Ketua Women’s Rights in China, Zhang Jing : Artikel Master Li Hongzhi Berikan Jalan Menuju Penyelamatan

ETIndonesia. Zhang Jing, Ketua “Women’s Rights in China” dan penganut Katolik, mengomentari artikel terbaru dari pendiri Falun Gong, Master Li Hongzhi, yang berjudul Mengapa Umat Manusia adalah Masyarakat yang Tersesat . Zhang Jing menyatakan bahwa ateisme yang diajarkan oleh Partai Komunis Tiongkok telah membawa umat manusia menuju kehancuran, sementara artikel tersebut dengan bahasa yang sederhana menunjukkan jalan keluar di tengah ancaman kehancuran.

“Tulisannya sederhana, tetapi maknanya sangat dalam,” katanya. 

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa dengan melibatkan latihan meditasi dan ajaran moral yang didasarkan pada prinsip Sejati-Baik-Sabar. 

Setelah diperkenalkan pada tahun 1992, Falun Gong mendapatkan pengakuan luas atas manfaatnya bagi kesehatan, menarik sekitar 70 juta hingga 100 juta praktisi pada akhir dekade ini.

Pada  Juli 1999, rezim Beijing yang dimotori Jiang Zemin meluncurkan kampanye penganiayaan terhadap para praktisi Falun Gong, yang mengakibatkan penindasan terhadap warga negara Tiongkok dalam jumlah ribuan, dan bahkan mungkin jutaan. 

Zhang Jing, yang pernah berpartisipasi dalam Gerakan Tembok Demokrasi tahun 1979, adalah seorang jurnalis senior. Setelah pindah ke AS pada 1997, ia mendirikan organisasi “Women’s Rights in China” di New York pada 2007.

Sejak Januari 2023, Master Li Hongzhi telah menerbitkan serangkaian artikel yakni  “Mengapa Ada Umat Manusia,” “Mengapa Harus Menyelamatkan Makhluk Hidup,” dan Mengapa Umat Manusia adalah Masyarakat yang Tersesat . Setelah membaca artikel-artikel ini, Zhang Jing mengaku lebih memahami konsep tentang asal usul manusia dan dosa asal.

Menurut Zhang Jing, banyak orang tidak menyadari dari mana asalnya, di dunia apakan mereka hidup, dan apakah mereka benar-benar “tersadar” atau “terjebak” dalam ilusi, seperti yang disebutkan dalam artikel tersebut. Banyak orang tidak percaya pada hal-hal yang tidak bisa mereka lihat atau dengar. Inilah tanda dari ilusi yang mendalam, menunjukkan bahwa banyak orang belum benar-benar memahami dunia maupun dirinya sendiri.

Zhang Jing juga menyebutkan bahwa gagasan tentang “akhir zaman” dalam agama sejalan dengan tahap akhir alam semesta yang disebut “Terbentuk, Bertahan, Rusak, Musnah” dalam artikel tersebut.

Dia melanjutkan, masyarakat yang tidak mendengarkan pesan-pesan ilahi dan gagal menyelamatkan diri hanya akan semakin buruk, dan ketika hati manusia telah sepenuhnya rusak, tidak akan ada lagi alasan bagi dunia ini untuk tetap ada. Ateisme yang diajarkan oleh Partai Komunis Tiongkok selama beberapa generasi telah mendorong umat manusia ke ambang kehancuran. Banyak orang-orang dari  daratan Tiongkok yang telah meninggalkan negara itu masih menunjukkan kebiasaan dan pola pikir yang dibentuk oleh pencucian otak yang lama.

Namun, Zhang Jing percaya bahwa masih ada harapan bagi manusia. Menurutnya, untuk menyelamatkan diri, manusia harus mulai melakukan perbuatan baik dan menyelamatkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Jika manusia dapat melakukan ini, maka masyarakat pun akan terselamatkan dan dunia tidak akan hancur. Zhang Jing yakin bahwa meskipun berada dalam masyarakat yang terjebak dalam ilusi, masih mungkin untuk melihat jalan keluar dan tidak mengecewakan Tuhan dan umat manusia. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine