Cara Membersihkan Spons Dapur yang Bau, Jumlah bakteri pada Spons Dapur Anda Sangatlah Tinggi

MARY HUNT

Ketika ditanya, “Apa tempat paling kotor pada peralatan rumah tangga pada umumnya?” kebanyakan orang akan mengatakan dudukan kloset. Tentu saja, itulah jawaban saya, sampai saya menemukan penelitian tentang bakteri dan penyakit pada peralatan rumah tangga yang dilakukan oleh Dr. Chuck Gerba, profesor mikrobiologi di Universitas Arizona. Menurutnya, tempat paling kotor di rumah kita adalah spons atau kain dapur.

Penelitian Gerba menemukan bahwa pada rata-rata dudukan toilet, terdapat 50 bakteri per inci persegi (setara 6,5 cm2 ). Namun spons dapur pada umumnya memiliki sekitar 10 juta bakteri per inci persegi. Itu bukan kesalahan ketik! Dan ada hal yang lebih buruk lagi, maka bersiaplah untuk apa yang akan saya sampaikan kepada Anda.

Gerba telah menemukan bahwa biasanya terdapat sekitar 200 kali lebih banyak bakteri tinja di rata-rata talenan dapur dibandingkan di dudukan toilet. Ia mengatakan bahwa di dapur, bakteri tersebut tidak sampai melalui kontak langsung dengan feses, namun melalui produk daging mentah atau organ dalam hewan, tempat asal banyak bakteri feses.

Pikirkan skenario ini: Anda membuka sebungkus daging giling di talenan, membentuk roti untuk santapan malam ini, menyeka talenan dengan spons dapur praktis, dan melanjutkan memotong sayuran. Gerba mengatakan, mengingat apa yang dia temukan pada talenan dapur pada umumnya, dudukan toilet di rumah akan menjadi tempat yang lebih aman untuk memotong sayuran.

Mikrowave

Dengan banyaknya trilyunan bakteri di spons dapur, Anda mungkin berasumsi cara terbaik untuk membersihkan spons dapur adalah memasukkannya ke dalam oven microwave sekitar satu atau dua menit dengan pengaturan High. Tampaknya masuk akal, bukan? Yah, tapi ternyata tidak!

Jumlah waktu yang dibutuhkan dalam microwave untuk mencapai suhu yang diinginkan guna membunuh bakteri dan jamur yang bersarang di tengah spons akan membuat spons panas dan terbakar. Seperti yang di dalam sebuah penelitian yang dilaporkan di The New York Times, spons dapur yang mengandung nuklir masih menyimpan sekitar 40 persen bakteri, beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa.

Mesin pencuci piring

Menempatkan spons dapur melalui pencucian putaran penuh dengan deterjen setiap hari, atau sesering Anda mencuci piring, adalah solusi yang jauh lebih baik. Panas ditambah deterjen cukup untuk membunuh bakteri dan jamur.

Saya berasumsi Anda mungkin hanya menggunakan satu spons dapur. Mungkin itu masalahnya. Izinkan saya menyarankan Anda memiliki setidaknya dua spons. Dengan cara ini, satu spon tersedia untuk membersihkan meja dan sebagainya, sementara yang lain masuk dalam mesin pencuci piring. Biasakan menambahkan satu spons dapur ke mesin pencuci piring setiap kali mencuci alat-alat. Lakukan ini tanpa henti selama beberapa minggu, dan itu akan segera menjadi kebiasaan.

Polusi Antibakteri

Pilihan lainnya, terutama jika Anda tidak memiliki mesin pencuci piring, adalah dengan merendam spons harian tersebut ke dalam pembersih antibakteri setidaknya selama 10 menit hingga semalaman. Tapi jangan menghabiskan 125 ribu rupiah untuk botol setengah liter dari toko. Buatlah sendiri dengan harga murah!

Menurut Food  and  Drug  Administration, 1 sendok teh pemutih klorin cair per 1 liter air bersih dapat digunakan untuk membersihkan seluruh permukaan dapur seperti talenan, meja dapur, rak lemari es—dan spons!

Meskipun demikian, pilihan lainnya adalah mengganti spons dengan kain katun atau microfiber yang akan lebih mudah dimasukkan ke dalam mesin cuci setiap kali selesai digunakan.

Kunjungi Mary di EverydayCheapskate.com, di mana kolom ini diarsipkan lengkap dengan tautan dan sumber daya untuk semua produk dan layanan yang direkomendasikan. Ajukan pertanyaan dan komentar di https://www.everydaycheapskate.com/contact/, “Ask Mary.” Kolom ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat umum, tetapi surat-surat tidak dapat dijawab satu per satu. Mary Hunt adalah pendiri EverydayCheapskate.com, blog hidup hemat, dan penulis buku “Debt-Proof Living.”