Korea Utara Mengancam Akan Melakukan Serangan Nuklir : AS, Jepang dan Korea Selatan Tuntut Dialog Tanpa Syarat

Media resmi Korea Utara melaporkan pada Kamis (21 Desember) bahwa Kim Jong-un mengklaim Pyongyang tidak akan ragu melancarkan serangan nuklir jika ada ancaman. Menteri luar negeri Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan mengeluarkan pernyataan bersama pada Rabu (20/12)  yang menuntut dialog tanpa syarat dengan Korea Utara

Li Mei dan Zhang Yuexin – NTD

Pada Kamis 21 Desember, media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa Kim Jong Un mengklaim bahwa Pyongyang tidak akan ragu melancarkan serangan nuklir jika ada ancaman.

Pernyataan itu disampaikan Kim Jong-un bersama putrinya saat bertemu dengan para perwira dan tentara Departemen Rudal militer.

Menanggapi peluncuran rudal balistik antarbenua yang dilakukan Korea Utara baru-baru ini, menteri luar negeri Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan mengeluarkan pernyataan bersama pada Rabu (20/12) yang menyatakan kecaman keras.

“Perilaku provokatif Korea Utara yang terus-menerus menimbulkan ancaman serius terhadap semenanjung Korea, kawasan ini, serta perdamaian dan keamanan internasional. Hal ini juga melemahkan rezim non-proliferasi nuklir global dan peluncuran yang tidak diumumkan juga mengancam penerbangan sipil regional dan keamanan lalu lintas maritim,” demikian pernyataan tersebut dikatakan.

Pernyataan ketiga negara juga mengingatkan negara-negara bahwa mereka harus sepenuhnya menerapkan resolusi Dewan Keamanan, melarang Korea Utara memperoleh teknologi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memajukan program misilnya dan mendesak Pyongyang untuk terlibat dalam “dialog substantif tanpa prasyarat.”

Pernyataan tripartit tersebut juga menekankan bahwa Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan telah sepenuhnya meluncurkan mekanisme pembagian data peringatan rudal Korea Utara secara real-time dan akan bersama-sama merumuskan rencana latihan trilateral dalam beberapa tahun ke depan.

Baru-baru ini, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengadakan pertemuan dan banyak negara mengecam ancaman Korea Utara yang terus berlanjut terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Perwakilan Amerika Serikat berkata: “Terang-terangan, tidak dapat diterima, sembrono, mengerikan. Semua kata-kata ini masih berlaku (untuk Korea Utara). Namun hari ini saya akan menambahkan satu lagi, dan itu konyol.”

Perwakilan Jepang: “Pertama-tama, saya harus sekali lagi mengutuk keras perilaku provokatif Korea Utara, yang sama sekali tidak dapat diterima.”

Namun, Dewan Keamanan tidak dapat memberikan tanggapan yang dinegosiasikan pada hari itu karena boikot yang dilakukan oleh Tiongkok dan Rusia. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine