Mayat Wanita ‘Ditemukan Duduk di Kursi di Rumahnya’ 2 Tahun Setelah Dia Meninggal

EtIndonesia. Mayat seorang wanita yang telah membusuk ditemukan masih duduk di meja di rumahnya, dua tahun setelah kematiannya.

Marinella Beretta, 70 tahun, tinggal di sebuah rumah dekat Danau Como, Italia utara, dan terakhir terlihat hidup oleh tetangganya pada September 2019.

Tetangganya berasumsi bahwa dia telah pindah pada awal pandemi Covid, yang melanda wilayah tersebut pada awal tahun 2020.

Namun, sekitar dua setengah tahun kemudian, pihak berwenang setempat menemukan bahwa hal tersebut tidak benar dan bahwa, sebaliknya, Marinella telah meninggal dunia.

Mereka menemukan jasadnya pada Februari 2022 saat melakukan kunjungan ke rumah.

Anggota pemadam kebakaran Como mengunjungi rumah wanita tersebut setelah adanya keluhan bahwa sebuah pohon telah tumbang di kebunnya yang telah tumbuh liar, petugas pers Balai Kota setempat Francesca Manfredi mengonfirmasi kepada CNN pada saat itu.

Saat memasuki rumah, mereka dilaporkan menemukan mayat Marinella duduk di kursi di ruang tamu.

Meskipun pemeriksa medis tidak dapat menentukan penyebab pasti kematiannya, mereka menyimpulkan bahwa dia meninggal sekitar akhir tahun 2019 dan mengatakan tidak ada tanda-tanda tindak kejahatan.

Setelah penemuan tragis itu, polisi mulai mencari kerabat untuk dihubungi. Namun, tampaknya Marinella tidak memiliki keluarga yang masih hidup.

Sebagai tanggapan, Wali Kota Como, Mario Landriscina, mengundang warga setempat untuk menghadiri pemakamannya yang dikonfirmasi akan diselenggarakan oleh pemerintah setempat.

Mendorong komunitas untuk menjadikan kematiannya sebagai “momen refleksi,” dia berkomentar: “Ini adalah saat untuk bersatu, dan meskipun wanita ini tidak memiliki keluarga, kita bisa menjadi keluarganya.”

Sementara itu, Menteri Keluarga dan Kesetaraan Kesempatan Italia, Elena Bonetti, mengeluarkan pernyataan berduka atas kematian Marinella.

“Apa yang terjadi pada Marinella Beretta di Como, kesepian yang terlupakan, menyakiti hati nurani kita,” tulisnya di Facebook. “Mengenang hidupnya adalah tugas masyarakat yang ingin tetap bersatu.

Dia melanjutkan: “Menjaga satu sama lain adalah pengalaman keluarga, lembaga, dan warga negara kita. Tidak seorang pun boleh sendirian.” (yn)

Sumber: indy100

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine