Zhengzhou, Tiongkok Melarang Berkendara Malam Hari, Para Mahasiswa Memilih “Berlari Malam di Kaifeng” 

ETIndonesia. Pada 9 Oktober 2024 malam, beredar video menunjukkan polisi dan petugas keamanan berjaga di berbagai sudut jalan di Zhengzhou, menghentikan pemuda yang bersepeda malam menuju Kaifeng. Meski demikian, beberapa mahasiswa tetap melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau berlari sambil membawa bendera warna biru, merah, dan kuning, diduga merupakan peserta dari kegiatan bersepeda sebelumnya. Isi  teks di video menyebutkan, “Para mahasiswa yang dilarang bersepeda ke Kaifeng kini mulai lari malam ke Kaifeng.”

Sejumlah warganet mengomentari, “(Jarak dari Zhengzhou ke Kaifeng) hanya sekitar 40 kilometer, dengan jalan yang bagus.  Hal demikian bukan masalah besar bagi mahasiswa.” 

Ada pula yang mengatakan, “Sungguh aneh, bersepeda pun sampai dikendalikan,” sementara yang lain bercanda, “Ini sinyal serius bagi pemerintah. Jika gerakan ini menuju Tiananmen, situasinya bisa berubah gawat.”

Gerakan ini dimulai di Zhengzhou dan meluas ke kota lain, diikuti mahasiswa dari berbagai daerah. Bahkan, ada mahasiswa di sekitar Beijing yang berniat “bersepeda malam ke Tiananmen.” Namun, karena adanya pembatasan lalu lintas di sekitar Tiananmen, mereka hanya bisa mengelilinginya.

Pada 8 November malam, aksi bersepeda ini mencapai puncaknya dengan perkiraan 200.000 hingga 500.000 orang berpartisipasi. Tak hanya para mahasiswa, tetapi juga pemuda dari berbagai kalangan dan mahasiswa dari luar kota berturut-turut  datang ke Zhengzhou untuk bergabung. 

Meski gerakan ini tidak memiliki tuntutan politik, kerumunan besar ini tetap menimbulkan kekhawatiran pemerintahan partai Komunis Tiongkok (PKT). Kondisi pemerintahan saat ini dianggap rapuh, dan aksi berkumpul dalam skala besar dikhawatirkan bisa menjadi “tak terkendali.”

Pada malam yang sama, pemerintah Henan mengeluarkan larangan bersepeda malam, kemudian universitas di berbagai wilayah Henan memerintahkan penutupan kampus da meminta mahasiswa yang mengikuti aksi segera kembali ke kampus.

Pemberitahuan dari sebuah universitas di Henan diposting online. (tangkapan layar halaman web)

Pada  9 November, pemerintah memberlakukan pembatasan lalu lintas di Jalan Raya Zhengkai yang menghubungkan Zhengzhou dan Kaifeng. Perusahaan berbagi sepeda  di Zhengzhou juga mengumumkan bahwa sepeda yang dioperasikan akan otomatis terkunci jika dibawa melintasi wilayah tersebut.

Gerakan “bersepeda malam ke Kaifeng” ini dimulai pada Juni tahun ini, ketika empat mahasiswi melakukan perjalanan dengan sepeda dari Zhengzhou ke Kaifeng demi mencicipi sup pangsit khas di sana. Sebelum larangan diberlakukan, pemerintah Kaifeng sempat memandang aksi ini sebagai peluang untuk merangsang perekonomian setempat, memberikan berbagai kemudahan, dan mendorong partisipasi anak-anak muda. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine