6 Perwira Militer Korut Dilaporkan Tewas di Ukraina, Korsel : Korut Akan Kirim Lebih Banyak Pasukan

Media Ukraina melaporkan bahwa beberapa perwira militer Korea Utara tewas di wilayah yang dikuasai Rusia di Ukraina timur. Pejabat Korea Selatan menyatakan bahwa Korea Utara kemungkinan akan mengirim lebih banyak pasukan reguler untuk membantu Rusia

oleh Li Chengyu – NTD

Menurut laporan Kyiv Post pada akhir pekan lalu, informasi intelijen menyebutkan bahwa pada 3 Oktober, enam perwira militer Korea Utara tewas akibat serangan rudal Ukraina di wilayah Donetsk yang dikuasai Rusia di Ukraina timur.

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa serangan rudal tersebut menewaskan lebih dari 20 tentara, termasuk enam perwira militer Korea Utara yang datang untuk mengamati Rusia, serta tiga tentara Korea Utara lainnya yang terluka.

Media sosial Rusia melaporkan bahwa sebelum serangan rudal tersebut, pasukan Rusia sedang menunjukkan aksi serangan dan pelatihan pertahanan kepada delegasi Korea Utara.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Yong-hyun pada 8 Oktober mengatakan kepada anggota parlemen Korea Selatan bahwa laporan tersebut “sangat mungkin” benar adanya.

Dia juga menyatakan bahwa Korea Utara diperkirakan akan mengirim lebih banyak pasukan reguler untuk membantu Rusia berperang, karena Rusia dan Korea Utara telah menandatangani perjanjian bilateral yang mirip dengan aliansi militer.

Sejak tahun lalu, pemerintah Ukraina telah melaporkan bahwa Korea Utara mengirim pasukan insinyur ke wilayah Ukraina yang diduduki untuk melakukan pekerjaan konstruksi.

Pada  Juni tahun ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani “Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif” di Pyongyang. Media Korea Selatan juga mengutip sumber anonim dari pejabat pemerintah Korea Selatan yang mengatakan bahwa Korea Utara akan mengirim insinyur militer ke Ukraina.

Selama ini, banyak ahli meyakini bahwa militer Rusia telah menggunakan rudal buatan Korea Utara di Ukraina, tetapi baik Moskow maupun Pyongyang sama-sama membantah hal tersebut.

Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa Pyongyang telah mengirim ribuan kontainer senjata ke Rusia.

Para analis memperingatkan bahwa uji coba dan produksi artileri serta rudal jelajah yang baru-baru ini diperkuat oleh Korea Utara mungkin merupakan persiapan untuk dikirimkan ke Rusia.

Di bawah sanksi PBB, Korea Utara dilarang menggunakan teknologi balistik untuk melakukan uji coba apa pun. Namun demikian, Rusia menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB pada Maret tahun ini, yang mana secara efektif menghentikan pengawasan PBB terhadap pelanggaran tersebut.

Laporan dari Central News Agency Taiwan menyebutkan bahwa Korea Utara diperkirakan akan secara resmi membatalkan perjanjian penting yang ditandatangani dengan Korea Selatan pada tahun 1991 minggu ini. Ini adalah bagian dari upaya Kim Jong-un untuk menganggap Korea Selatan sebagai negara musuh. Korea Selatan sendiri adalah sekutu keamanan Amerika Serikat. (hui)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine