Trump Ingin Ukraina Menyerah atas Kehilangan Wilayahnya? Begini Tanggapan Tim Transisi Trump

EtIndonesia. Penasehat kampanye mantan kandidat presiden terpilih AS, Trump, Bryan Lanza, mengklaim bahwa pemerintahan Trump yang akan datang akan fokus dalam membantu Ukraina mencapai perdamaian, bukan merebut kembali wilayah yang hilang, bahkan menekankan bahwa Semenanjung Krimea sudah bukan milik Ukraina lagi.

Terkait hal ini, tim transisi Trump menjelaskan bahwa pernyataan Lanza tidak mewakili Trump sendiri, dan memisahkan diri darinya.

Menurut laporan BBC, Lanza yang menjabat sebagai penasihat politik Trump dari tahun 2016 hingga 2024 dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa pemerintahan Trump yang baru akan menanyakan kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, tentang visi perdamaian yang realistis: “Jika Presiden Zelenskyy mengatakan di meja negosiasi bahwa hanya dengan memiliki Krimea kita bisa mencapai perdamaian, itu berarti dia tidak serius, Krimea sudah tidak ada lagi.”

Lanza tidak menyebutkan wilayah lain di Ukraina Timur, tetapi menekankan bahwa mengambil kembali Krimea dari tangan Rusia adalah tidak realistis:  “Ketika Zelenskyy mengatakan, hanya dengan merebut kembali Krimea kita bisa memiliki perdamaian, kita akan berhenti bertempur, kami akan memberitahu Zelensky: Krimea sudah tidak ada lagi.” 

“Jika tujuan utama Anda adalah merebut kembali Krimea dan meminta tentara AS bertempur untuk merebut Krimea, maka Anda harus mengandalkan diri sendiri.”

Lanza menyatakan bahwa prioritas AS adalah perdamaian dan menghentikan pembunuhan, ia akan meminta Ukraina mempertimbangkan visi perdamaian yang realistis, bukan visi kemenangan. Menanggapi pernyataan Lanza, juru bicara tim transisi Trump mengklarifikasi bahwa pernyataan Lanza tidak mewakili posisi Trump, menekankan bahwa Lanza hanya merupakan kontraktor tim kampanye Trump.

Rusia menggabungkan Semenanjung Krimea pada tahun 2014, menyerang Ukraina pada tahun 2022, dan menduduki beberapa area di Ukraina Timur.

Reuters menyebutkan bahwa saat ini Rusia menduduki sekitar 20% wilayah Ukraina. Selain itu, Zelensky telah berulang kali menegaskan bahwa hanya dengan pasukan Rusia meninggalkan wilayah Ukraina, termasuk pemulihan semua wilayah yang diduduki termasuk Krimea, baru dapat membentuk perdamaian. Setelah pemilihan di AS, Lanza tidak lagi menjadi penasihat Trump. (jhh/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine