EtIndonesia. Seorang wanita di Taiwan menemukan pada hari Senin (3 Juni) bahwa barang-barang kering yang dia beli satu dekade lalu untuk membuat anggur obat terbuat dari plastik.
Ini termasuk bahan-bahan seperti cordyceps kering, cangkang penyu, dan kuda laut kering.
Liu Xue Mei (nama yang ditransliterasikan dari bahasa Mandarin) membuat penemuan mengejutkan setelah menemukan bahwa barang-barang kering tersebut entah bagaimana tetap mempertahankan bentuk aslinya meskipun direndam dalam anggur selama lebih dari satu dekade.

Liu mengatakan kepada situs berita Taiwan Liberty Times Net (LTN) bahwa dia menghabiskan 8.000 dolar Taiwan ( sekitar Rp 4 juta) untuk “bahan obat”.
Dia berasumsi dia merasa beruntung sejak dia mendengar ada orang yang mau membayar lebih dari 100.000 dolar Taiwan (sekitar Rp 50 juta) untuk barang serupa.
Mengingat transaksi tersebut, Liu mengatakan penjualnya mengklaim barang tersebut dapat digunakan untuk membuat anggur obat, yang memiliki khasiat ‘mengisi ulang’ selama musim dingin.

Liu juga diinstruksikan untuk tidak membuka bungkusan itu dan hanya memasukkannya ke dalam anggur, lapor ET Today.
Mengikuti saran tersebut, Liu merendam barang-barang kering itu dalam anggur selama lebih dari satu dekade, kadang-kadang menggunakannya untuk memasak.
Saat membersihkan wadah pada hari Senin (3 Juni), Liu menyadari bahwa cangkang penyu yang dikeringkan terasa sangat lembut.
Setelah melihat lebih dekat, dia menyadari bahwa bahan-bahan tersebut tetap mempertahankan bentuknya meskipun telah direndam dalam anggur selama lebih dari 10 tahun.
Pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa “bahan obat” tersebut terbuat dari plastik.

Pada saat dia menemukan hal ini, wadahnya sudah setengah kosong.
Liu menyebutkan bahwa dia pernah mendengar tentang obat-obatan palsu yang dijual di luar negeri.
Namun, dia tidak curiga saat membeli barang tersebut di sebuah objek wisata di Taichung, Taiwan.
Sehubungan dengan penemuan ini, Liu menggunakan kesempatan ini untuk menasihati orang lain agar waspada ketika membeli barang serupa untuk menghindari penipuan. (yn)
Sumber: mustsharenews


