Pertama Kalinya, Militer Ukraina Berhasil Menggunakan Senjata Barat untuk Menyerang Sistem Rudal Rusia

Pada Selasa (4 Juni), Rusia meluncurkan serangan rudal dan drone ke Ukraina, di mana sebagian besar di antaranya berhasil dicegat oleh pasukan Ukraina. Sehari sebelumnya, Ukraina untuk pertama kalinya menggunakan senjata yang disediakan oleh Barat, berhasil menghantam sistem peluncuran rudal di dalam wilayah Rusia

Yi Jing – NTD

Pada Selasa dini hari, Angkatan Udara Ukraina berhasil mencegat dua rudal jelajah yang diluncurkan oleh Rusia di atas kota tengah Dnipro. Serpihan rudal merusak infrastruktur sipil lokal, memicu kebakaran besar, dan melukai delapan orang, termasuk dua anak-anak.

Penduduk Dnipro, Eduard, mengatakan, “Ledakan terjadi tepat di seberang jalan, hanya sekitar 20 meter dari rumah. Syukurlah, kami berhasil menghindarinya!”

Walikota Dnipro, Borys Filatov mengatakan sedikitnya 47 rumah dan satu sekolah rusak.

Selain itu, pasukan Rusia meluncurkan empat drone dalam serangan malam hari. Militer Ukraina mengatakan pihaknya menembak jatuh dua drone di wilayah utara Chernihiv, Ukraina.

Sehari sebelumnya, militer Ukraina menyatakan telah berhasil menyerang sistem rudal S-300 Rusia di Rusia menggunakan senjata yang disediakan Barat.

Foto-foto yang diposting oleh pejabat pemerintah Ukraina di media sosial menunjukkan kebakaran dan asap hitam mengepul dari fasilitas yang terkena dampak.

Beberapa hari yang lalu, setelah beberapa negara Eropa melonggarkan pembatasan senjata terhadap Ukraina, Amerika Serikat dan Jerman segera mengizinkan Ukraina menggunakan senjata yang mereka bantu untuk melakukan serangan terbatas di wilayah Rusia dekat Kharkiv. Namun, tidak jelas negara mana yang menyediakan senjata yang digunakan dalam serangan tersebut.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa mereka akan mengirimkan Wakil Presiden Kemala Harris dan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan untuk berpartisipasi dalam KTT perdamaian Ukraina mendatang di Swiss pada pertengahan Juni.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan: “Kami telah menjadi pendukung terkuat dari perjanjian perdamaian Presiden Zelensky.”

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah melontarkan kritik publik yang langkah kepda Partai Komunis Tiongkok dalam beberapa hari terakhir. Ia menuduh Partai Komunis Tiongkok membantu Rusia dan mencegah negara-negara lain untuk berpartisipasi dalam pertemuan puncak perdamaian, yang menjadi sorotan. (Hui)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine