Studi Menunjukkan Berkebun dapat Meningkatkan Kualitas Tidur Orang Dewasa

Tukang kebun dan orang yang berolahraga memiliki lebih sedikit masalah tidur daripada orang yang tidak berolahraga

AMIE DAHNKE – The Epoch Times en español

Orang dewasa yang sulit tidur dapat mencoba memulai berkebun dan beraktivitas di luar ruangan agar dapat beristirahat lebih baik di malam hari.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders menemukan bahwa orang dewasa yang menghabiskan waktu bekerja di kebun memiliki lebih sedikit masalah tidur. Temuan ini memberikan informasi tentang pentingnya memutuskan koneksi dari layar dan perangkat ponsel, serta menghabiskan waktu di luar ruangan.

Kurang tidur: Sebuah epidemi nasional

Dunia modern kita, penuh dengan smartphone (ponsel cerdas), tablet, dan laptop yang menawarkan hiburan dan  pembaruan media sosial, serta email kerja yang di luar jam kerja, Hal ini dapat mempersulit kita dalam beristirahat sebelum tidur. Dewan Nasional Penuaan melaporkan bahwa 13,5 persen orang dewasa Amerika merasa lelah dan hampir setiap harinya dan lebih dari sepertiga melaporkan bahwa mereka tidur kurang dari 7 jam dalam periode 24 jam. Selain itu, sekitar 30 persen orang dewasa melaporkan mengalami insomnia, dan sekitar 10 persen dari mereka menderita insomnia begitu parah sehingga mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.

Sementara seseorang dapat pulih satu atau dua malam dari kualitas tidur yang buruk dan kurang tidur yang dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih buruk secara umum. Orang yang tidak cukup tidur berisiko lebih besar terkena diabetes, obesitas, penyakit jantung, kanker, stroke, demensia, dan kematian.

“Oleh karena itu,” para peneliti dari studi baru menulis, “sangat penting untuk mengeksplorasi dan mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan tidur.”

Tukang kebun memiliki lebih sedikit keluhan tentang tidur

Tim peneliti menganggap berkebun sebagai cara yang berpotensi efektif untuk mengurangi masalah tidur karena menawarkan berbagai bentuk aktivitas fisik dengan risiko cedera yang rendah. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa berkebun berkorelasi dengan pengurangan hasil penyakit yang berhubungan dengan tidur. Namun, sejauh ini belum ada studi skala besar tentang populasi masyarakat. 

Dalam studi ini, para peneliti memeriksa data dari lebih dari 62.000 orang dewasa Amerika yang berpartisipasi dalam survei telepon dari Sistem Pengawasan Faktor Risiko Perilaku 2017. Data tersebut mencakup informasi tentang orang dewasa yang tidak berolahraga, yang bekerja di kebun dan yang berolahraga. Sampel termasuk 16.707 non-atlet, 4243 tukang kebun dan 41.148 atlet. Responden juga melaporkan seberapa baik dan berapa lama mereka tidur, mencatat keluhan apa pun, seolah-olah mereka menderita insomnia, kantuk di siang hari atau sleep apnea.

Tukang kebun dan atlet lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami banyak masalah tidur daripada orang yang tidak berolahraga. Selain itu, tukang kebun yang menghabiskan lebih banyak waktu bekerja di kebun melaporkan lebih sedikit keluhan tentang tidur, Hal ini menunjukkan bahwa manfaat tidur dapat meningkat, bagi seorang individu yang semakin banyak waktu yang dia habiskan di kebun. Namun, efek berkebun pada sleep apnea masih belum jelas.

Banyak manfaat berkebun

Berkebun adalah kegiatan yang sangat baik dan mudah diakses karena memerlukan gerakan pada seluruh tubuh seperti berolahraga.

Penyiangan gulma membutuhkan squat dan lunge, sambil membawa plastik mulsa melatih beberapa otot besar. Menggali, menyapu, dan menggunakan mesin pemotong rumput adalah aktivitas intens secara fisik yang dapat mempercepat detak jantung. Bahkan, jika Anda tidak terbiasa dengan banyak kegiatan ini, mungkin merasa sakit setelah seharian penuh di kebun. 

Di luar manfaat fisik berkebun, menanam dan makan buah dan sayuran hasil kebun sendiri dapat secara positif mempengaruhi pola makan Anda. Secara umum, tukang kebun lebih cenderung memasukkan sayuran ke dalam diet yang sehat dan seimbang, yang juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

Akhirnya, diketahui bahwa menghabiskan waktu di luar ruangan meningkatkan kesehatan fisik dan mental seseorang. Mengesampingkan alergi, juga orang orang cenderung mendapat udara segar dan bernapas lebih lega saat mereka menghabiskan waktu di luar ruangan. Melakukan hal tersebut membantu membersihkan paru-paru, meningkatkan pencernaan dan respon imun serta meningkatkan kadar oksigen darah. Selain itu, telah ditunjukkan bahwa menghabiskan waktu di luar ruangan mengurangi detak jantung dan ketegangan otot yang mana dapat mengurangi beberapa keluhan tidur yang disebabkan oleh kurangnya kualitas tidur yang baik. (Yul)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine