingzhou, Provinsi Hubei, Tiongkok  meninggal dunia 40 jam setelah divaksinasi. Hal ini menarik perhatian publik.

Pada 2 Oktober sore, seorang bayi laki bermarga Wu menerima satu dosis vaksin hepatitis B dan satu dosis vaksin polio (IPV) di lokasi vaksinasi Rumah Sakit Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Gongan, Provinsi Hubei. Keesokan harinya, bayi laki-laki tersebut tampak menangis dan tidak bisa tidur. Pihak rumah sakit mengatakan : “ini adalah reaksi normal setelah vaksinasi”.

Pada 4 Oktober sekitar pukul 01:00 bayi tersebut meninggal dunia di rumahnya. Setelah kejadian tersebut, ayah bayi laki tersebut yang berada di luar kota bergegas pulang dan berkali-kali melakukan pengaduan ke pihak rumah sakit bersangkutan, komisi kesehatan dan departemen terkait lainnya, namun dia tidak pernah menerima jawaban yang memuaskan.

Pada 20 November, ayah bayi tersebut Mr. Wu mengatakan kepada reporter Daxiang Xinwen, bahwa laporan hasil otopsi saat ini menunjukkan : “Bayi laki bermarga Wu tersebut meninggal dunia akibat disfungsi pernafasan dan peredaran darah yang disebabkan oleh pneumonia interstitial setelah vaksinasi (hepatitis B dan vaksin polio yang dilemahkan)”.

Mr. Wu mengatakan : “Kami mengakui laporan hasil otopsi ini, tetapi ditolak oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok”. Saat ini, CDC belum membahas masalah terkait kompensasi dengan keluarga. Langkah selanjutnya adalah dia menyewa seorang pengacara dan melalui prosedur peradilan untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Saya harap semuanya dapat diselesaikan dengan baik, sebagai tanggung jawab kita kepada anak tersebut”.

Sebelumnya, media Tiongkok memberitakan bahwa dua merek vaksin yang diterima bocah meninggal tersebut adalah AIM Vaccine dan Beijing Biotech. Menurut catatan vaksinasi, produsen vaksin hepatitis B adalah AIM Vaccine, dan produsen vaksin polio adalah Beijing Biotech.

Insiden ini menarik perhatian sejumlah netizen daratan Tiongkok, mereka meninggalkan komentar antara lain : “Kasihan sekali bayi laki tersebut”, “Cairan vaksin tampak tidak bening, apa lagi ada bahan pengawetnya sehingga tidak aman”, “Vaksin-vaksin ini perlu diselidiki secara menyeluruh, jika tidak akan lebih banyak anak yang menjadi korban”.

Ada netizen yang berkomentar : “Sebaiknya dicek apakah ada vaksin palsu, apakah pengangkutan vaksin sesuai dengan persyaratan ketat yang diminta, apakah vaksin sudah kedaluwarsa.” (sin)