oleh Zhang Yufei
Komando Sejarah dan Warisan Angkatan Laut AS (Naval History and Heritage Command. NHHC) baru-baru ini mengumumkan bahwa kapal selam Angkatan Laut AS “USS Harder” yang menorehkan prestasi besar selama Perang Dunia II, akhirnya ditemukan “berbaring” selama 80 tahun di dasar Laut Tiongkok Selatan dekat Pulau Luzon, Filipina.
Menurut pemberitaan beberapa media, bahwa lokasi tenggelamnya “USS Harder” terletak pada kedalaman 3.000 kaki (setara 914,4 meter) di perairan utara Pulau Luzon, Filipina. Rekaman yang diambil oleh kendaraan bawah air otonom (Autonomous underwater vehicle. AUV) menunjukkan, bahwa kondisi kapal selam itu masih relatif utuh. Kecuali kerusakan di bagian belakang menara komando, bagian lain hampir bisa dianggap utuh dan lambung kapal pun dalam posisi tetap tegak.
NHHC mengatakan, Divisi Arkeologi Bawah Air yang merupakan bagian dari NHHC telah menemukan puing-puing USS Hurder berdasarkan data yang diberikan oleh Tim Taylor, CEO dari “Proyek 52 Kehilangan” (Lost 52 Project).
“Proyek 52 Kehilangan” didedikasikan untuk menemukan 52 buah kapal selam AS yang hilang selama Perang Dunia II. Penemuan “USS Harder” ini merupakan keberhasilan kesembilan dari proyek tersebut. Tim proyek berhasil menemukan kapal selam tersebut dengan mempelajari catatan pertempuran terakhir USS Harder dan melakukan pencarian dengan menggunakan sonar kapal dan AUV.
Tim Taylor mengatakan : “USS Harder adalah salah satu kapal selam paling terkenal pada Perang Dunia II, jadi kami dapat mengatakan ini adalah sebuah penemuan besar”.
Kapal selam “USS Harder” mulai dioperasikan pada 2 Desember 1942, ia berhasil menenggelamkan sebanyak 14 kapal perang dan kapal dagang Jepang dalam empat misi patroli pertamanya. Dalam misi kelima dari Maret hingga Juli 1944, ia berhasil menenggelamkan tiga kapal perusak Jepang hanya dalam empat hari dan merusak parah dua kapal lainnya. “USS Harder” telah memainkan peran penting dalam menghancurkan efektivitas tempur musuh.
Pada awal Agustus 1944, “USS Harder” berlayar ke Semenanjung Bataan Filipina untuk melaksanakan misi patroli keenam. Pada 22 Agustus tahun itu, kapal tersebut bekerja sama dengan kapal selam lain berhasil menghancurkan dua fregat Jepang, kemudian ia meneruskan pelayaran menuju utara pantai Song Island untuk mencari lebih banyak target.
Pada 24 Agustus siang, “USS Harder” melancarkan pertempuran sengit dengan kapal pengawal Jepang CD-22, dan menembakkan tiga torpedo ke kapal musuh tetapi tidak mengena, namun malahan tenggelam karena terkena serangkaian peledak kedalaman yang diluncurkan oleh CD-22. Komandan legendaris “USS Harder”, Sam Dealey bersama 78 orang awak lainnya yang berada dalam kapal selam tenggelam ke dasar laut.
Hal yang perlu disebutkan di sini adalah, “USS Harder” memenangkan 1 Presidential Unit Citation dan 6 battle star atas eksploitasi militernya yang luar biasa dalam Perang Dunia II. Sedangkan komandan kapalnya Sam Dealey dianugerahi Medal of Honor secara anumerta.
Mengenai penemuan ini, Direktur NHHC dan pensiunan Laksamana Muda Angkatan Laut AS Samuel J. Cox mengatakan dalam sebuah pernyataan : “USS Harder tenggelam dalam proses kemenangan yang berkelanjutan. Kita perlu ingat bahwa kemenangan itu sangat berharga, dan kebebasan ada nilainya. Kami berterima kasih kepada Proyek 52 Kehilangan karena telah memberi kami kesempatan untuk sekali lagi menghormati kru heroik USS Harder”.
NHHC menyatakan bahwa kapal yang tenggelam tersebut “mewakili tempat peristirahatan terakhir para pelaut yang mengorbankan nyawa mereka untuk negara. Ini adalah kuburan perang yang harus dihormati oleh semua pihak.” (sin)


