EtIndonesia. Selama beberapa tahun terakhir, polisi di Kota Espoo, Finlandia, telah menerapkan taktik menarik untuk mencegah anak-anak muda berpesta di pantai setempat – dengan memutar musik klasik dari pengeras suara.
Tidak ada bukti ilmiah bahwa anak muda tidak menyukai musik klasik, namun polisi di Espoo yakin bahwa hal tersebut berhasil, dan fakta bahwa mereka telah menggunakan taktik ini selama enam tahun terakhir merupakan buktim nyata.
Rupanya, di penghujung tahun sekolah, pantai di lingkungan Haukilahti di Espoo menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda yang ingin berpesta hingga larut malam.

Pada awalnya, pemerintah setempat telah mencoba berbagai metode lain untuk membubarkan generasi muda tersebut, namun tidak ada yang berhasil sebaik karya musik klasik seperti The Blue Danube karya Strauss, Four Seasons karya Vivaldi, dan Ave Maria karya Schubert.
Jadi, mulai awal Juni, polisi memutar musik klasik dari beberapa pengeras suara di pantai untuk mencegah remaja berkumpul di sana setelah matahari terbenam.
“Untuk beberapa alasan, musik klasik tidak menarik bagi kaum muda dan kaum muda menjauhi tempat-tempat yang terdapat musik klasik,” kata Mikko Juvonen dari departemen kepolisian Uusimaa Barat kepada Yle. “Lebih baik anak-anak kita biarkan di lahan kering, dan menyenangkan bagi keluarga untuk datang dan berenang di sini pada pagi hari saat pantai bersih.”

Sebelum menerapkan metode musik klasik enam tahun lalu, Haukilahti merupakan tempat berkumpulnya pesta akhir semester yang biasanya menyisakan tumpukan sampah dan pecahan kaca. Kini, polisi Espoo tidak perlu lagi khawatir, karena tidak ada anak muda yang mau berada di sekitar saat musik klasik mulai diputar.
Sejumlah penduduk setempat mengaku bahwa mereka menganggap inisiatif polisi ini agak aneh, namun karena berjalan dengan baik, sepertinya tidak ada yang mengeluh. (yn)
Sumber: odditycentral


