oleh Li Qingyi dan Zhang Ruiqi dari New Tang Dynasty Television
Kepala Intelijen MI6 dari Inggris dan CIA Amerika Serikat untuk pertama kalinya bersama-sama menghadiri acara akhir pekan Financial Times di London pada 7 September 2024. Mereka juga menerbitkan sebuah artikel peringatan bahwa tatanan dunia internasional saat ini menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sejak Perang Dingin, dengan menyoroti ancaman dari Partai Komunis Tiongkok, Rusia, dan organisasi ISIS.
Kepala MI6 Inggris, Richard Moore, dan Direktur CIA AS, Bill Burns, menulis artikel opini bersama di Financial Times.
Artikel tersebut menyatakan bahwa “setelah mengalami kerjasama erat selama Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Dingin, serta bersama-sama memerangi terorisme internasional, kemitraan ini telah menjadi inti dari hubungan istimewa antara Inggris dan AS.”
“Kerja sama intelijen Inggris-AS membantu kedua negara tetap berada di garis depan dalam dunia yang tidak pasti, dan keunggulan teknologi adalah kunci untuk mempertahankan posisi ini.”
Artikel tersebut juga mengungkapkan bahwa badan intelijen Inggris dan AS sedang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan aktivitas intelijen, serta memanfaatkan teknologi cloud untuk bekerja sama dengan perusahaan paling inovatif di seluruh dunia.

Artikel tersebut secara khusus menyoroti perang Rusia-Ukraina, ancaman dari Partai Komunis Tiongkok, organisasi ISIS, serta situasi di Gaza.
“Dalam abad ke-21, Partai Komunis Tiongkok menjadi tantangan utama bagi intelijen dan geopolitik. Kami telah merestrukturisasi layanan kami untuk mencerminkan prioritas ini,” tulis artikel tersebut.
Pada saat yang sama, kerjasama kontra terorisme tetap menjadi inti dari kemitraan Inggris-AS, di mana kedua negara akan bekerja sama erat dengan negara-negara lain untuk melindungi keamanan nasional dan mencegah kebangkitan ancaman ISIS.
Artikel tersebut juga mengungkapkan bahwa Inggris dan AS sedang berupaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza serta membebaskan para sandera. (Hui)


