EtIndonesia. Pada tanggal 6 November 2024, setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS, dinamika politik dan keamanan internasional menunjukkan perubahan signifikan. Di Timur Tengah, berbagai kelompok militan dan pemerintah negara-negara Arab memperlihatkan sikap yang mencolok. Di antara yang paling mencolok adalah perubahan sikap Hamas, yang sebelumnya enggan mengindahkan ajakan gencatan senjata dari pemerintahan Biden. Tanpa diduga, sehari setelah kemenangan Trump, Hamas mengumumkan bahwa mereka menginginkan penghentian segera konflik. Sikap ini mengingatkan pada seorang preman kecil dalam film yang tunduk begitu melihat sosok yang lebih kuat.
Seakan merespons perubahan ini, Qatar, salah satu negara Arab di Timur Tengah yang selama ini memberikan tempat tinggal bagi para pemimpin Hamas, pada tanggal 7 November 2024 menyatakan bahwa mereka tidak lagi menerima anggota Hamas di wilayahnya. Tak hanya itu, Arab Saudi juga mengumumkan kebijakan serupa, menolak kehadiran anggota Hamas di negaranya.
Fenomena serupa juga terlihat pada kelompok Houthi di Yaman, yang dikenal tak segan melancarkan serangan di perairan internasional. Pada tanggal 6 November 2024, ketika Trump mengumumkan kemenangannya, seorang juru bicara Houthi menyatakan bahwa tindakan mereka di laut selama ini adalah untuk pertahanan diri dan mengumumkan penghentian semua aktivitas agresif.
Respons Taliban dan Perubahan Sikap Putin
Tak hanya Hamas dan Houthi, kelompok Taliban di Afghanistan turut bersuara. Meski selama ini jarang diperhatikan, Taliban tiba-tiba menyatakan ingin memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat dan mengajukan permintaan agar dihapus dari daftar organisasi teroris. Trump sendiri saat ini sibuk mempersiapkan kabinetnya dan hanya sempat mengadakan percakapan singkat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Beralih ke kawasan Eropa Timur, isu perang Rusia-Ukraina pun menjadi sorotan. Kekhawatiran bahwa Trump akan meninggalkan Ukraina mencuat dari berbagai pihak. Namun, pada 8 November 2024, seorang pejabat Ukraina mengungkapkan bahwa Trump mengadakan panggilan telepon selama satu jam dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Dalam percakapan ini, Trump meyakinkan Zelenskyy bahwa dia akan mendukung Ukraina. Selain itu, secara mengejutkan, Trump membawa Elon Musk dalam percakapan tersebut, di mana Musk berjanji untuk terus membantu Ukraina melalui layanan Starlink, yang sangat penting bagi komunikasi di medan perang.
Sikap Putin dan NATO terhadap Kemenangan Trump
Sikap lunak juga tampak dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang menyatakan kesiapan untuk berdiskusi dengan Trump mengenai penghentian perang. Pernyataan ini keluar hanya sehari setelah Trump menang. Sebelumnya, pada pertemuan BRICS, Putin mengindikasikan niatnya untuk mendukung dedolarisasi bersama Tiongkok. Namun, pada 7 November 2024, Putin mengejutkan publik dengan pernyataan yang berlawanan. Dia memuji Trump sebagai “pria sejati” dan menyatakan bahwa Rusia akan tetap menggunakan dolar untuk transaksi minyak.
Kemenangan Trump juga mendorong NATO untuk merespons permintaan lama Trump agar anggaran pertahanan anggotanya mencapai 2% dari PDB. Menurut Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, para anggota kini berkomitmen untuk memenuhi permintaan ini.
Perubahan Kebijakan Imigrasi di AS dan Sikap Meksiko
Di sisi lain, pemerintah Meksiko menyatakan komitmennya untuk mencegah masuknya imigran ilegal ke Amerika Serikat. Langkah ini merupakan respons cepat dari Meksiko setelah kemenangan Trump, yang sebelumnya telah menekankan pentingnya pengendalian imigrasi ilegal.
Trump mengumumkan rencananya untuk melancarkan serangan terhadap kartel narkoba yang bertanggung jawab atas distribusi fentanyl di Amerika Serikat. Trump berencana untuk memanfaatkan militer dan mengerahkan berbagai sumber daya demi menanggulangi jaringan narkoba ini.
Kebijakan di Negara Bagian AS dan Respon dari New York serta California
Kemenangan Trump juga berdampak pada kebijakan dalam negeri AS. New York, yang terkenal dengan kebijakan ramah imigran, mulai menghentikan pemberian tunjangan bagi imigran ilegal. Sementara itu, di California, undang-undang “belanja nol dolar” yang sebelumnya mengizinkan pencurian barang senilai di bawah 950 dolar tanpa hukuman berat kini dicabut. Keputusan ini ditandai oleh persetujuan Proposition 36 pada 6 November 2024, yang mengembalikan pencurian barang kecil sebagai pelanggaran kriminal serius di California.
Laporan ini menyimpulkan bahwa kemenangan Trump membawa efek domino yang mempengaruhi berbagai pihak, mulai dari negara-negara di Timur Tengah hingga kebijakan dalam negeri AS.


