AS Menengahi Kesepakatan Gencatan Senjata, Israel : Lebih dari Sepertiga Sandera Tewas

Pemerintah Israel menyatakan sebanyak 120 sandera yang diculik oleh Hamas masih belum berhasil diselamatkan dan lebih dari sepertiganya tewas. Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat meloloskan sebuah rancangan undang-undang pada  Selasa (4 Juni) untuk memberikan sanksi kepada Pengadilan Kriminal  Internasional

Zhao Fenghua dan Tian Yuan – NTD

Berdasarkan statistik pemerintah Israel, di antara sandera yang disandera oleh Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, 120 orang belum diselamatkan, 43 di antaranya terbunuh. Pada 3 Juni, empat sandera lagi dipastikan tewas.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada konferensi pers pada  Selasa bahwa Menteri Luar Negeri Anthony Blinken mengadakan pembicaraan dengan Arab Saudi dan menteri luar negeri lainnya pada  4 Juni untuk mempromosikan gencatan senjata di Gaza dan menyelamatkan para sandera.

“Selama 24 jam terakhir, Menteri Blinken telah melanjutkan kampanye diplomatiknya, menekankan pentingnya untuk mencapai kesepakatan ini,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller.

Sementara itu, Israel pada Selasa mengatakan bahwa pihaknya melakukan operasi “tertarget” di Rafah dan bersiap memperluas fontnya di sepanjang perbatasan utara Lebanon.

David Manser, juru bicara Direktorat Jenderal Diplomasi Publik Israel: “Kami membela negara ini dan tidak ada yang akan terkejut dengan reaksi kami. Hizbullah, seperti Hamas, juga terinspirasi oleh Iran untuk memulai perang dan kemudian kalah, dia menangis dan mengatakan dia adalah korban, lalu mengulanginya (naskah ini).”

Pasukan Pertahanan Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menemukan terowongan utama dan senjata milik militan Hamas di Rafah. Bahkan, berhasil menghancurkan sejumlah besar situs militer yang digunakan oleh Hamas di Gaza tengah.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan HR 8282 melalui pemungutan suara 247 berbanding 155 pada  Selasa, yang akan memberikan sanksi kepada Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) karena  mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat Israel lainnya.

“Tanpa tindakan di Kongres, kita akan terlibat dalam tindakan ilegal Pengadilan Kriminal Internasional. Kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus mendukung sekutu kita,” ujar anggota Kongres AS Mike McCaul.

RUU tersebut selanjutnya akan diajukan ke Senat AS untuk dilakukan pemungutan suara.

Pada  Jumat, Presiden AS Joe Biden mengumumkan proposal dari Israel yang mencakup gencatan senjata jangka panjang dan penarikan pasukan Israel dari Gaza jika Hamas membebaskan semua sandera.

Seorang ajudan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi pada Minggu (2 Juni) bahwa Israel telah menerima kesepakatan kerangka kerja yang didorong oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk mengakhiri perang di Gaza, meskipun ia percaya bahwa kesepakatan tersebut memiliki banyak kekurangan dan masih banyak hal yang harus dilakukan. (hui)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine