oleh Zhao Fenghua dan Tian Yuan
Suhu udara di barat daya Amerika Serikat mulai melonjak sejak Kamis (6 Juni) dan diperkirakan akan berlangsung hingga Sabtu, di antaranya, Death Valley, California mencapai suhu tertinggi yaitu 122 °F (setara 50 °C).
Gelombang panas pertama bergerak dari California utara melalui Arizona, menuju timur ke Texas, pada Sabtu (8 Juni), setidaknya ada sekitar 31 juta orang yang berada dalam peringatan waspada gelombang panas.
Di Taman Nasional Death Valley, California, suhu maksimum bisa mencapai 122 °F (setara 50 °C), memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada tahun 1996 sebesar 121 °F (setara 49,4 °C). Badan Cuaca Nasional (National Weather Service) cabang Phoenix mengatakan, bahwa pada hari Kamis pihaknya mencatat suhu tertinggi baru sebesar 113 °F (setara 45 °C), melampaui rekor suhu tertinggi sebelumnya yang sebesar 111 °F (setara 43,8 °C) yang dicapai pada tahun 2016. Badan tersebut memperingatkan kepada khalayak bahwa kondisi panas tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.
Di wilayah pertanian Central Valley di California, serangan gelombang panas yang jarang terjadi ini telah mengganggu operasi pertanian.
Operator peternakan Patrick Pinkard mengatakan : “Saya tahu kita pasti akan mengalami panas yang lebih ekstrem. Maksud saya, pada hari Senin suhu masih berada di 80an Fahrenheit, tetapi sekarang suhunya sudah mencapai 104 °F. Dan mereka memperkirakan suhu hari ini bisa mencapai 105 °F”.
Penduduk setempat diingatkan untuk menghindari berjalan kaki di ruang terbuka saat cuaca panas.
Setidaknya 6 orang tewas akibat gelombang panas dalam seminggu terakhir di sepanjang perbatasan AS – Meksiko, dari barat daya Texas hingga New Mexico.
National Weather Service (NWS) mengatakan di beberapa wilayah peringatan suhu tinggi akan berlangsung hingga Jumat (7 Juni) malam, tetapi beberapa wilayah lainnya bisa diperpanjang hingga Sabtu. (Vv)


