Tiongkok Umumkan Kebijakan Dukungan Ekonomi yang Tak Memenuhi Ekspektasi Pasar

Pasar saham Tiongkok sempat meroket tetapi kemudian kehilangan momentum dikarenakan tidak ada paket stimulus fiskal lebih lanjut yang diumumkan

Terri Wu – The Epoch Times

Perencana ekonomi utama partai komunis Tiongkok mengumumkan tindakan stimulus fiskal tambahan pada 8 Oktober, melanjutkan suntikan dana tak terduga bulan lalu. Namun, langkah-langkah ini tidak memenuhi harapan pasar dan beberapa ahli keuangan lebih mengantisipasi paket yang lebih substansial. 

Zheng Shanjie, ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, mengumumkan percepatan dana sebesar 100 miliar yuan ($14,1 miliar) dari anggaran investasi pusat 2025 yang akan digunakan tahun ini. 

Rezim juga akan mengizinkan proyek konstruksi senilai 100 miliar yuan lainnya dari anggaran tahun depan untuk dimulai sebelum akhir tahun ini. 

Langkah-langkah senilai $28 miliar ini jauh di bawah tingkat yang diharapkan oleh para analis, yang memperkirakan paket antara 2 triliun yuan ($283 miliar) hingga 10 triliun yuan ($1,4 triliun).

Pasar saham di Shanghai dan Shenzhen bereaksi dengan kekecewaan terhadap langkah-langkah yang diumumkan dalam konferensi pers. Mereka dibuka tinggi dengan harapan, turun selama konferensi, dan akhirnya menetap sekitar 5 persen lebih rendah di akhir hari. 

Baik indeks CSI 300, yang terdiri dari 300 saham teratas di bursa saham Shanghai dan Shenzhen, maupun Indeks Komposit Shanghai, yang mencerminkan semua saham yang diperdagangkan di Shanghai, dibuka lebih dari 10 persen lebih tinggi dengan harapan adanya paket stimulus fiskal besar tetapi kemudian kehilangan momentum. Indeks Hang Seng Hong Kong menunjukkan pergerakan serupa dan turun 9 persen saat hari perdagangan berakhir.

Sebelum pengumuman kebijakan pada hari Selasa, otoritas bank sentral Tiongkok mengumumkan paket stimulus signifikan pada 24 September untuk mengatasi likuiditas, pasar properti, dan pasar saham. 

Rezim menurunkan suku bunga pada hipotek yang ada, jumlah pembayaran muka minimum, dan rasio persyaratan cadangan bank, membebaskan sekitar 1 triliun yuan (sekitar $141 miliar) untuk pinjaman baru dan memberikan bantuan kepada sekitar 50 juta rumah tangga. Bank sentral Tiongkok juga mendukung dua program baru senilai 800 miliar yuan ($113 miliar) untuk membantu perusahaan yang terdaftar dengan pinjaman berbasis ekuitas dan pendanaan untuk pembelian kembali saham.

Menanggapi kebijakan di atas, pasar saham di Shanghai, Shenzhen, dan Hong Kong naik sebesar 15 hingga 20 persen antara 24 September dan hari sebelum pasar dibuka pada Selasa, mencatatkan kenaikan tertinggi. 

Kenaikan saham ini adalah tanda positif yang mana jarang terjadi bagi ekonomi terpusat Tiongkok  yang sedang sakit. Meskipun Zheng menegaskan kembali target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 5 persen pada konferensi pers i Selasa, sebagian besar bank memperkirakan Tiongkok akan gagal mencapainya. 

Sektor infrastruktur, yang menyumbang sekitar seperempat dari PDB Tiongkok, mengalami penurunan hasil karena permintaan menurun setelah beberapa dekade pembangunan. Pemerintah daerah dan pasar properti juga memiliki utang yang besar.

Ekspor tetap menjadi salah satu titik terang bagi ekonomi Tiongkok, tumbuh hampir 9 persen dari tahun ke tahun pada Agustus. Namun, mitra dagang rezim semakin menentang praktik dumping kapasitas berlebih secara reguler. Kepercayaan konsumen Tiongkok mencapai titik terendah lainnya sebesar 85,8 pada Agustus, sedikit di atas rekor terendah sepanjang masa sebesar 85,5 pada November 2022.

Pekan lalu, Jia Kang, mantan pejabat Kementerian Keuangan, mengatakan kepada media milik negara  bahwa stimulus moneter 1 triliun yuan dari bank sentral akan memerlukan langkah-langkah fiskal pendamping untuk meningkatkan permintaan dan pengeluaran domestik oleh rezim. Dia mengatakan bahwa paket 10 triliun yuan dalam bentuk obligasi pemerintah jangka panjang tidaklah berlebihan.

Paket fiskal terbesar Tiongkok sejauh ini adalah selama krisis keuangan global 2008, ketika negara itu merilis 4 triliun yuan ($570 miliar). 

Pada diskusi meja bundar 4 Oktober yang diselenggarakan oleh think tank Center for Strategic and International Studies yang berbasis di Washington, Brian McCarthy, kepala utama di Macrolens, sebuah perusahaan penasihat riset makro global yang berfokus pada Tiongkok, mengatakan dia memperkirakan stimulus fiskal Tiongkok akan berada di kisaran 2 triliun yuan hingga 3 triliun yuan karena pemimpin partai Xi Jinping kemungkinan akan memprioritaskan sumber daya untuk mengembangkan sektor manufaktur canggih.

“Saya pikir ada banyak ruang bagi pasar untuk kecewa akhir bulan ini ketika kita mulai mendapatkan gambaran seberapa besar paket ini nantinya,” katanya. 

Pada hari yang sama, JP Morgan Bank mengatakan dalam sebuah laporan bahwa stimulus $250 miliar menunjukkan bahwa otoritas Tiongkok telah mengubah pendekatan mereka terhadap kebijakan ekonomi. Sebelum sebulan lalu, rezim lebih suka menggunakan langkah-langkah sporadis dan terbatas ketika menggunakan alat keuangan.

JP Morgan juga mencatat bahwa stimulus September tidak cukup bagi bank untuk mengubah pandangannya tentang pertumbuhan PDB Tiongkok. Menurut penulis laporan, rencana stimulus fiskal yang signifikan akan diperlukan untuk meningkatkan jalur ekonomi Tiongkok, dan skala serta rincian implementasinya masih belum jelas. Bank juga tidak yakin apakah stimulus dari bank sentral  akan meningkatkan kepercayaan investor dan rumah tangga. (asr)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine