Putin Ucapkan Selamat kepada Trump atas Kemenangannya dalam Pemilu AS dan Memuji Dia sebagai “Pria Sejati”

ETIndonesia. Setelah mantan Presiden AS Donald Trump memenangkan pemilu pada 5 November, ia telah berbicara dengan “sekitar” 70 pemimpin dunia sejak 6 November pagi, tetapi belum berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pada 7 November, Putin akhirnya memberikan ucapan selamat dan menyatakan bahwa Rusia siap untuk berdialog dengan calon presiden dari Partai Republik tersebut.

Menurut laporan dari Agence France-Presse yang mengutip Central News Agency, pada 7 November Putin memberikan pernyataan tersebut saat menghadiri pertemuan dengan lembaga think tank “Valdai Discussion Club” di resor Laut Hitam Sochi, Rusia.

Putin memuji Trump atas keberaniannya saat mengalami percobaan pembunuhan pada Juli di Butler, Pennsylvania, dengan mengatakan bahwa Trump bersikap seperti “pria sejati.” Putin juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya Trump.

Putin juga menyebutkan bahwa pernyataan Trump mengenai Ukraina dan pemulihan hubungan dengan Rusia sangat patut diperhatikan.

Selama kampanye, Trump sempat mengatakan bahwa jika terpilih kembali, dia bisa membawa perdamaian untuk Ukraina dalam waktu 24 jam, meskipun tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Putin menanggapi hal ini dengan mengatakan, “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi sekarang. Saya tidak punya petunjuk.”

Ketika seorang peserta bertanya bagaimana Putin akan merespons jika Trump menghubungi dan mengusulkan pertemuan, Putin menjawab bahwa jika pemerintah Trump ingin melakukan kontak, dia sudah siap untuk menjalin hubungan kembali dan berdiskusi dengan Trump.

Laporan dari NBC News juga mengutip bahwa Trump  menyiratkan bahwa dia mungkin akan berbicara dengan Putin.

Dalam wawancara dengan NBC, Trump mengatakan bahwa sejak pagi 6 November, dia telah berbicara dengan “sekitar” 70 pemimpin dunia, namun belum dengan Putin. Trump kemudian menambahkan, “Saya rasa kami akan berbicara.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine